Rian dan Bela

Rian dan bela

"Apa? menikah? kamu tidak bercandakan?" ucap Cristin berbinar

"Tapi kamu jangan senang dulu. Nih, baca dan tanda tangani" lanjut Rian lalu menyodorkan sebuah map

Cristin terpaku, namun semenit kemudian ia kembali tersenyum penuh arti

(Aku akan membuat kamu tergila-gila padaku sebelum waktu yang tertera dalam surat perjanjian ini) batin Cristin

…………………………………………………………………………

Waktu yang ditentukan tiba. Rian dan Cristin yang sudah berpakaian lengkap tapi bukan berpakaian pengantin melainkan seperti orang yang akan menghadiri pesta. Boby asisten Rian membawa mereka ke sebuah gereja yang letaknya di pinggiran kota, di sanalah mereka mengucapkan janji suci mereka tanpa kehadiran keluarga melainkan hanya ada beberapa saksi yang diambil dari anggota jemaat di gereja tersebut dan juga pendeta serta asisten Boby.

Cristin menahan sesak di dadanya semua yang terjadi dalam hidupnya seolah drama yang sedang ia mainkan atas petunjuk sutradaranya.

(Aku hanya melakukan ini untuk bertahan hidup. Sebelum aku bisa berdiri di atas kakiku sendiri maka aku meminjam kaki orang lain untuk menopang tubuhku. Cristin jangan jatuh cinta karena ini semua hanya sementara) batin Ctistin menjerit

Pernikahanpun selesai dilaksanakan. Begitu keluar dari gereja tempat mereka mengucapkan janji suci mereka, Rian langsung membuka cincin nikahnya dan membuang ke tong sampah.

"Nih buat kamu untuk naik taksi, aku dan Boby ada urusan pekerjaan" ucap Rian sambil membuang 2 lembar uang berwarna merah ke wajah Cristin

"Terima kasih" ucap Cristin sambil berjongkok memungut uang tadi

(Aku harus bertahan. Orang tuaku saja mengusir aku apalagi orang yang baru aku kenal)

setelah kepergian Rian dan Boby, Cristin melangkah ke arah tong sampah dan memcari cincin yang tadi dibuang oleh pria yang baru beberapa menit lalu sah menjadi suaminya. Setelah mendapat apa yang dia cari, dia memilih berjalan ke arah jalan umum untuk menunggu taksi karena matahari hampir menghilang.

Beberapa saat kemudian taksipun datang, dan membawa gadis itu kembali ke kota, lebih tepatnya apartemen tempat suami menyembunyikannya.

Pernikahan yang diimpikan seorang Cristin adalah ingin menjadi cindirela tapi itu semua tinggal angan-angan belaka.

Sepanjang perjalanan di atas taxi, Cristin terus berpikir untuk bisa hidup sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Cristin mulai sadar bahwa cepat atau lambat hidupnya akan di buang ke sampah seperti cincin tadi.

Cristin tiba di apartemen tempatnya tinggal untuk sementara waktu.

Dengan langkah gontai ia masuk ke dalam lift dan memencet angka sesuai tempat tinggalnya. Setelah tiba di sana, dia bingung apa yang harus dia buat. Bahkan sejak dia datang ke apartemen ini, dia sama sekali tidak punya kamar. Di apartemen milik Rian ada 2 kamar tidur namun semuanya terkunci, mengingat Cristin masuk kamarnya tanpa ijin dan mengambil kameja miliknya.

Gadis yang masih mengenakan gaun ini duduk sambil merenung nasibnya. Pakaian untuk berganti saja ia tidak miliki. Tanpa sadar perutnya mulai berbunyi tanda bahwa ia sudah lapar. Cristin melangkah menuju kulkas dan di sana ia hanya mendapat beberapa camilan dan minuman yang ia ambil untuk mengganjal perutnya.

******

"Boby. Jangan sampai Bela tahu soal pernikahan aku tadi" ucap Rian saat mereka dalam perjalanan menuju sebuah restoran di mana ia dan Bela kekasihnya telah janjian untuk bertemu.

"Baik tuan" jawab Boby apa adanya

Setibanya direstoran, Rian turun dari mobil dan Boby segerah pergi meninggalkanya sesuai peritahnya.

Rian melangkah masuk ke dalam restoran dan duduk di paling pojok, beberapa saat kemudian datanglah seorang gadis cantik dengan penampilan yang sangat terbuka mendekati Rian dan langung Bergelayut manja di lengan Rian.

"Sudah lama sayang?" tanya Bela manja

"Belum sayang. Ayo duduk" ujar Rian sambil menarik kursi untuk sang kekasih.

"Sayang, penampilan kamu kog formal bangat malam ini" ucap Bela

"Aku sengaja tampil beda malam ini kusus buat kamu sayang" Ucap Rian gombal

Keduanya mulai memesan makanan mereka dan mulai menikmati makan malam mereka.

"Sayang, malam ini aku nginap di apartemen kamu ya sayang" tanya Rian kepada sang kekasih

"Iya sayang, sudah lama kita tidak bersama sama" ucap Bela dengan gaya manjanya

Kedua insan ini melanjutkan makan malam dengan tenang hingga selesai dan setelah Rian menyelesaikan pembayaran keduanya melangkah pergi meninggalkan restoran itu menggunakan mobil Bela yang dikemudi oleh Rian.

Di sinilah mereka sekarang. Di apartemen Bela.

"Sayang. Aku ingin kita menikah secepatnya." ucap Rian serius kepada sang kekasih.

"Apakah harus secepat itu sayang? aku akan segera menyelesaikan urusanku dan kita bisa menikah secepatnya tapi tidak sekarang sayang" ucap Bela berusaha untuk menarik ulur waktu karena dipaksa menikah secepatnya.

Wanita itu lebih sayang kepada kariernya sehingga ia belum ingin terikat dengan kekasihnya melalui pernikahan.

"Berapa hari lagi kamu akan kembali ke Paris sayang?" tanya Rian kepada sang kekasih karena ia tahu bahwa kekasihnya itu masih terikat kontrak kerja.

"Tiga hari lagi sayang" jawab Bela memberitahukan.

"Lalu kapan kamu akan datang lagi?" tanya Rian.

"Aku belum tahu sayang, jika jadwal syutingnya tidak padat aku akan usahakan untuk datang, atau kamu bisa mengunjungi di sana, bisakah sayang?" ucapnya panjang lebar.

"Baiklah, jika tidak terhalang pekerjaan, aku akan datang ke sana untuk mengunjungimu" jawab Rian.

Keduanya akhirnya beristirahat malam ini.

Untuk sesaat Rian melupakan gadis yang sudah sah menjadi isterinya itu. Satu pertemuan yang tidak direncanakan, ia malah bertemu dengan gadis yang membuatnya selalu emosi jika berhadapan dengannya.

Namun ia harus menikahinya demi nama baiknya itu, jika tidak ancaman itu bisa saja merusak nama baiknya.

Pagi-pagi sekali, Rian bangun terlebih dahulu dan mengecup kening kelasihnya lalu bangun dan pergi ke arah balkon. Rian mengambil ponselnya dan menghubungi Boby.

📞Bob, kamu belikan beberapa pakaian santai untuk perempuan itu bersama perlengkapan lainnya dan antarkan ke apartemen. belikam juga bahan makanan mentah untuk dia masak dan makan lalu buka pintu kamar yang sebelah untuknya." jelas Rian dalam sambungan telepon bersama Boby

📞Baik tuan, apa masih ada lagi tuan?" ucap Boby

📞Bawa beberapa pakaian santai dan pakaian kantor ke apartemen Bela karena aku akan menginap tiga hari sebelum dia kembali ke Paris" ucap Rian dan langsung memutuskan sambungan telepon.

(Tuan,,, tuan. Siapa yang jadi isterimu dan siapa yang kamu jaga?) batin Boby sambil menggeleng kepala

Asisten Rian merasa ibah dengan gadis yang kemarin sore dinikahi oleh sang majikannya. Sebenarnya itu tidak layak disebut menikah karena acara itu bahkan sama sekali tidak ada nili sakralnya. Namun apa mau dikata? tuan kejamnya itu bertindak semaunya sendiri.

*Bersambung*

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

pasti Bella punya pacar.. di paris... ah pura-pura jadi model katanya si jadi simpanan... dan Rian hanya buat tutup.. justru cristin lah baik👍👍👍👍👍👍

2022-08-04

0

Nurwana

Nurwana

Thor mudah mudahan jodoh cristi bukan Rian atw Rangga. cristi kenapa nda bawa ijazah mu ksian....??? kan klu ad ijazahmu bisa cri kerja.

2022-07-16

1

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

yang di bajak Ryan lahan gambut Roby 😂😂🙄

2022-05-29

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!