Bangkit

Hari ini papa Alex benar-benar membwa Cristin berkeliling Markas besar yang agak jauh dari keramaian kota itu. Pria tua itu dapat melihat bahwa gadis kecil ini punya masa lalu yang kurang baik dan dia mau diubah menjadi wanita tangguh yang tidak diinjak-injak lagi orang lain.

Disana Cristin bisa menikmati suasana sejuk akan keindahan taman dan bangunan-bangunan yang luar bisa, tapi ada juga gadis itu bisa merasa takut ketika ia dibawa ke tempat-tempat seram seperti kandang binatang buas yang dipelihara pria ini. hanya satu tempat yang belum saatnya papa Alex membawanya kesana yakni ruang bawah tanah, tempat penyiksaan orang-orang pemberontak dan orang-orang jahat.

Hingga papa Alex membawa Cristin ke sebuah tempat yang sangat luas dimana tempat itu terdapat banyak sekali orang-orang, dari usia belasan tahun hingga usia baya bahkan ada juga perempuan-perempuan yang saat ini memenuhi ruangan itu. Dibentuk berkelompok sesuai tingkat kemampuan mereka yang saat ini tengah dilatih oleh pelatih mereka masing-masing. Saat melihat kedatangan sang ketua, semuanya serentak berhenti bergerak dan menundukan kepala sebagai tanda penyambutan.

"Perhatikan semuanya, kenalkan ini puteri angkatku kamu bisa memanggilnya dengan sebutan Cristin, dia akan bergabung bersama kalian untuk berlatih" ucap papa Alex tegas dengan sorot mata yang tajam seperti elang.

"Siap, Bos" ucap semuanya serentak, Cristinpun menunduk sejenak sebagai tanda hormat kepada mereka dan disambut dengan senyum bahagia.

Cristin kembali di bawa ke sebuah rumah kaca yang sangat indah dan disana terdapat banyak sekali tanaman bunga yang berwarna- warni baik di dalam maupun diluar rumah kaca tersebut, dan yang menarik perhatian adalah dua buah pemakanan yang berdampingan, yang satunya seperti makam orang dewasa dan yang satunya anak kecil.

Cristin ingin untuk bertanya namun ia urungkan niatnya.

"Mereka adalah orang-orang yang sangat aku cintai, mereka adalah isteriku dan putriku yang baru berusia 6 bulan waktu itu" ucap papa Alex yang menjedah sebentar

"Saat itu aku masih orang lemah yang tidak bisa melindungi mereka, dan merekalah korban dari keserakahan pria bejad itu. Puteriku terlahir kembar tapi saat itu setelah aku kembali, aku tidak menemukan mayat dari puteriku yang satunya" ucap pria itu mengenang kembali kebahagiaannya bersama isteri dan kedua puterinya.

"Sejak kematian mereka, aku tidak pernah lagi mendengar panggilan papa untukku, aku berusaha menjadi orang yang kuat untuk melindungi orang-orang lemah" lanjut papa.

"Aku juga mau seperti papa, setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri" ucap Cristin sambil memandang ke arah papanya.

"Tidak segampang itu menjadi orang kuat. Karena akan ada orang yang lebih kuat lagi, tapi satu yang harus kamu pegang jika kekuatan itu untuk menolong dan membela diri" nasehat papa yang mengerti jalan pikiran puteri angkatnya jika ia punya dendam yang sangat besar untuk orang-orang yang telah membuangnya

"Baik papa" ucap Cristi yang kembali melangkah mengikuti kemana papanya melangkah

Sampailah mereka di sebuah ruangan dan di sana juga ada beberapa orang yang dengan telaten melakukan tugas mereka dengan berperang bersama alat-alat dapur.

Saat melihat bos mereka muncul, semuanya berhenti melakukan aktivitas dan membungkuk tanda hormat.

"Perhatian semuanya, ini puteriku Cristin dan mulai saat ini dia akan tinggal disini. Layanilah dia dengan baik" ucap papa Alex tegas

"Baik tuan" ucap mereka serentak

Cristin sampai kelelahan mengelilingi mansion sekaligus markas yang ada disatu lingkungan tersebut. Ia bahkan sampai lupa dengan tempat-tempat tertentu yang sudah ia datangi.

(Seperti apa ya kekayaan papa? aku bahkan bingung, pasti aku akan nyasar jika keluar sendiri) batin Cristin yang saat ini sudah terlentang di kasur king sizenya yang ia tempati sejak ia berada di tempat ini.

(Tunggu aku, suatu saat aku akan datang kepada kalian semua yang telah membuang aku. Aku pastikan kalian semua akan membayar luka ini dengan harga yang mahal, bahkan sangat mahal. Berbahagialah memang untuk sekarang sebelum aku datang), tekat Cristin

Tok tok tok

Cristin yang mendengar ada ketukan dibalik pintu kamarnya melangkah pergi untuk membuka pintu dan ternyata yang datang adalah dua orang pelayan yang membawa makan malam untuknya.

"Permisi nona, ini kami antarkan makan malamnya" ucap salah seorang

"Dimana papa?" ucap Cristin yang heran karena kenapa tidak makan di meja makan saja seperti biasa

"Tuan tadi pergi sebentar jadi menyuruh kami untuk mengantarkan makan malanya nona" jawab seorang lagi yang dibalas anggukan oleh Cristin

Malam ini Cristi dapat beristirahat dengan damai apalagi ia harus mempersiapkan dirinya untuk mulai berlatih esok nanti.

Tepat ditengah malam baru papa Alex kembali saat mansion sudah sepi hanya bagian penjaga malam yang masih terjaga dan kira-kira sudah jam 1 malam.

pria itu masuk ke kamarnya dan beristirahat tapi dengan banyak beban pikiran karena sudah 22 tahun ia belum mendapat jejak dari kasus pembunuhan isteri dan anak-anaknya, bahkan salah seorang puterinya yang tidak ditemukan mayatnya.

(Banyak kasus yang sudah terkubur rapi bisa aku selidiki sampai keakarnya tapi kenapa kasus isteri dan anak-anakku sama sekali tidak ada petunjuknya. Aku yakin putriku yang satu masih hidup, nak dimanapun kamu semoga suatu saat papa bisa bertemu walaupun tinggal batu nisan yang papa dapatkan) batin papa Alex yang salalu menghabiskan malamnya diluar hanya untuk mencari bukti tentang kasus pembunuhan keluarga kecilnya.

******

Rian baru kembali ke hotel setelah hampir dua hari ia meninggalkan isterinya di sana. Setelah tiba di sana ternyata sang isteri sudah tidak ada, ia mengambil ponselnya untuk menelepon tapi hanya terdengar suara operator yang menandakan bahwa ponsel isterinya dalam keadaan tidak aktif.

Karena tidak ada tanda-tanda soal keberadaan isterinya, Rian memutuskan untuk datang ke apartemen isterinya namun setelah tiba di sana juga ia tidak menemukan keberadaan isterinya. Rian yang lelah memilih untuk datang ke mansion utama keluarganya, ternyata isterinya berada di sana.

Kehadiran Rian sama sekali tidak dipedulikan oleh Bela yang saat ini sedang duduk berbincang bersama kedua orang tua Rian.

Papinya yang melihat gelagat pengantin baru ini merasa curiga sehingga memberi kode pada puteranya untuk mengikutnya ke ruang kerjanya.

Setibanya mereka di ruang kerja papinya, pria paruh baya itu langsung menodong beberapa pertanyaan untuk mengurangi rasa curiganya.

"Apa kesalahan yang kamu lakukan?" tanya papi

"Aku bingung pi, kenapa ini bisa terjadi padaku" ucap Rian frustrasi

"Apa yang membuatmu bingung?" tanya papi semakin penasaran

"Tapi papi jangan memberi tahukan ini kepada mami dan Bela dulu" ucap Rian

"Aku sudah menikah tiga bulan yang lalu dengan puteri bungsu tuan Rahadi yang dinyatakan hilang saat ini" lanjut Rian yang membuat papinya terperangah

"Apa???" ucap papi melototkan matanya pada sang putera

"Itulah kebenarannya pi" ucap Rian sedih

Keduanya sempat terdiam dalam pikiran masing-masing selama beberapa detik.

*Bersambung*

Terpopuler

Comments

Salma Suku

Salma Suku

Semoga aja Cristin anaknya Alex

2024-10-15

0

Feeza_MCI

Feeza_MCI

jangan-jangan Cristin adalah putri kembar Alex yang hilang🤔🤔

2022-08-16

2

Kar Genjreng

Kar Genjreng

mungkinkah cristi putri asli Tuan Alex Thor... karena di sia siakan kelihatannya...

2022-08-05

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!