Rencana Menikah

Sekarang sudah jam 8 malam tetap saja gadis itu tidak keluar sehingga Rian datang dan mengetok pintu kamar itu. Karena tetap tidak ada respon dari dalam Rian membuka pintu secara paksa karena pikir saja dia sudah kabur.

Sangat mengejutkan saat Rian berhasil membuka pintu ternyata gadis itu terkapar dengan posisi yang sangat menyedihkan di atas tempat tidur, bibirnya yang pucat dan lukanya yang tidak dibalut bahkan suhu tubuhnya yang sangat tinggi membuat Rian panik dan langsung menelepon asistennya agar mereka dapat membawanya ke rumah sakit.

…………………………………………………………………………

📹Rian: "Boby cepat kamu kemari, isteriku sakit" ucap Rian dengan paniknya

📹Boby: "Baik tuan" ucap Boby dan telepon langsung dimatikan sepihak oleh tuan muda Rian

(Rupanya mulai ada benih-benih cinta. Tahu panik juga tuan muda sampai bilang isteriku lagi hahahha) batin Boby menertawakan kekonyolan tuan mudanya

Sepuluh menit kemudian Boby sudah tiba di parkiran apartemen Rian, dan di sana Rian sudah ada sambil membopong tubuh isterinya.

"Tuan muda, pakai mobilku atau mobil tuan muda?" tanya Boby

"Mana saja Boby,, kamu lihat keadaan lagi begini pakai tanya mobil lagi" ucap Rian geram dengan asistennya ini

Boby langsung membuka pintu mobilnya bagian belakang dan Rian langsung membawa tubuh isterinya masuk dan meletakan kepala isterinya di atas pangkuannya. Boby yang mengerti kepanikan tuan mudanya langsung menancap gas menuju Rumah Sakit.

Setibanya di parkiran Rumah Sakit, Rian kembali menggendong isterinya menuju UGD diikuti oleh asistennya.

Rian bahkan lupa dengan janji makan malam bersama keluarganya.

Cristin yang saat ini sedang ditangani oleh dokter membuat Rian mengambil waktu sejenak untuk menelepon orang tuanya.

Ternyata 11 panggila dari sang mami.

📹Rian: Halo mi, maaf aku tidak bisa ke sana sekarang

📹Mami: Pokonya kamu harus ke sini sekarang.

Mami langsung mematikan ponselnya sepihak. Mau tidak mau Rian minta asisten Boby mengantarnya ke sana.

"Boby, antarkan aku ke mansion utama, setelah itu kamu kembali lagi ke sini" ucap Rian

"Baiklah tuan muda" ucap Boby

(Gila.... yang punya isteri siapa yang temani siapa?) batin Boby mengutuk tuan mudanya

Kedua pria itu pergi meninggalkan Rumah sakit dan sebelumnya Rian sudah menugaskan salah seorang perawat untuk menjaga Cristin yang saat ini belum sadarkan diri.

Boby yang melihat tuan mudanya turun langsung pergi begitu saja untuk kembali ke Rumah Sakit.

Rian melangkah masuk dan terkejut melihat seorang gadis yang selama ini ia rindukan ternyata sudah ada di depan matanya.

"Sayang, Sejak kapan kamu kembali?" ucap Rian yang langsung mengecup bibis kekasihnya tanpa rasa malu dengan kedua orang tuanya dan orang tua Bela.

Rian duduk di samping kekasihnya dengan wajah bahagia.

"Jika nak Rian sudah ada, kita melanjutkan rencana kita tadi" ucap papa Bela

"Iya benar, lebih cepat lebih baik" balas mami Rian

"Rian, apa kamu mau menikah atau tunangan dulu?" ucap papi Rian

"Kelamaan pi kalau pake tunangan segala" jawab Mami yang tidak sabaran

"Oke kalian akan menikah 3 bulan lagi" putus papi dan diaminkan oleh semua orang yang ada

Rian senang namun tidak dengan hatinya yang merasa berat karena ia masih terikat pernikahan dengan Cristin.

"Nak Rian tolong antar Bela ke apartemennya ya" ucap papa Bela

"Baik om" ucap Rian

"No, jangan om tapi papa sama kaya Bela" ucap papa membenarkan

"Baik papa" ucap Rian sekali lagi

"Nah seperti itu" ucap papa Bela

Rian megambil alih membawa mobil Bela untuk mengantar kekasihnya itu ke apartemen Bela.

"Sayang, tadi kamu lama sekali datangnya" tanya Bela

"Aku pikir cuma makan malam biasa sayang makanya aku malas datang" ucap Rian yang sementara mengemudi.

Keduanya berbicang hingga Mobil itu membawa mereka tiba di parkiran apartemen kekasihnya.

"Mampir ya sayang" ucap Bela Manja

"Baiklah, ayo sayang" ucap Rian yang baru turun dari mobil langsung menggadeng kekasihnya menuju ke kamar Bela.

Keduanya tiba di kamar Bela, Rian memilih duduk di sofa yang ada di mamar itu.

"Sayang, ke sini sebentar" ucap Rian sambil menepuk sofa di samping ia duduk

"Bagaimana?" ucap Bela yang sudah duduk di samping Rian

"Apakah kamu sudah memutuskan secara tepat untuk menikah denganku" ucap Rian ingin tahu apa jawaban kekasihnya.

"Ya, seriuslah" ucap Bela sambil terkekeh

"Baiklah kalau begitu kita akan menikah nanti dan aku harap kamu tidak berubah pikiran" ucap Rian

"Iya sayang" jawab Bela apa adanya

"Kamu mau nginap atau pulang?" tanya Bela

"Tidak apa-apa jika aku menginap malam ini?" tanya Rian memastikan

"Tidak apa-apalah, biasanya juga kamu menginap" jawab Bela

Rian akhirnya menginap lagi malam ini karena tidak mungkin dia menyuruh Boby untuk menjemputnya apalagi tadi Rian menelepon asistennya sudah bilang kalau ia berada di rumah sakit.

Kedua insan itu lagi-lagi tinggal seatap dan tentu mereka kembali melakukan hubungan suami isteri seperti biasa jika Rian menginap karena itu sudah jadi kegiatan andalan mereka setiap kali bertemu.

pagi ini Rian terlambat bangun dan tidak lagi ke kantor apalagi menjenguk isterinya.

Jam sudah menunjuk pukul 11 siang sehingga mereka bangun langsung membersihkan tubuh mereka dan mencari makan di luar.

Sememtara di Rumah Sakit

"Suster, siapa yang memgantarku ke sini semalam?" tanya Cristin

"Tuan Rian yang mengantar nona ke sini" jawab suster yang ditugaskan untuk menjaganya

(Setidaknya kamu masih punya hati untuk menolongku) batin Cristin

"Terus dia ke mana sekarang?" tanya Cristin lagi

"Setelah itu dia langsung pergi dan belum datang sampai sekarang" jawab suster lagi

(Kamu benar-benar melakukan itu hanya karena kasihan padaku) Cristim memaklumi tindakan suaminya yang hanya sebatas kasihan padanya bukan tanggung jawab sebagai seorang suami

"Kira-kira kapan aku bisa keluar sus?" tanya Cristin

"Bisa sore ini karena nona sudah pulih tinggal istirahat teratur saja supaya pulih sempurnah" jelas suster

"Baik. Terima kasih sus"

Cristin tidak membenci siapapun karena dia menyadari hidupnya yang sekarang. Dia tidak mau dikasihani oleh siapapun karena ia sudah merasakan bagaimana rasanya disanjung lalu dihempaskan begitu saja. Rasa yang sama saat dia menjalin hubungan dengan Rangga yang begitu memperlakukannya seperti seorang Princess tapi akhirnya dibuang tampa belas kasihan.

Sejak Cristin pergi dari rumah, ia bahkan sudah menutup pintu hatinya untuk semua orang. Dia hanya menjebak Rian untuk mendapat tumpangan sementara tapi dia tidak mau menggunakan perasaan dalam permainan ini. Dia tahu suatu saat dia akan pergi lagi dari tempat perteduhannya sekarang, jadi untuk sementara biarlah seperti ini lebih baik.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

Enny Sulasmi

Enny Sulasmi

ceritanya bagus banget 👍

2024-07-06

0

Kar Genjreng

Kar Genjreng

Thor mungkin kah bella hamil... bilang pergi dua th ko cuma 1 hari saja..... dan cristin semoga tetap semangat dan author nya juga

2022-08-05

0

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

kayaknya nanti bakalan ada dua pria yang hidup dalam penyesalan tapi yang satu udah tuh si Rangga tinggal di Ryan yang bakal menyesal kayaknya juga dia di kadalin Ama si bela dan papanya .. 🤔🤔

2022-05-29

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!