"Tuan, lebih baik telepon Mbak Bela agar membawa tuan ke rumah sakit, suhu tubuh tuan semakin tinggi" ucap Cristin yang tengah mengompres Rian
"Lalu apa gunanya aku membiayai hidupmu kalau bukan untuk merawatku? Bela lagi sibuk jadi jangan diganggu apa kamu tahu itu?" ucap Rian dengan nada sedikit membentak.
Cristin akhirnya diam dan melanjutkan tugasnya mengompres tuannya.
Malam semakin larut, Rian terus meminta ini dan itu membuat Cristin lelah namun apa daya, jika ia baru menutup mata sebentar, Rian sudah kembali memanggilnya.
Paginya Cristin yang semalam tidur tidak teraturpun memilih untuk beristirahat sejenak, namun Rian kembali menyuruh membuat ini dan itu yang sebenarnya tidak penting.
Cristin pasrah dengan apa yang diperintahkan sampai ia tumbang juga karena benar-benar kelelahan.
Rian yang melihat itu tersenyum puas lalu membawanya ke kamar dan menidurkan isterinya di sana.
"Dengan begini kamu akan lebih cepat pergi dari rumah ini" gumam Rian yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
Gadis itu baru sadar ketika hari menjelang sore. Meski masih merasa agak pusing tapi ia memilih untuk kembali bekerja, sekuat tenaga ia berusaha agar tidak tumbang lagi.
Rian yang sudah pergi ke kantor dan sama sekali tidak peduli dengan keadaan gadis yang berstatus sebagai isterinya.
*****
Tiga bulan sudah berlalu, kini tinggal dua hari Rian akan menikahi kekasihnya Bela. Sudah hampir 1 minggu Rian tidak pulang ke apartemen karena ia sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya.
Hari ini Rian pulang dengan membawa berkas perceraian yang akan diberikan kepada Cristin untuk ditanda tangani karena ia hanya akan menikahi Bela wanita tercintanya sebagai isteri satu-satunya.
"Heh gadis sialan? sini kau" ucap Rian yang sudah duduk di sofa ruang tengah
"Bagaimana tuan?" ucap Cristin yang saat ini sudah berdiri di depan Rian dengan menunduk
"Duduk dan tanda tangani surat ini" perintah Rian
"Apa ini?" tanya Cristin sambil membuka map tersebut dan langsung terkesiap
"Kenapa, kaget? aku akan menikahi Bela dua hari lagi dan aku mau, gadis sial sepertimu tidak membawa hambatan untuk rumah tanggaku nanti" ucap Rian tegas
"Aku tidak bisa tuan. Walaupun kita menikah secara terpaksa tapi pernikahan bukan untuk dibuat main-main" ucap Cristin yang tak kalah tegasnya
Cristin memilih pergi meninggalkan Rian yang emosi karena gadis itu tidak mau tanda tangan surat cerai mereka. Gadis itu masuk dan mengunci pintu kamarnya.
"Aku tidak sudi terus terikat dengan gadis sialan sepertimu, jika kau tidak mau cerai maka pergilah sejauh-jauhnya dari hadapanku karena aku jijik melihatmu di apartemenku" ucap Rian yang berdiri dibalik pintu kamar gadis itu
Cristin yang mendengarnya sangat teriris dengan kata-kata itu. Tapi sebisa mungkin ia tahan agar tidak menangis.
Rian kembali pergi meninggalkan gadis itu hingga hari pernikahannya berlangsung.
Hari ini Rian dan bela resmi menjadi suami isteri. Sepanjang ritual pernikahan sampai resepsi, kedua mempelai terus menunjukan senyum terbaik mereka apalagi kedua orang tua dari kedua mempelai yang tidak kalah bahagia malam ini.
Resepsi mereka yang ditayang secara live itu ditonton oleh seorang gadis yang kini tengah merasa hancur di apartemen itu. Acara terus berlangsung entah hingga jam berapa berakhir acara yang begitu meriah.
Rian menghabiskan waktunya hampir dua malam bersama isterinya dihotel tempat resepsi mereka. Hingga pagi ini sebiah fakta yang sangat mengejutkan bagi Rian saat mendapat e-Mail dari asisten Boby.
*Cristin Setya Rahadi adalah puteri bungsu tuan Rahadi yang pergi dari rumah beberapa bulan lalu karena kekasihnya dipaksa menikahi kakak kandungnya sendiri. Nona Cristin pergi dengan tidak membawa apa-apa kecuali pakaian di tubuhnya. Sebelum pergi nona Cristin telah menanggalkan nama keluarga dan bersumpah dengan darahnya sendiri untuk tidak lagi punya hubungan dengan keluarganya, itulah sebabnya nona Cristin menjebakmu untuk menikahinya hanya untuk bisa mendapat tempat tinggal*
Deg
Jantung Rian berhenti, untung isterinya sementara berada di kamar mandi.
Tidak mau berlama-lama, Rian langsung menelepon sang asisten yang saat ini berada di kantor.
📹Rian: Boby, cepat kamu ke apartemen dan pastikan Cristin aman di sana
📹Boby: Baik tuan
Untuk pertama kalinya Rian menyebut nama Cristin dengan benar.
Bela yang baru keluar dari kamar mandi merasa heran dengan suaminya yang sudah berpakaian lengkap.
"Aku akan ke kantor sebentar, ada masalah dikantor, kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana, aku akan cepat kembali" ucap Rian sambil memasang jam tangannya.
"Iya sayang" ucap Bela tanpa merasa curiga.
Rian melangkah pergi dengan tergesa-gesa dan menahan gemuruh di dadanya. Kenyataan yang tidak pernah diduga jika wanita yang ia nikahi adah wanita yang dulu diincarnya. Cristin yang sekarang sangat berbeda dari yang dulu, mungkin akibat pata hati terhadap Rangga membuatnya tidak merawat diri sehingga ia sangat berubah. Rian memang sempat merasa pernah melihat gadis ini tapi lupa sejak kapan dan di mana.
Asisten Boby yang lebih dahulu sampai di apartemen tidak melihat siapa-siapa di sana, ia berpikir mungkin Cristin keluar sebentar jadi ia memutuskan untuk menunggu. Tak lama kemudian datanglah Rian denga napas yang tersenggal karena berlari cukup jauh.
"Boby, dimana Cristin... " ucap Rian yang baru membuka pintu dan melihat sang asisten yang duduk santai di sana.
"Nona pasti lagi keluar sebentar karena tidak ada di kamar dan di semua ruangan" jawab Boby santai
Degg
Jantung Rian kembali terhenti.
Ia langsung berlari ke arah pintu kamar yang selama ini ditempati oleh gadis itu. Dengan kasar ia membuka pintu lalu mengedarkan matanya ke sana-kemari dan bahkan memeriksa sampai di kamar mandi namun tidak menemukan siapa-siapa. Rian membuka lemari tempat Cristin menaruh pakaiannya dan di sana pakaian gadis itu masih utuh sehingga membuatnya sedikit tenang.
Saat ia berbalik hendak keluar karena mungkin gadis itu keluar sebentar seperti kata Boby. Namun matanya menangkap sebuah kertas yang ada di atas meja rias kamar itu, dengan hati-hati ia mengambil ternyata ada tulisan tangan yang sangat menusuk sampai ke relung hati pria yang tengah membacanya.
*Maaf tuan. aku salah sudah menjebakmu untuk bisa bertahan hidup, aku sadar kalau aku memang hanya gadis pembawa sial sehingga dibuang oleh kekasihku dan keluargaku dan sekarang oleh suamiku sendiri.
Jangan takut karena aku sudah menandatangani surat cerai kita seperti permintaan kamu, dan aku juga sudah pergi sejauh mungkin dari hidup kamu. Selamat ya atas pernikahanmu, berbahagialah, aku janji tidak akan menjadi penghambat untuk rumah tangga kalian. Karena kamu sudah meminta aku untuk pergi maka aku rasa sudah saatnya aku pergi dari tempat yang sudah tidak menerimaku lagi. Selamat tinggal.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Isabela Devi
cerita buat mewek jg
2024-01-15
0
Uti Enzo
knp mata ini padahal gk lg ngiris bawang
2023-03-13
0
Silvy Sasi
luka tapi tak berdaya rian
2023-01-28
1