Kehidupan baru Cristin

Flash Back

Cristin yang tengah menonton acara tv yang menayangkan berita-berita terkini di negaranya, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah berita menarik yang membahas tentang Pernikahan putera tunggal tuan Adiwijaya yang sangat meriah dan menampilkan wajah bahagia Rian yang masih berstatus sebagai suaminya

"Itin, apa lagi yang kamu harapkan. Kamu memang sangat tidak pantas ada di sini, pergilah dan jangan lagi menoleh ke belakang karena itu akan melukai kamu lebih dalam" ucap Cristin pada diri sendiri

"Karena aku datang dengan tangan hampa, maka aku akan pergi juga dengan tangan hampa" tekad Cristin yang melangkah keluar dari apartemen malam ini juga.

Sebelum pergi, Cristin masuk ke kamar Rian dan mencari berkas perceraian yang beberapa hari yang lalu diberi oleh Rian untuk di tanda tangani.

Cristin membubuhkan tanda tangannya dan tanpa ia sadari ia meneteskan air matanya malam ini.

Cristin keluar dari kamar itu dan sepintas matanya menyapu kamar itu dan yang ia lihat ada sebuah bingkai foto dimana sepasang kekasih yang begitu mesrah.

"Aku tidak mau jadi penghalang kebahagiaan kalian. Selamat tinggal, semoga bahagia" ucap Cristin melangkah keluar meninggalkan tempat yang telah menampungnya selama ini.

Gadis itu melangkah pergi tanpa tahu kemana tujuannya malam ini. Saat melewati jalan sepi, tiba-tiba ada sekelompok preman menghadangnya, Cristin sangat ketakutan tapi sekeras apapun dia berteriak tidak ada yang mendengarnya karena jalannya yang sangat sepi dan saat ini sudah sangat larut.

(Jika dengan aku berakhir seperti ini bisa membuat kalian semua bahagia maka aku akan iklas) batin Cristin kembali mengenang orang-orang yang telah membuangnya bertubi-tubi.

Cristin yang sudah dibekap mulutnya dengan obat, mulai hilang kesadarannya.

Off

Cristin baru sadar setelah sehari jatuh pingsan. Perlahan-lahan ia membuka mata dan melihat keadaan disekitar kamar yang ia tempati saat ini.

Kamar yang begitu mewah dengan desain yang sangat luar membuat cristin seolah ada dalam sangkar emas.

"Kamu sudah sadar nak?" tanya seorang pria paruh baya yang tubuhnya dipenuhi tato membuat Cristin ketakutan dan langsung menangis.

"Jangan takut nak, aku menemukanmu saat akan dibawa pergi oleh para preman-preman sehingga aku menyelamatkanmu dan membawamu ke sini karena aku tidak tahu dimana rumahmu" ucap Pria itu.

Cristin yang mendengar penjelasan pria itu perlahan mulai tenang.

"Jadi om tidak akan jahati aku kan?" tanya Cristin takut-takut

"Hahahha mana mungkin aku mau berbuat jahat padamu nak" ucap pria itu merasa gemas dengan kepolosan gadis ini

"Aku sudah tidak punya siapa-siapa jadi aku tidak tahu mau pulang kemana?" ucap Cristin yang kembali berkaca-kaca, membuat pria itu merasa kasihan pada gadis ini

"Oke, mulai sekarang jangan bersedih lagi. Anggaplah aku sebagai papamu. Nama kamu siapa?" tanya pria itu

"Cristin Setya om" ucap Cristin

"No, papa bukan om oke?" ucap pria itu

"Baik papa" ucap Cristin kaku

"Nah begitu kan bagus" ucap pria itu bahagia akhirnya ada yang mau memanggilnya papa setelah bertahun-tahun mengharapkan hal itu terjadi.

"Nama papa Alexander Kanigara, papa akan membuatmu menjadi gadis yang tangguh dan mandiri, maukan?" ucap papa yang dibalas anggukan oleh Cristin

(Sepertinya papa bukan orang sembarangan, dari gayanya aku bisa menilai kalau papa seorang pemimpin dunia gelap) batin Cristin yang melihat tato papanya yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya.

Walaupun masih ragu tapi Cristin memberanikan diri untuk percaya pada pria yang baru beberapa menit lalu dianggal sebagai papanya.

Papa menyuruh Cristin untuk membersihkan diri karena ia mau mengajak puteri angkatnya ini berkeliling markasnya.

"Baiklah, sekarang kamu mandi dulu dan berganti pakaian. Papa sudah menyiapkan pakaian kamu, lihat saja di lemari-lemari yang ada di situ" tunjuk papa pada sebuah ruangan yang pintunya berwarna emas.

"Kamar madinya mana pa" tanya Cristin karena tidak melihat pintu kamar mandi

"Kamu buka saja ruang ganti itu, nanti di sana ada satu ruangan lagi, nah itu kamar mandinya" ucap papa yang melangkah keluar meninggalkan puteri angkatnya

Cristin yang penasaran melangkah menuju pintu emas itu, dan ia sangat terkejut saat pintu emas itu dengan sendirinya terbuka lebar dan di sana tersusun lemari-lemari yang sangat indah dan hampir semua yang ada di ruang itu didominasi warna emas dan putih.

Gadis itu melangkah masuk dan di sana ada sebuab pintu kaca buram, ia tahu bahwa itu kamar mandi. Dengan tangan kecilnya ia membuka pintu itu dan melihat kamar mandi yang sangat luas hampir sebanding dengan kamar tidurnya tadi.

"Aku betul-betul ada di dalam sangkar emas sekarang" ucap Cristin sambil menatap bayangannya di dalam kaca yang hampir memenuhi kamar mandi itu.

Cristin membersihkan dirinya dan keluar ke ruang ganti, di sana ia kembali terkejut dengan baju-baju branded yang rersusun di lemari-lemari itu, mulai dari baju santai, baju semi formal sampai drngan baju formal dan semuanya sesuai ukuran badannya, tidak ketinggalan aksesoris lain. Ada tas, sepatu, perhiasan, jam tangan, jepit rambut dan perlengkapan make up semuanya lengkap.

Setela memilih sepasang pakaian santai dan mengenakannya, Cristin pun melangkah keluar untuk mencari papanya.

*****

Hari semakin malam Rian tidak kembali menjemput isterinya, yang ia tinggalkan di hotel pagi tadi.

Ponselnya yang sejak tadi berdering di abaikan, dan memilih berdiam diri di dalam kamar apartemennya. Bayang-bayang Cristin kembali berputar di kepalanya, mulai dari awal pertemuan mereka di taman sampai menikah bahkan sampai gadis itu tinggal bersamanya selama ini. Kejahatan-kejahatan yang dia lakukan kepada Cristin, menyuruhnya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat agar gadis itu menyerah dan pergi.

Ketangguhan Cristin melakukan pekerjaan-pekerjaan berat itu karena ia tidak mau pergi karena memang ia tidak punya tempat tinggal.

"Di mana kamu sekarang, kamu bahkan tidak punya sepeser uangpun dan kamu pergi tanpa membawa pakaian. Pasti kamu lagi kedinginan, kelaparan bahkan kamu saat ini dalam bahaya" ucap Rian tanpa sadar kembali meneteskan air matanya. Gadis yang terlahir sempurnah dan tidak berkekurangan apa-apa saat ini sedang terlantar di luar sana.

Rian kembali mengingat saat asisten Boby mengatakan jika ia mengutus seseorang untuk mengajarkan Cristin memasak.

"Kamu bahkan mau melakukan semua pekerjaan yang tidak pernah kamu kerjakan untuk bisa bertahan hidup" penyesalan Rian semakin besar kepada gadis kecil yang telah menggetarkan hatinya walapun hanya dengan melihat fotonya saja.

Rian melangkah keluar dan kembali masuk ke dalam kamar yang ditempati gadis itu selama ini.

Rian berbaring diatas tempat tidur yang masih menyisakan wangi tubuh Cristin disana. Rian yang terlalu lelah dan pikiran yang terganggu menghantarnya masuk dalam mimpinya malam ini di atas tempat tidur yang pernah ditempati Cristin.

*Bersambung*

Terpopuler

Comments

Thewie

Thewie

awas ya Thor kalo sempat mrk baikan

2023-05-17

0

zian al abasy

zian al abasy

kereennn..smga cristin mnjdi wanita tngguh d bwah pangrhan papa alek..merajai dunia hitam dn mnjdi ktua mafia mnggantikan papa alek..brharap cristin tidak kmbali dngan lki2 sprti Rian dn Rangga ..

2022-09-28

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

nah sekarang baru rasa.. nikmatilah semua yang kamu perbuat.. 😫😫😫😫😫

2022-08-05

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!