Kelakuan Rian

Tuan Rahadi menyesali semua ucapan yang menantang putri bungsunya. Ia berpikir Cristin tidak bisa pergi terlalu lama karena mengingat anak ini sangat manja. Tapi ternyata dia salah, gadis itu bahkan menghilang tanpa jejak.

"Kemana kamu nak, papa keras bukan karena tidak menyayangimu tapi papa mau kamu mandiri dan penurut seperti kakakmu" ucap tuan Rahadi yang lagi merenungkan nasib putri bungsunya

"Jika terjadi sesuatu sama kamu, papa tidak bisa memaafkan diri papa sendiri. Pulang nak, apa yang kamu makan selama beberapa hari ini dan kamu tinggal di mana?" ucap papa lagi sambil meneteskan air mata penyesalannya. Putri bungsunya yang selalu ceria walaupun keras kepala dan manja ini sudah 4 hari pergi dari rumah dan tidak ada tanda- tanda untuk pulang.

*****

Hari ini Bela kembali ke Paris dan tentu itu membuat Rian tidak bersemangat karena harus berpisah dengan kekasihnya.

Setelah mengantarkan Bela ke bandara, Rian kembali menuju kantornya karena banyak pekerjaan masih banyak yang tertinggal sejak mengurus pernikahannya sampai menemani Bela untuk urusannya.

"Apa yang di lakukan gadis itu selama ini?" tanya Rian pada Boby setelah duduk di kursi kebesarannya

"Dia belajar memasak dari orang yang aku kirim tuan. Sepertinya dia bukan wanita sembarangan" ucap Boby

"Basi... paling juga dia adalah salah satu wanita yang dikirim untuk menjebakku dari sekian banyak wanita yang aku tolak selama ini" ucap Rian malas

Rian berpikir bahwa Cristin adalah salah seorang wanita yang mengejar-ngejarnya sehingga membuat dia semakin muak dengan gadis ini.

Kedua pria itu kembali melakukan aktifitas masing-masing hingga jam makan siang tiba. Rian yang masih banyak pekerjaan hanya meminta Boby memesan makanan untuknya siang ini.

Tok tok tok

"Masuk" suara dari dalam

"Ini makan siangnya tuan" ucap asisten Boby dengan menenteng sebuah plastik berisi makanan

"Iya" jawab tuan muda singkat

Boby pun mulai menyiapkan semua makanan yang tadi dipesan di atas meja lalu menunggu tuan mudanya.

Keduanya makan dalam diam tanpa ada yang mengeluarkan sepetah katapun.

Setelah menyelesaikan makanan mereka dan kembali melanjutkan tugas masing-masing hingga sore menjelang.

"Tuan sudah waktunya pulang." ucap Boby yang baru masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk.

"Oke kita pulang" jawab Rian sambil beranjak dari tempat duduknya.

Rian yang menjadi pendiam sejak Bela kembali ke Paris membuat Bobby bingung dengan tingkah tuan mudanya.

Keduanya tiba di apartemen tepat jam 7 dan saat itu bi Lori sudah pulang jadi tinggalah Cristin sendiri. Gadis itu sudah menyiapkan makanan di atas meja sesuai informasi yang Boby berikan melalaui telpon rumah yang ada di apartemen itu.

Boby langsung kembali ke tempat tinggalnya setelah mengantarkan tuan muda.

Rian yang masuk dan melihat Cristin sedang menata makanan di meja makan merasa jijik. Dia masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan duduk santai di atas tempat tidurnya.

Tok tok tok

"Tuan, makan malamnya sudah siap" ucap Cristin dari arah luar

"Ada hak apa kau menggangguku gadis sialan?" ucap Rian saat membuka pintu kamarnya

Gadis itu terhenyak dengan kata-kata suaminya. Dia langsung menunduk dengan tubuh yang bergetar.

"Jangan kamu pikir dengan menjadi isteriku lalu seenaknya kamu mengganggu ketenanganku" ucap Rian sambil mendorong tubuh gadis kecil itu sampai tersungkur di lantai

"Maaf, aku cuma mau kasih tahu kalau makanannya sudah siap"ucap Cristin dengan masih duduk di lantai

"Kamu pikir aku akan makan makanan yang menjijikan itu?" ucap Rian membanting pintu meninggalkan Cristin yang masih berada di sana dengan posisi yang masih sama.

Gadis itu menangis dalam diam, menganggap dirinya wanita terkutuk yang tidak disukai semua orang termasuk orang tuanya.

Cristin berjalan menuju meja makan, cukup lama ia menatap hidangan itu dengan perasaan kecewa. Dengan perlahan ia duduk dan mengangkat piring dan mengambil makanan.

Gadis kurang beruntung ini makan dalam diam hanya air matanya yang terus memetes bahkan mungkin saat ini sudah bercampur dengan makanan yang ia telan.

(Dulu, aku tidak tahu kalau begitu berharganya makanan. Aku sering tidak menghabiskan makanan dan buatnya mubazir tapi sekarang aku sadar saat untuk makanan sepiring sajapun aku dapatkan dengan air mata) batin Cristin semakin terisak

"Sebaiknya yang sisa aku simpan agar esok aku bisa makan lagi" ucap Cristin pada diri sendiri

Dia melangkah masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.

"Sebaiknya esok aku harus mulai mencari pekerjaan, agar jika aku diusir nanti setidaknya aku bisa bertahan hidup" ucap Cristin sambil menatap bayangannya di dalam cermin

Malam ini Cristin lewati dengan sangat tidak sejahtera. Dia berharap malam ini cepat berlalu agar dia bisa menjalankan rencananya.

Pagi ini lagi-lagi Cristin menawarkan sarapan pada suaminya.

"Tuan, sarapannya sudah aku siapkan" ucap Cristin saat melihat suaminya yang sudah rapi dan hendak pergi.

"Makan saja masakan menjijikan itu sendiri" ucap Rian menusuk

Gadis itu hanya terpaku sambil menunduk, dirasa suaminya sudah pergi baru ia mengangkat kepalanya dan melihat punggung kekar yang mulai hilang di balik pintu.

"Hmmmm, Itin... kamu harus lebih sabar lagi" ucap gadis itu sambil menghembuskan nafasnya panjang

Hatinya yang sudah kembali tenang, Cristin melangkah masuk ke dalam kamar untuk bersiap lalu pergi dari apartemen tersebut.

Hampir seharian dia berkeliling untuk mencari kerja namun tak satupun yang menerimanya karena tidak ada satupun ijazah yang dia pegang.

Cristin merasa putus asa namun sekuatnya ia berusaha sabar. Ia kembali dengan perasaan hampa tapi mau bagaimana, nasi sudah menjadi bubur.

Cristin terdian di dalam kamar cukup lama, bayang- bayang pengkhianatan kekasihnya kembali berputar, kata-kata kasar ayahnya kembali terngiang di telinganya.

"Inikah yang dinamakan hidup? Aku ingin teriak Tuhan. Kenapa berat sekali beban di pundakku?" ucap Cristin frustrasi.

gadis itu mulai mencari kesibukan dengan mencuci pakaian, mengepel lantai bahkan menata ulang seisi apartemen itu kecuali kamar suaminya.

Hari semakin sore tapi dia tidak ingin menyiapkan makanan karena tidak ingin kejadian semalam terulang lagi. Berdiam diri di dalam kamar adalah pilihan terbaik buat Cristin untuk saat ini.

Rian yang baru pulang kerja terkejut dengan perombakan semua barang yang ada. Sebenarnya ia kagum karena terlihat lebih rapi dan punya nilai kehidupan namun karena yang menata itu adalah orang yang sangat dibencinya membuat Rian naik darah

"Heh gadis sialan, keluar kamu" teriak Rian dibalik pintu kamar yang Cristin tempati.

"Maaf tuan, bagaimana? apa aku harus siapkan makan malam atau kopi atau teh?" tanya Cristin beruntun

"Diam!!! apa yang kamu lakukan hari ini dengan apartemenku hah!! Dengar ya, kamu itu cuma penghuni sementara dan jangan berbuat semaumu apa lagi menyentuh semua barang yang ada dengan seenaknya!" ucap Rian dengan suara meninggi sambil menekan kedua kedua tangannya kuat sehingga meninggalkan bekas di pergelangan tangan gadis itu.

~Bersambung~

Terpopuler

Comments

Pa'tam

Pa'tam

percuma lulusan terbaik di Jerman bila tidak di manfaatkan.

2023-02-25

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

rian manusia kan lah😌😌 Cristin.. biar terlalu menyesal nantinya... dari pada pacarmu.. ga jelas.

2022-08-05

0

Kar Genjreng

Kar Genjreng

jangan terlalu kejan rian... nanti setelah cristin pergi barulah menyesali.. pacarmu bukan orang baik baik percaya lah 😌😌😌😌

2022-08-05

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!