BAB 19

Tepat pukul lima sore Vian telah selesai melakukan pekerjaannya. Dia berjalan ke aeah pintu. Vian membuka pintu tersebut dan melihat Jero tepat berdiri di sebelah kiri pintu ruangan praktek Vian.

"Ayok pulang." ajak Vian.

Vian berjalan paling depan, sedangkan Jero menyusulnya dari belakang. Mereka tidak ingin ada gosip yang menyertai kehidupan mereka berdua. Gosip yang pada akhirnya akan membuat Jero dan Vian tidak nyaman dalam bekerja.

Vian masuk ke dalam mobil setelah Jero membukakan pintu mobil untuknya. Hal ini terpaksa dibiarkan Vian karena ada satpam yang melihat.

Setelah memastikan Vian duduk dengan nyaman, Jero kemudian melajukan mobilnya menuju mansion keluarga Alexsander.

"Vian, ada yang mau aku katakan." ujar Jero sambil melirik Vian dari kaca spion mobil.

"Apa?" tanya Vian.

"Tadi Tuan Muda menghubungi saya, dia mengatakan kepada saya kalau dia ada urusan pekerjaan ke luar kota selama lima hari." ujar Jero.

"Jadi Tuan Muda meminta saya untuk menyampaikan kepada Nyonya Muda." lanjut Jero sambil menatap Vian dari kaca spion mobil.

Jero ingin melihat bagaimana tanggapan dan ekspresi Vian saat mendengar Juan akan dinas luar selama lima hari ke depan.

"Ooo. Oke makasi infonya Jero. Tapi sejujurnya bagi aku nggak masalah dia mau kemana. Sekalipun ke ujung dunia." ujar Vian sambil tersenyum menatap Jero.

"Yah ternyata tanggapannya gitu doang." ujar Jero yang sudah benar memprediksi bagaimana tanggapan Vian saat dia mengatakan hal itu.

"Jadi, harusnya bagaimana?" tanya Vian sambil menatap punggung Jero.

"Harusnya kamu ngomong, kenapa dia tidak menghubungi aku. Malahan dia menghubungi kamu. Aku kan juga punya ponsel." ujar Jero sambil menahan tawanya.

"Wah nggak aku banget itu." jawab Vian sambil menatap Jero dengan tatapan tidak percaya Jero bisa mengatakan hal itu.

"Hahahahahaha. Dasae Vian." ujar Jero lagi.

"Orang yang nggak nganggap kita ada, kenapa harus kita anggap ada Jero. Malahan hal itu akan buat hati kita menjadi lelah luar biasa." lanjut Vian memberikan alasan kenapa dia menjawab seperti tadi.

"Jadi sekarang kita kemana? Langsung pulang atau?" tanya Jero kepada Vian.

" Mall. Laper" ujar Vian yang malas langsung pulang ke rumah. Dia ingin menikmati hari harinya tanpa ada Juan yang setiap hari selalu marah marah saja.

Jero memutar arah mobilnya menuju mall. Dia akan membawa Vian kesuatu mall yang sangat berarti dan indah. Vian bisa belanja apa saja di sana.

Tak berapa lama mereka telah sampai di mall itu. Jero memarkir mobilnya di tempat parkiran biasa. Dia tidak mau mengundang kecurigaan Vian terhadap dirinya kalau dia parkir di parkiran khusus untuk Jero.

Vian dan Jero masuk ke dalam mall. Vian memilih untuk makan masakan Jepang untuk makan malamnya kali ini. Vian masuk ke dalam restoran yang menyajikan makanan Jepang itu. Vian memesan berbagai macam sushi untuk dia dan Jero.

Vian kemudian duduk di pojokan yang tidak akan terlihat oleh siapapun. Pojokan yang tidak akan dilirik oleh orang.

Vian dan Jero menunggu pesanan mereka datang. Beberapa pelayan datang menghidangkan pesanan yang diminta oleh Vian tadi.

Vian dan Jero kemudian menyantap sushi itu. Tanpa sengaja Vian melirik seseorang yang dikenalnya sedang menggandeng mesra seorang wanita. Mereka berdua terlihat tertawa dengan bahagianya.

Jero memerhatikan Vian. Dia melihat Vian yang menatap jauh ke depan. Setelah menyelaraskan penglihatannya Jero paham apa yang membuat Vian menjadi pendiam seperti ini.

"Udah biarkan aja." kata Jero sambil memegang tangan Vian.

"Nggak ada ngaruhnya. Tapi kenapa harus berbohong. Dia jujurpun tidak akan jadi masalah. Tapi sudah dia katakan kalau pernikahan ini hanya pernikahan bisnis saja." lanjut Vian sambil menatap Jero.

"Jadi?" tanya Jero penasaran dengan selanjutnya.

"Jadi apa? Jadi jadian." ujar Vian.

"Hahahahaha. Jangan pake emosi. Santai aja kali." kata Jero sambil menyuapkan satu sushi kedalam mulut Vian.

Vian tersenyum bahagia atas inisiatif Jero menyuapinya sushi.

"Udah nggak usah bahas apapun lagi. Mari kita jalan jalan." ujar Jero mengajak Vian untuk berjalan jalan berkeliling mall.

"Aku belanja ya." ujar Vian meminta izin kepada Jero.

Jero mengangguk mempersilahkan Vian untuk berbelanja. Dia sudah menginformasikan kepada seseorang untuk mengatakan kepada setiap manager toko saat Vian membayar mengatakan kalau Vian mendapat promo gratis seratus persen.

Vian masuk kedalam satu toko barang ternama yaitu Guaci. Vian melihat lihat baju yang sesuai untuknya di bawa kerja. Vian memilih satu dress sederhana. Vian belanja dengan melihat label harganya. Jero hanya menggeleng lemah saja.

"Kamu istri pengusaha, tetapi belanja kamu masih melihat harga." ujar jero sambil menatap Vian dengan tatapan hanya Jero yang tau artinya sendiri.

Vian hanya membeli satu belanjaan saja. Vian kemudian menuju kasir untuk membayar belanjaannya.

"Selamat datang Nona, silahkan ambil undian di dalam kotak ini." ujar kasir mempersilahkan Vian mengambil gulungan kertas yang ada di dalam sebuah kotak kaca.

"Apa isinya?" tanya Vian.

"Potongan harga Nona. Kalau Nona sedang beruntung maka ada potongan seratus persen di dalamnya." ujar kasir memberitahukan kepada Vian apa isi dari tabung kaca itu.

"Wow keren ya." kata Vian.

"Keren Nona, makanya Nona bisa menambah belanjaan lagi." kata kasir sambil tersenyum.

"Oh tidak. Saya hanya butuh satu." jawab Vian dengan nada final.

"Silahkan diambik Nona." kata kasir memberikan kepada Vian kotak.kacanya.

Vian mengambil satu kertas. Dia memberikan kepada kasir. Seorang pria yang tadi di telpon oleh Jero berada tepag disamping kasir.

Kasir kemudian membuka gulungan kertas itu. Dia tersenyum melihat Vian.

"Selamat Nona anda mendapatkan potongan harga seratus persen." ujar kasir.

"Ha? Serius?" ujar Vian menatap kasir yang ada di depannya.

"Serius Nona, makanya tadi saya mempersilahkan Nona untuk menambah pembelian. Tetapi Nona menolak." ujar kasir.

"Tidak masalah Nona. Saya hanya butuh satu." jawab Vian.

Vian memberikan baju yang telah dipilihnya tadi. Kasir kemudian menscan label harga. Disana langsung tertera biaya nol untuk pembayaran pakaian yangs dipilih Vian.

" Jero, aku luar biasa beruntung. Baju semahal ini bisa aku dapatkan secara gratis." ujar Vian menatap ke arah Jero.

Jero tersenyum kepada Vian. Seseorang yang berada di meja kasir memberikan jempol kepada Jero. Jero memberikan senyum simpulnya kepada seseorang itu.

Setelah selesai berbelanja di toko Guaci, Vian dan Jero kemudian berjalan menuju toko yang lainnya. Vian masuk ke dalam toko Cuanel.

Vian kembali melihat lihat barang yang ingin dibelinya. Tetapi setelah puas melihat lihat isi toko Cuanel, Vian kembali keluar. Barang barang yang ada di sana tidak ada yang memikat hatinya sama sekali.

"Kenapa nggak beli?" tanya Jero saat melihat Vian tidak membawa apa apa keluar dari toko Cuanel.

"Nggak ada yang minat." jawab Vian.

Setelah itu Vian dan Jero berjalan lagi masuk ke dalam toko breanded lainnya. Tetapi hal yang sama kembali terulang lagi, Vian kembali keluar dengan tidak membawa apa apa.

"Lah kosong lagi?" ujar Jero.

"Nggak ada yang memikat hati lagi." ujar Vian.

Jero hanya geleng geleng kepala. Seseorang yang telah dimintanya untuk mengiringi Vian berbelanja hanya geleng geleng kepala saja. Vian sama sekali tidak berbelanja. Dia hanya menatap barang barang yang ada.

" Pulang yok Jer. Aku capek. Besok aku masuk pagi lagi." kata Vian mengajak Jero untuk kembali pulang ke mansion Alexsander.

Vian dan Jero masuk ke dalam mobil. Mereka berdua kembali pulang ke rumah. Jero melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Vian terlihat memang lelah, dia tertidur di dalam perjalanan pulang.

Setelah berkendara, mobil yang ditumpangi oleh Jero telah sampai di perkarangan mansion. Jero membuka pintu mobil.

"Vian bangun. Vian kita udah sampai." tetapi Vian tetap tidur. Vian sama sekali tidak bergeming.

Jero masuk ke dalam rumah. Dia mencari Bik Ina di dapur.

" Bik, tolong angkat Nyonya Muda satu. Dia masih tertidur di mobil." ujar Jero.

"Waduah mana bibik kuat Jero. Gimana kalau kamu saja yang ngangkat Nyonya muda." kata bik Ina kepada Jero.

"Tapi bik." ujar Jero yang ingin menolak keinginan bik Ina.

"Pelayan yang lain sudah beristirahat. Jadi kamu ajalah yang ngangkat. Lagian Tuan Muda juga tidak ada di rumah." kata Bik Ina.

Jero akhirnya pasrah. Dia kembali keluar. Jero mengangkat Vian menuju kamarnya. Dengan langkah tertatih tatih Jero mengangkat Vian ke dalam kamarnya.

Jero membaringkan Vian di atas ranjang Vian yang besar itu. Vian kemudian langsung memeluk gulingnya. Dia langsung tertidur.

Jero melihat wajah Vian yang masih memakai makeup tipisnya. Jero berjalan menuju meja rias Vian. Dia mengambil kapas dan juga alat pembersih make up milik Vian.

Jero kembali menuju ranjang Vian. Jero membersihkan wajah Vian yang masih ada bekas make up itu. Vian merasakan dingin di wajahnya. Dia membuka matanya, dia melihat Jero asik membersihkan wajahnya.

"Jero" ujar Vian sambil memegang tangan Jero.

"Tidur aja. Ndak apa apa." ujar Jero kembali melanjutkan pekerjaannya.

Vian kembali menutup matanya. Dia kembali tertidur. Jero tetap melanjutkan membersihkan wajah Vian.

Terpopuler

Comments

Sulati Cus

Sulati Cus

bank Jero so sweet bgt sih

2022-09-15

0

Ratna Aza

Ratna Aza

romantis banget km Jero.....😘ayo km dapatkn hati Vian.....💖💖💖lanjut kak 👌👍

2022-02-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 151 KERETA API
140 156 Mulai Jalan
141 156 MULAI JALAN
142 157 BARU
143 158 BARU
144 163 BARU
145 Perjalanan lanjutan 1
146 Lanjutan Perjalanan
147 Perkebunan Anggur
148 Kebun Anggur 1
149 Perkebunan Anggur 2
150 Perkebunan Anggur 3
151 Rencana Jero
152 Ide Jero
153 Rencana Jero
154 Juan Alexsander
155 Mansion Alexsander
156 Kemarahan
157 kehebohan dimension besar
158 Kegelisahan Di Mansion
159 Keributan Di mansion
160 Pencarian Papi
161 Papi Mencari Sumber Masalah
162 Intrograsi
163 Rencana Papi
164 Pencarian Papi
165 Cerita Dimulai
166 Papi mendengar semua cerita
167 Efek Dari Cerita Pelayan
168 Kekacauan Keluarga Alexsander
169 Kecemasan Keluarga Alexsander
170 Mimpi Buruk Juan
171 Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172 Kepanikan Mami dan Juan
173 Keputusan Tuan Besar Alexsander
174 Membuka Semua Cerita
175 Kebahagiaan Di Negara G
176 Pembuktian
177 Pembuktian Keromantisan
178 Keromantisan Part 2
179 Kejutan
180 Kejutan Berlangsung
181 Kejutan Berlangsung Berikutnya
182 Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183 Alexsander
184 Informasi rahasia
185 Rasa Penasaran Vian
186 Pembicaraan Jero dan Vian
187 Jevi vs Jerta
188 Pembicaraan Jero dengan Felix
189 Pembicaraan Tiga Beradik
190 Pesta Kemenangan
191 Perayaan Kemenangan 2
192 Masalah Perusahaan
193 Kemarahan Jero
194 Acara Masih Berlanjut
195 Lomba Nyanyi Pengawal
196 Penyerahan Hadiah
197 Berita dari Staff
198 Rahasia Mulai Terbuka
199 Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200 Kepahitan
201 Kepulangan Ke Negara I
202 Pra Pulang Ke Negara I
203 Perjalan Kembali Ke Negara I
204 Rencana Transit
205 Mengunjungi Mommy
206 Pembicaraan Di Atas Pesawat
207 Pembicaraan Di Atas Pesawat
208 Bandara
209 Awal Muka Pertemuan
210 Kejadian di Bandara
211 Obrolan Daddy and Son
212 Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213 Pembicaraan Daddy and Son
214 Tuan Besar Alexsander
215 Mansion Utama Alexsander
216 Permintaan Aneh Vian
217 Mansion Utama
218 Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219 Kemaran Tuan Besar Alexsander
220 Asander ALEXSANDER
221 Kemarah Tuan Besar
222 Ruang Kerja Alexsander
223 Rung Kerja Tuan Alexsander
224 Kemarahan
225 Kemarahan #
226 Kemarahan ##
227 Keluarga Asander
228 Kemarahan ####
229 Pengakuan Nyonya Besar
230 Gaya Rambut
231 Hari Pertama Kerja
232 Pertama Kerja, Bram datang
233 Misteri Bangunan besar
234 Bangunan Besar
235 Rumah Sakit
236 Cerita Masa Lalu
237 Juan Aleksander
238 Kemelut Keluarga
239 Kemelut Keluarga Aleksander
240 Percakapan Di Ayunan
241 Jero Menyesal
242 Makan Malam
243 Pencarian file #
244 Pencarian File ##
245 Pencarian File ###
246 Pencarian File ####
247 Penyerahan berkas perceraian
248 Penyerahan Berkas Perceraian 2
249 Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250 Pertengkaran Keluarga Aleksander
251 Pertengkaran Keluarga Aleksander
252 Masalah Baru Lagi
253 Penyelesaian Masalah
254 Masalah Belum Kelar
255 Briefing Di Ruang Kerja
256 Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257 Jero vs Vian
258 Pra Perceraian
259 Menuju Pengadilan
260 Pengadilan
261 Pengadilan 2
262 Mansion
263 Permintaan Jero
264 Draft
265 Tamu Pagi Hari
266 Pasien Ke 9
267 Keributan Posesif
268 Pengganggu Makan Siang
269 Ketiduran Di Mobil
270 Pembalasan Vian
271 Surat Pengadilan
272 Penelpon Misterius
273 Kemarahan Jero
274 Mansion Utama Aleksander
275 Mimpi Buruk Sang Tuan Muda
Episodes

Updated 275 Episodes

1
Bab 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
151 KERETA API
140
156 Mulai Jalan
141
156 MULAI JALAN
142
157 BARU
143
158 BARU
144
163 BARU
145
Perjalanan lanjutan 1
146
Lanjutan Perjalanan
147
Perkebunan Anggur
148
Kebun Anggur 1
149
Perkebunan Anggur 2
150
Perkebunan Anggur 3
151
Rencana Jero
152
Ide Jero
153
Rencana Jero
154
Juan Alexsander
155
Mansion Alexsander
156
Kemarahan
157
kehebohan dimension besar
158
Kegelisahan Di Mansion
159
Keributan Di mansion
160
Pencarian Papi
161
Papi Mencari Sumber Masalah
162
Intrograsi
163
Rencana Papi
164
Pencarian Papi
165
Cerita Dimulai
166
Papi mendengar semua cerita
167
Efek Dari Cerita Pelayan
168
Kekacauan Keluarga Alexsander
169
Kecemasan Keluarga Alexsander
170
Mimpi Buruk Juan
171
Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172
Kepanikan Mami dan Juan
173
Keputusan Tuan Besar Alexsander
174
Membuka Semua Cerita
175
Kebahagiaan Di Negara G
176
Pembuktian
177
Pembuktian Keromantisan
178
Keromantisan Part 2
179
Kejutan
180
Kejutan Berlangsung
181
Kejutan Berlangsung Berikutnya
182
Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183
Alexsander
184
Informasi rahasia
185
Rasa Penasaran Vian
186
Pembicaraan Jero dan Vian
187
Jevi vs Jerta
188
Pembicaraan Jero dengan Felix
189
Pembicaraan Tiga Beradik
190
Pesta Kemenangan
191
Perayaan Kemenangan 2
192
Masalah Perusahaan
193
Kemarahan Jero
194
Acara Masih Berlanjut
195
Lomba Nyanyi Pengawal
196
Penyerahan Hadiah
197
Berita dari Staff
198
Rahasia Mulai Terbuka
199
Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200
Kepahitan
201
Kepulangan Ke Negara I
202
Pra Pulang Ke Negara I
203
Perjalan Kembali Ke Negara I
204
Rencana Transit
205
Mengunjungi Mommy
206
Pembicaraan Di Atas Pesawat
207
Pembicaraan Di Atas Pesawat
208
Bandara
209
Awal Muka Pertemuan
210
Kejadian di Bandara
211
Obrolan Daddy and Son
212
Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213
Pembicaraan Daddy and Son
214
Tuan Besar Alexsander
215
Mansion Utama Alexsander
216
Permintaan Aneh Vian
217
Mansion Utama
218
Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219
Kemaran Tuan Besar Alexsander
220
Asander ALEXSANDER
221
Kemarah Tuan Besar
222
Ruang Kerja Alexsander
223
Rung Kerja Tuan Alexsander
224
Kemarahan
225
Kemarahan #
226
Kemarahan ##
227
Keluarga Asander
228
Kemarahan ####
229
Pengakuan Nyonya Besar
230
Gaya Rambut
231
Hari Pertama Kerja
232
Pertama Kerja, Bram datang
233
Misteri Bangunan besar
234
Bangunan Besar
235
Rumah Sakit
236
Cerita Masa Lalu
237
Juan Aleksander
238
Kemelut Keluarga
239
Kemelut Keluarga Aleksander
240
Percakapan Di Ayunan
241
Jero Menyesal
242
Makan Malam
243
Pencarian file #
244
Pencarian File ##
245
Pencarian File ###
246
Pencarian File ####
247
Penyerahan berkas perceraian
248
Penyerahan Berkas Perceraian 2
249
Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250
Pertengkaran Keluarga Aleksander
251
Pertengkaran Keluarga Aleksander
252
Masalah Baru Lagi
253
Penyelesaian Masalah
254
Masalah Belum Kelar
255
Briefing Di Ruang Kerja
256
Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257
Jero vs Vian
258
Pra Perceraian
259
Menuju Pengadilan
260
Pengadilan
261
Pengadilan 2
262
Mansion
263
Permintaan Jero
264
Draft
265
Tamu Pagi Hari
266
Pasien Ke 9
267
Keributan Posesif
268
Pengganggu Makan Siang
269
Ketiduran Di Mobil
270
Pembalasan Vian
271
Surat Pengadilan
272
Penelpon Misterius
273
Kemarahan Jero
274
Mansion Utama Aleksander
275
Mimpi Buruk Sang Tuan Muda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!