BAB 4

Bangun bangun bangun Vian bangun sudah pagi. Bangun bangun. Bunyi alarm ponsel milik Vian.

Vian yang masih malas untuk bangun dari tidurnya menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya. Tetapi mata yang sudah terbiasa terbangun karena mendengar bunyi alarm langsung tidak mau dibawa tidur kembali.

Vian turun dari ranjang, dia membasuh wajahnya membersihkan sisa sisa bangun tidur. Setelah membersihkan wajah, Vian turun ke dapur, dia akan memasak sarapan seperti biasa.

Vian membuka lemari pendingin, dia melihat di sana masih ada cumi dan sayuran segar. Vian mengeluarkan semua keperluan untuk memasak. Dia berencana akan membuat cumi goreng tepung, sayur capcay dan nasi goreng.

Vian mengolah masakannya dengan begitu cermat. Bik Ina yang baru saja selesai mengerjakan ibadah langsung keluar menuju dapur saat mencium aroma wangi dari tumisan bawang putih yang sedang digoreng Vian.

"Nyonya biar saya yang masak Nyonya." ujar Bik Ina.

"Biar aja Bik. Saya sudah biasakan masak dari kemaren kemaren." ujar Vian.

Bik Ina sudah tidak bisa lagi ngomong apa apa. Dia akhirnya mengalah dan pergi membersihkan meja makan. Dia harus memastikan meja tersebut mengkilap dan tidak ada debu barang seujung kukupun. Para pelayan yang lain ada yang menyapu dan mengelap semua perabotan rumah. Juan Alexsander terkenal sebagai manusia yang sangat bersih dan rapi.

Selesai memasak semua menu sarapan Vian menata di meja makan panjang luar biasa itu. Dia sudah memisahkan antara sarapannya dengan Juan. Vian memasukkan bekal sarapannya ke dalam kotak bekal yang biasa dia bawa. Setelah selesai menata sarapan di meja makan, Vian kemudian kembali menuju kamar, dia akan membersihkan badannya dan bersiap siap menuju rumah sakit.

Setelah selesai bersiap siap, Vian dengan semangat menuju rumah sakit. Dia sama sekali tidak melihag ke arah meja makan dimana di sana sudah duduk Tuan muda pemilik rumah itu.

"Ehem." bunyi suara batuk Juan yang membuat langkah kaki Vian langsung berhenti mendadak.

"Pinter. Apa begitu ajaran Ibu kamu, pergi keluar rumah tidak pamitan dengan suami?" ujar Juan dengan nada dingin.

Vian memutar badannya. Dia menatap Juan.

'Apa sepagi ini harus perang' ujar Vian dalam hati.

"Apa kamu sudah bisu sehingga tidak bisa ngomong pamit saat mau pergi dari rumah? Atau kamu kira saya patung?" ujar Juan dengan menggebu gebu.

Vian hanya bisa diam saja. Dia tidak mau melawan suaminya itu. Hari masih pagi, dia tidak mau merusak mood nya yang sedang bagus.

"Duduk." ujar Juan sambil menunjuk kursi tepat di sebelah dia duduk.

Vian masih berdiri, dia melihag jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh. Dia berhitung di kepalanya, kalau dia memilih untuk duduk dan sarapan maka dia akan telat sampai di rumah sakit. Vian benar benar tidak tau harus berbuat apa.

"Bukan saya tidak mau Tuan. Tapi saya akan terlambat." ujar Vian memberanikan diri menjawab perintah dari Juan.

"Bik Ina" teriak Juan.

Bik Ina yang mendengar teriakan yang begitu menggelegar langsung berlari dari arah dapur.

"Saya Tuan Muda." ujar Bik Ina.

"Tolong pindahkan sarapan saya ke dalam kotak bekal. Saya akan makan di kantor. Nyonya takut terlambat." ujar Juan.

Bik Ina menyiapkan bekal untuk di bawa Juan ke kantor.

"Tuan lebih baik Tuan sarapan saja. Saya akan pergi sendirian." ujar Vian dengan terbata bata.

"Tidak ada yang bisa membantah perintah saya di rumah ini Vian. Camkan itu." ujar Juan dengan dingin.

Vian akhirnya memilih untuk diam. Dia sudah tidak bisa lagi melawan apa yang dikatakan oleh Juan. Diam lebih baik dalam menghadapi Juan. Semua itu dipelajari Vian selama satu bulan kurang dalam menjalani pernikahan semunya itu.

Bik Ina selesai menyiapkan bekal sarapan untuk Juan. Vian mengambil kotak bekal milik Juan. Saat itulah Juan melihat tas yang dipakai Vian terlihat sudah sangat usang.

Ingin rasanya Juan berteriak mengatakan kepada Vian untuk tidak lagi memakai tas yang sudah buluk itu. Tetapi Juan mengurungkan niatnya. Dia lebih memilih jalan lain untuk menghentikan Vian memakai tas tersebut.

Jero melihat Tuan dan Nyonya sudah berjalan menuju mobil. Jero dengan sigap membukakan pintu mobil buat mereka. Juan dan Vian masuk ke dalam mobil.

"Kita antar Nyonya ke rumah sakit terlebih dahulu." ujar Juan.

Jero mengarahkan mobil menuju arah rumah sakit. Dia melajukan mobil dengan sedikit ngebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil sudah berbelok masuk ke dalam area rumah sakit.

Mobil tepat berhenti di lobby rumah sakit. Jero membukakan pintu mobil untuk Vian.

"Nanti pulang di jemput Jero. Kamu pulang jam berapa?" tanya Juan.

"Jam empat siap dinas." jawab Vian.

"Kalau begitu tunggu di sini saja. Saya akan jemput kamu saat pulang nanti." ujar Juan.

"Baiklah. Saya turun duluan. Hati hati." ujar Vian.

Vian turun dari mobil, setelah memastikan Vian sudah masuk ke dalam rumah sakit, Jero baru menjalankan mobilnya menuju perusahaan Alexsander Grub.

"Jero, mulai besok pagi, kamu melayani Nyonya. Saya akan meminta asisten saya Bimo untuk merangkap menjadi supir saya." ujar Juan memberitahukan kepada Jero tentang perubahan pekerjaan Jero.

"Siap Tuan." jawab Jero.

Mobil terus bergerak menuju perusahaan. Jero memang hanya seorang sopir, dia tidak ada bekerja di bagian lain di perusahaan Alexsander. Mobil bergerak masuk ke arah lobby perusahaan, seorang satpam membukakan pintu mobil untuk Juan keluar. Juan keluar dengan gagahnya, dia sudah ditunggu Bimo yang berkerja sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi Juan Alexsander.

Setelah memastikan Tuan Juan Alexsander masuk ke dalam perusahaan, Jero pergi memarkirkan mobilnya ke bestman tempat biasa mobil diletakan.

"Hay bro." sapa Jero kepada satpam yang berada di posnya.

"Hay. Gimana aman?" tanya satpam.

"Aman. Mulai besok gue nggak ke sini lagi. Gue pindah tugas." ujar Jero memberitahukan kepada satpam kalau dia dipindah tugaskan menjadi sopir pribadi Vian.

"Kemana?" tanya satpam.

"Jadi sopir Nyonya Vian." jawab Jero.

"Yah nggak ada lagi teman gue main game. Loe cepat kali mutasi bro." ujar satpam dengan wajah kecewa.

"Hahahahahaha. Sekali sekali gue singgah ke sini bro. Jadi supir Nyonya sepertinya tidak seribet jadi sopir Tuan." ujar Jero.

Mereka kemudian berbincang bincang ringan. Berbagai hal mereka obrolkan berdua. Jero dengan satpam sangat dekat sekali.

Saat mereka mengobrol itulah ponsel milik Jero berdering. Dia melihat nomor tak di kenal yang tampil di layar ponselnya.

"Hallo" ujar Jero menyapa orang yang menghubunginya.

Wajah Jero langsung berubah saat mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang menghubunginya.

"Eksekusi saja." ujar Jero.

Jero kemudian memutuskan panggilannya dengan orang yang menghubunginya itu. Setelah menerima telpon, Jero menjadi tidak mood sama sekali.

"Ada apa?" tanya satpam.

"Nggak ada apa apa." jawab Jero.

Sore harinya tepat pukul empat sore, mobil Juan Alexsander sudah berada di lobby rumah sakit. Vian yang ditunggu masih sedang berjalan menuju lobby.

Juan sama sekali tidak menghubungi Vian. Dia tidak mengabari kalau dia sudah berada di lobby rumah sakit.

Juan menatap lurus ke dalam rumah sakit, dia melihat Vian sedang bercanda dengan seorang dokter pria. Mereka bercanda sangat akrab sekali. Juan sama sekali tidak melihat keberatan di mata Vian. Vian begitu ceria terlihat saat mereka bercakap cakap.

Juan membuat wajahnya setegang mungkin saat Vian masuk ke dalam mobil. Perubahan raut wajah itu terlihat nyata oleh Jero.

"Maaf sudah menunggu lama." ujar Vian.

Juan tidak menanggapi permintaan maaf dari Vian.

"Jalan." ujar Juan kepada Jero.

Jero menjalankan mobilnya. Suasana di dalam mobil membuat Jero merasa di kuburan atau di kutub. Benar benar dingin sedingin es.

Acara diam diaman ini berlanjut sampai ke rumah. Juan meninggalkan Vian sendirian di dalam mobil. Malahan Juan tidak menunggu Jero membukakan pintu mobil untuknya.

"Sakit gigi kali." ujar Vian dengan gampangnya.

Jero yang mendengar hanya bisa tersenyum saja mendengar gumaman Vian yang ternyata besar itu.

Vian langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia sangat senang Juan sedang dalam mode kulkas. Jadi dia bisa langsung beristirahat tanpa ada drama pertengkaran terlebih dahulu.

Hal yang sama juga berlaku kepada Juan. Juan juga langsung beristirahat setelah masuk ke dalam kamar.

Terpopuler

Comments

ennita

ennita

lanjut😊

2022-07-21

0

Ratna Aza

Ratna Aza

kesel juga sm juan 😡lanjut kak💐🌹

2022-01-28

1

Jasmiati Emi

Jasmiati Emi

lanjut thor

2022-01-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 151 KERETA API
140 156 Mulai Jalan
141 156 MULAI JALAN
142 157 BARU
143 158 BARU
144 163 BARU
145 Perjalanan lanjutan 1
146 Lanjutan Perjalanan
147 Perkebunan Anggur
148 Kebun Anggur 1
149 Perkebunan Anggur 2
150 Perkebunan Anggur 3
151 Rencana Jero
152 Ide Jero
153 Rencana Jero
154 Juan Alexsander
155 Mansion Alexsander
156 Kemarahan
157 kehebohan dimension besar
158 Kegelisahan Di Mansion
159 Keributan Di mansion
160 Pencarian Papi
161 Papi Mencari Sumber Masalah
162 Intrograsi
163 Rencana Papi
164 Pencarian Papi
165 Cerita Dimulai
166 Papi mendengar semua cerita
167 Efek Dari Cerita Pelayan
168 Kekacauan Keluarga Alexsander
169 Kecemasan Keluarga Alexsander
170 Mimpi Buruk Juan
171 Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172 Kepanikan Mami dan Juan
173 Keputusan Tuan Besar Alexsander
174 Membuka Semua Cerita
175 Kebahagiaan Di Negara G
176 Pembuktian
177 Pembuktian Keromantisan
178 Keromantisan Part 2
179 Kejutan
180 Kejutan Berlangsung
181 Kejutan Berlangsung Berikutnya
182 Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183 Alexsander
184 Informasi rahasia
185 Rasa Penasaran Vian
186 Pembicaraan Jero dan Vian
187 Jevi vs Jerta
188 Pembicaraan Jero dengan Felix
189 Pembicaraan Tiga Beradik
190 Pesta Kemenangan
191 Perayaan Kemenangan 2
192 Masalah Perusahaan
193 Kemarahan Jero
194 Acara Masih Berlanjut
195 Lomba Nyanyi Pengawal
196 Penyerahan Hadiah
197 Berita dari Staff
198 Rahasia Mulai Terbuka
199 Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200 Kepahitan
201 Kepulangan Ke Negara I
202 Pra Pulang Ke Negara I
203 Perjalan Kembali Ke Negara I
204 Rencana Transit
205 Mengunjungi Mommy
206 Pembicaraan Di Atas Pesawat
207 Pembicaraan Di Atas Pesawat
208 Bandara
209 Awal Muka Pertemuan
210 Kejadian di Bandara
211 Obrolan Daddy and Son
212 Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213 Pembicaraan Daddy and Son
214 Tuan Besar Alexsander
215 Mansion Utama Alexsander
216 Permintaan Aneh Vian
217 Mansion Utama
218 Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219 Kemaran Tuan Besar Alexsander
220 Asander ALEXSANDER
221 Kemarah Tuan Besar
222 Ruang Kerja Alexsander
223 Rung Kerja Tuan Alexsander
224 Kemarahan
225 Kemarahan #
226 Kemarahan ##
227 Keluarga Asander
228 Kemarahan ####
229 Pengakuan Nyonya Besar
230 Gaya Rambut
231 Hari Pertama Kerja
232 Pertama Kerja, Bram datang
233 Misteri Bangunan besar
234 Bangunan Besar
235 Rumah Sakit
236 Cerita Masa Lalu
237 Juan Aleksander
238 Kemelut Keluarga
239 Kemelut Keluarga Aleksander
240 Percakapan Di Ayunan
241 Jero Menyesal
242 Makan Malam
243 Pencarian file #
244 Pencarian File ##
245 Pencarian File ###
246 Pencarian File ####
247 Penyerahan berkas perceraian
248 Penyerahan Berkas Perceraian 2
249 Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250 Pertengkaran Keluarga Aleksander
251 Pertengkaran Keluarga Aleksander
252 Masalah Baru Lagi
253 Penyelesaian Masalah
254 Masalah Belum Kelar
255 Briefing Di Ruang Kerja
256 Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257 Jero vs Vian
258 Pra Perceraian
259 Menuju Pengadilan
260 Pengadilan
261 Pengadilan 2
262 Mansion
263 Permintaan Jero
264 Draft
265 Tamu Pagi Hari
266 Pasien Ke 9
267 Keributan Posesif
268 Pengganggu Makan Siang
269 Ketiduran Di Mobil
270 Pembalasan Vian
271 Surat Pengadilan
272 Penelpon Misterius
273 Kemarahan Jero
274 Mansion Utama Aleksander
275 Mimpi Buruk Sang Tuan Muda
Episodes

Updated 275 Episodes

1
Bab 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
151 KERETA API
140
156 Mulai Jalan
141
156 MULAI JALAN
142
157 BARU
143
158 BARU
144
163 BARU
145
Perjalanan lanjutan 1
146
Lanjutan Perjalanan
147
Perkebunan Anggur
148
Kebun Anggur 1
149
Perkebunan Anggur 2
150
Perkebunan Anggur 3
151
Rencana Jero
152
Ide Jero
153
Rencana Jero
154
Juan Alexsander
155
Mansion Alexsander
156
Kemarahan
157
kehebohan dimension besar
158
Kegelisahan Di Mansion
159
Keributan Di mansion
160
Pencarian Papi
161
Papi Mencari Sumber Masalah
162
Intrograsi
163
Rencana Papi
164
Pencarian Papi
165
Cerita Dimulai
166
Papi mendengar semua cerita
167
Efek Dari Cerita Pelayan
168
Kekacauan Keluarga Alexsander
169
Kecemasan Keluarga Alexsander
170
Mimpi Buruk Juan
171
Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172
Kepanikan Mami dan Juan
173
Keputusan Tuan Besar Alexsander
174
Membuka Semua Cerita
175
Kebahagiaan Di Negara G
176
Pembuktian
177
Pembuktian Keromantisan
178
Keromantisan Part 2
179
Kejutan
180
Kejutan Berlangsung
181
Kejutan Berlangsung Berikutnya
182
Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183
Alexsander
184
Informasi rahasia
185
Rasa Penasaran Vian
186
Pembicaraan Jero dan Vian
187
Jevi vs Jerta
188
Pembicaraan Jero dengan Felix
189
Pembicaraan Tiga Beradik
190
Pesta Kemenangan
191
Perayaan Kemenangan 2
192
Masalah Perusahaan
193
Kemarahan Jero
194
Acara Masih Berlanjut
195
Lomba Nyanyi Pengawal
196
Penyerahan Hadiah
197
Berita dari Staff
198
Rahasia Mulai Terbuka
199
Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200
Kepahitan
201
Kepulangan Ke Negara I
202
Pra Pulang Ke Negara I
203
Perjalan Kembali Ke Negara I
204
Rencana Transit
205
Mengunjungi Mommy
206
Pembicaraan Di Atas Pesawat
207
Pembicaraan Di Atas Pesawat
208
Bandara
209
Awal Muka Pertemuan
210
Kejadian di Bandara
211
Obrolan Daddy and Son
212
Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213
Pembicaraan Daddy and Son
214
Tuan Besar Alexsander
215
Mansion Utama Alexsander
216
Permintaan Aneh Vian
217
Mansion Utama
218
Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219
Kemaran Tuan Besar Alexsander
220
Asander ALEXSANDER
221
Kemarah Tuan Besar
222
Ruang Kerja Alexsander
223
Rung Kerja Tuan Alexsander
224
Kemarahan
225
Kemarahan #
226
Kemarahan ##
227
Keluarga Asander
228
Kemarahan ####
229
Pengakuan Nyonya Besar
230
Gaya Rambut
231
Hari Pertama Kerja
232
Pertama Kerja, Bram datang
233
Misteri Bangunan besar
234
Bangunan Besar
235
Rumah Sakit
236
Cerita Masa Lalu
237
Juan Aleksander
238
Kemelut Keluarga
239
Kemelut Keluarga Aleksander
240
Percakapan Di Ayunan
241
Jero Menyesal
242
Makan Malam
243
Pencarian file #
244
Pencarian File ##
245
Pencarian File ###
246
Pencarian File ####
247
Penyerahan berkas perceraian
248
Penyerahan Berkas Perceraian 2
249
Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250
Pertengkaran Keluarga Aleksander
251
Pertengkaran Keluarga Aleksander
252
Masalah Baru Lagi
253
Penyelesaian Masalah
254
Masalah Belum Kelar
255
Briefing Di Ruang Kerja
256
Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257
Jero vs Vian
258
Pra Perceraian
259
Menuju Pengadilan
260
Pengadilan
261
Pengadilan 2
262
Mansion
263
Permintaan Jero
264
Draft
265
Tamu Pagi Hari
266
Pasien Ke 9
267
Keributan Posesif
268
Pengganggu Makan Siang
269
Ketiduran Di Mobil
270
Pembalasan Vian
271
Surat Pengadilan
272
Penelpon Misterius
273
Kemarahan Jero
274
Mansion Utama Aleksander
275
Mimpi Buruk Sang Tuan Muda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!