BAB 5

"Jero sini. Kamu mau kemana?" ujar Bik Ina memanggil Jero yang baru saja keluar dari dapur mengambil air mineral. Jero sebenarnya merasakan lapar di perutnya. Tetapi, karena dia segan, makanya dia memilih untuk menyumpal perutnya yang lapar itu dengan air mineral.

"Ada apa Bik?" ujar Jero sambil duduk di kursi sebelah Bik Ina yang masih kosong.

"Itu kenapa lagi Tuan dan Nyonya Muda. Kemaren ribut seperti dunia mau pecah., seperti di medan perang. Nah sekarang diam diaman serasa tinggal di kutub. Ada apa lagi coba?." ujar Bik Ina tidak mengerti dengan apa yang terjadi antara Tuan dan Nyonya mereka. Sepasang suami istri yang sangat susah untuk ditebak. Apalagi Tuan Muda mereka, bener bener tidak bisa ditebak sama sekali kelakuannya.

"Jadi ceritanya gini Bik. Tadi, Tuan menjemput Nyonya, nah ternyata Nyonya asik bercanda dengan seorang dokter yang ya gantenglah. Nah saat itu raut wajah Tuan sekaligus mood Tuan langsung berubah. Bener bener langsung jadi kulkas. Bibik nggak nengok bagaimana raut wajah Tuan Muda. Kalau bibik nengok, pasti bibik ketawa ngakak. Saya aja kalau bisa tadi ketawa, akan ketawa saya bik" ujar Jero menceritakan kejadian yang terjadi di rumah sakit.

"Serius? Apa Tuan Muda cemburu kali ya?" tanya Bik Ina yang mulai kepo dengan cerita Jero.

"Nah mana saya tau Bik. Mending bibik tanya langsung ke Tuan Muda, biar bibik dapat jawaban yang pasti dan jelas." ujar Jero sambil tersenyum jahil kepada Bik Ina. Jero sengaja mengatakan hal itu untuk melihat bagaimana reaksi dan wajah Bik Ina.

"Ogah Bibik mah. Yang ada Bibik lagi nanti yang dimarahi Tuan Muda. Kamu kayak nggak tau aja Tuan Muda marah seperti apa." ujar Bik Ina dengan wajah takut sedikit tak sudi berbicara hal itu dengan Juan.

"Tapi bibik penasaran. Sana tanyak aja." ujar Jero lagi.

"Ogah mah. Biar aja nggak tau dari pada harus masuk mulut buaya. Jadi santapan empuk. Gila aja kali." jawab Bik Ina yang sudah merinding duluan sebelum melakukan apa yang disarankan oleh Jero.

"Ngomong ngomong kamu udah makan belum?" tanya Bik Ina yang teringat Jero baru pulang dari kantor. Tapi tujuan sebenarnya untuk menghindar dari bullyan Jero, karena kekepoan Bik Ina tadi.

"Belum Bik. Ini laper tapi disogok atau disumpel pake air mineral." ujar Jero sambil mengangkat air mineral yang baru diambilnya dari dalam lemari pendingin.

"Duduk situ, Bibik ambilkan makanan. Rasanya tadi di dapur masih ada gulai kepala ikan." ujar Bik Ina.

"Gulai kepala Ikan? Mau banget bik, mau" ujar Jero dengan semangat mendengar gulai kepala ikan. Jero sudah bisa membayangkan bagaimana nikmatnya menghisap isap kepala ikan.

Bik Ina sangat baik kepada Jero. Bik Ina seorang wanita berumur enam puluh tahun. Dia sudah lama ikut bekerja dengan keluarga Alexsander.

"Makasi Bibik super duper cantik sekali." ujar Jero memuji muji Bik Ina.

"Hem makasi Tuan Muda." ujar Bi Ina.

Jero yang mendengar Bik Ina memanggil dirinya dengan sapaan Tuan Muda menatap lama ke arah Bibik Itu. Dia tidak menyangka Bik Ina akan memanggilnya seperti itu.

"Apa Bik Ina tau sesuatu ya?" ujar Jero pelan.

Bik Ina yang sebenarnya asal ngomong saja tidak paham kalau dia sudah membuat Jero menjadi berpikir keras.

"Jero ini makanannya. Kenapa kamu bengong? Kamu pengen dipanggil Tuan Muda?" tanya Bik Ina sambil duduk di kursi sebelah Jero.

"Tuan Muda dari hongkong. Uang aja pas pasan Tuan Muda apaab. Tuan Muda miskin bisalah tu." ujar Jero sambil mengambil piring yang diberikan oleh Bik Ina yang sudah berisi nasi dan lauk serta sayur yang luar biasa terlihat sangat nikmat.

"Bik Ina sudah makan?"

"Udah. Kamu aja yang makan. Bibik tinggal kedalam dulu ya. Mau menyiapkan menu makan malam." ujar Bik Ina.

"Oke Bik. Nanti piringnya aku antar ke dapur." ujar Jero.

Jero menikmati makan malamnya. Sedangkan Bik Ina sibuk berkutat di dapur.

"Bibik masak apa?" tanya Vian yang telah selesai membersihkan dirinya.

"Masak cumi saos padang, cah kangkung, ayam kecap Nyonya." jawab Bik Ina.

"Sini saya yang buat cah kangkungnya Bik." ujar Vian.

Vian mengambil alih masakan cah kangkung yang akan dibuat Bik Ina. Bik Ina hanya bisa pasrah saja karena Vian lebih berhak di dapur ini daripada dirinya.

Bik Ina yang melihat Vian dengan leluasa bergerak di dapur seperti orang yang telah terbiasa membiarkan saja Vian memasak untuk menu makan malam. Bik Ina kemudian pergi ke taman samping untuk menyiram bunga koleksi Nyonya besar.

Jero yang baru selesai makan langsung saja masuk.

"Duar" ujar Jero memukul pundak Vian.

Vian yang kaget langsung berbalik sambil mengangkat sendok goreng ke depan wajah Jero. Jero yang ternyata sudah salah mengagetkan orang langsung panik dan berwajah takut. Dia takut kalau Nyonya nya ini akan marah besar.

"Ma maafkan saya Nyonya." ujar Jero dengan terbata bata.

"Tidak apa apa Jero. Lain kali tolong lihat dulu siapa yang mau dikagetkan. Untung saya tidak punya riwayat jantung. Kalau ada maka akan selamat tinggal pada dunia." ujar Vian dengan santainya.

"Maafkan saya Nyonya." ujar Jero sekali lagi.

"Tidak apa apa Jero." jawab Vian.

Jero kemudian memilih untuk kembali ke belakang. Dia sangat malu dan segan dengan Nyonya Mudanya itu.

Bik Ina yang baru saja selesai menyiram tanaman melihat Jero termenung langsung menemuinya.

"Kenapa lagi anak muda?" tanya Bik Ina.

Jero kemudian menceritakan kejadian tadi kepada Bik Ina. Bik Ina yang mendengar langsung tertawa ngakak tidak tertahankan.

"Makanya jangan asal main kegetin orang aja. Tengok tengok dulu pastikan dulu." ujar Bik Ina.

"Hehehehe."

"Makan tu malu." ujar Bik Ina.

Makan malampun akhirnya tiba juga. Vian sudah menata meja makan dengan serapi mungkin. Vian juga telah mengganti pakaiannya dengan yang bersih.

"Bik, kemana Tuan muda?" tanya Vian melihat jam sudah lewat waktunya makan malam.

"Eh maaf Nyonya, Tuan muda tadi pamit. Dia pergi reuni sekolahnya." ujar Bik Ina yang lupa menyampaikan pesan Tuan Mudanya saat Vian membersihkan dirinya setelah selesai memasak menu makan malam.

"Oh baiklah."

Vian mengambil menu makan malam untuk dirinya sendiri. Dia berencana untuk makan malam di kamar saja.

"Bik, semua makan malam ini bagikan aja kepada semua pelayan. Saya ngambil hanya sepiring ini saja." ujar Vian.

"Baik Nyonya." jawab Bik Ina.

Vian melangkah dengan cepat kembali ke kamarnya. Dia separo bahagia karena tidak harus makan dengan manusia kulkas, separo lagi dia merasa sedih karena makanan yang dimasaknya tidak dimakan suaminya. Jadi, dia tidak mendapatkan pahala dari hasil kerjanya sore tadi. Bagi Vian bagaimanapun keadaan dan perilaku suaminya, dia tidak pernah marah atau benci. Karena bagi Vian, suaminya adalah ladang pahala baginya

Terpopuler

Comments

Fherly Pasaeno

Fherly Pasaeno

zero si tuan muda mngejar cinta😁

2022-01-29

0

Mommy Ahid

Mommy Ahid

tekan tanda love ya kakak.

2022-01-28

0

Ratna Aza

Ratna Aza

hebat Vian bisa baik walaupn suami yg kejam....aku penasaran sm Jero siapa dia sebenarnya.....🤔lanjut kak👌👍💐🌹

2022-01-28

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 151 KERETA API
140 156 Mulai Jalan
141 156 MULAI JALAN
142 157 BARU
143 158 BARU
144 163 BARU
145 Perjalanan lanjutan 1
146 Lanjutan Perjalanan
147 Perkebunan Anggur
148 Kebun Anggur 1
149 Perkebunan Anggur 2
150 Perkebunan Anggur 3
151 Rencana Jero
152 Ide Jero
153 Rencana Jero
154 Juan Alexsander
155 Mansion Alexsander
156 Kemarahan
157 kehebohan dimension besar
158 Kegelisahan Di Mansion
159 Keributan Di mansion
160 Pencarian Papi
161 Papi Mencari Sumber Masalah
162 Intrograsi
163 Rencana Papi
164 Pencarian Papi
165 Cerita Dimulai
166 Papi mendengar semua cerita
167 Efek Dari Cerita Pelayan
168 Kekacauan Keluarga Alexsander
169 Kecemasan Keluarga Alexsander
170 Mimpi Buruk Juan
171 Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172 Kepanikan Mami dan Juan
173 Keputusan Tuan Besar Alexsander
174 Membuka Semua Cerita
175 Kebahagiaan Di Negara G
176 Pembuktian
177 Pembuktian Keromantisan
178 Keromantisan Part 2
179 Kejutan
180 Kejutan Berlangsung
181 Kejutan Berlangsung Berikutnya
182 Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183 Alexsander
184 Informasi rahasia
185 Rasa Penasaran Vian
186 Pembicaraan Jero dan Vian
187 Jevi vs Jerta
188 Pembicaraan Jero dengan Felix
189 Pembicaraan Tiga Beradik
190 Pesta Kemenangan
191 Perayaan Kemenangan 2
192 Masalah Perusahaan
193 Kemarahan Jero
194 Acara Masih Berlanjut
195 Lomba Nyanyi Pengawal
196 Penyerahan Hadiah
197 Berita dari Staff
198 Rahasia Mulai Terbuka
199 Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200 Kepahitan
201 Kepulangan Ke Negara I
202 Pra Pulang Ke Negara I
203 Perjalan Kembali Ke Negara I
204 Rencana Transit
205 Mengunjungi Mommy
206 Pembicaraan Di Atas Pesawat
207 Pembicaraan Di Atas Pesawat
208 Bandara
209 Awal Muka Pertemuan
210 Kejadian di Bandara
211 Obrolan Daddy and Son
212 Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213 Pembicaraan Daddy and Son
214 Tuan Besar Alexsander
215 Mansion Utama Alexsander
216 Permintaan Aneh Vian
217 Mansion Utama
218 Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219 Kemaran Tuan Besar Alexsander
220 Asander ALEXSANDER
221 Kemarah Tuan Besar
222 Ruang Kerja Alexsander
223 Rung Kerja Tuan Alexsander
224 Kemarahan
225 Kemarahan #
226 Kemarahan ##
227 Keluarga Asander
228 Kemarahan ####
229 Pengakuan Nyonya Besar
230 Gaya Rambut
231 Hari Pertama Kerja
232 Pertama Kerja, Bram datang
233 Misteri Bangunan besar
234 Bangunan Besar
235 Rumah Sakit
236 Cerita Masa Lalu
237 Juan Aleksander
238 Kemelut Keluarga
239 Kemelut Keluarga Aleksander
240 Percakapan Di Ayunan
241 Jero Menyesal
242 Makan Malam
243 Pencarian file #
244 Pencarian File ##
245 Pencarian File ###
246 Pencarian File ####
247 Penyerahan berkas perceraian
248 Penyerahan Berkas Perceraian 2
249 Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250 Pertengkaran Keluarga Aleksander
251 Pertengkaran Keluarga Aleksander
252 Masalah Baru Lagi
253 Penyelesaian Masalah
254 Masalah Belum Kelar
255 Briefing Di Ruang Kerja
256 Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257 Jero vs Vian
258 Pra Perceraian
259 Menuju Pengadilan
260 Pengadilan
261 Pengadilan 2
262 Mansion
263 Permintaan Jero
264 Draft
265 Tamu Pagi Hari
266 Pasien Ke 9
267 Keributan Posesif
268 Pengganggu Makan Siang
269 Ketiduran Di Mobil
270 Pembalasan Vian
271 Surat Pengadilan
272 Penelpon Misterius
273 Kemarahan Jero
274 Mansion Utama Aleksander
275 Mimpi Buruk Sang Tuan Muda
Episodes

Updated 275 Episodes

1
Bab 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
151 KERETA API
140
156 Mulai Jalan
141
156 MULAI JALAN
142
157 BARU
143
158 BARU
144
163 BARU
145
Perjalanan lanjutan 1
146
Lanjutan Perjalanan
147
Perkebunan Anggur
148
Kebun Anggur 1
149
Perkebunan Anggur 2
150
Perkebunan Anggur 3
151
Rencana Jero
152
Ide Jero
153
Rencana Jero
154
Juan Alexsander
155
Mansion Alexsander
156
Kemarahan
157
kehebohan dimension besar
158
Kegelisahan Di Mansion
159
Keributan Di mansion
160
Pencarian Papi
161
Papi Mencari Sumber Masalah
162
Intrograsi
163
Rencana Papi
164
Pencarian Papi
165
Cerita Dimulai
166
Papi mendengar semua cerita
167
Efek Dari Cerita Pelayan
168
Kekacauan Keluarga Alexsander
169
Kecemasan Keluarga Alexsander
170
Mimpi Buruk Juan
171
Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172
Kepanikan Mami dan Juan
173
Keputusan Tuan Besar Alexsander
174
Membuka Semua Cerita
175
Kebahagiaan Di Negara G
176
Pembuktian
177
Pembuktian Keromantisan
178
Keromantisan Part 2
179
Kejutan
180
Kejutan Berlangsung
181
Kejutan Berlangsung Berikutnya
182
Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183
Alexsander
184
Informasi rahasia
185
Rasa Penasaran Vian
186
Pembicaraan Jero dan Vian
187
Jevi vs Jerta
188
Pembicaraan Jero dengan Felix
189
Pembicaraan Tiga Beradik
190
Pesta Kemenangan
191
Perayaan Kemenangan 2
192
Masalah Perusahaan
193
Kemarahan Jero
194
Acara Masih Berlanjut
195
Lomba Nyanyi Pengawal
196
Penyerahan Hadiah
197
Berita dari Staff
198
Rahasia Mulai Terbuka
199
Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200
Kepahitan
201
Kepulangan Ke Negara I
202
Pra Pulang Ke Negara I
203
Perjalan Kembali Ke Negara I
204
Rencana Transit
205
Mengunjungi Mommy
206
Pembicaraan Di Atas Pesawat
207
Pembicaraan Di Atas Pesawat
208
Bandara
209
Awal Muka Pertemuan
210
Kejadian di Bandara
211
Obrolan Daddy and Son
212
Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213
Pembicaraan Daddy and Son
214
Tuan Besar Alexsander
215
Mansion Utama Alexsander
216
Permintaan Aneh Vian
217
Mansion Utama
218
Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219
Kemaran Tuan Besar Alexsander
220
Asander ALEXSANDER
221
Kemarah Tuan Besar
222
Ruang Kerja Alexsander
223
Rung Kerja Tuan Alexsander
224
Kemarahan
225
Kemarahan #
226
Kemarahan ##
227
Keluarga Asander
228
Kemarahan ####
229
Pengakuan Nyonya Besar
230
Gaya Rambut
231
Hari Pertama Kerja
232
Pertama Kerja, Bram datang
233
Misteri Bangunan besar
234
Bangunan Besar
235
Rumah Sakit
236
Cerita Masa Lalu
237
Juan Aleksander
238
Kemelut Keluarga
239
Kemelut Keluarga Aleksander
240
Percakapan Di Ayunan
241
Jero Menyesal
242
Makan Malam
243
Pencarian file #
244
Pencarian File ##
245
Pencarian File ###
246
Pencarian File ####
247
Penyerahan berkas perceraian
248
Penyerahan Berkas Perceraian 2
249
Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250
Pertengkaran Keluarga Aleksander
251
Pertengkaran Keluarga Aleksander
252
Masalah Baru Lagi
253
Penyelesaian Masalah
254
Masalah Belum Kelar
255
Briefing Di Ruang Kerja
256
Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257
Jero vs Vian
258
Pra Perceraian
259
Menuju Pengadilan
260
Pengadilan
261
Pengadilan 2
262
Mansion
263
Permintaan Jero
264
Draft
265
Tamu Pagi Hari
266
Pasien Ke 9
267
Keributan Posesif
268
Pengganggu Makan Siang
269
Ketiduran Di Mobil
270
Pembalasan Vian
271
Surat Pengadilan
272
Penelpon Misterius
273
Kemarahan Jero
274
Mansion Utama Aleksander
275
Mimpi Buruk Sang Tuan Muda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!