Kamu tidak saya izinkan bersikap ramah dan selalu tersenyum dengan semua orang. Ada dengar?" ujar Juan memberikan peringatan kepada Vian.
Vian hanya bisa mengangguk saja. Dia sudah hafal bagaimana harus bersikap saat pergi dengan Juan Alexsander saat bertemu dengan kolega bisnis atau jamuan makan malam seperti saat sekarang ini.
"Siap?" tanya Juan.
"Siap." jawab Vian.
Jero memberhentikan mobilnya di depan lobby hotel mewah tempat acara jamuan makan malam akan dilaksanakan. Seorang vallet membukakan pintu mobil.
Juan turun terlebih dahulu. Semua kamera wartawan mengarah kepada Juan. Seorang pebisnis muda yang sangat terkenal dengan sikapnya yang dingin dan tidak ramah itu.
Vian turun kemudian. Juan memberikan tangannya untuk menolong Vian keluar dari dalam mobil. Juan menggenggam tangan Vian dengan mesra. Mereka seperti pasangan muda yang sedang bahagia bahagianya karena baru menikah sebulan. Padahal kalau mereka tau apa yang terjadi sebelum pergi ke acara tersebut, maka bisa dipastikan kalau reputasi Juan Alexsander akan jatuh.
Juan merapatkan Vian ke arahnya. Tangan kiri Juan melingkar mulus di pinggang Vian. Semua kamera wartawan mengambil momen langka tersebut. Mereka mengambil ribuan gambar.
"Mr Juan Alexsander, bisa wawancara sebentar?" kata MC yang bertugas mewawancarai setiap pengusaha muda yang datang.
Juan mengangguk. Juan dan Vian berdiri di depan sebuah papan yang berisi tulisan nama nama perusahaan yang diundang dalam acara itu. Perusahaan Alexsander di tulis dengan huruf paling besar.
Mc menyapa Juan dan Vian dengan ramah. Mc menanyakan beberapa hal yang dijawab oleh Juan dengan jawaban singkat singkat saja. Juan sangat irit mengeluarkan kata kata dari bibir indah yang seksi itu.
Setelah melakukan wawancara formal dengan MC kegiatan. Juan dan Vian berfhoto mesra di depan fotografer resmi dari acara. Fhoto yang akan ditampilkan di acara tersebut.
Mereka kemudian masuk ke dalam ballroom hotel tempat acara akan diadakan. Juan selalu menggamit pinggang Vian. Mereka bener bener pasangan serasi.
"Tuan Alexsander selamat malam." sapa salah seorang pebisnis yang terkenal dengan don juan sebagai seorang laki laki.
Dia bersalaman dengan Juan. Saat tangannya mengarah kepada Vian. Juan langsung bersalaman kembali.
"Maaf istri saya tidak terbiasa bersalaman dengan orang selain saya dan keluarga." ujar Juan.
Laki laki yang tadi bermaksud lain. Langsung memasang wajah dengan senyun terpaksa. Juan membawa Vian pergi dari sana. Dia tidak mau Vian menjadi santapan lezat para pebisnis tersebut.
"Wow Tuan Alexsander, istri kamu cantik sekali." ujar seorang wanita muda yang langsung bergelayut manja di lengan Juan.
Vian yang kesal langsung berpindah. Dia menepis wanita yang berani beraninya bergelayut di lengan Juan.
"Maaf Nyonya berbusa tebal, suami saya tidak suka dengan barang tambalan. Dia sangat suka barang asli. Benarkan sayang?" ujar Vian sambil membelai lembut wajah Juan dengan ujung jarinya.
Saat Vian melakukan hal tersebut, membuat darah Juan menjadi berdesir. Darah panas mengalir di bawah kulit sensitif Juan. Ingin sekali dia membalas perlakuan tak terduga dari Vian tetapi melihat irang begitu ramai tidak mungkin dia membalasnya.
Sepasang suami istri itu kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju tempat duduk yang sudah disediakan untuk mereka di bagian depan. Acara hari ini juga akan mengadakan lelang dansa dengan pasangan.
"Tuan Juan, apakah Nyonya Alexsander boleh kami jadikan untuk lelang dansa?" tanya panitia acara.
"Oh boleh. Tidak masalah." jawab Juan Alexsander.
Vian menatap Juan dengan tajam. Dia tidak menyangka manusia yang membelanya saat seorang pria minta bersalaman dengan Vian, sekarang malah memperbolehkan Vian menjadi barang untuk lelang pesta dansa
'Manusia aneh' ujar Vian.
'Jangan menggerutu' ujar Juan pelan.
Vian menatap Juan dengan tajam. Juan membalas dengan mengedipkan sebelah matanya denhan genit.
"Huft" ujar Vian mengeluarkan dengan kasar nafasnya yang berat.
'Dasar manusia tidak jelas.' ujar Vian.
"Udah dibilang jangan menggerutu. Nanti cepat tua." ujar Juan kembali.
Beberapa pengusaha yang diundang silih berganti berdatangan. Tepat pukul delapan malam acara pun dibuka. Juan Alexsander memberikan kata sambutan sebagai ketua perkumpulan pengusaha muda negara A.
"Baiklah sekarang kita masuk acara inti yaitu lelang dansa. Kepada Nyonya dan Nona yanh sudah dipilih untuk dapat naik ke atas panggung kehormatan." ujar mc memanggil para wanita yang sudah dipilih untuk menjadi objek lelang dansa.
Vian dengan berat hati maju dan naik ke atas panggung. Dia sangat tidak suka dengan acara seperti ini.
Mc kemudian memanggil satu persatu wanita yang akan dibawa dansa. Semenjak tadi Juan Alexsander sama sekali tidak mengajukan harga kepada mc pemandu lelang. Dia hanya diam saja dan mendengarkan acara lelang tersebut.
"Nah baiklah, sekarang kita lanjut kapada wanita yang ke enam. Seorang dokter cantik yang sangat terkenal. Muda dan juga sangat ramah. Hobby menari dan menyanyi. Marilah kita sambut Nyonya Vian." ujar pemandu lelang.
"Kita buka dari harga 10juta." ujar pemandu lelang.
"50juta." kata seorang pria buncit dari ujung sana.
"80juta" balas seorang pria dari sudut belakang.
"120" ujar pria yang tadi berniat bersalaman dengan Vian.
"150" ujar pria yang menawar delapan puluh juta.
"250" ujar pria yang ingin bersalaman.
Para pebisnis diam. Mereka memandang ke arah pria yang menawar tersebut. Pria itu tersenyum bangga ke arah Juan.
"250 satu" ujar pemandu lelang.
"250 dua"
"250 ti" ujar pemandu.
"500" ujar Juan Alexsander.
Semua memandang ke arah Juan. Mereka menantikan hal ini, menantikan Juan mengatakan sejumlah angka dari mulutnya.
"500 satu"
"500 dua"
"500 tiga" ujar pemandu lelang.
"Yak terjual lima ratus tiga kepada Tuan Juan Alexsander." ujar pemandu lelang.
"Selamat Nyonya harga yang sangat pas untuk anda." ujar pemandu lelang.
Setelah semua terlelang, Vian kembali menuju Juan. Dia duduk dengan anggun di sebelah Juan.
"Aku menantikan saat dansa mahal dengan kamu." ujar Juan.
"Terimakasih sudah menjadi penawar tertinggi. Aku berhutang kepada kamu." ujar Vian.
Juan tersenyum mendengar apa yang dikatakan istrinya itu. Dia sepertinya mendapat lawan yang tangguh untuk berperang kali ini.
Seorang wanita yang sama sekali tidak takut dengan dia. Padahal selama ini, semua wanita bertekuk lutut di depannya. Tidak pernah ada yang berani melawan Juan Alexsander.
"Kamu tenang saja. Saya akan membayar hasilnya dengan sangat keren. Kamu akan terkejut saat melihat dansa saya." ujar Vian yang ntah datang dari mana keberaniannya melawan Juan Alexsander suaminya yang sangat ditakutinya saat di rumah.
Mungkin dengan suasana ramai seperti ini membuat Vian bisa menjawab semua apa yang dikatakan oleh Juan. Dia sangat yakin Juan tidak akan membuat malu dirinya sendiri di depan kolega bisnis mereka. Apalagi Juan terkenal dengan sikap dinginnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Sulati Cus
gila emang ada acara gila gini istri di lelang kyk orang g py duit😂
2022-09-15
0
ennita
bagus ceritanya 😊
2022-07-21
0
Anvi Meiza Antony
lanjuttt kaka
2022-01-29
0