BAB 17

Pagi harinya Vian terbangun karena bunyi ponsel miliknya yang memekik dengan kencang. Vian meraih ponsel yang diletakkannya di atas nakas itu. Vian melihat siapa yang menghubunginya pagi pagi buta begini. Saat Vian melihat nama Jerolah yang tertulis indah di layar ponsel miliknya. Vian menarik turun tombol hijau pada layar ponsel.

"Hallo Jer. Nggak tau hari masih subuh begini. Ngapain nelpon. Aku masih ngantuk." ujar Vian yang enggan membuka matanya.

"Vian mana ada hari masih subuh. Sudah setengah tujuh pagi. Kamu nggak ke rumah sakit?" ujar Jero mengatakan hari sudah pukul berapa.

"Apa setengah tujuh?" ujar Vian yang langsung membuka matanya dengan lebar dan melihat jam dinding yang ternyata memang telah menunjukkan angka setengah tujuh.

"Jero, aku ada operasi jam setengah delapan. Bagaimana ini." teriak Vian panik luar biasa. Dia tidak pernah terlambat bangun selama ini. Ini adalah kejadian pertama Vian bisa telat bangun dari pada hari biasanya.

"Makanya mandi ligat terus pakai pakaian, makeup di atas mobil saja. Mobil sudah aku siapkan." ujar Jero berusaha menahan tawanya membayangkan kepanikan Vian yang baru bangun dan ada jadwal operasi menunggunya di rumah sakit.

Vian berlari ke kamar mandi. Dia tetap membawa ponselnya yang masih terhubung dengan Jero. Jero mendengar bunyi air kamar mandi yang diputar full.

"Vian Vian. Langsung mandi kilat, mana air dibuka full lagi." ujar Jero berbicara pelan.

Tidak sampai hitungan tiga puluh, Vian sudah selesai mandi. Dia masuk ke kamarnya kembali dan memakai semua pakaiannya. Vian tidak sempat lagi memakai handbody keseluruh badannya seperti kebiasaannya selama ini. Setelah memakai pakaian miliknya, Vian menyisir rambutnya dan mengikat setengah rambut panjang sebahunya itu.

Vian sebelum kekuar kamar, Vian menyempatkan diri menyambar tas kerja dan juga jas kebesaran miliknya yang berwarna putih.

Vian berlari turun melalui anak tangga menuju meja makan. Dia menyambar segelas susu yang ada di sana. Vian tidak perduli lagi itu susu milik siapa. Vian juga tidak perduli dia belum berpamitan dengan Juan.

"Silahkan marah tu monster. Nggak ambil pusing." ujar Vian dalam hati berbicara sendiri.

Jero yang melihat Vian setengah berlari membukakan pintu mobil bagian belakang. Vian langsung masuk ke dalam mobil tanpa sempat memberikan senyuman manisnya kepada Jero.

Jero menyusul Vian masuk ke dalam mobil. Dia kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Vian menatap menganga ke jalanan yang biasanya macet kalau dia lewat jam segini, kali ini tidak macet sedikitpun. Bisa dikatakan hanya mobil Vian saja yang lewat di jalan utama itu.

Vian yang sedang tidak fokus itu tidak ambil pusing dengan keadaan jalanan yang mendadak sepi. Dia malahan sangat bersyukur bahwasanya jalanan menjadi sepi saat dia harus datang cepat ke rumah sakit.

Vian mengeluarkan kotak bedaknya. Dia memoles tipis wajahnya dengan makeup. Setelah yakin dengan penampilannya, Vian menarik nafasnya dalam dalam. Dia tau kalau Dia telah mencuekin Jero dari tadi.

"Jer" panggil Vian.

Jero menatap ke arah Vian melalui kaca spion mobil. Vian memberikan Jero senyuman termanisnya pagi ini. Jero membalas dengan senyuman pula.

"Makasi ya udah bangunin. Kalau ndak maka hem sudah bisa dipastikan akan bablas aku tidur." ujar Vian sambil menatap Jero.

"Makanya, tidur itu jangan tidur mati. Masak bunyi alarm nggak kedengeran sama sekali." ujar Jero tetap melihat ke depan.

"Gimana lagi kan ya. Kecapekan juga." jawab Vian asal kena pilihan kata saja.

Vian kembali melihat jalanan yang masih tetap sepi itu. Tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Vian mulai merasakan keanehan.

"Jer, kok aku ngerasa aneh ya." ujar Vian sambil menatap keluar jendela. Vian melihat banyak mobil dan motor yang berhenti di tepi jalan. Seperti memberikan kepada mobil Vian untuk lewat sendirian.

"Aneh kenapa?" tanya Jero pura pura tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Vian.

"Kenapa jalanan menjadi lengang begini. Ini kan jalan utama yang terkenal macet. Lah ini nggak ada mobil yang lewat. Kan aneh tu." ujar Vian nyerocos kayak petasan lebaran.

"Mana saya tau Nyonya. Kalau menurut aku ya bagus kayak gini jadi kamu tidak telat sampai di rumah sakit. Tu rumah sakit udah nampak." ujar Jero sambil berbelok masuk ke halaman rumah sakit.

Vian melihat jam tangannya. Jarum jam menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit.

"Wow ini keren." ujar Vian.

Vian kemudian turun dari mobil bersamaan dengan Jero. Mereka berdua masuk ke dalam lobby rumah sakit untuk menuju ruangan Vian.

"Kamu akan berdiri di situ terus?" tanya Vian kepada Jero.

Jero mengangguk. "SOP nya begini, jadi jalani aja." ujar Jero sambil tersenyum.

Vian kemudian masuk ke dalam ruangan. Jero mengeluarkan ponsel miliknya yang lain. Dia terlihat menggubungi seseorang. Setelah menunggu sepuluh menit, orang yang di telpon Jero datang.

"Bagaimana dengan penyelidikan?" tanya Jero.

"Saya tidak bisa mengatakan di sini. Bagaimana kalau malam nanti ketemu di tempat biasa?" ujar seseorang itu.

"Oke." jawab Jero setuju.

Seseorang itu memberikan Jero kantong paparbag yang dibawanya. Terlihat dari meek paperbag itu adalah sebuah rumah makan yang menyediakan sarapan yang luar biasa lezat.

Tok tok tok. Bunyi pintu yang diketuk oleh Jero.

"Masuk" ujar Vian dari dalam.

Jero masuk sambil membawa paperbag yang diberikan seseorang tadi.

"Sarapan." ujar Jero sambil meletakkan paperbagnya di meja Vian.

"Wow ini favorit aku." ujar Vian dengan wajah bersemu merah.

Jero mengeluarkan kedua bekal makanan yang tadi dibelikan seseorang. Mereka berdua menyantap sarapan itu dengan sangat lahap.

Tepat pukul setengah delapan, Vian selesai sarapan, seorang suster masuk ke dalam ruangan Vian.

"Dokter sudah di tunggu di ruangan operasi." ujar suster sambil menatap Jero dengan tatapan memuja.

Raut wajah Vian yang tadinya biasa saja mendadak menjadi memerah menahan amarah. Semua itu tidak luput dari perhatian Jero. Jero tersenyum kepada Vian. Dia tidak ingin membuat mood Vian menjadi jelek karena suster yang menatap Jero dengan tatapan memuja itu.

"Oke, mari kita keruangan operasi" ujar Vian.

Vian berjalan di depan dengan suster. Suster sudah berusaha untuk memelankan langkahnya agar bisa berjalan dengan Jero menjadi sia sia. Vian terus saja bercerita dengan suster tersebut. Apabila suster melambatkan jalannya, maka Vian juga akan melambatkan jalannya. Pokoknya semua yang dilakukan oleh suster tidak ada yang berhasil. Semua dipatahkan oleh Vian.

Mereka akhirnya sampai di depan ruangan operasi. Vian menatap Jero.

"Saya masuk dulu. Hati hati dengan mata genit, kalau masih ingin tetap mejadi asisten saya." ujar Vian berpesan sambil memberikan tatapan tajam kepada suster.

"Ingat ada istri yang nunggu di rumah. Jadi jangan keganjenan dengan suster yang ada di sini. Ada dengar Jero." lanjut Vian yang mengada ngada.

Semua perkataan Vian sukses membuat Jero menganga yang akhirnya tersenyum. Dia tau sekarang kalau Vian cemburu dengan suster itu.

"Baik Nyonya, saya akan menjaga mata dan hati saya untuk istri saya yang ada di rumah." jawab Jero mengikuti alur main yang dibuat Vian.

"Bagus. Saya suka suami yang setia dan nggak mata genit." ujar Vian sengaja memuji Jero di depan suster yang tadi berusaha genit ke Jero.

Vian dan suster masuk ke dalam ruangan operasi. Jero kembali menunggu di pintu masuk ruangan. Dia terlihat bahagia dengan segala ucapan yang diberikan Vian kepada dirinya. Ucapan memuji dari Vian tentang keberadaan Jero.

Episodes
1 Bab 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 151 KERETA API
140 156 Mulai Jalan
141 156 MULAI JALAN
142 157 BARU
143 158 BARU
144 163 BARU
145 Perjalanan lanjutan 1
146 Lanjutan Perjalanan
147 Perkebunan Anggur
148 Kebun Anggur 1
149 Perkebunan Anggur 2
150 Perkebunan Anggur 3
151 Rencana Jero
152 Ide Jero
153 Rencana Jero
154 Juan Alexsander
155 Mansion Alexsander
156 Kemarahan
157 kehebohan dimension besar
158 Kegelisahan Di Mansion
159 Keributan Di mansion
160 Pencarian Papi
161 Papi Mencari Sumber Masalah
162 Intrograsi
163 Rencana Papi
164 Pencarian Papi
165 Cerita Dimulai
166 Papi mendengar semua cerita
167 Efek Dari Cerita Pelayan
168 Kekacauan Keluarga Alexsander
169 Kecemasan Keluarga Alexsander
170 Mimpi Buruk Juan
171 Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172 Kepanikan Mami dan Juan
173 Keputusan Tuan Besar Alexsander
174 Membuka Semua Cerita
175 Kebahagiaan Di Negara G
176 Pembuktian
177 Pembuktian Keromantisan
178 Keromantisan Part 2
179 Kejutan
180 Kejutan Berlangsung
181 Kejutan Berlangsung Berikutnya
182 Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183 Alexsander
184 Informasi rahasia
185 Rasa Penasaran Vian
186 Pembicaraan Jero dan Vian
187 Jevi vs Jerta
188 Pembicaraan Jero dengan Felix
189 Pembicaraan Tiga Beradik
190 Pesta Kemenangan
191 Perayaan Kemenangan 2
192 Masalah Perusahaan
193 Kemarahan Jero
194 Acara Masih Berlanjut
195 Lomba Nyanyi Pengawal
196 Penyerahan Hadiah
197 Berita dari Staff
198 Rahasia Mulai Terbuka
199 Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200 Kepahitan
201 Kepulangan Ke Negara I
202 Pra Pulang Ke Negara I
203 Perjalan Kembali Ke Negara I
204 Rencana Transit
205 Mengunjungi Mommy
206 Pembicaraan Di Atas Pesawat
207 Pembicaraan Di Atas Pesawat
208 Bandara
209 Awal Muka Pertemuan
210 Kejadian di Bandara
211 Obrolan Daddy and Son
212 Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213 Pembicaraan Daddy and Son
214 Tuan Besar Alexsander
215 Mansion Utama Alexsander
216 Permintaan Aneh Vian
217 Mansion Utama
218 Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219 Kemaran Tuan Besar Alexsander
220 Asander ALEXSANDER
221 Kemarah Tuan Besar
222 Ruang Kerja Alexsander
223 Rung Kerja Tuan Alexsander
224 Kemarahan
225 Kemarahan #
226 Kemarahan ##
227 Keluarga Asander
228 Kemarahan ####
229 Pengakuan Nyonya Besar
230 Gaya Rambut
231 Hari Pertama Kerja
232 Pertama Kerja, Bram datang
233 Misteri Bangunan besar
234 Bangunan Besar
235 Rumah Sakit
236 Cerita Masa Lalu
237 Juan Aleksander
238 Kemelut Keluarga
239 Kemelut Keluarga Aleksander
240 Percakapan Di Ayunan
241 Jero Menyesal
242 Makan Malam
243 Pencarian file #
244 Pencarian File ##
245 Pencarian File ###
246 Pencarian File ####
247 Penyerahan berkas perceraian
248 Penyerahan Berkas Perceraian 2
249 Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250 Pertengkaran Keluarga Aleksander
251 Pertengkaran Keluarga Aleksander
252 Masalah Baru Lagi
253 Penyelesaian Masalah
254 Masalah Belum Kelar
255 Briefing Di Ruang Kerja
256 Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257 Jero vs Vian
258 Pra Perceraian
259 Menuju Pengadilan
260 Pengadilan
261 Pengadilan 2
262 Mansion
263 Permintaan Jero
264 Draft
265 Tamu Pagi Hari
266 Pasien Ke 9
267 Keributan Posesif
268 Pengganggu Makan Siang
269 Ketiduran Di Mobil
270 Pembalasan Vian
271 Surat Pengadilan
272 Penelpon Misterius
273 Kemarahan Jero
274 Mansion Utama Aleksander
275 Mimpi Buruk Sang Tuan Muda
Episodes

Updated 275 Episodes

1
Bab 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
151 KERETA API
140
156 Mulai Jalan
141
156 MULAI JALAN
142
157 BARU
143
158 BARU
144
163 BARU
145
Perjalanan lanjutan 1
146
Lanjutan Perjalanan
147
Perkebunan Anggur
148
Kebun Anggur 1
149
Perkebunan Anggur 2
150
Perkebunan Anggur 3
151
Rencana Jero
152
Ide Jero
153
Rencana Jero
154
Juan Alexsander
155
Mansion Alexsander
156
Kemarahan
157
kehebohan dimension besar
158
Kegelisahan Di Mansion
159
Keributan Di mansion
160
Pencarian Papi
161
Papi Mencari Sumber Masalah
162
Intrograsi
163
Rencana Papi
164
Pencarian Papi
165
Cerita Dimulai
166
Papi mendengar semua cerita
167
Efek Dari Cerita Pelayan
168
Kekacauan Keluarga Alexsander
169
Kecemasan Keluarga Alexsander
170
Mimpi Buruk Juan
171
Keluarga Alexsander Semakin Kacau
172
Kepanikan Mami dan Juan
173
Keputusan Tuan Besar Alexsander
174
Membuka Semua Cerita
175
Kebahagiaan Di Negara G
176
Pembuktian
177
Pembuktian Keromantisan
178
Keromantisan Part 2
179
Kejutan
180
Kejutan Berlangsung
181
Kejutan Berlangsung Berikutnya
182
Obrolan Nyonya dan Juan Alexsander
183
Alexsander
184
Informasi rahasia
185
Rasa Penasaran Vian
186
Pembicaraan Jero dan Vian
187
Jevi vs Jerta
188
Pembicaraan Jero dengan Felix
189
Pembicaraan Tiga Beradik
190
Pesta Kemenangan
191
Perayaan Kemenangan 2
192
Masalah Perusahaan
193
Kemarahan Jero
194
Acara Masih Berlanjut
195
Lomba Nyanyi Pengawal
196
Penyerahan Hadiah
197
Berita dari Staff
198
Rahasia Mulai Terbuka
199
Perlahan Lahan Mulai Terbongkar
200
Kepahitan
201
Kepulangan Ke Negara I
202
Pra Pulang Ke Negara I
203
Perjalan Kembali Ke Negara I
204
Rencana Transit
205
Mengunjungi Mommy
206
Pembicaraan Di Atas Pesawat
207
Pembicaraan Di Atas Pesawat
208
Bandara
209
Awal Muka Pertemuan
210
Kejadian di Bandara
211
Obrolan Daddy and Son
212
Pembicaraan Ruangan VVIP Sebelah
213
Pembicaraan Daddy and Son
214
Tuan Besar Alexsander
215
Mansion Utama Alexsander
216
Permintaan Aneh Vian
217
Mansion Utama
218
Kemarahan Tuan Besar Alexsander
219
Kemaran Tuan Besar Alexsander
220
Asander ALEXSANDER
221
Kemarah Tuan Besar
222
Ruang Kerja Alexsander
223
Rung Kerja Tuan Alexsander
224
Kemarahan
225
Kemarahan #
226
Kemarahan ##
227
Keluarga Asander
228
Kemarahan ####
229
Pengakuan Nyonya Besar
230
Gaya Rambut
231
Hari Pertama Kerja
232
Pertama Kerja, Bram datang
233
Misteri Bangunan besar
234
Bangunan Besar
235
Rumah Sakit
236
Cerita Masa Lalu
237
Juan Aleksander
238
Kemelut Keluarga
239
Kemelut Keluarga Aleksander
240
Percakapan Di Ayunan
241
Jero Menyesal
242
Makan Malam
243
Pencarian file #
244
Pencarian File ##
245
Pencarian File ###
246
Pencarian File ####
247
Penyerahan berkas perceraian
248
Penyerahan Berkas Perceraian 2
249
Penyerahan Dokumen Perceraian 3
250
Pertengkaran Keluarga Aleksander
251
Pertengkaran Keluarga Aleksander
252
Masalah Baru Lagi
253
Penyelesaian Masalah
254
Masalah Belum Kelar
255
Briefing Di Ruang Kerja
256
Yah Masalah Lagi!!!!!!!!!
257
Jero vs Vian
258
Pra Perceraian
259
Menuju Pengadilan
260
Pengadilan
261
Pengadilan 2
262
Mansion
263
Permintaan Jero
264
Draft
265
Tamu Pagi Hari
266
Pasien Ke 9
267
Keributan Posesif
268
Pengganggu Makan Siang
269
Ketiduran Di Mobil
270
Pembalasan Vian
271
Surat Pengadilan
272
Penelpon Misterius
273
Kemarahan Jero
274
Mansion Utama Aleksander
275
Mimpi Buruk Sang Tuan Muda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!