Juan, boleh gue bertanya sesuatu?" tanya Bimo yang dari tadi sudah bersabar untuk tidak bertanya saat Ranti berada di dalam mobil bersama mereka. Bimo takut pertanyaannya akan menyinggung perasaan Ranti.
"Boleh." jawan Juan sambil menatap keluar jendela mobil. Dia masih memikirkan Vian sekarang.
"Tapi Bim, sebelum loe bicara, boleh gue tanya duluan?" kata Juan yang memang sudah sangat lama bersahabat dengan Bimo.
"Boleh. Apaan?"
"Kan semalam gue di antar Ranti pulang ke rumah, karena gue mabok saat reuni. Di sini juga ada salah elo, kenapa loe nggak ikut. Kalau loe nggak ikut gue nggak bakalan mabok." ujar Juan memungut sembarangan kata kata dari tong pikirannya.
'Lah ni kunyuk malahan nyalahin gue. Dia yang minum gue yang salah. Enak aja.' ujar Bimo dari dalam hatinya.
"Jangan menggerutu Bim. Gue tau loe sedang menggerutu dalam hati." ujar Juan.
"Hahahahaha. Sorry Juan."
"Apa yang mau lor tanya tadi?" tanya Bimo mengalihkan pembicaraan.
"Jadi gue di antar Ranti. Nah Vian dengan gampangnya aja masuk kamar. Dia tidak ada marah sama sekali. Padahal ini ya, gue pulang diantar Ranti. Mana Ranti tidur di kamar gue lagi." ujar Juan berbagi cerita dengan Bimo.
"Jadi loe pengennya gimana?" Bimo balik bertanya. Bimo ingin tau apa isi hati Juan sebenarnya.
"Gue tu pengennya dia marah ke gue kek. Atau dia nunjukkin rasa kesalnya sebagai istri kek. Ini nggak dia datar aja, kayak nggak terjadi masalah." ujar Juan berbagi cerita apa yang dirasakannya kepada Bimo.
"Hahahahaha. Loe lucu Juan." jawab Bimo yang langsung tertawa ngakak saat mendengar apa yang dikatakan oleh Juan.
"Kenapa loe tertawa kunyuk." ujar Juan yang tidak suka ditertawakan oleh Bimo.
"Gimana gue nggak tertawa. Loe jadi orang nggak jelas. Sekarang coba loe pikir, apa loe dengan Vian seperti suami istri?" tanya Bimo
Juan menggeleng.
"Nah loe udah tau jawabannya. Sekarang, apa loe cinta Vian?" tanya Bimo lagi.
Juan kembali menggeleng.
"Nah itu makanya. Kalau menurut gue neh ya. Loe nggak usah main api dengan wanita lain napa. Apalagi ini ulet kekek si Ranti. Gila aja kali loe. Semua kawan kita tau kalau Eanti terobsesi sama loe." lanjut Bimo.
"Jadi ne ya Juan Alexsander pengusaha muda terkaya di negara I. Tapi gobloknya juga luar binasa. Loe kan memang nggak cinta dengan Vian. Pernikahan loe juga pernikahan bisnis. Tapi gue harap, loe juga nggak goblok goblok amat dengan menjadikan Ranti sebagai selingan loe." kata Bimo selanjutnya
"Masih banyak diluaran sana yang lebih berkualitas. Dan juga ingat jangan pernah bawa ke rumah utama. Loe mau nyokap loe tau?" Bimo mengingatkan kalau Nyokap Juanlah yang paling semangat dalam suksesi pernikahan Vian dan Juan.
"Huft bener juga. Untung loe ingetin gue." lanjut Juan.
"Sekarang giliran gue yang tanya. Emang loe ada hubungan apa sama ulet keket itu?" tanya Bimo yang penasaran hubungan apa yang terjalin antara Juan dan Ranti.
"Nggak ada hubungan apa apa. Dia cuma nganter gue. Terus nginap di kamar gue." jawab Juan dengan santainya.
"Loe nggak ngapa ngapain sama dia kan?" Bimo menatap menyelidik ke mata Bimo.
"Nggak lah. Mana ada. Nggak niat juga kale." ujar Juan yang memang nggak ada niat sama sekali menjadikan Ranti untuk jadi selingannya.
"Syukurlah kalau nggak terjadi apa apa. Gue kira tu jaluk udah masuk ke sana." kata Bimo dengan santai.
"Ogah gue. Nggak menarik dia nyah." jawab Juan.
Tak terasa perjalanan menuju perusahaan sudah selesai. Bimo memarkir mobil di tempat parkiran khusus CEO Perusahaan. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam perusahaan. Semua karyawan menatap kedua petinggi perusahaan itu.
"Berkah banget kerja di sini." ujar salah satu karyawati.
"Kenapa?" tanya yang lain.
"Kenapa lagi. Tu lihat, tiap hari disuguhi pemandangan dewa yunani. Mana dua lagi." ujar karyawati.
"Bener juga. Tiap hari disuguhi pemandangan indah, membuat hati, pikiran dan semangat bekerja menjadi berkali kali lipat." kata yang lainnya.
Semua yang dibicarakan oleh karyawan terdengar jelas di telinga Bimo. Bimo menatap mereka dengan tatapan tajam. Semua karyawati yang melihat langsung lari terbirit birit ke ruangan kerja mereka masing masing. Mereka tidak ingin mendapatkan kata kata mutiara dari Bimo yang terkenal tipis tapi nyelekit.
Mereka berdua masuk kedalam lift yang dikhususkan untuk petinggi perusahaan dan keluarga.
"Bim, apa menurut kamu dengan saya menempatkan Jero menjadi asisten pribadi Vian, Vian akan aman ya?"
"Aman Juan. Jero gue rasa cukup ahli dalam menjaga Vian. Kenapa?" tanya Bimo menatap Juan.
"Nggak ada. Gue takutnya nanti dia tidak bisa menjaga Vian."
"Nggak bisa menjaga Vian. Atau takut Vian jatuh hati ke Jero?" Bimo mulai menjahili Juan.
"Hahahaha. Gilak loe. Gue masih menunggu yang di sana pulang ke sini." jawab Juan.
"Serah elo. Gue nggak ikut campur ya. Kalau loe dimarahi sama Bigg Boss. Gue nggak akan ikut." kata Bimo.
"Tenang. Gue akan main cantik." jawab Juan.
"Ye lah terserah loe." jawab Bimo.
Ting. Bunyi lift yang sampai di lantai yang dituju. Juan dan Bimo keluar dari dalam lift. Mereka masuk ke dalam ruangan masing masing.
Hari ini mereka tidam ada kegiatan untuk bekerja di luar. Hari ini tidak ada meeting sama sekali. Juan akan memeriksa kembali laporan dan proposal yang sudah di periksa oleh Bimo.
Juan memeriksa semua laporan yang sudah ada di meja kerjanya. Dia membaca dengan sangat teliti, Juan tidak mau ada kekeliruan dalam seriap laporan perusahaan. Apalagi kalau laporan itu menyangkut laporan keuangan. Maka Juan akan memeriksanya dengan lebih teliti lagi.
Bimo diruangannya juga melakukan hal yang sama. Dia memeriksa begitu banyak laporan dan proposal yang masuk. Bimo merupakan gerbang utama untuk lolosnya proposal kerjasama yang diajukan oleh perusahaan lain. Kalau Bimo sudah mengatakan tidak, Maka, Juan akan mengatakan tidak juga. Sangat jarang terjadi, bila Bimo tidak Juan akan iya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**KAKAK KAKAK MAMPIR KE NOVEL AKU YANG BERJUDUL
SUAMIKU BUKAN MILIKKU
KEPAHITAN SEBUAH CINTA
KESETIAAN SEORANG ISTRI
MAKASI KAKAK KAKAK SEMUA ATAS DUKUNGANNYA SELAMA INI**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
ennita
tetap semangat 💪
2022-07-21
0