Chapter 16 | Ketakutan Aqilla

Sepanjang acara makan siang berlangsung, Aqilla, Jovan, dan Jovin hanya diam. Mereka fokus dengan makanan masing-masing.

Ceklekk..

“ASSALAMUALAIKUM! AUNTY PULANG!” teriak Ely yang baru datang. Aroma harum masakan yang masuk ke indra penciumannya membuat gadis itu otomatis melangkah ke ruang makan. “Wah, makanan! Kamu habis masak, ya—Aqilla...” Suara Ely melirih.

He? Ini ada apa? Mereka kenapa? Kok diem-dieman begini? Serem pula.

“Ehm, kalian kenapa?” tanya Ely hati-hati.

Aqilla mendongak dengan sorot tajam. Ely langsung menegang, ia meneguk salivanya susah payah dan menggeleng cepat. Lantas ia mengalihkan pandangannya pada si kembar yang juga terdiam. Ely menunduk dan berbisik, “Mommy kalian kenapa, Twins?”

“Suasana hati mommy sedang buruk, Aunty,” bisik Jovin pelan sekali. Untungnya, sih, Ely masih bisa dengar.

Ely berdiri tegak dan tersenyum lebar. “Oke, kalian makan terus selesaikan masalahnya, ya. Aunty ke kamar dulu, bye!” Ely langsung berlari ke kamarnya, tidak memedulikan tatapan memelas si kembar yang meminta bantuan membujuk Aqilla.

Selesai makan, Jovan dan Jovin masih setia duduk di kursi makan, memperhatikan mommy mereka yang sibuk mencuci piring.

“Dek, kamu ngomong sama mommy sana,” suruh Jovan.

“Kok Adek, sih, Kak? Harusnya Kakak dong,” protes Jovin yang enggan menuruti permintaan kakaknya.

Jovan mengerucutkan bibirnya. “Kakak nggak berani,” cicitnya.

“Adek juga nggak berani,” balas Jovin pasrah.

Keduanya menghela napas berat. Aqilla sampai geleng-geleng melihat tingkah kedua anaknya itu. Dia mendengar suara helaan napas si kembar yang terlihat frustrasi.

“Mom,” panggil Jovan ketika Aqilla sudah menyelesaikan tugasnya. “Mommy marah sama kami, ya?” tanyanya takut-takut.

Aqilla menaikkan sebelah alisnya. “Ngapain Mommy marah? Emang kalian salah apa?”

Begitu saja, hanya dengan kalimat yang seperti itu, Jovan dan Jovin sudah bisa menghela napas lega. Mereka tersenyum lebar dan berlari memeluk kaki mommy mereka. “Maaf karena kami nggak pernah cerita, Mom,” ucap keduanya mengakui kesalahan.

Aqilla berjongkok dan mengusap kepala anak-anaknya. “Don’t worry,” balasnya.

“Kami nggak mau Mommy sedih, makanya kami nggak pernah cerita,” lirih Jovin mengeluarkan unek-uneknya.

Aqilla tersenyum saja. Ia bersyukur memiliki anak yang begitu pengertian seperti mereka. Rasanya seperti mimpi, di umurnya yang baru menginjak 28 tahun, Aqilla sudah punya 2 anak yang berusia 6 tahun.

Hebat sekali, sih. Udah gitu bibit unggul pula, genius dan hebat.

“Oh, ya, Mom!” seru Jovan tiba-tiba. “Lusa Jovan ada lomba karya IT tingkat nasional di gedung utama Calgary, Kanada. Mommy datang, ya?” pinta Jovan penuh harap.

Aqilla mengiyakan dengan senang hati. “Memang alatmu sudah jadi, Boy? Perlu Mommy periksakan?”

“Udah, kok, Mom. Jovan buat alat yang keren dan berguna. Jovan pasti menang kayak biasanya,” bangga Jovan pada dirinya sendiri. Dia sampai mendongakkan kepala dengan dada membusung, membuat Aqilla dan Jovin geleng-geleng pasrah.

“Jovin juga ada ikut lomba, Mom!” Jovan mengacungkan tangannya ke atas dengan heboh sambil melompat kecil. “Jovin ikut lomba sing and dance, Mom. Nanti Mommy, Kakak, sama aunty datang, ya?”

“Iya, Girl.”

Yah, begitulah Aqilla. Apa pun kesenangan Jovan dan Jovin selalu ia turuti asalkan itu bukan hal yang negatif.

Jovanka yang pintar merangkai mesin dengan fitur canggih buatan sendiri membuatnya sering meraih piala emas di setiap lomba karya IT yang diikuti. Aqilla juga sering, kok, turun tangan membantu merangkai mesin. Karena memang sebenarnya Aqilla-lah yang mengajarkan Jovan soal dunia itu karena tahu Jovan tertarik.

Sementara Jovinka memiliki suara emas lengkap dengan tubuh gesit yang merupakan turunan dari Aqilla. Gadis kecil itu sering mondar-mandir ke beberapa negara karena acap kali mendapat tawaran tampil di stasiun televisi. Dan, ke mana pun Jovin pergi, Aqilla akan selalu menemani.

Sayangnya, selain kemampuan bernyanyi dan dance, Jovin mendapat turunan berupa kekuatan Aqilla yang sedikit di luar nalar. Gadis kecil itu bisa melakukan lebih banyak gerakan beladiri dibandingkan dengan sang kakak.

Jovan juga hebat, kok. Jadi, jangan diremehin, ya.

Aqilla sadar, kemampuan mereka bukan hanya berasal darinya. Melainkan juga karena Tuan Muda Rayhan yang terkenal akan kepiawaiannya dalam berbagai bidang, namun lebih menjurus ke dunia IT dan beladiri. Dan, seolah Allah menyayangi mereka, kemampuan Aqilla dan Rayhan menyatu sempurna di dalam diri Jovan dan Jovin.

Paras Jovan dan Jovin sama seperti Rayhan, hanya warna mata mereka yang violet seperti milik Aqilla. Jovan sendiri lebih cenderung mirip Rayhan jika dilihat dari kemampuan, sedangkan Jovin lebih mirip Aqilla.

Kurang lebih begitulah si kembar.

Itulah alasannya, aku kadang pusing mengurusi mereka.

...👑👑👑...

“Si kembar udah tidur?” tanya Ely yang melihat Aqilla termenung di ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga di malam hari.

Aqilla mengangguk saja, tidak mengeluarkan suara sama sekali.

Ely duduk di sebelah sahabatnya itu. “Kamu kenapa, Qill? Ada masalah apa?” tanyanya prihatin. Hidup bersama Aqilla sejak lama membuatnya tahu bagaimana perjalanan Aqilla untuk bisa berada di titik ini.

Ely tahu benar, ada banyak hal yang Aqilla korbankan selama ini. Wanita itu menyimpan sejuta rahasia di dalam hati dan otaknya.

Dan, juga rasa bersalah yang teramat dalam.

“Kenapa otak anakku nggak normal kayak yang lain, sih, El?” ucap Aqilla yang cenderung seperti orang tengah protes dengan nasibnya sendiri.

“Kalo ingat siapa daddy dan mommy mereka, latar belakang daddy mereka dan latar belakangmu, aku nggak heran kalo anakmu kurang normal otaknya,” balas Ely santai.

Aqilla tidak bisa membantah. Ia juga tahu persis mengenai hal tersebut.

“Aku yakin, bukan ini yang kamu pikirin. Ada apa, sih? Cerita dong,” pinta Ely memohon.

Aqilla menghela napas berat. “Ternyata.. selama ini Jovan sama Jovin sering disebut anak haram di sekolah.”

“He? Kok, bisa? Bukannya punya anak tanpa suami di Kanada hal yang lumrah? Banyak, kok, wanita di sini yang begitu!” seru Ely yang tak terima kedua keponakan pintarnya diejek dengan kata-kata sampah itu.

“Iya, sih.” Aqilla menyandarkan punggungnya di sofa. “Tapi, kayaknya orang itu dari Indonesia, El. Dia bisa bahasa Indonesia fasih dengan logat Jawa.”

Ely berdecak, ikut kesal. “Terus kamu apain dia? Kamu becek-becek jadi tahu penyet nggak?” serunya menggebu-gebu.

Aqilla menggeleng. “Itu namanya menyalahgunakan kekuasaan. Masa aku ngasih contoh yang nggak baik? Reputasiku anjlok dong!” Lagi-lagi menghela napas berat. “Tapi, bukan itu yang aku permasalahin, El.”

“Terus apa?”

“Aku...” Aqilla terdiam sejenak. Ia menoleh ke samping dan menatap Ely dalam. “Aku mau buat anak-anak ketemu sana tuan muda, tapi... aku takut.”

“Aku takut kalo dia tahu, El.”

Aku harus apa, Ya Allah...

^^^To be continue...^^^

Episodes
1 Chapter 1 | Pertemuan
2 Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3 Chapter 3 | Penjelasan
4 Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5 Chapter 5 | Tentang Aqilla
6 Chapter 6 | Bertemu Lagi
7 Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8 Chapter 8 | Tertangkap
9 Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10 Chapter 10 | Pamit
11 Chapter 11 | Hamil?
12 Chapter 12 | Izin Hiatus
13 Chapter 13 | Welcome Twins J
14 Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15 Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16 Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17 Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18 Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19 Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20 Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21 Chapter 21 | Ingin Bertemu
22 Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23 Chapter 23 | Siap Bertemu
24 Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25 Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26 Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27 Chapter 27 | Dad vs Son
28 Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29 Chapter 29 | Belanja
30 Chapter 30 | Bertemu Jessie
31 Chapter 31 | Aunty Pulang!
32 Chapter 32 | Calon Menantu?!
33 Chapter 33 | Penyerangan
34 Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35 Chapter 35 | Makan Bersama
36 Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37 Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38 Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39 Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40 Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41 Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42 Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43 Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44 Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45 Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46 Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47 Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48 Chapter 48 | Ayo Menikah
49 Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50 Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51 Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52 Chapter 52 | Perpisahan
53 Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54 Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55 Chapter 55 | Hilang
56 Chapter 56 | Fathur?
57 Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58 Chapter 58 | Mommy Pulang!
59 Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60 Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61 Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62 Chapter 62 | Gadis Itu
63 Chapter 63 | Diculik
64 Chapter 64 | Aksi si Kembar
65 Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66 Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67 Chapter 67 | Tidak Ada?
68 Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69 Chapter 69 | Kapan Menikah?
70 Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71 Chapter 71 | Misi Penyergapan
72 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74 Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75 Chapter 74 | Aqilla Setuju
76 Chapter 75 | Pergi dan Datang
77 Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78 Chapter 77 | Takut Mommy
79 Chapter 78 | Melepas Rindu
80 Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81 Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82 Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83 Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84 Chapter 83 | Dibawa Pergi
85 Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86 Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87 Chapter 86 | Tekad Rayhan
88 Chapter 87 | Mansion Kenzie
89 Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90 Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91 Chapter 90 | Kebenaran
92 Chapter 91 | Kebenaran (2)
93 Chapter 92 | Kebenaran (3)
94 Chapter 93 | Baikan
95 Chapter 94 | Meminta Izin
96 Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97 Chapter 96 | Direstui
98 Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99 Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100 Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101 Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102 Chapter 101 | In the Seoul
103 Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104 Chapter 103 | Kembali Bersama
105 Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106 Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107 Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108 Bonus Chapter 1
109 Bonus Chapter 2
110 Bonus Chapter 3
111 Bonus Chapter 4
112 Bonus Chapter 5
113 Question??
114 Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 | Pertemuan
2
Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3
Chapter 3 | Penjelasan
4
Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5
Chapter 5 | Tentang Aqilla
6
Chapter 6 | Bertemu Lagi
7
Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8
Chapter 8 | Tertangkap
9
Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10
Chapter 10 | Pamit
11
Chapter 11 | Hamil?
12
Chapter 12 | Izin Hiatus
13
Chapter 13 | Welcome Twins J
14
Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15
Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16
Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17
Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18
Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19
Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20
Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21
Chapter 21 | Ingin Bertemu
22
Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23
Chapter 23 | Siap Bertemu
24
Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25
Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26
Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27
Chapter 27 | Dad vs Son
28
Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29
Chapter 29 | Belanja
30
Chapter 30 | Bertemu Jessie
31
Chapter 31 | Aunty Pulang!
32
Chapter 32 | Calon Menantu?!
33
Chapter 33 | Penyerangan
34
Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35
Chapter 35 | Makan Bersama
36
Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37
Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38
Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39
Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40
Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41
Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42
Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43
Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44
Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45
Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46
Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47
Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48
Chapter 48 | Ayo Menikah
49
Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50
Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51
Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52
Chapter 52 | Perpisahan
53
Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54
Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55
Chapter 55 | Hilang
56
Chapter 56 | Fathur?
57
Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58
Chapter 58 | Mommy Pulang!
59
Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60
Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61
Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62
Chapter 62 | Gadis Itu
63
Chapter 63 | Diculik
64
Chapter 64 | Aksi si Kembar
65
Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67
Chapter 67 | Tidak Ada?
68
Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69
Chapter 69 | Kapan Menikah?
70
Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71
Chapter 71 | Misi Penyergapan
72
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74
Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75
Chapter 74 | Aqilla Setuju
76
Chapter 75 | Pergi dan Datang
77
Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78
Chapter 77 | Takut Mommy
79
Chapter 78 | Melepas Rindu
80
Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81
Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82
Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83
Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84
Chapter 83 | Dibawa Pergi
85
Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86
Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87
Chapter 86 | Tekad Rayhan
88
Chapter 87 | Mansion Kenzie
89
Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90
Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91
Chapter 90 | Kebenaran
92
Chapter 91 | Kebenaran (2)
93
Chapter 92 | Kebenaran (3)
94
Chapter 93 | Baikan
95
Chapter 94 | Meminta Izin
96
Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97
Chapter 96 | Direstui
98
Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99
Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100
Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101
Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102
Chapter 101 | In the Seoul
103
Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104
Chapter 103 | Kembali Bersama
105
Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107
Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108
Bonus Chapter 1
109
Bonus Chapter 2
110
Bonus Chapter 3
111
Bonus Chapter 4
112
Bonus Chapter 5
113
Question??
114
Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!