Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu

“Bagaimana kalau kamu saja yang menjadi kekasihku? Kamu gadis yang pintar menurutku!”

Aqilla mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Detik berikutnya, ia tertawa lepas. “Haha, candaan Anda tidak lucu, Tuan. Hahahaha...”

Rayhan melotot dengan manik sayunya. “Hei, aku tidak bercanda, ya.”

Terdiam. Aqilla mulai menatap Rayhan serius. “Maaf, Tuan, saya tidak mau.”

Rayhan terkulai lemas. “Kenapa kamu juga menolakku?” tanya lelaki itu sendu.

“Saya sudah punya kekasih, Tuan.”

Rayhan mengerucutkan bibirnya. “Apa dia lebih tampan dariku?”

“Di mata saya, iya, Tuan.”

Rayhan berdecak. Ia yang semula duduk di seberang meja—berhadapan dengan Aqilla—kini berpindah ke sebelah Aqilla. Sontak, gadis itu memasang ancang-ancang jika Rayhan macam-macam dengannya.

Masa bodoh jika Aqilla harus melawan keluarga Refalino nanti. Harga dirinya lebih penting di sini.

“Tuan? Anda mau ap—”

Cup!

Mata Aqilla membelalak sewaktu merasakan bibir Rayhan memagut bibirnya. Lama-kelamaan bibir Rayhan mulai bergerak, ******* lembut bibir Aqilla yang terdiam kaku. Apalagi mendengar melodi degupan jantung Aqilla yang kencang.

Haishh... Rayhan bisa ketagihan nanti.

Karena tidak mendapat respon, Rayhan langsung mendorong tubuh Aqilla hingga bersandar di bahu sofa. Bibirnya mulai beraksi lebih berani. Mengecapi rasa manis di bibir Aqilla.

Seolah mendapat kesadarannya semula, Aqilla segera mendorong Rayhan menjauh. Bibirnya yang basah diusap kasar untuk menghilangkan bekas. Sial, apa aku menikmatinya tadi?

Aqilla menggeleng kuat, menolak asumsi otaknya.

Cih, kamu menikmatinya tadi, Aqilla.

Hei, Otak! Berhentilah menggangguku!!

“Tuan, Anda jangan keterlaluan, ya. Saya tidak akan segan terhadap Anda,” ancam Aqilla. Tatapannya mulai tajam.

“Ayolah, jadi kekasihku saja, ya,” pinta Rayhan memelas. Sorot mata sayunya dibuat seimut mungkin—jurus puppy eyes yang melemahkan.

Aqilla menghela napas kasar. Mendadak ia menyesal sudah membantu Rayhan. Harusnya aku biarin aja tadi. Nggak usah dibantuin, haishh..

Oke, Qill. Cowok sialan ini lagi mabuk. Dia nggak akan inget apa yang terjadi.

“Hm, terserah.”

“Yeayy...” sorak Rayhan senang. “Aku punya kekasih baru, hihi.” Rayhan terkekeh pelan.

Aqilla tergelak melihat tingkah kekanakan... kekasihnya(?)

Hei, hei, Aqilla mengiyakan permintaan Rayhan karena terpaksa, ya. Jadi, tolong semua, jangan menganggap hal tadi serius.

“Sayang,” panggil Rayhan seraya mengusap pipi Aqilla pelan.

Aqilla mengulum bibir gemas—lama-lama Rayhan terlihat lucu juga. “Iya?”

“Kamu jangan tinggalin aku kayak gadis bodoh itu, ya.”

Aqilla mengangguk patuh.

“Kamu nggak boleh deket-deket lelaki lain, ya.”

“Iya.”

“Awas, ya, kalau kamu sampai berpaling. Aku akan buat kamu nggak bisa jalan!” ancam Rayhan dengan manik semakin sayu.

Aqilla tergelak kencang. Ia menepuk-nepuk kepala Rayhan gemas. “Iya, Sayang. Nggak akan berpaling, kok.”

Rayhan tersenyum lebar. Dia mendekati Aqilla hingga jarak mereka begitu tipis. Aqilla sudah ingin meninju Rayhan karena sangat lancang mendekatinya seperti ini. Sayangnya, lelaki itu lebih dulu kehilangan kesadaran.

Bruk!

“Eh?”

Aqilla mengerjapkan matanya lucu. Rayhan jatuh tepat di atas tubuhnya. Kepala lelaki itu bertopang di bahunya. Kedua tangan Rayhan melingkar di pinggang Aqilla—seolah tengah memeluk guling.

Gadis itu terkekeh. Merasa lucu dengan situasi saat ini.

Aqilla membaringkan tubuh Rayhan di sofa. Selepas itu keluar dari ruang VIP untuk menjalankan tugas.

Aqilla berpura-pura berlagak seperti pengunjung lain. Ia membeli air putih dengan es sebagai penyamaran. Gerakan tangan dan tubuh Aqilla terlihat santai, seolah gadis itu memang tengah minum seperti yang lain. Sayangnya, lirikan mata Aqilla benar-benar tajam, seperti elang yang mengincar mangsanya.

Tidak ada? Apa orang itu tidak datang ke sini?

Tangan Aqilla merogoh tas selempang, mencari benda pipih kesayangan. Sudah pukul sepuluh malam. Hm, aku tunggu sampai jam sebelas, deh.

Aqilla kembali meneguk minumannya. Pandangannya masih awas ke sekeliling.

Semoga aku nggak kecolongan tadi.

...👑👑👑...

Satu jam berlalu...

Hasilnya nihil.

Aqilla tidak mendapat hasil apa pun malam ini. Dia ingin bertanya ke petugas yang ada atau mengecek CCTV. Sayangnya, Aqilla lupa membawa lencana miliknya.

Hufftt... nggak ada hasil hari ini. Mungkin aku harus ke sini lagi besok.

Aqilla memanggil bartender 1—orang yang melayani Rayhan sebelumnya.

“Iya, Nona. Ada yang bisa saya bantu?” tanya bartender itu ramah.

Aqilla memperhatikan bartender itu dengan saksama. Tubuh lelaki itu nampak proporsional. “Anda bisa beladiri?” tanya Aqilla melenceng. Padahal, dia tadi ingin bertanya soal mangsa incaran.

Bartender tersebut tampak bingung. “Em, saya bisa, Nona.”

“Taekwondo? Silat? Karate? Atau... seperti apa?”

“Saya pernah mempelajari ketiganya, Nona. Hanya saja, tidak semahir itu,” jawab bartender 1 tetap sopan walaupun bingung kenapa ditanyai seperti itu.

Aqilla manggut-manggut. “Saya Nona Qaill dari Kepolisian Nasional Indonesia.”

Bartender 1 melotot kaget. Dia langsung bersikap tegak dan membungkuk hormat pada Aqilla. “Maaf, Nona. Saya tidak tahu jika Anda adalah Nona Qaill.”

Aqilla tersenyum tipis. “Saya butuh rekan baru. Datanglah ke kepolisian pusat Jakarta besok. Saya ingin Anda menjadi salah satu anggota rekan kepercayaan saya.”

Manik bartender 1 berbinar. “Be–benarkah, Nona?”

Aqilla mengangguk mantap. “Ini hari terakhir Anda bekerja di sini. Besok jam sepuluh pagi datang! Saya akan langsung mengusir Anda jika terlambat 1 detik saja,” ucap Aqilla serius.

“Baik, Nona!”

Akhirnya! Aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini—batin bartender 1 senang.

Setiap malam melihat lelaki dan perempuan bercumbu bukanlah hal yang patut dibanggakan. Apalagi perempuan yang datang memakai pakaian kurang bahan—alias terlalu seksi. Tanpa tahu siapa yang berada di sebelahnya, mereka menari berlenggak-lenggok di lantai dansa.

Haishh... bartender 1 bisa terkena serangan jantung jika melihat itu terus.

Sayangnya, ia terpaksa menerima pekerjaan ini demi sang ibu. Ayahnya sudah tiada dan dirinya adalah anak tunggal. Jadi, bartender 1 merasa bertanggung jawab untuk menjadi tulang punggung keluarga dan mencari uang untuk ibunya.

“Siapa namamu?” tanya Aqilla mulai rileks.

“Reno Pratama, Nona!” jawab Reno tegas.

Aqilla tersenyum. “Saya suka orang yang tegas. Pertahankan! Mengerti?”

“Siap! Dimengerti, Nona!”

“Baiklah, berapa tagihan minumanku ini?”

Reno memberikan rincian pembelian minuman Aqilla dengan cermat walaupun hanya beberapa botol air biasa dan es batu. Ia akan berusaha menunjukkan kemampuannya dalam mengingat yang memang sangat baik sejak kecil. Aqilla sampai dibuat kagum.

“Ingatanmu sangat kuat, Reno. Kamu akan sangat berguna di pasukan nanti,” puji Aqilla tanpa segan.

“Terima kasih, Nona. Saya akan berusaha agar dapat berguna di pasukan Anda nanti.”

Aqilla mengangkat tangannya cepat—isyarat untuk berhenti. “Masih akan ada seleksi nanti. Saat ini, ada dua puluh orang yang akan mengikuti seleksi menjadi pasukan khusus di bawah pimpinan saya. Kamu akan mengikuti seleksi dahulu untuk bergabung menjadi pasukan saya. Saya hanya akan memilih 8 orang terbaik.”

“Terima kasih informasinya, Nona. Saya akan berusaha sebaik mungkin.” Reno membungkuk hormat.

Aqilla berdiri dari duduknya. Ia menepuk pundak Reno hingga lelaki itu terkejut.

Hebat! Kekuatan Nona Qaill sangat besar!

“Saya berharap bisa melihat kamu, Reno.” Aqilla tersenyum tipis.

Melihat hal tersebut, Reno seperti dibakar api semangat. Dia akan berusaha agar bisa masuk ke dalam pasukan khusus di bawah kepemimpinan Aqilla.

“Terima kasih, Nona Qaill.”

...👑👑👑...

Aqilla kembali ke ruang VIP. Di sana, Rayhan masih tertidur di sofa. Bedanya, posisi lelaki itu jadi meringkuk. Sontak Aqilla membekap mulutnya—berusaha menahan tawa.

Ternyata Presdir RH Group yang terkenal itu bisa ngiler juga, haha.

Aqilla menghampiri Rayhan. Tangannya terulur menepuk bahu lelaki yang tengah terjun ke dunia mimpi. “Tuan, bisa bangun sebentar? Saya akan antar Tuan kembali ke rumah.”

Tidak ada reaksi.

Aqilla menghela napas. “Kayaknya emang harus dipapah ke mobil.”

Aqilla berusaha mendudukkan tubuh Rayhan. Lanjut menariknya hingga berdiri dengan tumpuan tubuhnya sendiri. Lantas memapah Rayhan keluar dari ruang VIP.

“Kenapa tubuh Anda seperti gajah, sih, Tuan?” dumel Aqilla merasa keberatan.

Keduanya menerobos kerumunan lelaki dan perempuan yang tengah berlenggak-lenggok mengikuti irama lagu yang DJ bar mainkan. Aqilla merasa jijik pada setiap lelaki yang menatapnya dengan seringaian. Ingin menonjok mereka, tapi kedua tangannya sibuk.

Setelah perjuangan yang besar, Aqilla berhasil membuat Rayhan masuk ke dalam mobilnya. “Haahh... aku tua mendadak, nih. Punggungku sakit, ih.”

Menggeleng kuat, menolak perkataannya sendiri.

Aqilla masih mau muda. Jangan tua dulu.

Dia, kan, masih mau merasakan yang namanya menikah dan hidup bahagia.

...👑👑👑...

Di mansion keluarga Refalino...

“Saya tidak mau tahu, ya! Kalian semua telusuri setiap sudut kota ini dan temukan putraku!” perintah lelaki yang memiliki kisaran umur 35-45 tahun itu. Sayangnya, wajahnya masih terlihat tampan, hihi.

“Baik, Tuan!” sahut seluruh anggota.

Di belakang lelaki tadi, ada satu wanita dan satu gadis tengah saling menguatkan. Wanita itu khawatir pada keadaan putra sulungnya. Sedangkan si gadis berusaha menenangkan maminya itu.

Biar Ay perkenalkan. Lelaki yang memberi perintah barusan adalah Robert Van Refalino, kepala keluarga Refalino. Lalu wanita tadi merupakan istri Robert, Reva Putri Refalino. Dan, si gadis, putri bungsu Robert dan Reva, Jessica Refalino—panggilannya Jessie, oke?

Sementara Robert berseru memberi perintah kepada anak buahnya, Aqilla baru saja tiba di depan gerbang mansion Refalino.

Keluarga Refalino adalah keluarga yang paling disegani. Bahkan, ya, pemerintah di Indonesia saja menghormati keluarga tersebut. Jadi, Aqilla tahu letak mansion ini.

Tinggal cari di internet, kan.

“Itu rame-rame kenapa, ya? Masa iya bagi-bagi sembako?” gumam Aqilla bingung melihat kehebohan di luar mansion. Ia mengedikkan bahu tak acuh. “Bukan urusanku juga. Lagian, mana ada bagi-bagi sembako malem-malem.”

Aqilla turun dari mobil dan melangkah kecil ke depan gerbang. “Permisi!” serunya.

Suara Aqilla membuat semua pasang mata menoleh. Mereka terkejut melihat gadis cantik seperti Aqilla berdiri tengah malam di depan mansion Refalino.

“Permisi, maaf saya mengganggu. Saya ingin mengatakan kalau Tuan Muda Rayhan bersama saya.”

Bukan sambutan manis berupa kata terima kasih yang Aqilla terima. Melainkan todongan pistol dari semua anak buah Robert.

Deg!

Hei, hei, ada apa ini?

“Siapa yang menyuruhmu?” tanya Robert dingin.

Menyuruhku? Maksudnya apa?

Hei, ada apa di sini?!!

^^^To be continue...^^^

...👑👑👑...

Chapter 2 sudah meluncur, hehe. Ini masih chapter awal, jadi masih belum terlalu kelihatan seperti apa ceritanya nanti. Masih penuh misteri, wkwkwk.

See you di chapter selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Nony Suzana

Nony Suzana

Thor klu papa nya 45 tahun & Rayhan usia brp ?

2024-06-15

0

Icha Santana

Icha Santana

hati2 nnti ujungnya bawa petaka

2022-04-15

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 | Pertemuan
2 Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3 Chapter 3 | Penjelasan
4 Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5 Chapter 5 | Tentang Aqilla
6 Chapter 6 | Bertemu Lagi
7 Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8 Chapter 8 | Tertangkap
9 Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10 Chapter 10 | Pamit
11 Chapter 11 | Hamil?
12 Chapter 12 | Izin Hiatus
13 Chapter 13 | Welcome Twins J
14 Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15 Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16 Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17 Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18 Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19 Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20 Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21 Chapter 21 | Ingin Bertemu
22 Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23 Chapter 23 | Siap Bertemu
24 Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25 Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26 Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27 Chapter 27 | Dad vs Son
28 Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29 Chapter 29 | Belanja
30 Chapter 30 | Bertemu Jessie
31 Chapter 31 | Aunty Pulang!
32 Chapter 32 | Calon Menantu?!
33 Chapter 33 | Penyerangan
34 Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35 Chapter 35 | Makan Bersama
36 Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37 Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38 Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39 Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40 Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41 Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42 Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43 Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44 Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45 Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46 Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47 Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48 Chapter 48 | Ayo Menikah
49 Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50 Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51 Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52 Chapter 52 | Perpisahan
53 Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54 Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55 Chapter 55 | Hilang
56 Chapter 56 | Fathur?
57 Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58 Chapter 58 | Mommy Pulang!
59 Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60 Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61 Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62 Chapter 62 | Gadis Itu
63 Chapter 63 | Diculik
64 Chapter 64 | Aksi si Kembar
65 Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66 Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67 Chapter 67 | Tidak Ada?
68 Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69 Chapter 69 | Kapan Menikah?
70 Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71 Chapter 71 | Misi Penyergapan
72 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74 Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75 Chapter 74 | Aqilla Setuju
76 Chapter 75 | Pergi dan Datang
77 Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78 Chapter 77 | Takut Mommy
79 Chapter 78 | Melepas Rindu
80 Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81 Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82 Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83 Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84 Chapter 83 | Dibawa Pergi
85 Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86 Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87 Chapter 86 | Tekad Rayhan
88 Chapter 87 | Mansion Kenzie
89 Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90 Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91 Chapter 90 | Kebenaran
92 Chapter 91 | Kebenaran (2)
93 Chapter 92 | Kebenaran (3)
94 Chapter 93 | Baikan
95 Chapter 94 | Meminta Izin
96 Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97 Chapter 96 | Direstui
98 Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99 Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100 Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101 Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102 Chapter 101 | In the Seoul
103 Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104 Chapter 103 | Kembali Bersama
105 Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106 Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107 Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108 Bonus Chapter 1
109 Bonus Chapter 2
110 Bonus Chapter 3
111 Bonus Chapter 4
112 Bonus Chapter 5
113 Question??
114 Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 | Pertemuan
2
Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3
Chapter 3 | Penjelasan
4
Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5
Chapter 5 | Tentang Aqilla
6
Chapter 6 | Bertemu Lagi
7
Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8
Chapter 8 | Tertangkap
9
Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10
Chapter 10 | Pamit
11
Chapter 11 | Hamil?
12
Chapter 12 | Izin Hiatus
13
Chapter 13 | Welcome Twins J
14
Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15
Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16
Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17
Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18
Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19
Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20
Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21
Chapter 21 | Ingin Bertemu
22
Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23
Chapter 23 | Siap Bertemu
24
Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25
Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26
Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27
Chapter 27 | Dad vs Son
28
Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29
Chapter 29 | Belanja
30
Chapter 30 | Bertemu Jessie
31
Chapter 31 | Aunty Pulang!
32
Chapter 32 | Calon Menantu?!
33
Chapter 33 | Penyerangan
34
Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35
Chapter 35 | Makan Bersama
36
Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37
Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38
Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39
Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40
Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41
Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42
Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43
Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44
Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45
Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46
Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47
Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48
Chapter 48 | Ayo Menikah
49
Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50
Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51
Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52
Chapter 52 | Perpisahan
53
Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54
Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55
Chapter 55 | Hilang
56
Chapter 56 | Fathur?
57
Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58
Chapter 58 | Mommy Pulang!
59
Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60
Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61
Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62
Chapter 62 | Gadis Itu
63
Chapter 63 | Diculik
64
Chapter 64 | Aksi si Kembar
65
Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67
Chapter 67 | Tidak Ada?
68
Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69
Chapter 69 | Kapan Menikah?
70
Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71
Chapter 71 | Misi Penyergapan
72
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74
Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75
Chapter 74 | Aqilla Setuju
76
Chapter 75 | Pergi dan Datang
77
Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78
Chapter 77 | Takut Mommy
79
Chapter 78 | Melepas Rindu
80
Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81
Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82
Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83
Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84
Chapter 83 | Dibawa Pergi
85
Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86
Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87
Chapter 86 | Tekad Rayhan
88
Chapter 87 | Mansion Kenzie
89
Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90
Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91
Chapter 90 | Kebenaran
92
Chapter 91 | Kebenaran (2)
93
Chapter 92 | Kebenaran (3)
94
Chapter 93 | Baikan
95
Chapter 94 | Meminta Izin
96
Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97
Chapter 96 | Direstui
98
Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99
Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100
Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101
Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102
Chapter 101 | In the Seoul
103
Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104
Chapter 103 | Kembali Bersama
105
Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107
Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108
Bonus Chapter 1
109
Bonus Chapter 2
110
Bonus Chapter 3
111
Bonus Chapter 4
112
Bonus Chapter 5
113
Question??
114
Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!