Chapter 10 | Pamit

Pagi menyingsing. Mentari mulai menampakkan diri di ufuk timur, sinarnya menyelimuti bumi dengan kehangatan yang mendominasi. Memaksa setiap insan di hunian untuk segera bangun dan beraktivitas.

Sama seperti kedua sejoli ini.

Merasakan silaunya cahaya, mata Aqilla perlahan mengerjap-ngerjap. Ia terbangun dalam keadaan tubuh remuk redam.

“Aww... shh..” ringis Aqilla kesakitan.

Detik berikutnya, kedua mata gadis—salah! Kedua mata wanita itu terbuka lebar menyadari apa yang terjadi. Sontak Aqilla menarik selimut menutupi tubuh polosnya. Ia menoleh ke samping, menatap sosok lelaki yang tertidur pulas di sana.

Tubuh lelaki itu sama polosnya dengan dirinya.

Aarrgghh...! Jadi semalem itu beneran?! Bukan candaan, khayalan, atau gurauan semata?!!

Aqilla masih terus mengamati Rayhan di sebelahnya. Senyum tipisnya terukir tiba-tiba, sebelah tangannya terulur mengusap rambut Rayhan pelan.

“Kenapa aku nggak nyesel, ya?” gumam Aqilla.

Kenangan semalam terputar di kepala Aqilla. Bagaimana dia membalas ciuman Rayhan, pelukan, sentuhan, bahkan.. suara erangan itu—aaarrgghh! Aqilla pasti sudah gila!

Tak ingin berlama-lama, Aqilla bergegas turun dari ranjang dan memakai pakaiannya semula, mengabaikan segala rasa sakit di pusat tubuhnya. Bersih-bersihnya nanti saja. Selepas itu, ia menulis pesan untuk Rayhan di secarik kertas.

“Maaf, Tuan Muda.” Aqilla menatap Rayhan sekali lagi sebelum pergi.

“Hubungan kita hanya sampai di sini.”

Terima kasih...

...👑👑👑...

Pukul delapan pagi, Rayhan baru terbangun dari tidurnya. Efek kelelahan, ya, jadi begini, nih. Tiga menit duduk, Rayhan tampak mengedarkan pandangan ke segala arah.

“Aqilla?” panggilnya.

Tidak ada sahutan.

Dia di mana?

Rayhan keheranan. Ia menyibak selimut yang menutupi tubuh polosnya, berniat ingin turun dan mandi. Namun, atensinya terfokuskan pada bercak merah yang tertinggal di seprai ranjang. Senyum tipis lelaki itu terbit.

Dia milikku!

Rayhan mandi dalam tempo cepat, lalu mengenakan pakaiannya dengan kilat. Baru saja ia ingin keluar untuk mencari wanitanya, sepucuk kertas yang berada di dekat ponselnya membuat lelaki itu tertarik.

Rayhan mengambil kertas tersebut dan membacanya.

...••••••••••...

Selamat pagi, Tuan Muda..

Sudah bangun? Anda baik-baik saja, kan?

Saya harap, Anda baik-baik saja. Ngomong-ngomong, soal semalam, saya minta maaf. Karena terlalu marah kepada mantan kekasih saya, saya melampiaskan semuanya kepada Anda.

Tetapi, entah kenapa saya sendiri tidak merasa menyesal telah melakukan ini pertama kali dengan Anda. Alasannya kenapa, saya juga tidak tahu. Saya sedang berusaha menemukan jawabannya. Karena itu, saya ucapkan banyak terima kasih kepada Anda karena mau menemani saya semalam.

Saya senang bahwa laki-laki itu Anda, bukan orang lain, hehe:)

Dan, untuk pagi ini, maafkan saya karena pergi tanpa pamit. Sebenarnya, saya ingin berpamitan secara langsung dengan Anda. Tapi... Tuan Muda terlihat pulas sekali, jadi saya tidak tega membangunkan Anda.

Tuan Muda.. maafkan saya, tapi saya harap, setelah ini Tuan tidak mencari saya lagi. Saya pamit pergi, Tuan. Pergi jauh. Dan, mungkin.. tidak akan pernah kembali lagi.

Maaf, maaf, dan maaf karena membuat keputusan sepihak. Saya merasa bersalah karena meninggalkan Anda dalam keadaan seperti ini. Tapi.. saya punya alasan lebih besar kenapa saya harus pergi. Jika saya memilih untuk tetap bersama Anda, saya takut Anda akan terkena masalah.

Terima kasih dan maaf saya ucapkan. Terima kasih, Tuan Muda. Saya.. juga menyukai Anda.

^^^Dari Aqilla^^^

^^^Kekasih dadakan Anda:)^^^

...••••••••••...

Rayhan terduduk lemas usai membaca isi surat. Aqilla memilih untuk pergi karena suatu alasan. Padahal, pikir Rayhan, ia ingin bertanggung jawab atas kejadian semalam dan menikahi Aqilla—gadis yang selama ini membuatnya tertarik.

Huh! Rayhan menghela napas kasar. Dia menyambar jas miliknya dan berlari keluar hotel.

Aku akan mencarimu, Qill! Lihat saja!

...👑👑👑...

“Woi, Qill! Kamu ke mana aja, sih?!” pekik Ely melihat sahabatnya baru kembali pagi hari.

Aqilla terkekeh pelan. “Ada urusan,” katanya.

Ely mencibir. Setiap Aqilla ditanya, ia selalu menjawab hal yang sama. Tidak pernah mau berbagi.

“Mandi sana! Bentar lagi kita berangkat ke Kanada!” titah Ely seraya berjalan meninggalkan Aqilla ke dapur.

Aqilla tersenyum getir. Dia benar-benar akan meninggalkan Rayhan seperti ini? Tanpa berpamitan?

Tapi, kalau takdir Allah seperti ini, mau bagaimana lagi? Aqilla tidak mungkin menolak, kan?

Maafkanlah hamba, Ya Allah, atas semua kesalahan dan kekhilafan hamba.

Aqilla percaya, setiap kejadian yang dialami sudah ditentukan. Ia percaya, insiden semalam akan membawa hikmah tersendiri suatu hari nanti.

Aqilla selalu percaya itu...

...👑👑👑...

“Semoga sampai di tujuan dengan selamat, Nona Qaill.”

Aqilla mengangguk dengan raut wajah dingin, menguarkan aura ketegasan dalam dirinya. “Terima kasih, Jenderal.”

Saat ini, Aqilla dan Ely bersiap untuk kembali ke Kanada dengan penerbangan khusus yang disediakan oleh pihak TNI. Pesawat khusus lengkap dengan pilotnya siap mengantar kedua perempuan itu kembali ke tempat asal. Ditambah Lexi juga, jangan lupa.

Hukuman setimpal akan diberikan.

“Saya harap, saya bisa bertemu kembali dengan sosok hebat seperti Anda lagi di masa depan nanti,” pinta Jenderal penuh harap.

Aqilla mengangguk kecil dengan senyum tipis. Dia memberi kode kepada Ely agar membawa Lexi masuk ke dalam pesawat dahulu. Sementara ia berpamitan untuk terakhir kali kepada pasukan-pasukan yang ada.

Sebelum masuk ke dalam pesawat, Aqilla menyempatkan diri untuk menemui anggota pasukan pilihan yang berada dalam pimpinannya. Ia menepuk bahu Reno. “Saya percayakan pasukan ini kepadamu.”

Reno berdiri tegak dengan tangan ditaruh di dada kiri. “Saya siap melaksanakan tugas, Nona Qaill!”

Sebelumnya, Aqilla sudah memberikan tanggung jawab sebagai ketua pasukan kepada Reno. Dan, lelaki itu menyanggupi.

“Saya pamit. Terima kasih untuk semuanya.”

Dan, maaf karena meninggalkanmu.. Tuan Muda.

...👑👑👑...

“Apa?! Kamu melakukan ‘itu’ dengan Aqilla?!” pekik Reva terkejut. Robert, Jessie, dan Alvin yang ikut mendengar cerita Rayhan pun tak kalah kaget.

“Jangan bercanda, Ray. Papi nggak suka, ya,” peringat Robert tak main-main.

Rayhan menghela napas berat. “Ray tidak bohong, Pi, Mi. Itu benar-benar terjadi.. semalam.”

Robert memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Kenapa putranya ini malah menimbulkan masalah semacam ini? Kalau memang suka, ya perjuangkan. Bukan dengan cara seperti ini.

“Bagus dong!”

Reva dan Robert menoleh pada Jessie. Gadis muda itu terlihat senang dengan cerita kakaknya.

“Kakak cepat cari Kak Qilla, terus Kakak menikah sama dia! Jessie mau Kak Qilla jadi kakak iparnya Jessie,” seru Jessie semangat.

Reva yang mendengar itu menjadi berpikir ulang. Ada benarnya juga perkataan putrinya ini. “Benar juga. Kita lamar Aqilla jadi menantu Mami!”

Rayhan tersenyum kecil melihat keantusiasan keluarganya. Dia juga berharap yang sama. Sayangnya, semua itu tidak semudah bayangan mereka.

“Aqilla sudah pergi, Mi.”

“Apa?! Pergi?!!”

^^^To be continue...^^^

Terpopuler

Comments

Icha Santana

Icha Santana

dtunggu kisah kita nya selese dlu biar cerita ini gaspooolllll

2022-04-15

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 | Pertemuan
2 Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3 Chapter 3 | Penjelasan
4 Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5 Chapter 5 | Tentang Aqilla
6 Chapter 6 | Bertemu Lagi
7 Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8 Chapter 8 | Tertangkap
9 Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10 Chapter 10 | Pamit
11 Chapter 11 | Hamil?
12 Chapter 12 | Izin Hiatus
13 Chapter 13 | Welcome Twins J
14 Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15 Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16 Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17 Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18 Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19 Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20 Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21 Chapter 21 | Ingin Bertemu
22 Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23 Chapter 23 | Siap Bertemu
24 Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25 Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26 Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27 Chapter 27 | Dad vs Son
28 Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29 Chapter 29 | Belanja
30 Chapter 30 | Bertemu Jessie
31 Chapter 31 | Aunty Pulang!
32 Chapter 32 | Calon Menantu?!
33 Chapter 33 | Penyerangan
34 Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35 Chapter 35 | Makan Bersama
36 Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37 Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38 Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39 Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40 Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41 Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42 Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43 Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44 Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45 Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46 Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47 Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48 Chapter 48 | Ayo Menikah
49 Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50 Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51 Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52 Chapter 52 | Perpisahan
53 Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54 Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55 Chapter 55 | Hilang
56 Chapter 56 | Fathur?
57 Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58 Chapter 58 | Mommy Pulang!
59 Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60 Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61 Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62 Chapter 62 | Gadis Itu
63 Chapter 63 | Diculik
64 Chapter 64 | Aksi si Kembar
65 Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66 Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67 Chapter 67 | Tidak Ada?
68 Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69 Chapter 69 | Kapan Menikah?
70 Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71 Chapter 71 | Misi Penyergapan
72 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74 Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75 Chapter 74 | Aqilla Setuju
76 Chapter 75 | Pergi dan Datang
77 Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78 Chapter 77 | Takut Mommy
79 Chapter 78 | Melepas Rindu
80 Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81 Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82 Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83 Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84 Chapter 83 | Dibawa Pergi
85 Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86 Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87 Chapter 86 | Tekad Rayhan
88 Chapter 87 | Mansion Kenzie
89 Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90 Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91 Chapter 90 | Kebenaran
92 Chapter 91 | Kebenaran (2)
93 Chapter 92 | Kebenaran (3)
94 Chapter 93 | Baikan
95 Chapter 94 | Meminta Izin
96 Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97 Chapter 96 | Direstui
98 Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99 Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100 Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101 Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102 Chapter 101 | In the Seoul
103 Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104 Chapter 103 | Kembali Bersama
105 Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106 Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107 Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108 Bonus Chapter 1
109 Bonus Chapter 2
110 Bonus Chapter 3
111 Bonus Chapter 4
112 Bonus Chapter 5
113 Question??
114 Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 | Pertemuan
2
Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3
Chapter 3 | Penjelasan
4
Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5
Chapter 5 | Tentang Aqilla
6
Chapter 6 | Bertemu Lagi
7
Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8
Chapter 8 | Tertangkap
9
Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10
Chapter 10 | Pamit
11
Chapter 11 | Hamil?
12
Chapter 12 | Izin Hiatus
13
Chapter 13 | Welcome Twins J
14
Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15
Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16
Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17
Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18
Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19
Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20
Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21
Chapter 21 | Ingin Bertemu
22
Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23
Chapter 23 | Siap Bertemu
24
Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25
Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26
Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27
Chapter 27 | Dad vs Son
28
Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29
Chapter 29 | Belanja
30
Chapter 30 | Bertemu Jessie
31
Chapter 31 | Aunty Pulang!
32
Chapter 32 | Calon Menantu?!
33
Chapter 33 | Penyerangan
34
Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35
Chapter 35 | Makan Bersama
36
Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37
Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38
Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39
Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40
Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41
Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42
Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43
Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44
Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45
Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46
Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47
Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48
Chapter 48 | Ayo Menikah
49
Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50
Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51
Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52
Chapter 52 | Perpisahan
53
Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54
Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55
Chapter 55 | Hilang
56
Chapter 56 | Fathur?
57
Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58
Chapter 58 | Mommy Pulang!
59
Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60
Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61
Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62
Chapter 62 | Gadis Itu
63
Chapter 63 | Diculik
64
Chapter 64 | Aksi si Kembar
65
Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67
Chapter 67 | Tidak Ada?
68
Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69
Chapter 69 | Kapan Menikah?
70
Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71
Chapter 71 | Misi Penyergapan
72
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74
Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75
Chapter 74 | Aqilla Setuju
76
Chapter 75 | Pergi dan Datang
77
Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78
Chapter 77 | Takut Mommy
79
Chapter 78 | Melepas Rindu
80
Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81
Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82
Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83
Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84
Chapter 83 | Dibawa Pergi
85
Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86
Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87
Chapter 86 | Tekad Rayhan
88
Chapter 87 | Mansion Kenzie
89
Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90
Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91
Chapter 90 | Kebenaran
92
Chapter 91 | Kebenaran (2)
93
Chapter 92 | Kebenaran (3)
94
Chapter 93 | Baikan
95
Chapter 94 | Meminta Izin
96
Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97
Chapter 96 | Direstui
98
Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99
Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100
Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101
Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102
Chapter 101 | In the Seoul
103
Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104
Chapter 103 | Kembali Bersama
105
Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107
Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108
Bonus Chapter 1
109
Bonus Chapter 2
110
Bonus Chapter 3
111
Bonus Chapter 4
112
Bonus Chapter 5
113
Question??
114
Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!