“Mami, yang bawa Ray pulang siapa semalam?” tanya Rayhan sewaktu ia sampai di ruang makan.
“Sayang, duduk dulu, ya. Kepala kamu pasti sakit,” pinta Reva.
Rayhan menggeleng, menolak permintaan Reva. “Jawab dulu, Mi.”
“Aqilla, Sayang,” jawab Reva lembut.
Rayhan tersenyum lebar. “Terus dia di mana, Mi?”
“Dia udah pulang semalam.”
“Kok, dibiarin pulang, sih, Mi? Dia itu pacar Ray!”
“Hah?!” seru Robert, Reva, dan Jessie bersamaan. Mereka terkejut dengan penuturan Rayhan.
“Pacar kamu, Ray?” ulang Reva tak percaya.
Rayhan mengangguk. “Yap, pacar baru Ray,” jawab lelaki itu bangga. “Emangnya dia nggak bilang apa-apa, Mi?”
Reva menggeleng. “Nggak, Sayang. Setelah mastiin kamu baik-baik aja, Aqilla langsung pulang.”
Rayhan mengerucutkan bibirnya—pertanda bahwa ia kesal. Masa baru sehari berpacaran dia sudah ditinggalkan? Tidak lucu sekali. Aqilla jahat sekali, sih.
“ALVIN!” teriak Rayhan memanggil Alvin—asisten pribadi Rayhan di RH Group.
Merasa dipanggil namanya, Alvin maju mendekat. Lelaki itu sudah stand by di mansion keluarga Refalino sejak pukul enam pagi. “Iya, Tuan Muda?”
“Cari data diri Aqilla untukku. Aku ingin data itu secepat yang kau bisa, mengerti?” perintah Rayhan.
Alvin membungkuk sopan. “Baik, Tuan. Kalau begitu, saya permisi sebentar.”
Rayhan mengibas-ngibaskan tangannya. Alvin pun pergi dari sana untuk melaksanakan perintah tuan mudanya.
“Sebenarnya apa yang terjadi semalam, Ray?” tanya Reva penasaran.
Rayhan menghela napas panjang sebelum memulai ceritanya. Lantas dirinya ikut duduk, bergabung di meja makan. “Semalem, Ray pergi ke apartemen Chelsea buat ngajak jalan. Tapi, waktu Ray sampai di sana... ternyata Chelsea lagi ciuman sama laki-laki lain.”
“Pfftt.. hahahaha...” Tawa Jessie pecah. Rayhan langsung menatap Jessie kesal. Adik perempuannya itu memang menyebalkan. “Mampus! Udah dibilangin, kok, kalau Kak Chelsea itu cewek nggak bener. Eh, Kakak malah ngeyel.”
“Diem, deh, Dek. Malesin banget,” balas Rayhan bersungut-sungut.
Robert tertawa singkat. “Lalu?” tanyanya yang ikut penasaran dengan kelanjutan cerita putranya.
“Ray juga liat kalau Chelsea nyatain cinta sama lelaki itu, Pi,” lirih Rayhan sendu. Dia begitu tidak menyangka bahwa gadis yang selama ini ia cintai mengkhianatinya.
“Terus, Kak?” tuntut Jessie ingin tahu.
“Ray nggak terima dong. Ray keluar dari persembunyian, terus hampirin mereka.” Ray menjeda kalimatnya untuk menarik napas sebentar. “Ray putusin Chelsea saat itu juga dan pergi dari sana.”
“Ray pergi ke club buat nenangin diri. Di sana, Ray ‘minum’ banyak banget. Dan, waktu Ray mau bayar, ternyata Ray nggak bawa dompet! Ray diusir dari club, deh.”
“Hahahaha...” Tawa Reva dan Jessie pecah seketika. Mereka tidak menyangka bahwa Rayhan diusir dari sebuah tempat karena tidak membayar. Para bartender yang melakukan hal tersebut pasti tidak mengenal Rayhan dengan baik.
Robert yang sedari tadi mendengarkan pun ikut tertawa. Anaknya ini memang kadang ceroboh.
Rayhan mendengkus sebal. “Mau dilanjutin nggak, nih, ceritanya?” tanya lelaki itu dengan nada ketus.
Reva mengangguk-angguk. “Lanjut, Sayang.”
“Ray diusir paksa dari club sampai didorong keluar. Saat itu Ray ketemu sama Aqilla. Dia dateng terus bantuin Ray. Aqilla juga sempat temenin Ray dan bayarin semua tagihan ‘minuman’ Ray.”
Reva mengangguk mengerti seraya tersenyum penuh arti. “Dia gadis yang baik ternyata,” katanya.
“Terus, kok, Kak Ray nyebut Kak Aqilla pacar Kakak, sih?” tanya Jessie kepo.
“Aqilla sempat nemenin Ray di sana, Dek. Kak Ray ceritain semua masalah ke dia. Terus dia bilang sesuatu sama Ray yang sampai saat ini Ray masih ingat sekali kalimatnya,” tutur Ray melanjutkan.
“Apa? Aqilla bilang apa?” tanya Reva.
Rayhan berdeham. “Gadis itu yang bodoh karena meninggalkan Tuan yang sangat mencintainya. Jadi, Tuan lupakan saja gadis bodoh itu. Tuan bisa mencari gadis yang lebih pintar, kan?” ucap Rayhan mengulangi perkataan Aqilla sama persis lengkap dengan meniru nada dan gaya bicara Aqilla.
“NAH, ITU TUH BENER!” seru Robert, Reva, dan Jessie berbarengan. Rayhan tersentak kaget melihat kekompakan keluarganya.
“Lupain aja, Kak, gadis kayak Kak Chelsea. Kak Ray, kan, bisa cari yang lebih pintar,” kata Jessie yang diangguki oleh Robert dan Reva.
Rayhan mengerucutkan bibirnya. “Iya, iya, Kakak tahu.”
“Habis itu, Kak Ray?”
“Ya, karena Aqilla minta Kakak cari gadis yang pintar, Kakak langsung minta Aqilla buat jadi pacar Kakak dong. Menurut Kakak, dia pintar,” jawab Rayhan sekaligus mengakhiri ceritanya.
Robert tersenyum tipis. “Ya, menurut Papi juga.”
“Ish, tahu gitu, Mami bakalan minta Aqilla untuk menginap di sini.” Reva berdecak sebal.
“Ekhm, permisi, Tuan, Nyonya, Nona.”
Rayhan, Robert, Reva, dan Jessie menoleh ke sumber suara. Alvin datang dengan berkas biru muda di tangannya.
“Tuan Muda, ini data diri Nona Aqilla yang berhasil saya dapatkan saat ini.” Alvin menyerahkan berkas yang dibawa kepada Rayhan.
Rayhan menerima berkas tersebut. Lantas dibuka dan dibaca dengan saksama.
..._____________________...
Nama: Alzena Aqilla Jonesa
Umur: 21 tahun
Pekerjaan: anggota Kepolisian Nasional Indonesia
Status: belum menikah
Keluarga: tidak ada
Alamat: tidak diketahui
..._____________________...
Rayhan hanya membaca data yang menurutnya penting. Seulas senyum terbit di bibirnya. Apalagi ketika matanya menangkap foto Aqilla yang ikut hadir di dalam berkas.
Cantik sekali.
“Ciee... Kak Ray jatuh cinta lagi, nih, ye,” ledek Jessie dengan alis naik-turun.
Rayhan hanya mengedikkan bahu. Ia menoleh ke arah Alvin dengan raut datar. “Kenapa alamat rumahnya tidak diketahui?” tanyanya.
“Maaf, Tuan Muda. Berdasarkan informasi yang saya dapat, Nona Aqilla tidak menetap di satu tempat yang pasti. Nona Aqilla berpindah-pindah tempat tinggal karena tuntutan pekerjaannya,” terang Alvin sejujur-jujurnya sesuai informasi yang didapat.
“Hm? Memangnya Aqilla bekerja apa?” tanya Robert yang belum tahu perihal pekerjaan Aqilla.
“Nona Aqilla adalah anggota kepolisian di negara ini, Tuan Besar. Bahkan, Nona Aqilla sangat sering mendapat penghargaan dari pemerintah atas kinerjanya,” papar Alvin.
Reva berdecak kagum. “Dia sangat hebat. Pantas saja semalam Aqilla tidak terlihat takut ketika berhadapan dengan anggota The Refyls.”
Robert mengangguk setuju. Ya, gadis itu sangat hebat.
“Lalu keluarganya?” tanya Rayhan.
“Saya kurang tahu, Tuan Muda. Tetapi, Nona Aqilla tinggal di panti asuhan sejak kecil. Kemungkinan Nona Aqilla merupakan anak yatim piatu,” jawab Alvin dengan sopan.
“Ya ampun, kasihan sekali Kak Qilla,” lirih Jessie. “Dia hebat sekali, ya, Mi, Pi. Berarti Kak Qilla berjuang sendirian untuk menjadi polisi tanpa bantuan orang lain.”
“Iya, hebat sekali,” sahut Reva dengan senyumnya.
Rayhan ikut tersenyum. Maniknya terus memandangi wajah Aqilla yang ada di berkas.
Kamu sangat hebat, Pacar baruku. Kapan kita akan bertemu lagi, hm?
Sepertinya, aku benar-benar tertarik dengan sosok hebat seperti dirimu.
^^^To be continue...^^^
...👑👑👑...
Mari kita pertemukan mereka, ya, guys?
Masa iya baru pacaran udah ditinggalin tuh si Rayhan? Kasihan, kan.
See you di chapter selanjutnya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Joveni
yg ngebet si reyhan ternyata...🤣🤣🤣
2022-11-07
1