“Duh, Qilla, kamu jangan banyak gerak gini dong. Aku ngeri liatnya,” tutur Ely ngilu yang dibalas tawa renyah dari Aqilla.
Bukan apa-apa, ya, ini masalahnya si Aqilla ini mau melahirkan, lho. Itu perut yang isinya dua bocah udah kayak mau meletus aja. Ngerinya.. naudzubillah.
Katanya, sih, dia sedang membantu memperlancar persalinan dengan banyak berjalan di masa kontraksi seperti ini. Biar jalan lahirnya lebih cepat terbuka.
“El, kita ke rumah sakit sekarang aja, yuk. Tolong siapin mobil, ya,” pinta Aqilla. Sesekali wanita itu meringis menahan nyeri ketika kontraksi semakin terasa. Sepertinya, bayi di dalam kandungannya ini sudah tidak sabar melihat wajah cantik ibunya, hehe.
Cih, narsisnya nggak ketulungan ini mah. Maklumi saja.
Ely tidak menjawab, tapi langsung ngacir keluar rumah usai menyambar kunci mobil. Sementara Aqilla masuk ke kamar untuk mengambil tas berisikan perlengkapan bayinya. Sesekali tangannya mengusap lembut perutnya yang buncit.
Sebentar lagi kalian akan lahir, Sayang..
Kita akan segera bertemu..
...👑👑👑...
“Qill?”
“Em?”
“Gimana rasanya melahirkan?” tanya Ely penasaran.
Aqilla yang baru sadar berusaha mengulas senyum dengan sisa tenaganya. Bayi dalam kandungannya sudah lahir dengan selamat tanpa kekurangan apa pun sekitar satu jam yang lalu. Sekarang wanita itu sudah merasakan bagaimana menjadi wanita yang hampir sempurna.
Hanya kurang satu saja. Menikah. Aqilla kita, kan, belum menikah.
“Sakit, tapi bahagia,” jawab Aqilla pelan dengan sepenuh hati. Sebelumnya, kontraksi yang dirasa memang begitu menyakitkan, udah kayak jiwa dan tubuhnya dipaksa terpisah. Namun, setelah suara tangis sang anak bergema, rasa nyeri yang menyengat seolah terbang tak bersisa.
Buat kalian yang sudah menikah dan punya anak pasti mengerti perasaan Aqilla, kan? Pokoknya, ya, begitulah. Tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.
Aqilla sangat bersyukur anak-anaknya lahir dengan baik—walaupun tanpa kehadiran sang ayah maupun suami.
Ely menanggapi jawaban Aqilla dengan senyum. Ia mengerti kalau saat ini sahabatnya sedang dalam momen mengharukan.
Ceklekk..
“Excuse me,” ucap suster yang datang sembari mendorong dua box kaca. “This is your baby, Miss. They are beautiful and handsome.”
Dibantu oleh Ely, Aqilla berusaha untuk duduk bersandar dengan lapisan bantal yang tinggi. Ia meminta sang suster membawa bayinya lebih dekat, ingin melihat mereka lebih jelas. Dan, ketika paras sang anak terekam oleh mata Aqilla, wanita itu menangis haru.
Di umurnya yang baru menginjak angka 21 (hampir 22 sekitar bulan depan nanti), Aqilla sudah merasakan bagaimana menjadi seorang ibu. Apalagi ketika ia menggendong si sulung yang dengan tenangnya tetap memejamkan mata, membuat hati Aqilla terenyuh.
“Ini Mommy, Sayang,” bisik Aqilla tepat di telinga putranya.
Bayi tampan itu menggeliat pelan. Lanjut mengukir senyum menggemaskan tanpa membuka mata sama sekali. Momen indah yang sukses Ely rekam dengan ponsel Aqilla ini benar-benar memancing air mata kebahagiaan. Ah, hebat sekali pokoknya.
“Udah kembar, ganteng sama cantik pula. Mukanya mirip—” Sontak kalimat Ely terhenti. Paras kedua anak Aqilla seperti duplikat paras sang daddy yang jauh di sana. Ia takut suasana bahagia ini seketika hancur jika ia menyebut nama—
“Mirip Tuan Muda Rayhan,” lirih Aqilla dengan senyum tipisnya.
Ely tersenyum saja. Ia beralih merekam putri Aqilla yang masih berada di box kaca. Agak kasihan karena bayi cantik itu harus menanti giliran untuk merasakan pelukan sang mommy. “Eh, Qill, yang cewek udah bangun, nih. Warna matanya sama kayak punya kamu!” pekik Aqilla heboh.
“Oh, ya?” Aqilla menaruh balik putranya di box kaca, lanjut menggendong putrinya yang sudah bangun. Bola matanya sama seperti dirinya. “Ululu.. gemesin banget, sih, anak Mommy.”
Bicara soal bola mata, Aqilla terlahir dengan warna iris yang cukup langka. Sayangnya, ia selalu menutupi kelebihannya itu dengan menggunakan lensa kontak hitam agar sama seperti orang Asia pada umumnya. Namun, ketika hamil, ia memutuskan untuk melepas lensanya dan membiarkan warna asli matanya terekspos ke dunia luar.
Warna bola mata Aqilla itu violet, ungu gitu, lho. Unik, cantik, dan jernih.
Dan, itu menurun pada putri Aqilla yang memiliki bentuk mata bulat yang menggemaskan.
“Keren gila! Lucu banget matanya,” gemas Ely. Dia suka sekali bola mata putri Aqilla yang begitu terang, tanpa dosa yang terpancar. Bayi baru lahir emang masih suci, kan?
“Btw, namanya siapa, nih, Qill?”
Aqila tidak langsung menjawab. Ia berusaha berdiri dan menaruh bayinya ulang di box kaca.
“Qill, kamu masih belum pulih. Duduk dulu,” pinta Ely khawatir.
Aqilka menyunggingkan senyum, menunjukkan bahwa ia baik-baik saja. Jadi, Ely cuma bisa pasrah dan membantu sahabatnya dengan mendekatkan tiang infus. “Tolong berdiri di situ, El,” kata Aqilla menunjuk posisi di antara dua box bayi.
“Hah? Ngapain?”
“Berdiri aja dulu, elah.”
Ely menghembuskan napas pasrah. Ia berdiri berhadapan dengan Aqilla yang juga berada di tengah-tengah box bayi. “Terus aku ngapain?”
“Tutup telinga kiri mereka, ya.”
“He?”
“Cepetan, ih!” kesal Aqilla.
Ely menurut lagi. Ia menutup telinga kiri kedua bayi dengan tangannya. Aqilla pun sedikit membungkuk dan menarik napas perlahan.
“Allahu akbar, allahu akbar...”
Ely terdiam seribu bahasa. Suara merdu Aqilla ketika sedang mengumandangkan adzan benar-benar menggetarkan hatinya. Bahkan, kedua bayi itu langsung membuka mata dan menatap lekat-lekat Aqilla, seolah sedang berusaha mengenali suara mommy mereka.
Lima menit penuh penghayatan, Aqilla selesai mengumandangkan adzan. Ia mengusap kedua pipi anaknya bersamaan, lanjut berkata dengan lantang,
“Hari ini, kalian lahir dengan sejuta harapan. Kalian yang akan jadi sumber kekuatan Mommy, kalian juga akan menjadi cahaya Mommy. Dan, hari ini, Mommy memberi kalian nama...”
“Jovanka Revalino Jonesa untuk putra Mommy. Dan, Jovinka Revalina Jonesa untuk putri Mommy.”
Detik itu juga, tangisan kedua bayi menggema. Mereka menyambut nama yang mommy mereka berikan dengan suara lantang yang menunjukkan persetujuan.
Selamat datang di dunia, Jovan, Jovin..
...👑👑👑...
Satu tahun kemudian...
“Jovin! Jangan main-main sama pistol Mommy, ya,” peringat Aqilla geram.
Bukannya takut, Jovin malah tertawa. Ia merangkak menjauhi mommy-nya yang mengejar sambil membawa pistol di genggaman. Untungnya, sih, pistol itu tidak ada pelurunya.
Sementara Aqilla sibuk mengejar Jovin yang merangkak dengan kecepatan super, Jovan berulah dengan memainkan ponsel Aqilla. Ia melempar ponsel itu ke dinding hingga—
“Jovan! Ponsel Mommy pecah lagi! Astaghfirullah...”
Aqilla duduk dengan lesu di lantai. Kenapa kedua anaknya berubah jadi iblis kecil begini?
Ya Allah, hamba tidak kuat!
Belum selesai dengan ponsel, Jovan merangkak mendekati mainan mobilnya dan melemparnya ke arah Aqilla.
Buk!
“Aw..” Aqilla meringis merasakan hantaman di lengannya. “Jovan,” geramnya.
Jovan tertawa girang. Lalu merangkak menjauh, menghampiri Jovin yang sedang berjalan pelan sambil membawa pistol.
Tanpa diduga, pistol itu dijatuhkan ke lantai dan diinjak dengan sengaja oleh Jovin.
Krakk!
Aqilla melotot melihat pistolnya pecah. “JOVINKA!! ITU PISTOL KESAYANGAN MOMMY!”
Jangan ditanya Ely di mana. Gadis itu sudah kabur duluan karena tidak mau berurusan dengan dua iblis nakal ini.
Apa salah saya sampai punya anak seperti ini, Ya Allah??
^^^To be continue...^^^
...👑👑👑...
Hai, kita udah ketemu sama si kembar, nih. Jovanka dan Jovinka siap menghibur kalian dengan kocaknya tingkah mereka.
Tenang aja, Ay akan berusaha ngebuat cerita ini berbeda dari cerita kembar genius lainnya. Ay suka banget, lho, baca cerita kembar genius beginian.
Kalian punya rekomendasi? Tulis di kolom komentar coba.
Cuma.. kadang Ay kurang puas sama tulisan orang. Jadi, Ay memutuskan untuk menulis genre yang sama, tapi versi Ay sendiri. Ini murni dari otak Ay, oke.
See you di chapter selanjutnya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Norfadilah
Bahagianya...😃😍😍
2023-06-26
1
Tua Jemima
ini salh thor biadax kalau hmil diluar nikah dapat sangsi diberhwtikn gk noleh dinas lgi piye toh iki
2023-02-17
0
Joveni
pertemukan mereka ma bapaknya donk... biar bpknya tau ulah si twins...
2022-11-13
1