Halo, halo, halo!
Ay comeback! “Kisah Kita” udah tamat, waktunya cerita ini meluncur, hehe.
Ditunggu, ya, Ay update. Tapi, jangan terlalu berharap. Soalnya, Ay sedang PAT (Penilaian Akhir Tahun) di sekolah. Jadi, ya, sibuk, deh, wkwkwk..
...Happy reading:)...
.......
.......
.......
Tiga bulan kemudian...
Sejak pagi, Aqilla dibuat uring-uringan hanya karena masalah pakaian. Bibirnya terus mengomel tanpa henti, padahal lawan bicaranya adalah benda mati.
Tahu tidak masalahnya apa?
Aqilla kesal karena semua pakaiannya mengecil, tidak muat dipakai. Saking kesalnya, baju-baju tak bersalah itu dibanting ke lantai. Beberapa sudah kena pijak oleh Aqilla sendiri.
Ely yang sempat melihat tingkah Aqilla cuma bisa geleng-geleng, takjub dengan tingkah sahabatnya ini. Ingin ditegur, tapi bumil. Kesannya nggak tega gitu, deh.
Emosi Aqilla saat ini, kan, dipengaruhi oleh hormon kehamilannya juga. Jadi, Ely cuma bisa memaklumi tanpa bisa protes.
Tiga bulan sudah kandungan Aqilla sekarang, namun perutnya sudah membuncit lumayan besar. Jangan ditanya kenapa, wanita itu saja sebenarnya terkejut ketika dokter mengatakan ada dua janin yang berkembang di rahimnya. Yap, Aqilla punya anak kembar.
Tapi, mengingat apa yang sudah ia alami, mungkin itu masuk akal juga.
Pada akhirnya, Aqilla mengenakan dress biru elegan dengan panjang selutut. Tidak apa, deh, daripada tidak pakai pakaian. Tapi, sepertinya dia butuh stok pakaian longgar lagi, deh.
“Mau ke mana, Qill?” tanya Ely yang melihat Aqilla sudah rapi. Jangan lupakan perut buncit wanita itu yang terlihat sangat lucu di mata Ely. Pengen ketawa, tapi takut kena omel.
“Ke markas,” jawab Aqilla seadanya.
“Mau aku temani?”
“Nggak perlu, cuma sebentar.”
“Oh, oke. Hati-hati di jalan. Dijaga yang bener ponakan aku!”
Aqilla memutar bola matanya malas. “Iya, Bawel!”
...🔫🗡️🔫...
Aqilla tiba di markas, tempat ia bekerja. Jika kalian berpikir kalau Aqilla bekerja di kelompok mafia, penjahat, atau kelompok aneh lainnya, maka kalian salah.
Aqilla bekerja sebagai anggota IAF.
IAF merupakan singkatan dari International Agency Federation adalah perkumpulan para agen resmi yang anggotanya berasal dari seluruh dunia. Markas pusatnya berkedudukan di Calgary, Kanada. Hebat, kan? Iya dong.
Seluruh anggota yang tergabung ke dalam IAF telah melewati seleksi ketat yang terbilang ekstrim. Mereka merupakan orang-orang pilihan dari negara masing-masing yang bertugas menjaga keamanan dunia. Jangan ditanya bagaimana kemampuan mereka, hebat dan menakjubkan.
Dan, Aqilla menjadi salah satu dari orang-orang hebat itu.
Itulah alasannya Aqilla diminta untuk menangkap Lexi, buronan asal Inggris yang kabur ke Indonesia.
Cara kerja IAF itu semacam ini.
Pihak Inggris akan melapor mengenai penjahat yang ingin ditangkap. Dan, pihak IAF akan menerima laporan itu. Setelahnya, laporan akan dianalisis untuk diberi predikat misi.
Ada beberapa predikat. Diurutkan dari level kesulitan, yang paling tinggi adalah misi S, misi A, misi B, dan misi C. Setiap misi akan dipilih 2-3 orang anggota IAF untuk menyelesaikannya.
Untuk kasus Lexi kemarin merupakan misi tingkat B.
Selain predikat misi, ada tingkatan anggota pula.
...Level pertama: Junior...
Biasanya diisi oleh para anggota IAF yang baru tergabung dan pengalamannya baru sedikit.
...Level kedua: Senior...
Satu tingkatan di atas Junior. Tentu jika dibandingkan dengan Junior, Senior lebih hebat kemampuan dan skill-nya.
...Level ketiga: Pro...
Ini merupakan level tertinggi sebenarnya. Sayangnya, beberapa tahun terakhir terjadi sedikit perubahan dalam sistem IAF.
Ada orang-orang yang kemampuannya melebihi ketiga level di atas sehingga tercetuslah satu level tambahan yang isinya hanya lima orang saja.
...Level tertinggi: High-Pro...
And, yeah. Aqilla merupakan salah seorang dari lima orang terhebat di level High-Pro. Lalu, kalau dia yang paling hebat, kenapa dapat misi B?
Salahkan Ely kalau itu. Ely juga anggota IAF, hanya saja baru bisa menduduki bangku level Senior. Dan, gadis itu sedang berusaha menaikkan levelnya hingga Pro.
Ingin masuk ke level High-Pro? Mimpi saja, deh, si Ely itu.
Oke, back to story.
Aqilla berjalan memasuki markas dengan langkah santai. Semua orang yang melihatnya terkagum-kagum. Karena ini pertama kalinya bagi mereka melihat Aqilla bertingkah feminim.
Soalnya, biasanya tuh cewek bar-barnya naudzubillah..
“Aqilla? You’re here?” tanya Tuan Ronald, ketua tertinggi yang bertugas di markas pusat, bos Aqilla pula. “And.. your clothes look...” Tuan Ronald mengamati Aqilla dari atas sampai bawah.
Terlalu cantik memang.
“Sir, there’s something I want to talk to you about,” kata Aqilla.
“About what?”
“Can we talk somewhere else, Sir?” Aqilla mengedarkan pandangannya ke sekeliling, semua orang yang kebetulan ada di sana memandangnya. “I just want to talk alone.”
Tuan Ronald mengangguk. “All right, come on.”
...👑👑👑...
“What? So you’re pregnant?” ulang Tuan Ronald terkejut. Pasalnya ia baru sadar soal perut Aqilla yang sedikit membuncit.
Wanita yang berada di hadapan Tuan Ronald itu mengangguk, membenarkan. “Because of that, I won’t be able to take on the mission for the next few months.”
Tuan Ronald menghela napas berat. Kehilangan Aqilla sementara waktu sepertinya akan sedikit-banyak mempengaruhi kinerja para anggota IAF. Pasalnya, wanita itu merupakan anggota andalan.
Tapi, alasan Aqilla terlalu logis untuk bisa ditolak. Dia sedang hamil, mana mungkin bisa melakukan misi yang berbahaya. Yang ada, nyawa Aqilla dan janinnya akan dalam bahaya.
Karena jujur, apa pun predikat misinya, nyawa akan selalu jadi taruhan. Itulah mengapa para anggota IAF mendapat gaji yang besar, sepadan dengan taruhan yang mereka beri untuk mengabdikan diri.
“Alright, I understand your reasoning. You may be on hiatus for a while, Qill,” balas Tuan Ronald pasrah. “We will miss you very much later.”
Aqilla tersenyum tipis. “It’s only temporary, Sir. I won’t be on hiatus forever.”
“Yes, I know it.”
Setelah sedikit berbasa-basi, Aqilla pamit undur diri. Dia masih punya sesuatu untuk dilakukan setelah ini.
Hah.. syukurlah. Satu beban, selesai. Sekarang pergi shopping!
...👑👑👑...
“Assalamualaikum!” teriak Aqilla sembari memasuki rumah.
Ely datang dengan tergopoh-gopoh. Dia menatap Aqilla tajam. “Kamu ke mana aja, sih, Qill? Katanya cuma ke markas sebentar, kok, sampe malem—eh?” Terkejut. Dia memandang barang-barang yang Aqilla bawa dengan tatapan tak percaya.
“Kamu belanja banyak banget,” heboh Ely.
Aqilla nyengir. “Yap, ini buat si twins.”
Ely berdecak. “Harusnya tadi aku ikut,” dumelnya.
“Iya, iya, maaf. Udah, bantuin dekor kamar si twins yuk.”
“Hayuk!”
^^^To be continue...^^^
...👑👑👑...
Hai, gimana chapter kali ini?
Semoga suka, ya.
Btw, gimana cover sama judul barunya? Ay suka tahu😁
Kalo menurut kalian gimana? Kasih Ay pendapat dong?
See you di chapter selanjutnya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Norfadilah
Karyabya luar biasa Thor kayak nonton film.sukses selalu Thor...🤲🤲👍👍..
2023-06-26
1
Tua Jemima
setau saya kebtulsn orang tua sya TNI kalsu hmil diluar niksh dapat sangsi ini pembodohan masak tetp dinas
2023-02-17
0
Joveni
gak jadi ketemu ayahnya twins ya... kasihan donk
2022-11-13
1