Chapter 12 | Izin Hiatus

Halo, halo, halo!

Ay comeback! “Kisah Kita” udah tamat, waktunya cerita ini meluncur, hehe.

Ditunggu, ya, Ay update. Tapi, jangan terlalu berharap. Soalnya, Ay sedang PAT (Penilaian Akhir Tahun) di sekolah. Jadi, ya, sibuk, deh, wkwkwk..

...Happy reading:)...

.......

.......

.......

Tiga bulan kemudian...

Sejak pagi, Aqilla dibuat uring-uringan hanya karena masalah pakaian. Bibirnya terus mengomel tanpa henti, padahal lawan bicaranya adalah benda mati.

Tahu tidak masalahnya apa?

Aqilla kesal karena semua pakaiannya mengecil, tidak muat dipakai. Saking kesalnya, baju-baju tak bersalah itu dibanting ke lantai. Beberapa sudah kena pijak oleh Aqilla sendiri.

Ely yang sempat melihat tingkah Aqilla cuma bisa geleng-geleng, takjub dengan tingkah sahabatnya ini. Ingin ditegur, tapi bumil. Kesannya nggak tega gitu, deh.

Emosi Aqilla saat ini, kan, dipengaruhi oleh hormon kehamilannya juga. Jadi, Ely cuma bisa memaklumi tanpa bisa protes.

Tiga bulan sudah kandungan Aqilla sekarang, namun perutnya sudah membuncit lumayan besar. Jangan ditanya kenapa, wanita itu saja sebenarnya terkejut ketika dokter mengatakan ada dua janin yang berkembang di rahimnya. Yap, Aqilla punya anak kembar.

Tapi, mengingat apa yang sudah ia alami, mungkin itu masuk akal juga.

Pada akhirnya, Aqilla mengenakan dress biru elegan dengan panjang selutut. Tidak apa, deh, daripada tidak pakai pakaian. Tapi, sepertinya dia butuh stok pakaian longgar lagi, deh.

“Mau ke mana, Qill?” tanya Ely yang melihat Aqilla sudah rapi. Jangan lupakan perut buncit wanita itu yang terlihat sangat lucu di mata Ely. Pengen ketawa, tapi takut kena omel.

“Ke markas,” jawab Aqilla seadanya.

“Mau aku temani?”

“Nggak perlu, cuma sebentar.”

“Oh, oke. Hati-hati di jalan. Dijaga yang bener ponakan aku!”

Aqilla memutar bola matanya malas. “Iya, Bawel!”

...🔫🗡️🔫...

Aqilla tiba di markas, tempat ia bekerja. Jika kalian berpikir kalau Aqilla bekerja di kelompok mafia, penjahat, atau kelompok aneh lainnya, maka kalian salah.

Aqilla bekerja sebagai anggota IAF.

IAF merupakan singkatan dari International Agency Federation adalah perkumpulan para agen resmi yang anggotanya berasal dari seluruh dunia. Markas pusatnya berkedudukan di Calgary, Kanada. Hebat, kan? Iya dong.

Seluruh anggota yang tergabung ke dalam IAF telah melewati seleksi ketat yang terbilang ekstrim. Mereka merupakan orang-orang pilihan dari negara masing-masing yang bertugas menjaga keamanan dunia. Jangan ditanya bagaimana kemampuan mereka, hebat dan menakjubkan.

Dan, Aqilla menjadi salah satu dari orang-orang hebat itu.

Itulah alasannya Aqilla diminta untuk menangkap Lexi, buronan asal Inggris yang kabur ke Indonesia.

Cara kerja IAF itu semacam ini.

Pihak Inggris akan melapor mengenai penjahat yang ingin ditangkap. Dan, pihak IAF akan menerima laporan itu. Setelahnya, laporan akan dianalisis untuk diberi predikat misi.

Ada beberapa predikat. Diurutkan dari level kesulitan, yang paling tinggi adalah misi S, misi A, misi B, dan misi C. Setiap misi akan dipilih 2-3 orang anggota IAF untuk menyelesaikannya.

Untuk kasus Lexi kemarin merupakan misi tingkat B.

Selain predikat misi, ada tingkatan anggota pula.

...Level pertama: Junior...

Biasanya diisi oleh para anggota IAF yang baru tergabung dan pengalamannya baru sedikit.

...Level kedua: Senior...

Satu tingkatan di atas Junior. Tentu jika dibandingkan dengan Junior, Senior lebih hebat kemampuan dan skill-nya.

...Level ketiga: Pro...

Ini merupakan level tertinggi sebenarnya. Sayangnya, beberapa tahun terakhir terjadi sedikit perubahan dalam sistem IAF.

Ada orang-orang yang kemampuannya melebihi ketiga level di atas sehingga tercetuslah satu level tambahan yang isinya hanya lima orang saja.

...Level tertinggi: High-Pro...

And, yeah. Aqilla merupakan salah seorang dari lima orang terhebat di level High-Pro. Lalu, kalau dia yang paling hebat, kenapa dapat misi B?

Salahkan Ely kalau itu. Ely juga anggota IAF, hanya saja baru bisa menduduki bangku level Senior. Dan, gadis itu sedang berusaha menaikkan levelnya hingga Pro.

Ingin masuk ke level High-Pro? Mimpi saja, deh, si Ely itu.

Oke, back to story.

Aqilla berjalan memasuki markas dengan langkah santai. Semua orang yang melihatnya terkagum-kagum. Karena ini pertama kalinya bagi mereka melihat Aqilla bertingkah feminim.

Soalnya, biasanya tuh cewek bar-barnya naudzubillah..

“Aqilla? You’re here?” tanya Tuan Ronald, ketua tertinggi yang bertugas di markas pusat, bos Aqilla pula. “And.. your clothes look...” Tuan Ronald mengamati Aqilla dari atas sampai bawah.

Terlalu cantik memang.

“Sir, there’s something I want to talk to you about,” kata Aqilla.

“About what?”

“Can we talk somewhere else, Sir?” Aqilla mengedarkan pandangannya ke sekeliling, semua orang yang kebetulan ada di sana memandangnya. “I just want to talk alone.”

Tuan Ronald mengangguk. “All right, come on.”

...👑👑👑...

“What? So you’re pregnant?” ulang Tuan Ronald terkejut. Pasalnya ia baru sadar soal perut Aqilla yang sedikit membuncit.

Wanita yang berada di hadapan Tuan Ronald itu mengangguk, membenarkan. “Because of that, I won’t be able to take on the mission for the next few months.”

Tuan Ronald menghela napas berat. Kehilangan Aqilla sementara waktu sepertinya akan sedikit-banyak mempengaruhi kinerja para anggota IAF. Pasalnya, wanita itu merupakan anggota andalan.

Tapi, alasan Aqilla terlalu logis untuk bisa ditolak. Dia sedang hamil, mana mungkin bisa melakukan misi yang berbahaya. Yang ada, nyawa Aqilla dan janinnya akan dalam bahaya.

Karena jujur, apa pun predikat misinya, nyawa akan selalu jadi taruhan. Itulah mengapa para anggota IAF mendapat gaji yang besar, sepadan dengan taruhan yang mereka beri untuk mengabdikan diri.

“Alright, I understand your reasoning. You may be on hiatus for a while, Qill,” balas Tuan Ronald pasrah. “We will miss you very much later.”

Aqilla tersenyum tipis. “It’s only temporary, Sir. I won’t be on hiatus forever.”

“Yes, I know it.”

Setelah sedikit berbasa-basi, Aqilla pamit undur diri. Dia masih punya sesuatu untuk dilakukan setelah ini.

Hah.. syukurlah. Satu beban, selesai. Sekarang pergi shopping!

...👑👑👑...

“Assalamualaikum!” teriak Aqilla sembari memasuki rumah.

Ely datang dengan tergopoh-gopoh. Dia menatap Aqilla tajam. “Kamu ke mana aja, sih, Qill? Katanya cuma ke markas sebentar, kok, sampe malem—eh?” Terkejut. Dia memandang barang-barang yang Aqilla bawa dengan tatapan tak percaya.

“Kamu belanja banyak banget,” heboh Ely.

Aqilla nyengir. “Yap, ini buat si twins.”

Ely berdecak. “Harusnya tadi aku ikut,” dumelnya.

“Iya, iya, maaf. Udah, bantuin dekor kamar si twins yuk.”

“Hayuk!”

^^^To be continue...^^^

...👑👑👑...

Hai, gimana chapter kali ini?

Semoga suka, ya.

Btw, gimana cover sama judul barunya? Ay suka tahu😁

Kalo menurut kalian gimana? Kasih Ay pendapat dong?

See you di chapter selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Norfadilah

Norfadilah

Karyabya luar biasa Thor kayak nonton film.sukses selalu Thor...🤲🤲👍👍..

2023-06-26

1

Tua Jemima

Tua Jemima

setau saya kebtulsn orang tua sya TNI kalsu hmil diluar niksh dapat sangsi ini pembodohan masak tetp dinas

2023-02-17

0

Joveni

Joveni

gak jadi ketemu ayahnya twins ya... kasihan donk

2022-11-13

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 | Pertemuan
2 Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3 Chapter 3 | Penjelasan
4 Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5 Chapter 5 | Tentang Aqilla
6 Chapter 6 | Bertemu Lagi
7 Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8 Chapter 8 | Tertangkap
9 Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10 Chapter 10 | Pamit
11 Chapter 11 | Hamil?
12 Chapter 12 | Izin Hiatus
13 Chapter 13 | Welcome Twins J
14 Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15 Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16 Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17 Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18 Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19 Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20 Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21 Chapter 21 | Ingin Bertemu
22 Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23 Chapter 23 | Siap Bertemu
24 Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25 Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26 Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27 Chapter 27 | Dad vs Son
28 Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29 Chapter 29 | Belanja
30 Chapter 30 | Bertemu Jessie
31 Chapter 31 | Aunty Pulang!
32 Chapter 32 | Calon Menantu?!
33 Chapter 33 | Penyerangan
34 Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35 Chapter 35 | Makan Bersama
36 Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37 Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38 Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39 Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40 Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41 Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42 Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43 Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44 Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45 Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46 Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47 Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48 Chapter 48 | Ayo Menikah
49 Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50 Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51 Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52 Chapter 52 | Perpisahan
53 Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54 Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55 Chapter 55 | Hilang
56 Chapter 56 | Fathur?
57 Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58 Chapter 58 | Mommy Pulang!
59 Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60 Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61 Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62 Chapter 62 | Gadis Itu
63 Chapter 63 | Diculik
64 Chapter 64 | Aksi si Kembar
65 Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66 Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67 Chapter 67 | Tidak Ada?
68 Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69 Chapter 69 | Kapan Menikah?
70 Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71 Chapter 71 | Misi Penyergapan
72 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74 Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75 Chapter 74 | Aqilla Setuju
76 Chapter 75 | Pergi dan Datang
77 Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78 Chapter 77 | Takut Mommy
79 Chapter 78 | Melepas Rindu
80 Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81 Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82 Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83 Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84 Chapter 83 | Dibawa Pergi
85 Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86 Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87 Chapter 86 | Tekad Rayhan
88 Chapter 87 | Mansion Kenzie
89 Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90 Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91 Chapter 90 | Kebenaran
92 Chapter 91 | Kebenaran (2)
93 Chapter 92 | Kebenaran (3)
94 Chapter 93 | Baikan
95 Chapter 94 | Meminta Izin
96 Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97 Chapter 96 | Direstui
98 Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99 Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100 Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101 Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102 Chapter 101 | In the Seoul
103 Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104 Chapter 103 | Kembali Bersama
105 Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106 Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107 Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108 Bonus Chapter 1
109 Bonus Chapter 2
110 Bonus Chapter 3
111 Bonus Chapter 4
112 Bonus Chapter 5
113 Question??
114 Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 | Pertemuan
2
Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3
Chapter 3 | Penjelasan
4
Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5
Chapter 5 | Tentang Aqilla
6
Chapter 6 | Bertemu Lagi
7
Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8
Chapter 8 | Tertangkap
9
Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10
Chapter 10 | Pamit
11
Chapter 11 | Hamil?
12
Chapter 12 | Izin Hiatus
13
Chapter 13 | Welcome Twins J
14
Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15
Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16
Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17
Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18
Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19
Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20
Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21
Chapter 21 | Ingin Bertemu
22
Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23
Chapter 23 | Siap Bertemu
24
Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25
Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26
Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27
Chapter 27 | Dad vs Son
28
Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29
Chapter 29 | Belanja
30
Chapter 30 | Bertemu Jessie
31
Chapter 31 | Aunty Pulang!
32
Chapter 32 | Calon Menantu?!
33
Chapter 33 | Penyerangan
34
Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35
Chapter 35 | Makan Bersama
36
Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37
Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38
Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39
Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40
Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41
Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42
Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43
Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44
Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45
Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46
Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47
Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48
Chapter 48 | Ayo Menikah
49
Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50
Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51
Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52
Chapter 52 | Perpisahan
53
Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54
Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55
Chapter 55 | Hilang
56
Chapter 56 | Fathur?
57
Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58
Chapter 58 | Mommy Pulang!
59
Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60
Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61
Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62
Chapter 62 | Gadis Itu
63
Chapter 63 | Diculik
64
Chapter 64 | Aksi si Kembar
65
Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67
Chapter 67 | Tidak Ada?
68
Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69
Chapter 69 | Kapan Menikah?
70
Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71
Chapter 71 | Misi Penyergapan
72
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74
Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75
Chapter 74 | Aqilla Setuju
76
Chapter 75 | Pergi dan Datang
77
Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78
Chapter 77 | Takut Mommy
79
Chapter 78 | Melepas Rindu
80
Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81
Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82
Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83
Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84
Chapter 83 | Dibawa Pergi
85
Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86
Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87
Chapter 86 | Tekad Rayhan
88
Chapter 87 | Mansion Kenzie
89
Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90
Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91
Chapter 90 | Kebenaran
92
Chapter 91 | Kebenaran (2)
93
Chapter 92 | Kebenaran (3)
94
Chapter 93 | Baikan
95
Chapter 94 | Meminta Izin
96
Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97
Chapter 96 | Direstui
98
Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99
Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100
Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101
Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102
Chapter 101 | In the Seoul
103
Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104
Chapter 103 | Kembali Bersama
105
Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107
Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108
Bonus Chapter 1
109
Bonus Chapter 2
110
Bonus Chapter 3
111
Bonus Chapter 4
112
Bonus Chapter 5
113
Question??
114
Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!