Chapter 9 | Hubungan Terlarang

Aqilla melangkah memasuki ruangan yang minim pencahayaan. Sebuah tempat yang dipenuhi dengan banyak senjata api dan senjata tajam. Di sana, ada banyak ruangan yang berbentuk seperti jeruji besi.

Aqilla tersenyum smirk. “Akhirnya, dia tertangkap juga,” kata Aqilla dengan nada datar. Matanya mengamati sosok Lexi yang terborgol di dalam salah satu jeruji besi.

“Apa yang harus kami lakukan kepadanya, Nona?” tanya Reno.

Aqilla melirik Reno sekilas, lelaki itu berhasil membuktikan diri dan masuk ke dalam pasukan khusus di bawah kepemimpinannya. Hebat juga.

“Siksa dia!”

Ely, Reno, dan ketujuh anggota lainnya membelalakkan mata. Mereka menatap Aqilla tak percaya.

“Siksa, Qill? Kamu gila?!” seru Ely tak menyangka. Ia tidak peduli jika bahasa yang ia gunakan non-formal. Perintah Aqilla barusan terlalu mengejutkan.

Aqilla mengangguk santai. “Siksa dia sampai lumpuh!” ucapnya memperjelas perintahnya.

“Tapi, Qill—”

“Kenapa, El? Kamu keberatan?” Aqilla menatap Ely datar. Dan, si El ini langsung menciut nyalinya, tidak berani membantah lagi.

“Siksa dia di depanku! Sekarang!”

...👑👑👑...

Sesuai perintah Aqilla, Lexi disiksa hingga berjam-jam lamanya—langit bahkan sudah menggelap sekarang. Tubuh pria itu berlumuran darah di mana-mana. Kaki dan tangannya dipatahkan, dicambuki pula.

Semua orang menatap Aqilla ngeri. Gadis itu masih duduk santai sambil menikmati tontonan di mana Ely tengah memukuli tubuh Lexi tanpa ampun. Ely sendiri tidak berani membantah.

“Cukup!”

Ely berhenti bergerak. Ia mundur beberapa langkah, menjauh dari Lexi yang berbau anyir. Pria itu masih hidup, hanya sekarat saja.

“Siapkan penerbangan untuk kita kembali ke Kanada besok!” titah Aqilla seraya melenggang pergi dari tempat itu.

Sepeninggalan Aqilla, Ely dan anggota lainnya menghembuskan napas lega. Mereka seperti sedang berada dalam satu ruangan dengan malaikat pencabut nyawa.

“Gila! Qilla kenapa mendadak jadi kejam begini?” ucap Ely masih tak menyangka.

“Nona Qaill mengerikan sekali,” ngeri Reno.

Ely terkekeh melihat delapan anggota pilihan Aqilla merinding melihat penyiksaan barusan. Ia menepuk bahu Reno sekali dengan senyum penuh arti tersungging di bibirnya,

“Santai aja. Qilla menggal kepala orang aja masih bisa senyum, kok. Masa begini aja kalian udah merinding?”

...👑👑👑...

Berjalan sendirian di tengah gelapnya malam mungkin mengerikan bagi beberapa orang. Suasana jalan cukup sepi, hanya dilalui beberapa kendaraan. Sayangnya, itu tidak berlaku untuk Aqilla.

Gadis itu berjalan santai di trotoar tanpa rasa takut sama sekali. Sudah terbiasa soalnya.

Hidup Aqilla memang selalu seperti ini. Sendirian. Tidak ada yang menemani.

Mau dimanja Ayang, tapi Ayangnya nggak ada.

Ada, sih, sebenarnya. Tapi, sibuk terus. Huh!

“Apa salahku, Chels?! Kenapa kamu ngelakuin ini?!”

Aqilla refleks menoleh ke asal suara. Matanya menyipit, memperhatikan lamat-lamat sosok yang baru saja berteriak kencang. “Tuan Muda?” gumamnya.

“Itu nggak benar!”

Aqilla bisa melihat dengan jelas, Rayhan sedang marah-marah kepada sosok gadis di depannya. Aqilla menggigit bibir bawahnya dengan sorot tak yakin. Jujur saja, otaknya penasaran dengan apa yang terjadi di sana. Namun, hatinya menyuruh agar tidak berbuat lancang karena ia dan Rayhan tidak memiliki hubungan apa-apa.

Aqilla menggeleng kuat, mengenyahkan pikiran itu dari kepala. Ia mengendap-endap ke tempat Rayhan—efek karena terlalu kepo jadi makin nekat.

Posisi Rayhan saat ini sedang berada di samping gedung Hotel Refals, salah satu properti milik keluarga Refalino juga. Aqilla bersembunyi di balik dinding dengan telinga terpasang baik, dia siap menguping, hehe.

“Aku nggak mau berhubungan sama laki-laki mandul kayak kamu, Ray!” seru gadis itu.

Rayhan menggeleng kuat. “Itu nggak benar, Chels! Aku cuma—”

“Apa?! Bukan mandul, tapi susah punya anak?! Iya?!” bentak gadis itu yang ternyata adalah Chelsea, mantan kekasih Rayhan.

Rayhan terdiam dengan tangan terkepal.

“Aku nggak mau, Ray! Aku mau punya pasangan normal yang bisa ngasih keturunan! Bukan mandul kayak kamu!” teriak Chelsea.

“Sudah, Sayang. Jangan marah-marah.”

Kedua mata Aqilla terbelalak. Sosok lelaki lain datang menghampiri Chelsea dan memeluknya mesra. Bahkan, lelaki itu mengecup bibir Chelsea.

Sosok lelaki yang sangat Aqilla kenal.

Sial! Jadi kamu berselingkuh dariku?!

Kedua tangan Aqilla mengepal erat, matanya menyorot tajam, dan gigi saling menggertak. Tanpa berkata apa pun, ia bergerak keluar dari persembunyian dan mendekati sosok lelaki itu.

Brukk!!

“Stevan!” pekik Chelsea kaget.

Aqilla menatap Stevan dengan mata elangnya selepas menendang kuat tubuh lelaki itu hingga terpental. Ia sangat marah, sungguh.

Chelsea yang tidak terima kekasihnya ditendang pun menghunuskan mata tajamnya pada Aqilla. “Kamu siapa, hah?! Kenapa kamu menendang kekasihku?!” teriaknya.

Rayhan yang melihat kehadiran Aqilla yang tiba-tiba juga tak kalah terkejut. Apalagi ketika gadis itu menendang tubuh Stevan. Aqilla di sini? Dia sedang apa?

Aqilla terus menatap Stevan tajam tanpa memedulikan suara Chelsea yang meneriakinya. “Jadi begini kelakuan kamu di belakangku, Stev?!”

Stevan menatap Aqilla tak percaya. “Qill, aku—”

“Kita putus!” seru Aqilla datar.

Rayhan yang mendengar itu mendadak paham. Ia ingat, Aqilla pernah mengatakan kalau ia memiliki kekasih sewaktu di club saat pertemuan pertama mereka. Jadi, selingkuhan Chelsea adalah kekasih Aqilla?

Wow.. dunia sesempit ini ternyata.

Chelsea berjongkok di samping Stevan, membantu lelaki itu bangun. “Kamu nggak pa pa, Stev?” tanyanya khawatir.

Aqilla tersenyum sinis. “Cih, jadi ini balasan kamu untuk kebaikanku, Stev?”

“Qill, aku—”

“Ho? Jadi kekasih yang kamu maksud itu dia, Qill?” tanya Rayhan memotong kalimat Stevan.

Aqilla terdiam dengan tatapan yang terus mengarah pada Stevan. “Ya, cowok brengsek ini..” jawabnya.

Rayhan tersenyum miring. Ia mendapat ide bagus di kepalanya. “Jika mereka bisa berselingkuh, kenapa kita tidak?”

Aqilla beralih menatap Rayhan.

Rayhan merangkul pinggang Aqilla mesra dan mencium bibir gadis itu. Kali ini, Aqilla tidak menolak. Ia ikut membalas ciuman yang Rayhan berikan.

“Ray, kamu—” Chelsea menutup mulutnya yang terbuka.

Rayhan melepas tautan bibirnya. “Bagaimana kalau kita juga melakukan apa yang sudah mereka buat, Qill?”

Aqilla yang mengerti maksud Rayhan ikut tersenyum miring. “Tentu, kenapa tidak?”

Rayhan menatap Chelsea remeh. “Mulai sekarang, kita tidak ada hubungan lagi sesuai keinginan kamu, Chels. Karena sekarang... aku punya kekasih lain yang jauh lebih baik dari kamu.”

...👑👑👑...

Malam ini, Rayhan dan Aqilla sama-sama tahu bahwa mereka dikhianati. Keduanya memiliki amarah besar yang tersimpan di hati masing-masing. Hanya saja, mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk meluapkan semua.

Yaahh.. awalnya memang tidak tahu.

Tapi, sekarang keduanya sudah tahu.

Berdiri di dekat hotel membuat keduanya tanpa sadar masuk ke dalam. Memesan satu kamar dan menghabiskan malam di sana.

Ya, tanpa sadar mereka melakukan hubungan terlarang.

Hati keduanya terlalu kalut, terlalu sakit, dan terlalu kacau untuk berpikir jernih. Mereka sama-sama pertama kali jatuh cinta dengan seseorang, dan pertama kali dikhianati pula.

Hubungan Aqilla dan Stevan sudah mencapai tahap serius. Kedua keluarga sudah pernah bertemu dan membicarakan soal pernikahan. Lalu apa sekarang? Dia dikhianati?!

Hah! Kenapa takdir kejam sekali?!

Karena itu.. jangan salahkan Aqilla jika dia benar-benar sakit hati.

Sekuat apa pun dirinya, Aqilla tetaplah manusia yang berjenis kelamin perempuan!

Dia punya hati dan hati perempuan begitu perasa bukan?

Malam ini... biarkan Aqilla melampiaskan rasa sakitnya bersama Rayhan.

Lelaki yang juga memiliki nasib yang sama dengan Aqilla.

Dikhianati kekasih tersayang...

^^^To be continue...^^^

Terpopuler

Comments

Joveni

Joveni

tukang nguping nih... awas loh ntar telinganya lebar..🤣🤣🤣

2022-11-13

1

Joveni

Joveni

ga nyangka.. kirain lemah lembut polos sopan...ternyata.. qilla is killer..

2022-11-13

1

Icha Santana

Icha Santana

si stev bloon nyelingkuhin qilla

2022-04-15

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 | Pertemuan
2 Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3 Chapter 3 | Penjelasan
4 Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5 Chapter 5 | Tentang Aqilla
6 Chapter 6 | Bertemu Lagi
7 Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8 Chapter 8 | Tertangkap
9 Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10 Chapter 10 | Pamit
11 Chapter 11 | Hamil?
12 Chapter 12 | Izin Hiatus
13 Chapter 13 | Welcome Twins J
14 Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15 Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16 Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17 Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18 Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19 Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20 Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21 Chapter 21 | Ingin Bertemu
22 Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23 Chapter 23 | Siap Bertemu
24 Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25 Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26 Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27 Chapter 27 | Dad vs Son
28 Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29 Chapter 29 | Belanja
30 Chapter 30 | Bertemu Jessie
31 Chapter 31 | Aunty Pulang!
32 Chapter 32 | Calon Menantu?!
33 Chapter 33 | Penyerangan
34 Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35 Chapter 35 | Makan Bersama
36 Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37 Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38 Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39 Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40 Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41 Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42 Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43 Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44 Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45 Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46 Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47 Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48 Chapter 48 | Ayo Menikah
49 Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50 Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51 Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52 Chapter 52 | Perpisahan
53 Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54 Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55 Chapter 55 | Hilang
56 Chapter 56 | Fathur?
57 Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58 Chapter 58 | Mommy Pulang!
59 Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60 Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61 Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62 Chapter 62 | Gadis Itu
63 Chapter 63 | Diculik
64 Chapter 64 | Aksi si Kembar
65 Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66 Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67 Chapter 67 | Tidak Ada?
68 Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69 Chapter 69 | Kapan Menikah?
70 Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71 Chapter 71 | Misi Penyergapan
72 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74 Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75 Chapter 74 | Aqilla Setuju
76 Chapter 75 | Pergi dan Datang
77 Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78 Chapter 77 | Takut Mommy
79 Chapter 78 | Melepas Rindu
80 Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81 Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82 Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83 Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84 Chapter 83 | Dibawa Pergi
85 Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86 Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87 Chapter 86 | Tekad Rayhan
88 Chapter 87 | Mansion Kenzie
89 Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90 Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91 Chapter 90 | Kebenaran
92 Chapter 91 | Kebenaran (2)
93 Chapter 92 | Kebenaran (3)
94 Chapter 93 | Baikan
95 Chapter 94 | Meminta Izin
96 Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97 Chapter 96 | Direstui
98 Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99 Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100 Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101 Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102 Chapter 101 | In the Seoul
103 Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104 Chapter 103 | Kembali Bersama
105 Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106 Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107 Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108 Bonus Chapter 1
109 Bonus Chapter 2
110 Bonus Chapter 3
111 Bonus Chapter 4
112 Bonus Chapter 5
113 Question??
114 Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 | Pertemuan
2
Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3
Chapter 3 | Penjelasan
4
Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5
Chapter 5 | Tentang Aqilla
6
Chapter 6 | Bertemu Lagi
7
Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8
Chapter 8 | Tertangkap
9
Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10
Chapter 10 | Pamit
11
Chapter 11 | Hamil?
12
Chapter 12 | Izin Hiatus
13
Chapter 13 | Welcome Twins J
14
Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15
Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16
Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17
Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18
Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19
Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20
Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21
Chapter 21 | Ingin Bertemu
22
Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23
Chapter 23 | Siap Bertemu
24
Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25
Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26
Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27
Chapter 27 | Dad vs Son
28
Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29
Chapter 29 | Belanja
30
Chapter 30 | Bertemu Jessie
31
Chapter 31 | Aunty Pulang!
32
Chapter 32 | Calon Menantu?!
33
Chapter 33 | Penyerangan
34
Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35
Chapter 35 | Makan Bersama
36
Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37
Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38
Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39
Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40
Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41
Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42
Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43
Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44
Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45
Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46
Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47
Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48
Chapter 48 | Ayo Menikah
49
Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50
Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51
Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52
Chapter 52 | Perpisahan
53
Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54
Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55
Chapter 55 | Hilang
56
Chapter 56 | Fathur?
57
Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58
Chapter 58 | Mommy Pulang!
59
Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60
Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61
Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62
Chapter 62 | Gadis Itu
63
Chapter 63 | Diculik
64
Chapter 64 | Aksi si Kembar
65
Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67
Chapter 67 | Tidak Ada?
68
Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69
Chapter 69 | Kapan Menikah?
70
Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71
Chapter 71 | Misi Penyergapan
72
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74
Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75
Chapter 74 | Aqilla Setuju
76
Chapter 75 | Pergi dan Datang
77
Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78
Chapter 77 | Takut Mommy
79
Chapter 78 | Melepas Rindu
80
Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81
Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82
Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83
Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84
Chapter 83 | Dibawa Pergi
85
Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86
Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87
Chapter 86 | Tekad Rayhan
88
Chapter 87 | Mansion Kenzie
89
Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90
Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91
Chapter 90 | Kebenaran
92
Chapter 91 | Kebenaran (2)
93
Chapter 92 | Kebenaran (3)
94
Chapter 93 | Baikan
95
Chapter 94 | Meminta Izin
96
Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97
Chapter 96 | Direstui
98
Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99
Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100
Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101
Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102
Chapter 101 | In the Seoul
103
Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104
Chapter 103 | Kembali Bersama
105
Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107
Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108
Bonus Chapter 1
109
Bonus Chapter 2
110
Bonus Chapter 3
111
Bonus Chapter 4
112
Bonus Chapter 5
113
Question??
114
Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!