Chapter 7 | Usaha Penangkapan

Wah, udah lama pake banget, nih. Wkwkwk..

Ay nggak mood. Cerita ini, kan, emang bukan prioritas, hehe.

...Happy reading:)...

.......

.......

.......

Aqilla dan Ely tiba di depan sebuah bangunan bertingkat. Perusahaan besar di Indonesia. RH Group.

“Haha, akhirnya aku bisa bertemu dengan Tuan Muda tampan!” pekik Ely heboh. Kedua matanya berbinar indah. Terlalu antusias. Bertepuk tangan juga.

Sedangkan Aqilla memutar bola matanya malas. Lebay!

“Bukannya semalem udah ketemu?” tanya Aqilla.

Ely mengangguk. “Iya, tapi, kan, nggak bisa ngobrol.”

“Kita di sini buat kerja, bukan buat liat laki-laki pemaksa itu!”

“Heh! Mulutnya!”

Aqilla menghela napas jengah. Ely terlalu menggilai lelaki bernama Rayhan itu. Padahal, di mata Aqilla, Rayhan tidak menarik sama sekali.

“Udah, ayo masuk.” Aqilla memimpin jalan. Ely mengekor bagaikan anak ayam yang mengikuti induknya. Pandangan diedarkan. Memantau interior lobby yang menakjubkan.

“Selamat datang di RH Group, Nona-Nona. Ada yang bisa saya bantu?” sambut resepsionis yang berjaga di lobby perusahaan.

Aqilla mengedarkan pandangan seraya meraih lencana khusus dari dalam tas. “Saya ingin bertemu dengan pemilik gedung ini.”

Resepsionis tadi hampir memekik kaget ketika melihat lencana khusus yang Aqilla keluarkan. Namun, suaranya tak keluar setitik pun kala mendapati tatapan menusuk dari Ely.

Apa yang Tuan Muda lakukan sampai harus berurusan dengan polisi?

Setidaknya, itu yang resepsionis tadi pikirkan.

“Sa–saya akan menghubungi Tuan Alvin terlebih dahulu, asisten Tuan Muda.”

Aqilla tersenyum ramah. “Silakan.”

Resepsionis tadi nampak berbicara di telepon dengan nada pelan. Ia tidak ingin membuat keributan dengan menyerukan pasal kedatangan pihak hukum negara ke perusahaan mereka.

“Baik, Tuan.” Resepsionis tadi berusaha bersikap normal. Walaupun sebenarnya ia sulit untuk bernapas di sini. “Tuan Alvin meminta Nona untuk langsung naik ke atas. Lantai 34, Nona.”

Aqilla mengangguk paham. “Terima kasih.”

“Sama-sama, Nona.”

Aqilla berjalan lebih dulu. Sementara Ely menatap resepsionis tajam. “Jaga rahasia, oke?” Jari telunjuk ditaruh di depan bibir.

“I–iya, Nona. Saya akan diam,” balas resepsionis berbisik. Selepas kepergian Ely, wanita yang berjaga di lobby tersebut menghembuskan napas lega.

Haha, rasanya aku bisa mati hanya karena ditatap seperti itu oleh polisi tadi.

Iya, aura Aqilla dan Ely memang semenyeramkan itu.

...👑👑👑...

Aqilla dan Ely sampai di lantai 34. Alvin sudah berdiri di depan lift untuk menyambut keduanya.

“Nona Aqilla?” seru Alvin sedikit terkejut. Oh, jadi polisi yang dimaksud mereka?

“Halo, Asisten Alvin!” sapa Aqilla dengan cengirannya. Efek tidak tahu ingin memanggil seperti apa, jadi, ya begitu saja.

“Ada perlu apa, Nona?” tanya Alvin sesopan mungkin.

“Aku ingin bertemu dengan atasan di sini. Bisa, kan?” Menunjukkan lencana khusus diam-diam. “Ini bukan masalah sepele,” tambah Aqilla berbisik.

Alvin mengangguk paham. “Mari, Nona.”

Aqilla dan Ely mengikuti langkah Alvin. Sesekali dua gadis itu mengobrol santai agar tidak menimbulkan kecurigaan. Bahkan, sesekali mengajak Alvin bercanda yang hanya ditanggapi senyum kecil yang samar.

Tok tok tokk...

“Masuk!”

Alvin membukakan pintu. Mempersilakan Aqilla dan Ely untuk masuk terlebih dahulu. Semacam sopan santun ala lelaki yang tidak ingin mendahului perempuan.

“Eh, Aqilla?” Rayhan bingung. Alvin bilang, ada anggota kepolisian di lobby yang berkunjung. Ini, kok, jadi pacar barunya?

Tidak hanya Rayhan di sana. Ada Robert pula. Kedua lelaki berbeda generasi itu menatap Aqilla dan Ely yang nampak berpakaian santai dengan tas di punggung. Bingung menguasai kepala mereka.

“Selamat pagi, Tuan Muda. Maaf kalau kedatangan kami mengganggu aktivitas Anda,” ucap Aqilla sopan.

Rayhan menggeleng. “Tidak apa. Duduklah.” Menunjuk kursi di hadapan. Aqilla pun duduk di sana. Ely memilih berdiri di belakang Aqilla.

Biasa, jabatan Aqilla, kan, jauh lebih tinggi.

“Ada apa sebenarnya?” tanya Robert penasaran.

Aqilla berdeham. Sorot matanya berubah serius. “Saya Qaill dari kepolisian nasional ingin meminta bantuan Anda, Tuan Muda, Tuan Besar.”

Robert dan Rayhan saling berpandangan sejenak. Ini mereka makin bingung, lho.

“Aku pasti bantu, kok. Memang kenapa?” Rayhan masih berbicara dengan non formal. Masih belum mengerti alasan kedatangan kedua gadis di hadapannya ini.

Aqilla menoleh pada Ely dengan tangan tersodor. Ely yang paham menyerahkan dokumen yang dibawa kepada Aqilla.

“Informasi kami dapat memastikan bahwa salah satu buronan internasional asal Inggris berada di perusahaan ini.” Berkata seraya menyerahkan dokumen.

“Apa?!” Rayhan menyambar dokumen. Data diri seorang lelaki bernama Lexi tercantum rapi di kertas tersebut. Lengkap dengan fotonya pula. “Aku tidak pernah melihat orang ini di sini!” Memberikan pada Alvin. Asisten Rayhan itu pun ikut memeriksa. Benar, ia juga tidak pernah melihat.

“Tentu saja Anda tidak akan melihatnya. Dia menyamar, Tuan.” Aqilla menjelaskan.

“Menyamar?”

Mengangguk. “Iya, dia menyamar.”

Aqilla menerangkan dengan sedetail mungkin. Rayhan, Robert, dan Alvin mendengarkan dengan serius. Aqilla menjelaskan soal Lexi. Dimulai dari kejahatannya di Inggris yang membunuh putri seorang petinggi di sana, lalu sempat tertangkap dan kabur hingga lari ke Indonesia.

Lexi memalsukan identitas selama di Indonesia. Untuk mendapat uang, ia masuk ke dalam perusahaan ini dengan data palsunya.

Rayhan dan Robert terkejut. Mereka baru tahu ada buronan yang bersembunyi di perusahaan mereka.

“Karena itu, kami ingin meminta izin untuk melakukan pemeriksaan di tempat ini.” Aqilla mengakhiri penjelasan dengan helaan napas. Ih, capek ngomong terus.

“Baiklah, saya memberi izin penuh untuk kalian melakukan pemeriksaan di sini.” Rayhan berubah tegas. Ini bukan masalah sepele.

Aqilla tersenyum lebar. “Terima kasih banyak. Untuk ke depannya, tolong bersikap normal saja, Tuan.”

“Heh? Kenapa?” Rayhan tak paham.

Plak!

Robert memukul kepala belakang Rayhan sebal. “Tentu saja agar tidak menimbulkan kecurigaan. Masa begini aja kamu nggak paham, sih, Ray?”

Rayhan meringis sakit. “Iya, Pi, iya. Tapi, nggak usah mukul-mukul juga dong!”

Aqilla terkekeh kecil. Ia mulai bekerja. Menyambungkan koneksi miliknya dengan milik perusahaan. Lalu disambung dengan sebuah alat proyektor yang menampilkan layar hologram.

“Periksa dengan teliti!” titah Aqilla.

“Iy—”

“Nona El...” Teguran keras. Lirikan tajam Aqilla berikan.

Ely meneguk saliva dengan susah payah. “Siap, Nona Qaill!” Menjawab dengan tegas.

Aqilla meretas seluruh data karyawan dan menampilkan di layar hologram. Tugas Ely menyamakan dengan data yang ia bawa di tablet.

Rayhan dan Robert ikut menatap cemas ke layar hologram. Mereka jadi khawatir dengan tidak tanduk buronan.

Semoga buronan itu segera tertangkap.

20 menit kemudian...

“Stop!” Memekik kencang.

Aqilla sampai terjingkat singkat. “Ada apa?”

“Dia!” Menunjuk layar hologram. Sebuah data seorang lelaki bernama Lezia tercantum di sana. Foto diburamkan dengan tanggal lahir dipalsukan. Bagian pemasaran.

Aqilla bergerak cepat meretas CCTV.

“****! Buronan itu kabur!”

“What?!”

^^^To be continue...^^^

...👑👑👑...

Ay suka cerita action. Tapi, kadang susah waktu buat adegan pertarungan. Soalnya, Ay nggak pernah ngelakuinnya.

Btw, itu Ay berimajinasi soal pekerjaan Aqilla, ya. Tidak ada maksud menyinggung ke depannya.

See you di chapter selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Icha Santana

Icha Santana

ih seru bgt

2022-04-15

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 | Pertemuan
2 Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3 Chapter 3 | Penjelasan
4 Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5 Chapter 5 | Tentang Aqilla
6 Chapter 6 | Bertemu Lagi
7 Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8 Chapter 8 | Tertangkap
9 Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10 Chapter 10 | Pamit
11 Chapter 11 | Hamil?
12 Chapter 12 | Izin Hiatus
13 Chapter 13 | Welcome Twins J
14 Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15 Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16 Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17 Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18 Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19 Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20 Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21 Chapter 21 | Ingin Bertemu
22 Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23 Chapter 23 | Siap Bertemu
24 Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25 Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26 Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27 Chapter 27 | Dad vs Son
28 Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29 Chapter 29 | Belanja
30 Chapter 30 | Bertemu Jessie
31 Chapter 31 | Aunty Pulang!
32 Chapter 32 | Calon Menantu?!
33 Chapter 33 | Penyerangan
34 Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35 Chapter 35 | Makan Bersama
36 Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37 Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38 Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39 Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40 Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41 Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42 Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43 Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44 Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45 Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46 Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47 Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48 Chapter 48 | Ayo Menikah
49 Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50 Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51 Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52 Chapter 52 | Perpisahan
53 Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54 Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55 Chapter 55 | Hilang
56 Chapter 56 | Fathur?
57 Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58 Chapter 58 | Mommy Pulang!
59 Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60 Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61 Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62 Chapter 62 | Gadis Itu
63 Chapter 63 | Diculik
64 Chapter 64 | Aksi si Kembar
65 Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66 Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67 Chapter 67 | Tidak Ada?
68 Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69 Chapter 69 | Kapan Menikah?
70 Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71 Chapter 71 | Misi Penyergapan
72 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73 Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74 Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75 Chapter 74 | Aqilla Setuju
76 Chapter 75 | Pergi dan Datang
77 Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78 Chapter 77 | Takut Mommy
79 Chapter 78 | Melepas Rindu
80 Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81 Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82 Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83 Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84 Chapter 83 | Dibawa Pergi
85 Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86 Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87 Chapter 86 | Tekad Rayhan
88 Chapter 87 | Mansion Kenzie
89 Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90 Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91 Chapter 90 | Kebenaran
92 Chapter 91 | Kebenaran (2)
93 Chapter 92 | Kebenaran (3)
94 Chapter 93 | Baikan
95 Chapter 94 | Meminta Izin
96 Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97 Chapter 96 | Direstui
98 Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99 Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100 Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101 Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102 Chapter 101 | In the Seoul
103 Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104 Chapter 103 | Kembali Bersama
105 Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106 Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107 Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108 Bonus Chapter 1
109 Bonus Chapter 2
110 Bonus Chapter 3
111 Bonus Chapter 4
112 Bonus Chapter 5
113 Question??
114 Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 | Pertemuan
2
Chapter 2 | Hanya Ingin Membantu
3
Chapter 3 | Penjelasan
4
Chapter 4 | Tentang Tuan Muda
5
Chapter 5 | Tentang Aqilla
6
Chapter 6 | Bertemu Lagi
7
Chapter 7 | Usaha Penangkapan
8
Chapter 8 | Tertangkap
9
Chapter 9 | Hubungan Terlarang
10
Chapter 10 | Pamit
11
Chapter 11 | Hamil?
12
Chapter 12 | Izin Hiatus
13
Chapter 13 | Welcome Twins J
14
Chapter 14 | Keseharian Aqilla
15
Chapter 15 | Bukan Anak Haram!
16
Chapter 16 | Ketakutan Aqilla
17
Chapter 17 | Kemenangan Jovan
18
Chapter 18 | Hadiah dari Jovin
19
Chapter 19 | Kondisi Keluarga Refalino
20
Chapter 20 | Di Mana Daddy Kami?
21
Chapter 21 | Ingin Bertemu
22
Chapter 22 | Dia Daddy Kami!
23
Chapter 23 | Siap Bertemu
24
Chapter 24 | Cerita Masa Lalu
25
Chapter 25 | Tiba di Indonesia
26
Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla
27
Chapter 27 | Dad vs Son
28
Chapter 28 | Kasih Sayang Aqilla
29
Chapter 29 | Belanja
30
Chapter 30 | Bertemu Jessie
31
Chapter 31 | Aunty Pulang!
32
Chapter 32 | Calon Menantu?!
33
Chapter 33 | Penyerangan
34
Chapter 34 | Ajakan ke Mansion
35
Chapter 35 | Makan Bersama
36
Chapter 36 | Rencana Berhasil!
37
Chapter 37 | Grandpa, Grandma
38
Chapter 38 | Grandpa, Grandma (2)
39
Chapter 39 | Pesta: Akhirnya Bertemu
40
Chapter 40 | Pesta: Tidak Tahu Malu!
41
Chapter 41 | Pesta: Pencari Masalah
42
Chapter 42 | Pesta: Dia Tidak Mandul!
43
Chapter 43 | Pesta: Daddy!
44
Chapter 44 | Pulang ke Mansion
45
Chapter 45 | Pulang ke Mansion (2)
46
Chapter 46 | Berkumpul Bersama
47
Chapter 47 | Kebiasaan Si Kembar
48
Chapter 48 | Ayo Menikah
49
Chapter 49 | Ingin Lebih Dekat
50
Chapter 50 | Kesempatan Berdua
51
Chapter 51 | Kesempatan Berdua (2)
52
Chapter 52 | Perpisahan
53
Chapter 53 | Ikut ke Kantor
54
Chapter 54 | Pelaku Korupsi
55
Chapter 55 | Hilang
56
Chapter 56 | Fathur?
57
Chapter 57 | Selamanya Sahabat
58
Chapter 58 | Mommy Pulang!
59
Chapter 59 | Jalan-Jalan Keluarga
60
Chapter 60 | Jalan-Jalan Keluarga 2
61
Chapter 61: Jalan-Jalan Keluarga (3)
62
Chapter 62 | Gadis Itu
63
Chapter 63 | Diculik
64
Chapter 64 | Aksi si Kembar
65
Chapter 65 | Tidak Diizinkan!
66
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!
67
Chapter 67 | Tidak Ada?
68
Chapter 68 | Janji Sebelum Tidur
69
Chapter 69 | Kapan Menikah?
70
Chapter 70 | Tidak Boleh Pergi!
71
Chapter 71 | Misi Penyergapan
72
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
73
Chapter 72 | Aqilla... Sakit?
74
Chapter 73 | Mommy Daddy Sedang Apa?
75
Chapter 74 | Aqilla Setuju
76
Chapter 75 | Pergi dan Datang
77
Chapter 76 | Sedang Apa di Sini?
78
Chapter 77 | Takut Mommy
79
Chapter 78 | Melepas Rindu
80
Chapter 79 | Bertemu Chelsea
81
Chapter 80 | Permintaan Chelsea
82
Chapter 81 | Selamat Ulang Tahun, Aqilla
83
Chapter 82 | Aku Saudara Kembarnya
84
Chapter 83 | Dibawa Pergi
85
Chapter 84 | Kebenaran Masa Lalu
86
Chapter 85 | Kebenaran Masa Lalu (2)
87
Chapter 86 | Tekad Rayhan
88
Chapter 87 | Mansion Kenzie
89
Chapter 88 | Dari Dulu Begitu
90
Chapter 89 | Maksud Kedatangan
91
Chapter 90 | Kebenaran
92
Chapter 91 | Kebenaran (2)
93
Chapter 92 | Kebenaran (3)
94
Chapter 93 | Baikan
95
Chapter 94 | Meminta Izin
96
Chapter 95 | Happy Birthday, Twins
97
Chapter 96 | Direstui
98
Chapter 97 | Kisah Aqilla-Kenzie
99
Chapter 98 | Kisah Aqilla-Kenzie (2)
100
Chapter 99 | Kisah Aqilla-Kenzie (3)
101
Chapter 100 | Wali Nikah Aqilla?
102
Chapter 101 | In the Seoul
103
Chapter 102 | Fakta Masa Lalu
104
Chapter 103 | Kembali Bersama
105
Chapter 104 | Kembali Bersama (2)
106
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia
107
Chapter 106 | The Last: Hari Bahagia (2)
108
Bonus Chapter 1
109
Bonus Chapter 2
110
Bonus Chapter 3
111
Bonus Chapter 4
112
Bonus Chapter 5
113
Question??
114
Promosi [Cruel Mafia vs Cool Mafia]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!