12 : Labrak

"Geh.. Dikira mah habis ngeband udah pulang, ternyata disuruh ke tempat bar. Ini tinggal langsung aja kan ya daftar abis itu udah?" keluh Uenoyama yang sudah ngedumel dari tadi karena seharusnya mereka berdua sudah pulang dari latihan band tapi malah tiba-tiba saja Nakayama memberitahukan kalau harus daftar ulang langsung ke bar untuk acara pertunjukan bandnya nanti tampil.

"Hmm.. Kata Nakayama-san sih begitu.. Daftar ulang aja sih abis itu udah pulang..." sahut Sato sambil fokus melihat kearah ponselnya.

Mereka berjalan kaki menuju bar yang tak jauh dari tempatnya latihan band, maka dari itu mereka hanya berjalan kaki saja ke sana. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah bar yang cukup besar. Tampak keren terlihat hanya dari luarnya saja.

Sato dan Uenoyama pun masuk ke dalam bar tersebut. Suasana di dalam masih cukup ramai, walaupun memang mungkin sebentar lagi bar itu akan tutup.

"Wuih.. Bar nya keren banget, gede loh.. Pantes aja disini tempat konser anak band semua rata-rata.." kata Sato kagum.

"Disini emang terkenal sih, sebelum lo jadi anggota band, gua bertiga sama Nakayama-san dan Akihiko-san juga lumayan sering buat konser disini walaupun cuman sekedar tampilin instrumen musik aja." jelas Uenoyama.

Mata Sato tidak berhenti memerhatikan di sekeliling bar itu sampai dirinya berjalan menuju bartender.

"Maaf permisi.."

Sang bartender pun menoleh dan memberikan senyumannya.

"Ya, Tuan-tuan. Ada yang bisa di bantu?" tanya bartender dengan ramah.

"Maaf saya mau bertanya mengenai soal daftar ulang untuk jadwal konser minggu depan di bar ini, saya harus daftar ke siapa ya?" tanya Uenoyama yang sudah berada di belakang Sato.

Seakan-akan sudah mengenal mereka, sang bartender pun langsung terlihat gembira.

"Oh kalian band Given ya? Ya ya, Tuan. Kalian bisa daftar ulang disana ya.. Disana ada meja kecil dan kalian bisa daftar ulang disana dengan waiters saya.." jawab sang bartender dengan nada semringah.

Sato dan Uenoyama pun membungkukkan tubuhnya sebagai tanda ucapan terima kasih dan berjalan kearah meja kecil yang berada di sudut ruangan.

Uenoyama pun menekan tombol yang berada di meja itu. Tak lama kemudian keluarlah seorang gadis dengan berpakaian kemeja putih di balut dengan apron berwarna hitam. Sato yang melihat gadis itu langsung terbelalak matanya.

"Ya, Tuan. Ada yang bisa di bantu—"

"K-Kamu????!!!"

Sato yang menunjuk kearah gadis itu seolah tak percaya bertemu dengannya di sini. Gadis itu pun juga sama terkejutnya saat melihat Sato.

"S-Sato???!!!"

Saling main tunjuk menunjuk satu sama lain. Uenoyama hanya diam menatap kedua orang yang ada di hadapannya itu.

"K-Kamu ngapain disini??" tanya Sato tak percaya.

"A-Aku kerja paruh waktu disini, hehehe... Karena kuliahku libur jadi aku kerja disini..." jawab gadis itu sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

Ternyata gadis itu adalah Nadya. Nadya belum juga pulang dari bar perkara dia harus menyelesaikan sedikit pekerjaan yang tertunda di bar.

"Kalian berdua.... Saling kenal?" tanya Uenoyama.

Sato dan Nadya langsung menoleh cepat kearah Uenoyama dan menganggukkan kepala mereka dengan kompak. Tapi anehnya reaksi Sato malah langsung berbeda, dia menundukkan kepalanya seperti menahan malu. Tak lupa juga wajahnya yang memerah.

"Oh begitu... Jadi dia gadis yang lo bucinin sekarang sampe lo yakin banget buat move on?" kata Uenoyama bablas.

Dengan cepat Sato langsung menutup mulut Uenoyama dengan telapak tangannya.

"Yeee bacot dah.. Gak usah bahas disini, oke?" sahut Sato kesal sambil menahan malu.

Uenoyama yang melirik kearah Sato hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan melanjutkan tugas utamanya.

"Haahhh... Baiklah, maaf nona saya mau daftar ulang untuk konser band di minggu depan." kata Uenoyama.

"O-Oh ya Tuan, ini formulirnya mungkin disitu juga ada persyaratannya juga jadi mohon di baca dulu ya.." kata Nadya sambil menyerahkan beberapa lembar formulir kepada Uenoyama.

Uenoyama pun mengambil formulir itu dan menatap Nadya dengan dingin.

"Siapa namamu?" tanya Uenoyama to the point.

"E-Eh??!! N-Nama saya Nadya.. Salam kenal.." jawab Nadya kikuk.

"Bisa temani kami duduk disini mungkin saja kamu mau mengobrol dengan laki-laki bucin yang satu ini..." pinta Uenoyama sambil melirik kearah Sato yang sudah duduk di salah satu meja sambil membuang wajahnya kearah lain tanpa melihat mereka berdua.

Nadya yang masih bingung dengan sikap Sato, hanya menganggukkan kepalanya dan duduk bersama mereka berdua.

Sempat hening sesaat saat mereka bertiga berada di meja. Namun Nadya dengan berani bertanya.

"K-Kalian anggota band? Pantesan aja kalian keren banget..." kata Nadya dengan polos.

"Ya, sebenarnya band ini sudah lama berdirinya. Tapi ini anak cunguk baru masuk band kita 6 bulan lalu, dan kebetulan banget dia bisa nyanyi dan bermain gitar, jadi yaudah kita rekrut aja sekalian..." jelas Uenoyama panjang lebar.

Nadya yang mendengar itu tampak kagum. Bagaimana bisa seorang stranger yang ingin dekat dengannya adalah anak band juga.

"Heeehh... Keren banget!!" jawab Nadya gemas.

Sato dan Uenoyama seketika itu juga langsung memerah wajahnya mendengar ucapan polos gadis yang ada di hadapan mereka itu.

"Ya gak begitu keren sih, kita juga masih band baru, belum ikut debut atau apapun itu.." kata Uenoyama lagi.

"Ya tetap saja itu keren buatku, aku juga kaget ternyata Sato anggota band juga hehehehe..." sahut Nadya sambil terkekeh.

"Dan kamu juga... sepertinya bukan asli orang Jepang, wajahmu sedikit berbeda." tegur Uenoyama kepada Nadya.

"A-Ahh... Iya betul, aku emang bukan orang Jepang asli. Aku disini hanya meneruskan beasiswa kuliahku.. Sambil bekerja paruh waktu pastinya.." jawab Nadya.

Sato yang mendengarkan hal itu langsung tersedak dengan minuman kaleng yang baru saja ia minum.

"H-HAAHH???!!!" J-Jadi kamu.... Kamu... bukan orang Jepang???!! Kenapa gak beritahu saya???!!" protes Sato.

"Heehhhh... Kamu gak nanya sama aku, Sato. Jadi aku gak kasih tahu..." jawab Nadya polos.

Uenoyama yang melihat kedua orang itu hanya menghela nafasnya sambil sesekali mengisi formulir. Saat mereka sedang asyik menikmati suasana, tiba-tiba saja seseorang berjalan menuju meja mereka dan dengan sengaja menumpahkan minuman kearah wajahnya Nadya. Uenoyama dan Sato langsung terkejut bukan main.

"NADYA!!!!!"

Dengan cepat Sato menghampiri Nadya, sedangkan Uenoyama bangkit dari duduknya dan menghalangi orang itu dengan tatapan yang sinis.

"Oi.. Bisa gak sih gak usah bikin keributan disini?..."

"... Yuri..."

Wajah licik dengan seringaian nakalnya begitu menyeramkan sambil melirik sesekali kearah Nadya dan Sato.

"Arara~ Gomen~ Apa aku mengganggu kalian? Kalian sangat akrab sekali sih.." kata gadis itu dengan nada mengejek.

Disisi lain, Sato dengan cekatan membersihkan wajah Nadya yang basa akibat siraman minuman dari Yuri.

"K-Kamu gak apa-apa?? Ada yang sakit gak??" tanya Sato dengan raut wajah yang khawatir.

Nadya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.

"Oohhh~~ Jadi udah ada penggantinya ya? Pantesan aja gampang banget move on nya~" kata Yuri sambil melipat tangannya di depan dada.

Sato yang sudah menahan emosinya sampai dia benar-benar meledak. Dia langsung mengambil kaleng minumannya lalu membalas dengan menyiram minuman itu kearah Yuri. Yuri tampak terkejut dengan perilaku Sato. Karena tidak biasanya Sato memperlakukannya seperti itu.

"Kamu jangan kurang ajar ya! Jangan seenaknya ngelakuin hal bodoh kayak gini..." kata Sato dengan nada penekanan.

"Wuih wuih~ Jadi kamu ngebela dia nih?"

Uenoyama dan Sato tetap berada di posisi mereka melindungi Nadya. Tapi Yuri dengan santainya menepuk tangannya beberapa kali seperti memanggil seseorang.

Dan benar saja, muncul seorang laki-laki berjalan menuju kearah mereka dengan seringaian yang cukup menakutkan. Saat melihat laki-laki itu, Sato terlihat sangat geram, Uenoyama tetap ditempat menjaga Nadya. Sedangkan Nadya hanya bisa diam dengan tangannya yang gemetar hebat. Benar-benar ketakutan yang amat sangat mendalam bagi seorang gadis itu.

"Kalian ternyata..."

"Apa sih ini? Kenapa jadi begini?" tanya Uenoyama bingung.

Laki-laki itu mendekat berhadapan dengan Sato namun sesekali melirik Nadya yang sedang menatapnya juga dengan rasa takut.

"Hohoho~ Yo~ Kita ketemu lagi ya, brengsek... Oohhh jangan lupa....."

'Ini apa? K-Kenapa? Kenapa... D-Dia muncul??!!' gumam Nadya dalam hati.

".. Halo... kamu yang disana~..."

'Kenapa.... KENAPAAA....'

"... Gadis penghiburku...."

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!