6 : Cemburu?

"Oi bro lo mau kemana?"

"Gua mau jemput orang dulu gua udah janji soalnya."

"Hmm? Jemput siapa itu? "

"Jemput Nadya..."

"Nadya?"

"Iya Nadya emang siapa lagi?"

"Pacar baru lo?"

"Calon istri gua—"

Hiiragi yang mendengar pernyataan dari Sato hanya bisa terkejut lalu menyeringai kearahnya.

"Heeehhh~~"

"Kenapa dah? Aneh lo tatapan lo kayak kakek-kakek mesum." kata Sato bergidik ngeri.

"Kenalin lah ke gua.. "

"Siapa dah?"

"Nadya Nadya~~"

"Eh?"

Sato seketika langsung menutup bibirnya. Menyadari apa yang di katakannya itu, wajahnya langsung memerah hebat.

"Udah yakin sama dia..? Sampe mau di jadiin calon istri.." sahut Sato menyeringai.

"Hmm..."

"Gimana ya..."

"Seru filmnya nanti kita nonton lagi yuk..."

"Hehehehe.. Jangan cemberut gitu..."

"Dia beda.. Gak tahu kenapa dia beda aja gitu.." jawab Sato dengan yakin.

"Yaudah.."

"Hmm?"

"Yaudah gua ngedukung lo..."

"Daripada lo pertahanin yang gak jelas kayak Yuri, mendingan lo buka hati buat cewek lain kan?" kata Hiiragi.

Apa yang dikatakan Hiiragi memang benar, Sato terlalu bodoh untuk mempertahankan seorang Yuri yang jelas-jelas sudah mengkhianati dia sejak lama. Itu terlalu menyakitkan.

"Iya gua sekarang mah dengerin apa kata lo dah.."

"Nah gitu dong nurut sesekali..." sahut Hiiragi bangga.

"Yeee.. Nyebelin lo lama-lama."

"Bodo amat~~"

Sato dengan cepat bergegas pergi dari kantor dan menjemput Nadya di sebuah taman tempat kemarin mereka bertemu.

'Yaa hahahaha.. Kok gua bisa se excited ini sih.. Gila banget gu**a...'

...🍁🍁🍁...

"NaaChan!!"

"K-Kenapa? Kamu ngagetin aku aja.."

"Aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?"

"GEEHHH!!!"

"Seh seh seh gila sih ini..."

"Playboy cap gajah suka sama NaaChan oooiii!!!"

"Wuih seru nih!!"

"Ayo NaaChan!! Terima aja!!!"

"TERIMA... TERIMA..."

"TERIMA... TERIMA..."

Suasana di ruangannya saat ini benar-benar gaduh. Nadya yang hanya bingung harus berbuat apa karena laki-laki yang ada di hadapannya ini, Gabriel. Menyatakan cinta kepada gadis itu dengan terang-terangan. Siapa yang tidak mengenal Gabriel ini, playboy cap gajah di kampus namun dia salah satu mahasiswa yang cerdas bisa jatuh hati pada seorang Nadya.

"NaaChan..."

"Y-Yaa..?"

"Kamu mau gak jadi pacar aku?"

"E-Eehh... T-Tapi kenapa aku?" tanya Nadya bingung.

"Karena aku sudah suka sama kamu sejak lama.."

"Please aku janji gak akan jadi playboy lagi demi kamu.."

"ASEEEEKK!!! SIKAT NAACHAN UDAH!!"

"YUHUUUU SO SWEET!!!!"

Nadya yang benar-benar bingung hanya bisa memasang wajah menyesal.

"Maaf kayaknya aku gak bisa deh.." tolaknya secara halus.

"GEEEHHH!!!!"

"AISH SADIS BANGET!!"

"K-Kenapa NaaChan? Kenapa kamu tolak aku?" kata Gabriel putus asa.

"Ya aku cuman anggap kamu temanku saja, gak lebih dari itu." jawab Nadya dengan tolakan halus.

Terlihat wajah Gabriel sangat lesu sedangkan teman-temannya hanya meledek nya mati-matian, dan ada juga yang turut prihatin.

"Maaf ya Gabriel teman-teman.. Aku pulang duluan ya... Bye bye~" kata gadis itu sambil bergegas merapikan tas dan buku materi kuliahnya dan segera pergi dari ruangan.

Sedangkan Gabriel masih diam di tempat sambil memegang bunga mawar.

"Udahlah coy, cewek bukan dia doang..."

"Yoi~ Masih banyak cewek cantik di luar sana br—"

"Halah bacot lo semua.. Gua besok bakalan dateng lagi kesini... Gua harus dapetin hati NaaChan." kekeh Gabriel sambil meninggalkan ruangan dengan raut wajah yang kesal.

Semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada disana jadi ramai membicarakan Nadya dan Gabriel. Tapi bagi Ritsuka dan Hitoka mereka berdua hanya santai dan tidak berkomentar banyak.

"Yaaahh... Siapa juga yang pengen sama playboy capek gajah kagak dia.. Nyakitin iya yang ada.."

"Iya nanti keulang lagi, keulang lagi yang sama.. Dikata NaaChan bisa sabar kali.. " sahut Hitoka yang masih fokus mengerjakan tugas miliknya bersama Ritsuka.

"Lagian juga kenapa NaaChan gak pulang bareng kita? Dasar oncom!" keluh Ritsuka sebal.

"Ya habis mau bagaimana lagi... NaaChan pasti malu lah, Ritsu-chan.. Tapi tadi dia katanya ada urusan mendadak juga jadi dia gak bisa pulang bareng kita.." jawab Hitoka menjelaskan.

"Tumben.. Gak biasanya dia begitu.." kata Ritsuka heran.

...🍁🍁🍁...

"Haaahh... Kenapa sih kok begini amat.."

Nadya berjalan kaki di pinggiran trotoar sambil menendang kerikil-kerikil kecil di hadapannya. Nadya masih terpikirkan soal masalah Gabriel yang menyatakan cinta padanya.

"Belum bisa move on dari orang itu, terus muncul stranger baru si Sato itu lah ini lagi di tambah sama orang playboy cap gajah menyatakan cintanya padaku... Gak ada yang bisa serius apa.." gumam Nadya ngedumel terus tanpa henti sampai di taman.

Nadya duduk di sebuah bangku panjang yang letaknya tak jauh dari sebuah pohon rindang yang besar.

"Hmm kenapa juga si Gabriel itu bisa tertarik sama aku? Emang kelebihan aku tuh apa coba?" tanyanya pada diri sendiri. Sedangkan sendirinya tidak menyadari kalau ada Sato di balik pohon itu.

"Tapi kocak juga sih seorang playboy bisa menyatakan cintanya padaku hahahaha... Lucu sekali.."

JLEB!

Sato yang mendengar hal itu langsung lesu, seikat bunga matahari yang ia genggam langsung terjatuh. Tentunya Nadya mendengar suara itu dan menoleh ke belakang. Didapati Sato sedang berdiri sambil menundukkan kepalanya.

"Eh? Sato?"

Sato hanya terdiam dan kaku pergi begitu saja tanpa basa-basi meninggalkan Nadya di tempat. Nadya hanya bisa mengambil bunga matahari itu sambil melihat bayangan Sato yang sudah pergi jauh.

"Sato... Kenapa? Kok dia gak kabarin aku?" tanya Nadya bingung.

"Kenapa juga dia ninggalin bunga matahari yang masih seger begini? Hmmm mana masih wangi pula.." kata Nadya sambil memainkan beberapa mahkota bunga itu.

Disisi lain, Sato terus berlari sekuat tenaga agar Nadya tidak bisa mengejar dia. Sampailah dia di sebuah lorong yang tak jauh dari taman tempatnya tadi bertemu dengan Nadya.

Bersandar di tembok sambil memijat kepalanya sendiri.

"Bodoh banget sih gua kenapa juga gua terlalu berharap banget sama dia? Gua berharap sama stranger kayak dia bisa apa? Yang ada gua sakit hati lagi..." kata Sato sambil tertawa garing.

"Tapi..."

"Kenapa gua lari ya? Kan gua emang bukan siapa-siapanya dia.. ?"

"AAAAARRRGGHHH!!! BODOH BODOH BODOH!!! Kenapa gua kabur sih kenapa???"

Sato seperti menyesali perbuatannya sendiri.

"Masa iya sih?"

"Masa iya gua cemburu?"

"HAHAHAHAHA!!!"

"GAK GAK GAK, GAK MUNGKIN!!! Masa gua cemburu sama anak cucunguk kuliahan, ya kali dah..."

'Tapi emang panas hati gua denger lo di tembak sama cowok lain.. Dasar cewek pawang hujan! Bisa gak sih jangan bikin hati gua di bolak-balik kayak begini?'

'Ah sial! Emang dasarnya aja gua yang baperan.. bodoh Sato!! Sato emang bodoh!!'

Cinta itu terlahir dari sebuah kebiasaan yang membuat kita nyaman. Cemburu adalah salah satu bentuk gelora hasrat ingin memiliki itu ada.

...✨✨✨...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!