Ledakan Energi dari tubuh Arya ternyata tidak hanya menarik perhatian Obskura. Nyatanya, ledakan yang membumbung sampai ke langit itu terlihat dari puluhan ribu kilometer dari tempat Obskura menemukan Arya. sejak saat itu banyak para pendatang dari segala penjuru yang penasaran dengan kejadian tersebut, datang untuk meneliti.
Daratan timur kerajaan Swarna yang dulunya tidak mendapat perhatian dari pemerintahan, dalam delapan tahun berubah menjadi Daratan yang sangat sibuk.
Perkembangan daratan tersebut menjadi sangat pesat. Desa-desa yang dulu tertinggal kini sudah berubah jadi kota-kota kecil. Sedangkan kota-kota kecil di sana sedah berubah menjadi kota-kota besar. Kota Basaka misalnya, sekarang di kota tersebut sudah berdiri pusat pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Raja.
Raja di kota Basaka bukanlah Raja yang memimpin kerajaan Swarna. Raja tersebut berkuasa dibawah pemerintahan seorang Maharaja di pusat kerajaan Swarna yang berada di Daratan Utara. Namun, di Daratan Timur sendiri dialah yang memiliki otoritas tertinggi.
Di hutan yang dulu sangat lebat antara desa Teluk Barula dan desa Paganti sekarang menjadi sebuah kota kecil. Ini terjadi karena di sanalah di temukan beberapa mayat yang diduga sebagai penyebab ledakan energi tersebut.
Kota ini di beri nama kota Arsa. Karena menurut penelitian, di duga kuat bahwa sosok yang memancarkan energi tersebut adalah Arsa. Anak dari mantan pemimpin prajurit kota Basaka. Orang yang di anggap paling kuat di kota Basaka sebelum keberadaannya menghilang, Natungga.
Sebagai kota penelitian, di sana sekarang banyak di temui orang-orang dari penjuru Dunia, berbagai macam budaya dan teknologi terbaru sudah bisa di saksikan oleh masyarakat Daratan Timur yang dulunya sangat tertinggal.
Di sana di pusat kotanya sekarang sudah berdiri banyak penginapan, rumah makan, toko perlengkapan dan banyak lainya. Sekte-sekte pendekar dan berbagai macam organisasi juga ada. Bahkan sekte petualang yang biasa hanya ada di Benua Barat juga sudah mendirikan cabang mereka di sana. Perubahan yang sangat luar biasa.
Di depan sebuah bangunan berlantai tiga yang merupakan gedung terbesar di Kota Arsa, baru saja tiba sebuah kereta kuda. Kereta yang sangat indah tersebut dipastikan dimiliki oleh bangsawan. Walikota Arsa, Nurmageda memang sedang menunggu tamu penting di kediamannya. Kereta tersebut menandai kedatangan mereka.
Seorang gadis cantik berumur sekitar dua puluh tahunan baru saja turun dari sana. Semua mata penjaga terpesona melihat kecantikan gadis tesebut. Tidak terkecuali Nurmageda. Wajahnya yang cantik dengan kulit seputih susu itu adalah pemandangan yang sangat langka bagi mereka. Ditambah lagi dengan pakaiannya yang sangat unik. Menandakan mereka bukan penduduk Kerajaan Swarna.
"Kakek, cepatlah turun!" Pintanya tidak sabaran.
"Hua'er, sebentar. Aku tidak semuda dirimu. Perjalanan ini membuat seluruh tubuhku terasa sakit." keluh seorang yang baru saja turun menyusul cucunya itu.
Bai Fan, meski sudah mengaku tua, tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan fakta yang sama. Jika tidak karna rambut dan jenggotnya yang sudah seluruhnya memutih, dia akannterlihat berumur sekita lima puluh tahunan. Tapi, siapa yang menyangka bahwa Umur Bai Fan sesungguhnya adalah delapan puluh tujuh tahun. Hal yang biasa terjadi pada pendekar tingkat tinggi di Negaranya, Kekaisaran Yang.
Nurmageda menyambut keduanya dengan ramah dan membawa mereka masuk ke kediamannya. Bai Fan sendiri adalah orang yang diutus oleh Kaisar Liu untuk memastikan sesuatu di Kota Arsa. Hanya dirinya dan keluarganyalah yang mengetahui dan mempelajari itu di seluruh kekaisaran Yang.
"Tuan Bai Fan dan Nona Bai Hua, saya berharap pelayanan di sini tidak terlalu mengecewakan anda" kata Nurmageda berbasa-basi pada keduanya saat mereka sudah berada di sebuah ruangan nya memang di gunakan untuk menerima tamu terhormat.
"Hahahaha, sungguh aku tidak tau bagaimana mengatakannya. Kebudayaan kita yang berbeda membuat semua hal bagiku sama saja. Tapi, penerimaan yang baik dari anda saja sudah membuat kami berdua senang, bukankah begitu hue'er?"
"Oh tentu saja Tuan Nurumageda." Ucap Bai Hua mendukung kakeknya.
Bai Hua mencoba bersikap selembut mungkin layaknya seorang wanita pada umumnya. Ini adalah syarat yang di ajukan kakeknya jika dia memang ingin ikut kesini. Jadi, sebenarnya bagi Bai Hua, apapun pelayanannya menurutnya sama saja. Dia sudah biasa hidup berpetualang menyelesaikan misi dari sekte nya sejak berumur lima belas tahun.
Keduanya setidaknya akan menghabiskan waktu cukup lama di Daratan Timur kerajaan Swarna ini. Itu di tandai dengan banyaknya barang bawaan mereka yang sekarang sudah di angkut oleh pelayan rumah Nurmageda ke kamar mereka masing-masing.
"Sebaiknya anda berdua beristirahat dahulu, setelah itu aku akan membawa kalian berdua berkeliling Kota." Tawar Nurmageda.
"Terimakasih atas tawarannya tuan Nurumageda, aku sangat menghargainya. Kebetulan tubuhku memang sudah membutuhkan istirahat setelah perjalanan laut yang panjang sebelumnya"
Bai Hua hanya mengangguk dan tersenyum setuju dengan pernyataan kakeknya itu. Butuh tiga bulan bagi mereka untuk Sampai ke Daratan Timur kerajaan Swarna ini. Masuk akal jika tubuh mereka sekarang sangat kelelahan dan membutuhkan istirahat untuk memulihkan tenaga mereka.
Pelayan Rumah mengantarkan mereka berdua ke kamar mereka untuk beristirahat.
Setelah mereka beristirahat. Nurmageda memanggil seorang tilik sandi untuk menyampaikan pesan pada Raja di Kota Basaka. Setelah menerima surat, tilik sandi itu pun segera pergi menjalankan tugasnya.
Di kamar terpisah, baik Bai Fan ataupun Bai Hua tidak tidur. Mereka duduk bersila setelah menelan sebuah pil untuk memulihkan tenaga mereka. Selama itu mereka akan mencoba menyerap energi yang terkandung di dalam pil tersebut. Salah satu metode bagi pendekar di Kekaisaran Yang, yang di sebut teknik kultivasi.
Keesokan harinya, Nurmageda yang awalnya berniat membawa keduanya untuk berkeliling kota terpaksa harus mereka tolak. Mereka langsung meminta Nurmageda untuk mengantarkan ke lokasi ledakan energi delapan tahun yang lalu.
Di sana, mereka bertemu dengan peneliti lainnya. Informasi yang mereka dapat tidak sesuai dengan ilmu gang mereka pelajari. Bagaimanapun seharusnya pemilik Tubuh Spasial tidak terbakar melainkan hancur.
Seusia dugaan Bai Fan, kerajaan Swarna sudah jauh tertinggal dari daerah lain tentang informasi. Atau, bisa saja kerajaan Swarna berpura-pura tidak tau. Karena tidak ada tanda-tanda pecahan Tubuh Spasial di sekitar sana.
Dengan ilmu yang sudah dipelajarinya. Tidak ada tanda-tanda pusat ledakan Qi atau yang biasa di sebut Prana bagi penduduk Swarna pada masa lalu, di sana. Namun, jika tidak ada hal tersebut, tentu saja seharusnya ledakan itu tidak pernah ada.
Hal ini lebih jauh lebih sulit dari yang bisa diharapkan oleh Bai Fan. Keputusannya untuk membawa cucunya Bai Hua sangat tepat. Saat ini ke ahlian cucunya tersebut akan sangat membantunya.
Bai Hua sudah di didik dari kecil agar kelak saat dewasa bisa menjalankan misi yang sulit bahkan sangat berbahaya. Ini karena informasi tentang ilmu menyangkut Tubuh Spasial hanya di turunkan pada Anggota keluarga Bai. Jadi, tidak mungkin menyuruh orang luar menyelidiki ini.
"Hua'er, kamu tau apa yang harus kamu lakukan, bukan?"
Bai Hua mengangguk mengerti. "Tentu saja Patriark. Aku akan menyelidikinya!"
Saat ini mereka sudah kembali ke sebuah rumah yang dipersiapkan untuk tempat tinggal mereka selama mereka mengadakan penelitian di Kota Arsa.
"Berhati-hatilah! Ini Negeri Asing, walaupun pendekar-pendekar di Kerajaan Swarna ini lemah tapi kau harus ingat, dari catatan sejarah, pemilik tubuh terkuat berasal dari daratan ini."
"Aku mengerti."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
next
2024-06-11
1
Arull My one
lanjut
2024-01-22
1
Sang M
payah.
2023-09-19
1