Arya sekali lagi dihadapkan dengan pemandangan yang sama.
"Mimpi ini lagi?" kata Arya saat berhasil membuka matanya.
Arya kembali melihat sebuah gerbang raksasa di depannya dan dia mendapati dirinya melayang di ruang yang sangat gelap. Hanya cahaya dari gerbang itu saja yang menyinarinya.
Seperti yang terjadi layaknya mimpi sebelumnya, gerbang itu mendekat atau, tubuhnya yang melayang kesana. Arya sekali lagi juga tidak bisa membedakannya.
Gerbang terbuka dan Arya memasuki ruangan yang ada di sana. Namun, kali ini berbeda. Di depannya, terhampar padang rumput yang sangat luas. Padang rumput itu di aliri sungai-sungai kecil dengan air yang jernih. Sangat berbeda dari mimpi Arya sebelumnya.
Di atas, meski Arya sama sekali tidak melihat adanya matahari, namun langit sangat cerah tanpa awan sedikitpun. Perasaan Arya di dalam mimpinya kali ini sangat nyaman.
"Kau bukan Arangga!"
Tiba-tiba di belakang Arya muncul suara yang mengejutkannya. Arya segera berbalik dan itu membuatnya lebih terkejut lagi. Seorang anak muda persis seperti dirinya sedang berdiri di hadapannya.
"Siapa kau?!"
Orang yang sama persis dengannya itu hanya tersenyum kecut. "Manusia sepertimu biasa menyebutku, Kulkan."
Arya pernah membaca nama itu di salah satu buku. Namun, Kulkan yang digambarkan di dalam buku tersebut, sangat berbeda jauh dengan apa yang lihatnya sekarang.
"Hahahahaha! ... Ya, sebenarnya aku juga tidak sama dengan sosok yang sedang kau bayangkan itu."
Arya lagi-lagi dibuat terkejut, seolah dia bisa membaca fikirannya.
"Ya, aku bisa membaca fikiranmu dan seluruh pertanyaan yang ada di kepalamu saat ini."
"Bagaimana bisa?!"
Pemuda yang mirip dengannya itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Arya, aku tak memiliki banyak waktu saat ini. Tapi ketahuilah bahwa ini bukan mimpi. Aku juga tidak tau bagaimana kita bisa terhubung di sini, Namun... "
Kulkan kemudian menceritakan pada Arya bagaimana keadaannya saat ini.
Kulkan mengatakan bahwa, Arangga telah mengurungnya di sebuah dimensi yang di sebut sebagai dimensi kematian. Namun, Arangga gagal membunuh kulkan di sana yang menyebabkan kulkan selalu berada di dalam itu selama lebih dari tiga ribu tahun.
Sebelumnya Kulkan merasa memiliki kekuatan untuk keluar dengan berusaha merusak gerbang Dimensi kematian. Sebelum akhirnya Arangga menyegel gerbang kematian dengan seluruh sisa tenaga dalamnya.
Segel itu juga membuat Arangga terkurung di sana bersama Kulkan. Karena gerbang dimensi itu milik Arangga, Kulkan tidak bisa membunuhnya di dalam namun Arangga juga tidak bisa menyentuh Kulkan.
Mereka terikat dengan hal itu selama beberapa tahun, hingga akhirnya suatu waktu Arangga mengatakan sesuatu.
Arangga memberi tahu kulkan rahasia kekuatannya. Arangga mengatakan pada Kulkan bahwa keluar dari dimensi kematian itu tidak mungkin, karena dimensi itu sendiri berada di dalam Energi Arangga. Jika Arangga mati, selamanya Kulkan akan terkurung di sana.
Namun, berbeda jika tubuh Arangga bisa Kulkan kuasai. Tapi itu juga akan sangat sulit karena Arangga sendiri tidak akan memberikan tubuhnya begitu saja pada kulkan.
Arangga meminta Kulkan untuk menunggu. Arangga meminta waktu untuk menyelesaikan sesuatu di Dunia, dan Suatu saat, Arangga berjanji akan kembali dan memberikan tubuhnya pada Kulkan sebagi kunci untuk keluar dari gerbang kematian.
Akhirnya, Kulkan menerima tawaran Arangga dan Arangga melepas segel Kulkan dan keluar dari sana.
Setelah lebih dari tiga ribu tahun menunggu, tiba-tiba Arya muncul dari gerbang yang sama. Itu membuat Kulkan berfikir bahwa Arya adalah Arangga. Karna keduanya memancarkan Aura yang hampir sama. Namun, saat Kulkan mencoba menguasai tubuh Arya, ternyata itu tidak semudah apa yang di perkirakannya.
Kekuatan tekad Arya untuk selalu hidup membuat Kulkan kesulitan dalam upayanya menguasai tubuh itu. Sampai akhirnya Kulkan menyadari bahwa ternyata tubuh itu sama sekali bukan tubuh Arangga.
Kulkan beberapa kali mencoba keluar lewat tubuh Arya, ternyata itu jauh lebih sulit lagi. Setiap celah terbuka, itu saat Arya mengalami hal yang mengancam nyawanya. Jika Arya mati, kulkan juga akan terkurung di tubuh ini selamanya dan ikut hancur bersama kehancuran tubuh Arya itu sendiri.
Kini Kulkan terjebak di tubuh Arya dan juga dimensi kematian Arangga dalam waktu bersamaan. Hal yang lebih mengerikan lagi bagi Kulkan adalah, meski sama-sama memiliki tubuh yang manusia tapi tubuh Arya jauh lebih lemah daripada tubuh Arangga. Hingga Kulkan juga merasa terancam berada di tubuh Arya.
Kulkan sekarang juga mengetahui bahwa Arangga telah mati. Setelah memasuki tubuh Arya, setidaknya Kulkan memiliki akses ke Dunia. Hal yang sama sekali tidak bisa dia lakukan di dimensi kematian milik Arangga sebelumnya.
Hal itu pula yang menyebabkan Kulkan tau bahwa Aura keberadaan Arangga di Dunia telah sirna. Arangga yang disangka Kulkan selama ini memiliki kekuatan untuk mencapai keabadian ternyata tetap memiliki tubuh yang fana.
Setelah kematian Arangga, seharusnya Kulkan terjebak dalam dimensi kematian selamanya. Tapi entah bagaimana Arya memiliki akses ke dimensi itu yang menyebabkan mereka bisa terhubung.
Setelah beberapa tahun, Kulkan juga menyadari bahwa, Energi miliknya terkurung pada sesuatu yang memancarkan tenaga dalam milik Arangga di suatu tempat yang ada di bumi. Sedangkan yang berada di dalam tubuh Arya hanyalah kesadarannya saja.
Meskipun begitu, kesadaran Kulkan juga memiliki kekuatan yang sangat kuat namun terbatas. Jika saja Arya menemukan benda tersebut, bukan tidak mungkin bagi kulkan untuk menemukan jalan keluar dari dimensi kematian dan tubuh Arya.
"Jadi Arya, aku ingin kau menemukan benda itu untukku." kata Kulkan. Mengakhiri penjelasannya.
Arya mengernyit keheranan. Jika Kulkan semenyeramkan itu, sebaiknya makhluk ini terkurung saja selamanya di dimensi itu. Arya lupa bahwa kulkan bisa membaca isi kepalanya.
"Oh, aku tau kau ingin hidup bukan? Jika begitu ... Hmm ... Aku tidak akan membunuhmu setelah aku bebas!" Kulkan mencoba membuat penawaran berharap Arya tertarik.
Arya menggelengkan kepalanya
"Oh, jika begitu aku akan memberikanmu sebuah daratan dan tidak akan menganggumu disana."
Arya tetap mengelengkan kepalanya, bagaimanapun di setiap buku yang ia baca. Kulkan. Di gambarkan sebagai sumber bencana dan malapetaka.
"Arya, bagaimana setengah dunia?."
"Apa yang kau mau? Kau hanya ingin Tetap hidup bukan?."
Arya menggelengkan kepalanya, waktu Kulkan semakin menipis, sisa tenaga dalamnya untuk berkomunikasi dengan Arya sudah hampir habis. Tubuhnya yang menyerupai Arya semakin samar.
"Arya kesadaranku sudah hampir habis, katakan keinginanmu, aku akan mengabulkannya." suara Kulkan semakin samar dan ekspresinya berubah menjadi sangat cemas.
"Baiklah, ... Jika kau bisa membebaskanku aku berjanji akan mengikuti semua keinginan ... " tubuh Kulkan menghilang di ikuti permintaan terakhir Kulkan yang terputus.
Kini di sana, Arya di tinggal sendiri. Arya berjalan menyusuri padang rumput itu, mencoba menikmati kedamaian di sana.
"Bagaimana makhluk itu berada di sini?."
Arya mendengar suara Amia. Berbeda dengan Kulkan, Suara Amia sering dia dengar selama setahun belakangan. Jadi, suara ini tidak begitu mengejutkannya lagi.
Akan tetapi, disini untuk pertama kalinya Arya melihat Amia dengan wujud yang jelas.
Sosok wanita yang sangat cantik melayang di atas sungai kecil yang mengalir di sana. Saat melihatnya, Arya merasa terpana. Wajahnya memerah.
"Bukannya seharusnya kau tau? Kau sudah berada di kepalaku sepanjang tahun."
Amia sedikit malu karna pertanyaan Arya. "Ehm ... Kau! Memang bodoh ... Di banding dengannya, aku hanya Roh Air!."
"Maksudmu?."
"Ya, seperti di sini ... Di dalam alam ini aku tidak bisa membaca fikiranmu ... Tapi... Makluk itu bisa."
"Maksudmu, Kulkan?"
Mendengar nama Kulkan disebut, Amia langsung terkejut seketika tubuhnya mencair dan lebur kedalam air yang mengalir di sana.
"Bodoh! Kenapa kau menyebut namanya seolah kau sederajat dengannya!."
"Hei, dia sendiri yang mengatakan namanya padaku, kenapa kau malah menyebutku bodoh?" Protes Arya.
"Ah! Aku tidak tau, tapi ingatlah Arya, jangan menyebut namanya pada siapapun di Dunia mu!" Amia mengingatkan.
"Hmm ... Baiklah! Aku fikir juga begitu!"
Amia kembali muncul "Sekarang, keluarlah lewat pintu itu." Amia menunjuk pintu yang baru saja muncul "Dan Ingat, buatlah tubuhmu sekuat mungkin, karena ... "
Amia mengantung kata-katanya. Kejadian terakhir pasti akan menyebabkan perubahan di dunia.
" Karena apa? "
Amia menggeleng "Karena kau sangat lemah! Sekarang keluar dan latih tubuhmu hingga menjadi cukup kuat!"
"Bukankah ini alam bawah sadarku sendiri? Kenapa kau malah mengusirku dari sini?."
Amia yang kesal memainkan jarinya hingga membuat pintu kecil itu terbuka dan memainkan tangannya yang lain sehingga membuat Arya melayang sebentar lalu terlempar ke arah pintu tersebut.
Mata Arya terpicing sebentar namun saat terbuka kembali, pandangannya sudah berubah.
Langit-langit jerami dan dinding bambu. Terakhir kali Arya melihat ini delapan tahun yang lalu, saat dia terbangun setelah diselamatkan oleh Obskura.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
next.
2024-06-10
1
gantosa wiji
jozzzzz👍👍👍
2022-05-13
2
akp
apakah kulkas berbentuk naga?
karena awal kemunculannya berbentuk naga.
2022-04-29
2