Arya terkapar dengan tubuh dipenuhi luka. Di tangannya, dia menggenggam sepasang kaki ayam hutan namun bagian tubuh lainnya sudah raib menghilang.
Sejak pertama kali belajar dibawah bimbinan Krama, Arya hanya diberikan perintah untuk berburu makanan untuk Krama setiap harinya.
Sekarang menangkap Ayam hutan seharusnya sudah mudah bagi Arya, apalagi pada malam hari. Namun, Ayam yang menjadi buruannya itu, juga menjadi target oleh pemangsa lainnya.
Seekor siluman musang berhasil merebut tubuh hewan buruan Arya setelah menyebabkan Arya terluka. Hal yang tak bisa dikeluhkan Arya karena layaknya hukum rimba, di sini yang terkuatlah yang benar.
Kedatangan Krama menyelamatkan nyawanya. Jika tidak, bisa saja dirinyalah yang menjadi santapan siluman tersebut.
"kau sangat lemah. Itu hanya musang berumur tidak lebih dari seratus tahun!" kata Krama ketus.
"Aku ... Baru ... Sepuluh ... Tahun!" jawab Arya terengah-engah.
"Itu kenapa aku bilang kau sangat lemah. Saat aku berumur sepuluh tahun aku sudah membunuh siluman gajah."
Arya tidak mau menjawab lagi, dia sudah tidak ada tenaga untuk mendebat Krama, mana mungkin dirinya bisa di samakan dengan Siluman ini. Jika tidak ada Rewanda, sudah pasti Krama yang akan menjadi Raja di hutan ini.
"Aku akui, Hari ini kau sedikit ada kemajuan, setidaknya kau hanya hampir mati sepuluh kali hari ini."
"Terimakasih!"
"Jangan berterima kasih, Bocah! Itu bukan pujian. Kau belum mendapatkan buruan hari ini. Sebagai hukuman, kau harus berlari menaiki bukit itu dan kembali kesini paling lama besok pagi!"
Arya menatap sebuah Gunung yang disebut bukit oleh Krama. Untuk naik saja bisa memakan waktu satu hari satu malam lamanya. itu juga jika Arya tidak bertemu dengan siluman, lalu bagaimana dia bisa naik dan turun dalam kurun waktu seperti yang diperintahkan Krama.
"Dia ingin membunuh ku!" Gumam Arya.
Arya lalu berdiri dan mulai berjalan. Seiring itu, darah tidak keluar lagi dari luka-lukanya yang mulai mengering.
Arya tau dia tidak akan mampu menyelesaikan perintah Krama. Tetapi, Arya belum pernah sekalipun menolak perintah apapun. Dia akan terus mencoba walaupun tau akan gagal. Arya pun mulai berlari menuju bukit tersebut.
Setelah kepergian Arya, Krama. Bergumam. " bagaimana anak itu bisa selamat dari kematian lebih dari seribu kali "Kemudian dia berdiri dan mengikuti langkah kaki Arya dengan senyap.
Dalam tiga bulan ini, setidaknya Arya akan menghadapi kematian tiga puluh kali dalam sehari. Jatuh dari pohon yang sangat tinggi saat mengambil buah atas perintah Rewanda berulang kali, atau dipatok ular, di gigit laba-laba beracun, bertemu dengan siluman, terperosok kejurang, Tenggelam di danau, Diburu saat berburu, dan berbagai macam jenis bahaya lain yang mengancam nyawanya.
Sehari yang lalu, Arya hampir mati saat berhadapan dengan seekor beruang besar . Untung saja Rewanda datang mengusir beruang itu, saat beruang itu sudah berhasil merobek tangan kanan Arya.
Bagi Rewanda dan Krama, Arya adalah makhluk paling penakut di Dunia. Karena Arya bisa berteriak histeris ketakutan hanya karena dililit ular. Ya, walaupun ular itu sebesar pohon kelapa tapi bagi mereka itu tetap hanya ular biasa bukan siluman apalagi Naga.
Latihan Arya berburu saat malam, dan mengambil buah saat siang hari berjalan selama dua Tahun. Namun, semakin lama maka semakin sulit pula tantangan yang diberikan keduanya.
Pernah Arya diperintakan Rewanda untuk mengambil buah yang berada di dinding tebing yang sangat tinggi. Arya sudah terjatuh puluhan kali dan mendarat di dasar sungai demi mendapatkan buah itu. Yang ternyata membuat Arya sedikit kesal, beberapa bulan berikutnya Arya mendapati pohon buah itu tumbuh subur di sebalik bukit lainya.
Setelah dua tahun, Arya diperintahkan Krama untuk berburu semua binatang yang pernah melukainya sebelumnya. Itu juga hampir membuat Arya mati berkali-kali.
Namun, Arya tidak pernah berhenti sampai semuanya berhasil dia lakukan.
Seiring berjalannya waktu, Arya mulai berubah dari Anak paling pengecut di Dunia, menjadi salah satu makhluk yang ditakuti di hutan yang sangat luas itu.
Akan tetapi, masih ada ratusan makhluk dan binatang yang lebih kuat dari Arya di sana. Sehingga nyawa Arya sama sekali belum aman.
Latihan untuk menguatkan tubuhnya itu berlanjut hingga lima tahun, Arya tumbuh menjadi manusia yang sangat kuat walaupun di hutan tersebut dia masih terhitung lemah. Namun, perkembangan Arya sudah disadari baik oleh Rewanda ataupun Krama.
Arya sama sekali tidak menggunakan tenaga dalam meski seluruh titik cakranya sudah terbuka. Arya murni menggunakan kekuatan fisiknya untuk menyelesaikan perintah keduanya.
Berumur lima belas tahun, Arya sudah tumbuh dengan tubuh yang sangat gagah, otot dan tulangnya yang sangat kuat. Meski masih terbilang otot dan tulang manusia biasa dan sangat berbeda dengan otot dan tulang pendekar di kalangan manusia. Namun, jika suatu saat Arya bisa membandingkannya. Kekuatan Arya sekarang mampu mematahkan tulang dan mengoyak otot pendekar berlevel perunggu.
Karena ketekunannya, kekuatan tanpa tenaga dalam itu, Arya sesekali mulai bisa menahan serangan Krama atau Rewanda saat mereka latihan bertarung. Ya walaupun akhirnya Arya berakhir tak sadarkan diri namun pada dasarnya dia tidak mati dan itu cukup bagus.
Arya memanjat lebih hebat dari kera biasa dan hanya Krama yang lebih cepat larinya di hutan itu selain dirinya. Satu-satunya kelebihan Arya dari keduanya adalah menyelam. Arya juga di perintahkan keduanya berburu di danau yang luas di hutan itu.
Jika Rewanda dan Krama menjadi kuat karna ingin menjadi Raja, berbeda dengan Arya. Anak itu menjadi kuat karena ingin mempertahankan hidupnya selama mungkin. Arya sendiri tidak sadar sudah ribuan kali melakukan hal yang berbanding terbalik dari niatnya itu.
Insting bertahan hidup Arya terasah sangat tajam. Hingga dia menjadi orang yang sangat awas. Karena terbiasa dalam keadaan genting, seluruh reflek tubuh dan cara berfikir otak Arya menjadi sangat cepat.
Dalam satu tahun terakhir, Rewanda dan Krama tidak pernah lagi menyelamatkannya. Keduanya sudah tau, jika Arya dalam bahaya, dia akan menemukan jalan untuk selamat. Buktinya setelah enam tahun, Arya masih hidup walaupun sering menderita luka yang cukup parah. Hebatnya lagi, tubuh Arya bisa menyembuhkan lukanya sendiri dengan waktu yang sangat cepat.
Saat memasuki tahun ketujuh pelatihannya, saat itu Arya sedang terdesak. Sekawanan Siluman beruang berhasil mengepung Arya. Rewanda dan Krama yang mengawasinya dari kejauhan merasa kecolongan.
Saat keduanya mencoba menyelamatkan Arya, mereka merasa saat itu sudah terlambat. Tapi, tepat disaat genting, tiba-tiba tubuh Arya mengeluarkan Aura yang sangat Aneh.
Aura itu begitu menakutkan. Hingga Rewanda dan Krama ikut tertunduk saat Arya mengeluarkan Aura tersebut dari tubuhnya. Saat Aura itu hilang, kawanan Siluman Beruang yang berumur paling muda lima ratus tahun dan paling tinggi hampir seribu tahun itu pun, kabur kesegala penjuru karena ketakutan.
Setelah itu, Arya tertidur selama dua hari.
Namun saat Arya terbangun, dia sama sekali tidak mengingat kejadian tersebut.
Dan kejadian itu terus berulang beberapa kali. Namun setiap kali terjadi, Auranya semakin pekat dan semakin menakutkan. Tapi itu juga berdampak lebih parah. Terakhir Arya tertidur hampir sebulan lamanya.
Tujuh tahun menjalani pelatihan dari Rewanda dan Krama, sampai saat itu Arya memang merasa sudah menjadi manusia yang kuat. Dia yakin saat ini jika dia berhapadan dengan Wiratama ataupun Kudra, orang yang bertangung jawab atas kematian seluruh keluarganya itu, Arya akan memiliki kesempatan untuk menang.
Arya juga menyadari bahwa Ayahnya sangat kuat. Karena saat itu Arya ingat mendengar Kudra mengatakan bahwa Ayahnya, Natungga adalah orang terkuat di kota Basaka. Dia juga mengingat Arsa, mungkin Arsa kakaknya akan jauh lebih kuat dari Ayah mereka jika saat sudah dewasa. Namun, sekarang semua itu sudah tidak mungkin terjadi.
Kadang rasa rindu pada keluarganya menghinggapi hati Arya yang membuatnya merasa kesepian. Namun, setelah itu semangat Arya berlatih akan menjadi berlipat ganda. Karena setiap kali menjadi lebih kuat dan bisa bertahan hidup, Arya berfikir bahwa dia tidak akan mengecewakan keluarganya. Itulah yang Arya tanamkan pada hatinya.
Dan selama tujuh tahun itu pula akhirnya Arya tau bahwa baik Rewanda ataupun Krama bukanlah siluman. Mereka awalnya adalah makhluk langit. Namun karena kesalahan mereka di masa lalu, mereka terusir dari lingkungan Istana Langit.
Meski berhasil menjadi Abadi, tapi mereka tidak bisa dikatakan Dewa. Istana langit memberikan sebutan lain untuk ganjaran perbuatan mereka.
Rewanda dan Krama di sebut sebagai Iblis Langit dan di kurung di penjara langit. Namun, Obskura diam-diam mengeluarkan mereka dari penjara itu dan membawa mereka kesini.
Hutan yang sangat luas ini di akui oleh Obskura sebagai miliknya. Beberapa ribut tahun, setelah ledakan besar terjadi, area yang luas ini dahulu hanya lahan tandus.
Rewanda dan Krama yang seharusnya menjadi sangat berbahaya, di bawah bimbingan Obskura mereka sama sekali tidak seberbahaya itu. Kecuali, dalam waktu-waktu tertentu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
next.
2024-06-09
1
Arull My one
lanjut,...!
2024-01-22
1
mulyadi nara
hanya..?
sebesar pohon kelapa, hanya..?
😆🤓😜😵🤙🤡
gak ada akhlak lu😁
2023-08-15
1