Tidak ada pilihan lain. Sekarang mungkin memang hanya dirinya yang bisa menghadapi Kulkan. Tapi, Arangga juga tau kemungkinan untuk mengalahkan Kulkan itu sangat kecil atau bisa dikatakan mustahil.
Arangga menancapkan pedangnya ketanah, kemudian duduk bersila di depannya. Arangga memejamkan mata mencoba mendapatkan ketenangan.
"Jurus Kesebelas, Gerbang Harapan!"
Arangga memakai jurus ini untuk mengumpulkan tenaga dalam semua makhkuk hidup yang ada di Bumi. Tenaga dalam itu di alirkan pada pedangnya. Karna waktunya sangat sedikit, jumlah tenaga dalam yang terkumpul jauh dari harapan Arangga.
Saat dilepaskan, Kulkan langsung terbang ke Bumi. Tempat terakhir kali dia berkeliaran di Dunia yang dulu dikuasainya ini. Dengan amarah dan dendam, Kulkan langsung mencari sumber yang memancarkan tenaga dalam yang paling kuat di bawah sana.
Kulkan sendiri memiliki penglihatan yang sangat tajam, sehingga bisa melihat apa yang terjadi di Bumi.
Kulkan tidak menyangka bahwa sosok yang sedang di tujunya itu adalah manusia. Terakhir kali Kulkan hanya melihat manusia bagaikan semut yang tak berarti. Tapi sekarang energi dari manusia di bawah sana sangat tidak biasa.
Karna tidak banyak waktu lagi, Arangga segera bangkit dan mencabut pedang nya. Dia menatap tepat kearah kedatangan Kulkan. Arangga menghela nafas panjang dan memantapkan tekadnya. Arangga melesat dengan kecepatan penuh menuju Kulkan.
Arangga terbang melesat ke atas dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara. Sehingga, dia meninggalkan beberapa kali dentuman di belakang jalur terbangnya.
Kulkan merasa ada yang tidak beres dengan manusia yang dia hadapi ini, sejak kapan manusia memiliki keberanian dan kekuatan seperti ini.
Meski tidak begitu tau apa yang terjadi, Kulkan yakin tidak ada satu pun makhluk yang bisa menghentikannya kali ini. Kulkan membuka mulut nya, kemudian menembakkan bola api raksasa tepat pada Arangga.
Kulkan yakin bola api besar itu pasti akan mengenai Arangga dan menghancurkannya. Tapi, tidak seperti yang diharapkan olehnya. Bola api yang dia tembakkan itu, baru saja dibelah. Yang membuat Kulkan lebih heran lagi Arangga semakin memacu kecepatannya.
Kulkan yakin manusia ini memiliki kekuatan Dewa bahkan mungkin manusia ini sudah menjadi dewa itu sendiri. karna dia sama sekali tidak takut dengan kematian di depan matanya. Tidak di ragukan lagi, manusia yang melesat tanpa ragu padanya ini juga pasti sudah sampai pada level abadi.
Kulkan sadar, Ini akan menjadi pertarungan yang sedikit panjang sebelum dia menyerap energi kehidupan Arangga dan membinasakannya.
Setelah membelah bola api yang baru saja dilepaskan oleh Kulkan, Arangga tau ini tidak akan berakhir baik. Arangga menarik pedang nya. Mendekatkan bilah pedang itu pada wajahnya.
"Kau dibuat untuk melindungi umat manusia. Sekarang, kuberikan semua yang kami punya padamu. Hentikan makhluk ini!" bisik Arangga pada pedangnya.
Dan seketika pedangnya mulai menyala memancarkan cahaya biru yang sangat terang. Cahaya itu, semakin lama semakin terang dan sedikit menyilaukan.
Arangga menjulurkan pedangnya yang menyala itu pada Kulkan. Arangga hanya punya satu kesempatan untuk melakukan serangan. Jika gagal, semua akan berakhir. Semua makhluk di Bumi akan segera punah.
"Jurus Kedua Belas, Gerbang kematian!"
Semua manusia yang berjarak puluhan ribu kilometer dari bentrokan antara Arangga dan Kulkan di angkasa, menyaksikan Arangga dari bawah terbang dengan kecepatan tinggi ke arah datangnya Kulkan.
Arangga yang melesat keatas terlihat seperti meteor kecil berekor yang sangat panjang berwarna biru dan merah yang akan segera menabrak tubuh Kulkan yang besarnya nyaris separuh luas daratan SwarnaDwipa.
Tepat saat mereka menyangka akan ada benturan yang maha dahsyat akan terjadi, seketika sebuah lubang Dimensi super besar terbuka.
Belum sempat mereka mengekspresikan keterkejutan, kejadian berikutnya lebih membuat mereka terpana. Lubang yang barusaja muncul itu dengan sekejap mata menelan Kulkan kedalamnya.
Dunia langsung hening saat tubuh Kulkan yang sebelumnya terlihat hampir menutupi langit itu menghilang di Angkasa.
Semua mata yang melihat dari bawah merasa seolah-olah kejadian ini seperti mimpi. Hal yang baru saja terjadi membuat pikiran mereka menjadi kosong. Dunia tetap hening selama beberapa menit, sebelum akhirnya tanah mulai bergetar.
Getaran itu tidak lama menjadi goncangan, dan goncangan itu mulai terasa seperti gempa dan terus membesar. Umat manusia yang sebelumnya terdiam kini mulai dilanda kepanikan. Mereka sama sekali tidak tau apa yang terjadi. Dan mulai mencari cara untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.
Tidak lama setelah itu, cahaya berwarna warni mulai menyelimuti bumi dengan kecepatan tinggi. Jauh di ujung daratan SwarnaDwipa terdengar suara dentuman yang sangat keras.
Meski jarak ledakan itu sangat jauh, Namun suara dari hasil dentumannya itu seolah mampu meledakkan jantung makhluk hidup yang berada dalam jarak ribuan kilometer dari lokasi ledakan itu terjadi.
Ledakan tersebut menyebabkan Gempa bumi terbesar dalam sejarah umat manusia. Gelombang kejut dari ledakan itu juga meratakan permukaan tanah dalam radius belasan ribu kilo meter jauhnya. Membuat laut bergejolak menghasilkan tsunami yang juga sangat besar.
Anhur yang melihat kejadian itu dari Istana Langit, tertegun. Dia tidak bisa membayangkan jika saja Kulkan menghantam bumi secara langsung. Bukan tidak mungkin itu langsung membuat Bumi terbelah jika tidak hancur menjadi serpihan.
Berbeda dari apa yang dilihat oleh Dewa Anhur, umat manusia tidak tau apa yang terjadi setelah Kulkan menghilang selain suara dentuman yang dahsyat dan Cahaya biru yang kini memenuhi seluruh lapisan udara.
Seminggu setelah kejadian itu, tidak ada yang terjadi lagi. Cahaya yang memenuhi udara sudah mulai memudar.
Dengan hilangnya tentara langit dan Kulkan, Semua beranggapan Perang antara Dua Dunia ini akhirnya benar-benar berakhir. Dengan dampak perang yang sedahsyat ini, tidak ada yang perduli lagi siapa yang menang ataupun kalah.
Akan tetapi, tidak ada yang benar-benar tau apa yang terjadi antara Arangga dan Kulkan. Karena selama seminggu itu juga, Arangga tidak pernah muncul kembali.
Dampak peperangan yang terjadi lebih dari lima tahun ini, memakan korban lebih dari Seratus Juta Jiwa dari pihak manusia dan hampir Tiga Ratus Ribu tentara langit dan sembilan Dewa Perang juga dipastikan menjadi korban perang terbesar dalam sejarah ini.
Perang ini juga berdampak besar pada struktur tanah. Ledakan terakhir menyebabkan daratan terbesar di Bumi itu, terpisah menjadi tiga bagian. Pecahan dari ledakan itu membuat munculnya pulau-pulau kecil disekitar nya.
Hasil dari pertempuran ini, membuat Dewa Anhur menyadari bahwa langit tidak lagi aman. Dengan dibantu oleh semua Dewa yang ada di Istana Langit, Dewa Anhur menyegel Pintu Langit. Ini membuat dua Dunia ini benar-benar sudah terpisah.
Akhir Perang ini menjadi titik awal dimulainya sejarah dan peradaban baru umat manusia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
next
2024-06-07
1
Arull My one
mantap
2024-01-22
2
ZERO
ntapp👍
2024-01-07
1