Menurut buku yang pernah Arya baca, Obskura adalah dewa yang mencuri Kitab Dunia dari salah satu Istana di Langit dan membawanya ke Bumi. Dewa yang memberi kesempatan bagi umat manusia untuk lebih berkembang berkat ilmu pengetahuan yang ada di Kitab Dunia itu.
Atau, Dewa yang akhirnya menyebabkan perang antara Dua Dunia lebih dari tiga ribu tahun yang lalu. Dan bertanggung jawab atas ratusan juta korban saat perang itu berakhir.
Banyak kisah tentang Dewa Obskura. Beberapa diantaranya menganggap Obskura adalah pahlawan bagi bangsa manusia, yang lainya menganggap Obskura sengaja ingin memanfaatkan kejadian itu untuk mendapatkan sesuatu yang tidak diketahui oleh siapapun.
Tapi Di Istana Langit, Para Dewa menganggap Obskura sebagai Pengkhianat yang menyebabkan rusaknya keseimbangan Dunia. Dewa Anhur menuduh Manusia menyembunyikan Obskura atau Obskura bersembunyi di kalangan manusia. Yang manapun, itu cukup menjadi alasan untuk mulai berperang.
Akan tetapi, belasan ribu tahun sejak Kitab Dunia mulai dipelajari umat manusia, tidak ada catatan sejarah yang menceritakan bagaimana Kitab tersebut, sampai ke tangan manusia atau siapa manusia pertama yang mempelajari Kitab itu.
Obskura sendiri juga tidak pernah muncul bahkan saat Perang Dua Dunia terjadi. Sebagai pemegang Kitab Dunia, tentu saja jika saat perang itu Dewa Obskura muncul dan memilih bersekutu dengan salah satu pihak, maka pihak tersebut akan diuntungkan.
Baik di Bumi dan di Langit sekalipun, tidak ada yang pernah tau keberadaan Obkura sebenarnya, sampailah seseorang di depan Arya ini mengaku sebagai Dewa tersebut. Sangat mencengangkan. setidaknya, itu adalah ilmu pengetahuan yang sudah umum bagi manusia.
Arya menatapnya penuh tanda tanya. Tentu saja Arya meragukan pernyataan orang tua di depannya ini. Bagaimana bisa Dewa ada di Bumi sedangkan pintu Langit telah lama tertutup. Dan satu lagi, orang yang mengaku Dewa di depannya ini terlihat biasa saja baginya.
"Hahahaha! ... Tentu saja kau tidak percaya, bukan?! Hmm ... Baiklah, aku akan membuktikannya padamu."
Obskura membuka telapak tangan kanannya, tak lama muncul api kecil yang melayang di atas telapak tangan itu. Kemudian dia membuka telapak tangan kirinya. Tampak udara bergerak di atas telapak tangan itu hingga membentuk pusaran angin kecil namun sangat kencang.
Arya sempat tertegun sebentar melihat aksi Obskura tersebut. Kemudian dia menggeleng. Hal tersebut tidak terlalu mengejutkannya. Natungga Ayahnya dan Ki Cokro juga bisa mengendalikan elemen. Orang-orang yang mengejar mereka sebelumnya juga bisa. Jadi apa yang dilakukan orang tua di depannya sekarang ini, tidak begitu istimewa lagi baginya.
Sekarang Obskura yang terkejut melihat ekspresi Arya yang bisa di bilang tidak berekspresi apapun itu.
Dengan wajah sedikit kesal Obskura bertanya. "Hei bocah, kau fikir manusia bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan ini?."
"Ayahku dan teman nya juga bisa melakukan persis seperti mu. Dia juga mengendalikan Elemen Udara dan Api."
Mendengar jawaban Arya, Obskura tertawa "Hahahaha! Tentu saja manusia bisa mengendalikan elemen. Tapi mereka tidak bisa mengendalikan dua elemen dalam waktu bersamaan."
Pusaran angin di tangan Obskura membesar, lau dia memasukkan api yang ada di telapak tangan kanan nya ke pusaran angin tersebut. Pusaran angin itu kini mengandung api yang sangat panas.
Aksi Obskura kali ini membuat Arya bereaksi. Matanya membesar dan mulutnya membulat.
Meski tidak terlalu besar, hawa panasnya terasa hingga ke wajah Arya. Arya sampai harus menyipitkan matanya saat hawa itu semakin panas.
Saat Obskura sudah yakin bahwa Arya percaya padanya, kobaran api itu pusaran kobaran api itu mengecil dan tak lama setelah itu menghilang begitu saja.
Puas dengan aksinya, Obskura kini kembali duduk di sebelah Arya.
"Apakah kau sudah percaya?"
Obskura yakin Arya sudah percaya setidaknya sebelum Arya menjawab.
"Aku tidak yakin, karna aku hanya pernah melihat beberapa pengendali elemen, dan aku tidak tau apa kelebihan Dewa daripada manusia selain itu." jawab Arya.
"Ck ... Dasar Manusia!"
Obskura termenung sebentar setelah berdecah tersebut. Arya mengingatkannya pada saat pertama kali dia berinteraksi dengan manusia belasan ribu tahun yang lalu.
"Arya, sebelumnya aku tidak pernah mengatakan pada siapapun bahwa aku adalah Dewa, apalagi Dewa Obskura."
"Lalu kenapa, sekarang kakek mengaku sebagai Obskura?!"
Obskura menghela nafas panjang kemudian melepaskannya. "Kau mengingatkanku pada seseorang."
Arya langsung menatap pada Obskura. "Apakah orang itu bernama, Arangga?."
Arya menanyakan hal tersebut, karena saat itu Arya langsung mengingat mimpinya saat bertemu dengan Naga. Sang Naga sepertinya salah mengenalinya sebagai Arangga.
"Tidak! ... Bukan Arangga! Kau sangat berbeda dengannya." jawab Obskura cepat, Namun setelah beberapa saat, dia langsung menatap Arya heran "Hei, bagaimana kau tau Arangga?"
Arya memundurkan sedikit tubuhnya karna tatapan Obskura padanya sedikit tajam. Namun, Arya juga sedikit heran. Menurutnya, orang tua di depannya ini tau siapa Arangga.
"Hmm... Seseorang sebelumnya salah mengenaliku, dia mengatakan bahwa aku adalah Arangga." Arya tidak menceritakan tentang mimpinya. Arya tidak tau kenapa dia berbohong. Hal itu terjadi begitu saja.
Obskura mengernyit. Kini dia semakin heran. 'Siapa yang salah mengenali anak kecil ini sebagai Arangga? Bahkan dilihat dari manapun, antara mereka berdua sama sekali tidak ada kemiripan dari segi apapun.'
"Aku, tidak tau siapa yang salah mengenalimu sebagi Arangga. Jujur saja, Arangga sudah lama dilupakan bangsa kalian. Tapi, aku menghargaimu jika kau tidak ingin menceritakannya. Sepertinya, ada baiknya aku memang tidak tau."
Arya merasa sedikit lega karena kebohongan tidak terlalu dipermasalahan oleh Obskura.
"Kakek bilang, Orang-orang itu mengincar tubuhku. Berarti kakek tau alasan kenapa mereka menginginkan tubuhku ini."
"Ya, aku fikir juga begitu sebelumnya. Namun, seperti diriku sebelumnya, mereka salah menilai tubuhmu."
"Maksud Kakek?"
"Begini, ada banyak rahasia di dunia ini yang belum terpecahkan. Bahkan bagi kami para dewa sekalipun. Namun ... "
Obskura mulai menjelaskan tentang tubuh Arya yang sebelumnya dia fikir adalah salah satu jenis tubuh yang unik pada bangsa manusia.
Normalnya manusia lahir dengan tubuh yang belum memiliki tenaga dalam atau titik cakra yang belum terbuka. Namun, ada beberapa jenis tubuh dari manusia yang unik bahkan sangat langka.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, beberapa orang mengincar jenis Tubuh Spasial atau Tubuh Wadah. Salah satu jenis tubuh yang mampu mengumpulkan tenaga dalam dengan waktu yang sangat cepat.
Manusia yang memiliki tubuh tersebut jika berhasil membuka titik cakranya dan melatih tubuhnya, suatu saat akan menjadi pendekar yang sangat kuat dan akan sangat sulit di kalahkan karena seolah memiliki tenaga dalam yang tak terbatas.
Akan tetapi, Tidak banyak manusia yang bertahan hidup dengan tubuh ini. Karena, saat titik cakranya terbuka, Cakra tersebut akan menyerap tenaga dalam dengan sangat cepat. Sehingga, tubuh yang masih lemah dipaksa menerima tenaga dalam yang besar akan menyebabkan tubuh itu meledak.
Tubuh seperti itu sangat berbahaya jika ditangani oleh orang yang tidak tau bagaimana memperlakukannya dengan benar. Sampai saat ini hanya beberapa manusia dalam sejarah yang mampu hidup dengan tubuh seperti itu. Dan semuanya hidup sebagai pendekar-pendekar yang kuat dan tercatat dalam sejarah sebagai legenda.
Meski sudah terlupakan, namun pemilik Tubuh Spasial terkuat adalah Si Pembunuh Dewa. Satu-satunya manusia yang pernah membunuh tidak hanya satu tapi sembilan Dewa Perang kuat sekaligus, saat Perang Dua Dunia lebih dari tiga ribu tahun yang lalu.
Manusia yang berhadapan dengan Kulkan, makhluk terkuat di Dunia tanpa gentar sedikitpun. Manusia yang seharusnya menjadi pahlawan dan legenda terbesar umat manusia, Arangga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
,next
2024-06-09
1
Arull My one
top author,...
2024-01-22
1
Abigail Chavali
Kerennn kerennnn
2022-10-08
2