Untuk pendekar ahli tingkat satu, itu sudah cukup untuk mengurung bahkan membunuhnya. Namun Natungga adalah pendekar Ahli tingkat tiga, apalagi dia adalah pengendali api. Jurus seperti ini tidak akan mampu menghentikannya.
Beberapa saat, asap mulai mengepul dari lapisan batu hitam itu dan tak lama batu itu mulai berubah jadi merah. Api Natungga akhirnya melelehkan lapisan batu tersebut.
"Cih, seperti yang kuduga!" Dengus Kudra.
Natungga keluar dari lelehan batu tersebut, tapi beberapa orang sudah menunggunya. Seketika puluhan tombak yang sudah dialiri tenaga dalam menghujam sekujur tubuhnya.
Taktik ini sudah lama dipersiapkan oleh Kudra dan Wiratama. Menghadapi Natungga tidak akan berhasil jika mereka hanya mengandalkan kekuatan saja. Perlu taktik khusus dan beberapa pengalihan untuk menghadapi Natungga. Kudra mengeluarkan teknik kuat lainnya.
"Hujan Jarum!"
Ratusan batu yang yang runcing dan di aliri tenaga dalam menghujani tubuh Natungga. Selain itu, api juga mulai membakar tubuhnya. Namun, itu bukan api yang berasal dari tenaga dalamnya, api itu berasal dari Wiratama.
"Lidah Api!"
Natungga mencoba menahan semua serangan yang diterimanya yang bertubi-tubi tersebut. Namun tubuhnya sulit bergerak karna beberapa pengendali tanah terus menyatukan kekuatan mereka untuk mengikat kakinya. Taktik yang cerdas.
Kali ini Natungga sadar bahwa dia sudah benar-benar terdesak. Mengetahui dirinya akan kalah, Natungga mengumpulkan tenaga dalamnya. Kali ini tidak untuk menahan serangan lagi. Tapi untuk memberikan serangan terakhir bagi salah satunya.
"Tinju Api!, Singa Api!" Teriak Natungga untuk terakhir kalinya.
Dua ekor Singa Api keluar menerjang Kudra. Kudra yang baru saja menghabiskan banyak tenaga dalam tidak bisa mengantisipasi serangan yang kuat tersebut. Ini tidak ada dalam rencananya. Tak terfikirkan oleh Kudra sebelumnya bahwa Natungga akan melepaskan serangan kuat ini menggunakan tenaga dalamnya yang tersisa.
"Arrrrrggghhhh!"
Kudra terbakar saat kedua Singa Api milik Natungga itu menerkamnya. Wiratama terkejut melihat kekuatan api Natungga. Dia merasa lega karena bukan dia yang terkena serangan tersebut.
Tak lama, Kudra sudah tak bernyawa. Namun, Tubuhnya tetap terbakar. Seperti kabar yang banyak beredar sebelumnya. Singa Api Natungga akan terus melahap korbannya sampai tubuh korbannya menjadi abu. Jurus yang sangat mengerikan dari orang terkuat di kota Basaka.
Di lain sisi, Cokropati masih berdiri mencoba membunuh sebanyak mungkin pendekar yang di lawannya walaupun tenaga dalamnya sudah mulai menipis yang membuat tubuhnya juga menjadi lemah.
Cokropati menyaksikan bagaimana Natungga kalah. Dengan sisa tenaga dalamnya, Cokropati juga berniat melakukan hal yang sama. Setidaknya dia masih yakin bisa memberikan serangan yang fatal untuk Wiratama. Tapi celakanya, musuh yang dihadapinya masih terlalu banyak. Dan mereka tidak memberikan Cokropati kesempatan melakukan apapun.
Belum sempat Cokropati memusatkan tenaga dalamnya, Wiratama lebih dahulu melepaskan jurus yang sama padanya. Cokropati pun terbakar. Tak hanya itu, puluhan anak panah terus menghujani tubuhnya hingga Cokropati benar-benar tak bergerak lagi.
Wiratama sempat tertegun sebentar melihat kedua orang yang baru saja mati itu.
Cokropati adalah gurunya. Dari kecil Wiratama sangat disayangi oleh Cokropati. Saking sayangnya Cokropati hampir tidak pernah memarahi Wiratama. Namun, semua itu membuat Wiratama menjadi murid yang sombong.
Akan tetapi, kesombongan Wiratama itu akhirnya membuat dirinya sendiri malu. Wiratama terkejut bahwa alasan Cokropati tidak memaksanya berlatih ilmu beladiri dengan giat, karena sebenarnya tubuh Wiratama lemah. Tidak seperti Natungga yang selalu dipaksa oleh Cokropati untuk melewati batas kekuatannya.
Melihat perkembangan Natungga yang sangat cepat, muncul rasa iri di hati Wiratama padanya. Padahal, sebelumnya dua orang itu adalah teman yang cukup dekat. Bisa dikatakan Wiratama sempat menganggap Natungga seperti adiknya sendiri.
Tapi, prestasi Natungga saat dewasa benar-benar membuat Wiratama bertambah iri. Natungga didaulat menjadi komandan pasukan prajurit kota Basaka. Dimana biasanya, komandan prajurit itu di isi oleh orang yang paling kuat di kota itu. Sedangkan Wiratama hanya menjadi prajurit biasa.
Suatu hari, Wiratama mendengar percakapan Natungga dengan Cokropati. Sebelumnya dia tidak terlalu percaya. Mungkin Natungga memiliki tubuh istimewa dan menjadi berkah yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh Wiratama.
Namun, pengakuan Natungga pada Cokropati benar-benar membuat Wiratama terkejut. Natungga adalah keturunan salah satu Pahlawan yang menjadi Legenda Perang Dua Dunia lebih dari tiga ribu tahun yang lalu.
Tidak sampai disitu, meski tubuh nya sangat istimewa itu belum seberapa. Salah satu anaknya memiliki tubuh yang lebih istimewa darinya. Dan tubuh itu banyak mengandung rahasia dan menyimpan kekuatan yang sangat besar.
Wiratama hampir muntah darah mendengar kekuatan yang di simpan oleh tubuh anaknya tersebut. Jika seseorang berhasil memanfaatkan tubuh anaknya itu. Orang itu bisa dipastikan akan menjadi salah satu pendekar terkuat tidak hanya di daratan timur, tapi tiga Daratan Swarna.
Informasi itulah yang mengubah Wiratama. Sifatnya yang haus pengakuan dari orang lain untuk menjadi yang terkuat, akhirnya mencari informasi dari luar tentang tubuh anak Natungga itu.
Wiratama mendatangi Daratan Utara. Pulau di mana Ibukota Kerajaan Swarna berada. Menurut pengakuan Natungga pada Cokropati gurunya, keluarganya berasal dari pulau itu. Dan benar saja, dua tahun di sana akhirnya Wiratama mengetahui Rahasia tubuh putra Natungga dan tidak hanya itu saja, di Pulau Utara Wiratama juga mendapatkan banyak informasi lainnya menyangkut keluarga Natungga.
Saat pulang ke Daratan Timur, Wiratama mencoba menculik Arya. Namun, usaha ketahuan oleh keluarga Cokropati. Karena panik, Wiratama membunuh seluruh keluarga Cokropati dan melarikan diri.
Sebelum mati, istri Cokropati sempat menuliskan nama Wiratama di lantai rumahnya. Mengerti maksud pesan terakhir istrinya itu, Cokropati pun mulai memburu Wiratama bersama Natungga.
Namun, karna Wiratama menghilang. Natungga curiga bahwa penyebab Wiratama membunuh keluarga Cokropati adalah karna tubuh putranya. Karena mereka mengetahui bahwa Wiratama barusaja pulang dari Daratan Utara.
Tidak mau mengambil resiko, Natungga mengatakan pada Cokropati bahwa dia akan ke ujung Daratan Timur untuk menyembunyikan keberadaan anaknya.
Cokropati terus tinggal di Basaka untuk membalaskan dendamnya. Namun setelah menunggu, akhirnya Cokropati memutuskan menyusul Natungga. Setidaknya jika memang Wiratama membunuh keluarganya tepat seperti apa yang diduga Natungga, Cokropati pasti akan bertemu lagi dengan Wiratama. Saat itulah dia akan membalaskan kematian keluarganya.
Nasib berkata lain, baik Natungga dan Cokropati, gagal. Natungga gagal melindungi keluarganya, sedangkan Cokropati meregang nyawa tanpa bisa melukai Wiratama barang sedikitpun.
Wiratama menggelengkan kepalanya. Berusaha melupakan masa lalunya. Karena masa depannya sekarang ada di depannya. Di dalam dinding kayu ini, ada Rahasia besar Dunia yang akan menjadikan dirinya pendekar terkuat di Swarna.
Dinding kayu yang membentengi Arya dan yang lainnya melemah. Dengan sekali terjangan saja oleh Wiratama, dinding itu roboh.
Saat dinding itu rata dengan tanah, Mereka terkejut menyaksikan Natungga dan Cokropati sudah tak bernyawa.
" AYAH! ... "
Arsa dan Arya berteriak melihat jasad Ayah mereka yang masih terbakar dalam keadaan berdiri.
Wiratama sama sekali tak peduli dengan teriakan itu. Dia terus mendekat mencoba meraih Arya. Tanpa dia duga Arsa langsung menyerangnya menggunakan sebilah pisau.
Wiratama tidak menyangka bocah sekecil Arya sudah memiliki cakra yang bisa di alirkan pada senjata. Itu sukses memberikan luka pada pergelangan tangan Wiratama. Ternyata anak-anak Natungga memang berbeda. Itu membuat Wiratama semakin kesal saja.
"Bajingan!"
Kesal, Wiratama memberikan pukulan bertenaga dalam pada Arsa. Pukulan itu mendarat tepat pada dadanya, menyebabkan Arya muntah darah seketika.
Arya berusaha mendekati Arsa namun ditahan oleh ibunya. Saat Arya ingin meminta ibunya untuk melepaskan pegangannya, tak disangka beberapa anak panah menembus tubuh ibunya dan juga mengenai Alya adiknya.
Arya terkejut menyaksikan anak panah yang banyak itu menghujani mereka, Arya kini berbalik mencoba memanggil Arsa. Namun, pemandangan yang lebih mengejutkan lagi kini terpampang di depan matanya. Wiratama melemparkan bola api pada Arsa kakaknya.
Arya terdiam, tiba-tiba pandangannya kosong. Sekelebat bayangan berputar-putar di di dalam kepalanya dan membuat kepalanya sangat sakit. Barusaja dia ingin menyentuh kepalanya. Kini perut nya yang sakit. Tak lama seluruh tubuhnya diserang rasa sakit yang luar biasa.
Wiratama tersenyum menatap Arya karena merasa tujuannya sudah tercapai. Baginya Arya yang sekarang berteriak itu karna terkejut melihat kematian keluarganya. Wiratama sama sekali tidak peduli, Karena tujuannya untuk mendapatkan tubuh anak ini sudah berhasil. Namun, senyumannya yang lebar penuh kemenangan itu, menghilang seketika.
Mata Arya tiba-tiba bersinar menyala mengeluarkan cahaya berwarna kuning keemasan. Kemudian cahaya juga keluar dari setiap lubang yang ada dikepalanya. Tak lama, seluruh tubuh Arya juga mulai menyala. Cahaya itu semakin terang hingga membuat mata yang melihatnya menjadi silau. Sebuah kekuatan yang sangat dahsyat seolah-olah akan meledakkan tubuhnya saat itu.
Semua yang ada di sana terpaku di tempat mereka berdiri menyaksikan itu. Walaupun mereka tidak mengerti apa yang terjadi dengan tubuh anak kecil di depan mereka itu, tapi naluri bertahan hidup mereka sekarang sedang menjerit-jerit meneriakkan tanda bahaya.
Wiratama yang berdiri sangat dekat dengan Arya langsung pucat. Ini tak diduganya. Bagaimana dia bisa lupa tentang ini. Wiratama mengetahui bahwa, selain menyimpan rahasia kekuatan yang besar, tubuh anak ini juga sangat berbahaya.
"Celaka!"
Seketika Ledakan Energi super besar menyapu tempat itu dalam radius hampir sekitar sepuluh kilometer. Cahaya dari ledakan itu juga sampai menembus langit.
Meski bukan ledakan yang bersifat menghancurkan, tapi ledakan energi ini memecahkan semua titik cakra seluruh makhluk yang berada dalam jangkauan ledakannya. Dan Bisa dipastikan, seluruh makhluk itu mati dengan kondisi mengenaskan.
Setelah ledakan energi yang berasal dari tubuhnya berhenti, Arya tergeletak di tanah dengan titik cakra menyala terang terbuka memenuhi sekujur tubuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
next
2024-06-08
1
ZERO
kayaknya aku sudah jatuh cinta sama ceritamu Thor
2024-01-07
1
Dedy Swandi
mak nyo samo adek nyo mano, kq dk do
2023-08-02
0