Rahasia Natungga

Untuk pendekar ahli tingkat satu, itu sudah cukup untuk mengurung bahkan membunuhnya. Namun Natungga adalah pendekar Ahli tingkat tiga, apalagi dia adalah pengendali api. Jurus seperti ini tidak akan mampu menghentikannya.

Beberapa saat, asap mulai mengepul dari lapisan batu hitam itu dan tak lama batu itu mulai berubah jadi merah. Api Natungga akhirnya melelehkan lapisan batu tersebut.

"Cih, seperti yang kuduga!" Dengus Kudra.

Natungga keluar dari lelehan batu tersebut, tapi beberapa orang sudah menunggunya. Seketika puluhan tombak yang sudah dialiri tenaga dalam menghujam sekujur tubuhnya.

Taktik ini sudah lama dipersiapkan oleh Kudra dan Wiratama. Menghadapi Natungga tidak akan berhasil jika mereka hanya mengandalkan kekuatan saja. Perlu taktik khusus dan beberapa pengalihan untuk menghadapi Natungga. Kudra mengeluarkan teknik kuat lainnya.

"Hujan Jarum!"

Ratusan batu yang yang runcing dan di aliri tenaga dalam menghujani tubuh Natungga. Selain itu, api juga mulai membakar tubuhnya. Namun, itu bukan api yang berasal dari tenaga dalamnya, api itu berasal dari Wiratama.

"Lidah Api!"

Natungga mencoba menahan semua serangan yang diterimanya yang bertubi-tubi tersebut. Namun tubuhnya sulit bergerak karna beberapa pengendali tanah terus menyatukan kekuatan mereka untuk mengikat kakinya. Taktik yang cerdas.

Kali ini Natungga sadar bahwa dia sudah benar-benar terdesak. Mengetahui dirinya akan kalah, Natungga mengumpulkan tenaga dalamnya. Kali ini tidak untuk menahan serangan lagi. Tapi untuk memberikan serangan terakhir bagi salah satunya.

"Tinju Api!, Singa Api!" Teriak Natungga untuk terakhir kalinya.

Dua ekor Singa Api keluar menerjang Kudra. Kudra yang baru saja menghabiskan banyak tenaga dalam tidak bisa mengantisipasi serangan yang kuat tersebut. Ini tidak ada dalam rencananya. Tak terfikirkan oleh Kudra sebelumnya bahwa Natungga akan melepaskan serangan kuat ini menggunakan tenaga dalamnya yang tersisa.

"Arrrrrggghhhh!"

Kudra terbakar saat kedua Singa Api milik Natungga itu menerkamnya. Wiratama terkejut melihat kekuatan api Natungga. Dia merasa lega karena bukan dia yang terkena serangan tersebut.

Tak lama, Kudra sudah tak bernyawa. Namun, Tubuhnya tetap terbakar. Seperti kabar yang banyak beredar sebelumnya. Singa Api Natungga akan terus melahap korbannya sampai tubuh korbannya menjadi abu. Jurus yang sangat mengerikan dari orang terkuat di kota Basaka.

Di lain sisi, Cokropati masih berdiri mencoba membunuh sebanyak mungkin pendekar yang di lawannya walaupun tenaga dalamnya sudah mulai menipis yang membuat tubuhnya juga menjadi lemah.

Cokropati menyaksikan bagaimana Natungga kalah. Dengan sisa tenaga dalamnya, Cokropati juga berniat melakukan hal yang sama. Setidaknya dia masih yakin bisa memberikan serangan yang fatal untuk Wiratama. Tapi celakanya, musuh yang dihadapinya masih terlalu banyak. Dan mereka tidak memberikan Cokropati kesempatan melakukan apapun.

Belum sempat Cokropati memusatkan tenaga dalamnya, Wiratama lebih dahulu melepaskan jurus yang sama padanya. Cokropati pun terbakar. Tak hanya itu, puluhan anak panah terus menghujani tubuhnya hingga Cokropati benar-benar tak bergerak lagi.

Wiratama sempat tertegun sebentar melihat kedua orang yang baru saja mati itu.

Cokropati adalah gurunya. Dari kecil Wiratama sangat disayangi oleh Cokropati. Saking sayangnya Cokropati hampir tidak pernah memarahi Wiratama. Namun, semua itu membuat Wiratama menjadi murid yang sombong.

Akan tetapi, kesombongan Wiratama itu akhirnya membuat dirinya sendiri malu. Wiratama terkejut bahwa alasan Cokropati tidak memaksanya berlatih ilmu beladiri dengan giat, karena sebenarnya tubuh Wiratama lemah. Tidak seperti Natungga yang selalu dipaksa oleh Cokropati untuk melewati batas kekuatannya.

Melihat perkembangan Natungga yang sangat cepat, muncul rasa iri di hati Wiratama padanya. Padahal, sebelumnya dua orang itu adalah teman yang cukup dekat. Bisa dikatakan Wiratama sempat menganggap Natungga seperti adiknya sendiri.

Tapi, prestasi Natungga saat dewasa benar-benar membuat Wiratama bertambah iri. Natungga didaulat menjadi komandan pasukan prajurit kota Basaka. Dimana biasanya, komandan prajurit itu di isi oleh orang yang paling kuat di kota itu. Sedangkan Wiratama hanya menjadi prajurit biasa.

Suatu hari, Wiratama mendengar percakapan Natungga dengan Cokropati. Sebelumnya dia tidak terlalu percaya. Mungkin Natungga memiliki tubuh istimewa dan menjadi berkah yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh Wiratama.

Namun, pengakuan Natungga pada Cokropati benar-benar membuat Wiratama terkejut. Natungga adalah keturunan salah satu Pahlawan yang menjadi Legenda Perang Dua Dunia lebih dari tiga ribu tahun yang lalu.

Tidak sampai disitu, meski tubuh nya sangat istimewa itu belum seberapa. Salah satu anaknya memiliki tubuh yang lebih istimewa darinya. Dan tubuh itu banyak mengandung rahasia dan menyimpan kekuatan yang sangat besar.

Wiratama hampir muntah darah mendengar kekuatan yang di simpan oleh tubuh anaknya tersebut. Jika seseorang berhasil memanfaatkan tubuh anaknya itu. Orang itu bisa dipastikan akan menjadi salah satu pendekar terkuat tidak hanya di daratan timur, tapi tiga Daratan Swarna.

Informasi itulah yang mengubah Wiratama. Sifatnya yang haus pengakuan dari orang lain untuk menjadi yang terkuat, akhirnya mencari informasi dari luar tentang tubuh anak Natungga itu.

Wiratama mendatangi Daratan Utara. Pulau di mana Ibukota Kerajaan Swarna berada. Menurut pengakuan Natungga pada Cokropati gurunya, keluarganya berasal dari pulau itu. Dan benar saja, dua tahun di sana akhirnya Wiratama mengetahui Rahasia tubuh putra Natungga dan tidak hanya itu saja, di Pulau Utara Wiratama juga mendapatkan banyak informasi lainnya menyangkut keluarga Natungga.

Saat pulang ke Daratan Timur, Wiratama mencoba menculik Arya. Namun, usaha ketahuan oleh keluarga Cokropati. Karena panik, Wiratama membunuh seluruh keluarga Cokropati dan melarikan diri.

Sebelum mati, istri Cokropati sempat menuliskan nama Wiratama di lantai rumahnya. Mengerti maksud pesan terakhir istrinya itu,  Cokropati pun mulai memburu Wiratama bersama Natungga.

Namun, karna Wiratama menghilang. Natungga curiga bahwa penyebab Wiratama membunuh keluarga Cokropati adalah karna tubuh putranya. Karena mereka mengetahui bahwa Wiratama barusaja pulang dari Daratan Utara.

Tidak mau mengambil resiko, Natungga mengatakan pada Cokropati bahwa dia akan ke ujung Daratan Timur untuk menyembunyikan keberadaan anaknya.

Cokropati terus tinggal di Basaka untuk membalaskan dendamnya. Namun setelah menunggu, akhirnya Cokropati memutuskan menyusul Natungga. Setidaknya jika memang Wiratama membunuh keluarganya tepat seperti apa yang diduga Natungga, Cokropati pasti akan bertemu lagi dengan Wiratama. Saat itulah dia akan membalaskan kematian keluarganya.

Nasib berkata lain, baik Natungga dan Cokropati, gagal. Natungga gagal melindungi keluarganya, sedangkan Cokropati meregang nyawa tanpa bisa melukai Wiratama barang sedikitpun.

Wiratama menggelengkan kepalanya. Berusaha melupakan masa lalunya. Karena masa depannya sekarang ada di depannya. Di dalam dinding kayu ini, ada Rahasia besar Dunia yang akan menjadikan dirinya pendekar terkuat di Swarna.

Dinding kayu yang membentengi Arya dan yang lainnya melemah. Dengan sekali terjangan saja oleh Wiratama, dinding itu roboh.

Saat dinding itu rata dengan tanah, Mereka terkejut menyaksikan Natungga dan Cokropati sudah tak bernyawa.

" AYAH! ... "

Arsa dan Arya berteriak melihat jasad Ayah mereka yang masih terbakar dalam keadaan berdiri.

Wiratama sama sekali tak peduli dengan teriakan itu. Dia terus mendekat mencoba meraih Arya. Tanpa dia duga Arsa langsung menyerangnya menggunakan sebilah pisau.

Wiratama tidak menyangka bocah sekecil Arya sudah memiliki cakra yang bisa di alirkan pada senjata. Itu sukses memberikan luka pada pergelangan tangan Wiratama. Ternyata anak-anak Natungga memang berbeda. Itu membuat Wiratama semakin kesal saja.

"Bajingan!"

Kesal, Wiratama memberikan pukulan bertenaga dalam pada Arsa. Pukulan itu mendarat tepat pada dadanya, menyebabkan Arya muntah darah seketika.

Arya berusaha mendekati Arsa namun ditahan oleh ibunya. Saat Arya ingin meminta ibunya untuk melepaskan pegangannya, tak disangka beberapa anak panah menembus tubuh ibunya dan juga mengenai Alya adiknya.

Arya terkejut menyaksikan anak panah yang banyak itu menghujani mereka, Arya kini berbalik mencoba memanggil Arsa. Namun, pemandangan yang lebih mengejutkan lagi kini terpampang di depan matanya. Wiratama melemparkan bola api pada Arsa kakaknya.

Arya terdiam, tiba-tiba pandangannya kosong. Sekelebat bayangan berputar-putar di di dalam kepalanya dan membuat kepalanya sangat sakit. Barusaja dia ingin menyentuh kepalanya. Kini perut nya yang sakit. Tak lama seluruh tubuhnya diserang rasa sakit yang luar biasa.

Wiratama tersenyum menatap Arya karena merasa tujuannya sudah tercapai. Baginya Arya yang sekarang berteriak itu karna terkejut melihat kematian keluarganya. Wiratama sama sekali tidak peduli, Karena tujuannya untuk mendapatkan tubuh anak ini sudah berhasil. Namun, senyumannya yang lebar penuh kemenangan itu, menghilang seketika.

Mata Arya tiba-tiba bersinar menyala mengeluarkan cahaya berwarna kuning keemasan. Kemudian cahaya juga keluar dari setiap lubang yang ada dikepalanya. Tak lama, seluruh tubuh Arya juga mulai menyala. Cahaya itu semakin terang hingga membuat mata yang melihatnya menjadi silau. Sebuah kekuatan yang sangat dahsyat seolah-olah akan meledakkan tubuhnya saat itu.

Semua yang ada di sana terpaku di tempat mereka berdiri menyaksikan itu. Walaupun mereka tidak mengerti apa yang terjadi dengan tubuh anak kecil di depan mereka itu, tapi naluri bertahan hidup mereka sekarang sedang menjerit-jerit meneriakkan tanda bahaya.

Wiratama yang berdiri sangat dekat dengan Arya langsung pucat. Ini tak diduganya. Bagaimana dia bisa lupa tentang ini. Wiratama mengetahui bahwa, selain menyimpan rahasia kekuatan yang besar, tubuh anak ini juga sangat berbahaya.

"Celaka!"

Seketika Ledakan Energi super besar menyapu tempat itu dalam radius hampir sekitar sepuluh kilometer. Cahaya dari ledakan itu juga sampai menembus langit.

Meski bukan ledakan yang bersifat menghancurkan, tapi ledakan energi ini memecahkan semua titik cakra seluruh makhluk yang berada dalam jangkauan ledakannya. Dan Bisa dipastikan, seluruh makhluk itu mati dengan kondisi mengenaskan.

Setelah ledakan energi yang berasal dari tubuhnya berhenti, Arya tergeletak di tanah dengan titik cakra menyala terang terbuka memenuhi sekujur tubuhnya.

Terpopuler

Comments

Ali B.U

Ali B.U

next

2024-06-08

1

ZERO

ZERO

kayaknya aku sudah jatuh cinta sama ceritamu Thor

2024-01-07

1

Dedy Swandi

Dedy Swandi

mak nyo samo adek nyo mano, kq dk do

2023-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 PERANG DUA DUNIA
2 LEDAKAN TERAKHIR
3 ARYA
4 Pengendali Elemen
5 Terdesak
6 Rahasia Natungga
7 Sadar
8 Pulih
9 Tubuh Yang Unik
10 Buah Yang Hanya Berhak Dimakan Oleh Raja
11 Rewanda Dan Krama
12 Utusan Dari Daratan Utara
13 Hampir Mati 1000 kali
14 Amia
15 Berkah Air
16 Kekuatan Iblis Langit Yang Sesungguhnya
17 Terhubung
18 Kerajaan Hutan Pegunungan Obskura
19 Keputusan Arya
20 Perubahan
21 Ciel dan Luna
22 Siluman Manusia
23 Penipu
24 Pendekar Awan Senja
25 Bukan Dewa
26 Ilmu Untuk Menghadapi Orang Bodoh
27 Kelabang Hitam
28 Baju Yang Kotor
29 Ketahuan
30 Jamuan Makan Malam
31 Karena Ini Pemberian Guruku
32 Penjinak Siluman.
33 Perkenalan
34 Bermain
35 Di Mana Darya
36 Jenis Tubuh Darya
37 Berburu
38 Dia Adikku
39 Pemilik
40 Keluarga Tidak Akan Saling Meninggalkan
41 Rahasia Sekte Awan Senja
42 Kunci
43 Kitab
44 Sekte Kecil
45 Tarian Dewi Angin
46 Rumah Untuk Kembali
47 Makanan Seharga Ratusan Ribu Arta
48 Kota Arsa
49 Penginapan Bulan Fajar
50 Harga Sebuah Informasi
51 Kemanusiaan
52 Salah Faham
53 Pengangkut
54 Harga Seseorang
55 Berburu Pemburu
56 Mulutmu
57 Makanan
58 Sisi Kelam Kota Arsa
59 Rencana
60 Kelompok Lain
61 Strategi
62 Kalah Sebelum Memulai
63 Keraguan
64 Hukum
65 Kekacauan Yang Tidak Direncanakan
66 Arya Ditawan
67 Kubu Lain
68 Aku Bukan Pendekar
69 Gagak Dan Elang
70 Sebaiknya Kalian Memang Di Dalam Saja
71 Godam
72 Keahlian Bertarung Ciel
73 Pendekar Sadis. Si Pembelah Batu, Jabara!
74 Serangan Terakhir
75 Pendekar Gagal
76 Tawanan
77 Nyaris
78 Satu Nyawa
79 Agenda Nurmageda
80 Bai Hua
81 Senjata Pusaka Dunia
82 Aku Tetap Akan Pergi
83 Wu Guo
84 Menerobos Lembah
85 Huh! Jangan Bermimpi
86 Api dan Air
87 Amukan Bai Fan
88 Pedang Mati
89 Musuh Terburuk
90 Diam
91 Masa Depan Kota Arsa
92 Yang Bertanggung Jawab
93 Keberangkatan
94 Dua Hari Pertama
95 Jubah Hitam dan Topeng
96 Sekte Lembah Hantu
97 Serikat Oldenbar
98 Pil Zulu
99 Perubahan Rencana
100 Pertemuan Empat Sekte
101 Mata-mata Oldenbar
102 Penyelamatan
103 Senjata Sihir
104 Amarah
105 Perkumpulan Orang Bodoh
106 Petempuran Di Bukit Tengkorak
107 Pertempuran Di Bukit Tengkorak 2
108 Pertempuran Di Bukit Tengkorak 3
109 Pertempuran Di Bukit Tengkorak 4
110 Pertempuran Di Bukit Tengkorak 5 (End)
111 Pasca Perang
112 Topeng
113 Ruang Penyimpanan Harta Oldenbar
114 Sekte Besar
115 Perjalanan Baru
116 Kota Gomba
117 Nama Kitab dan Jurus Arya
118 Dua Saudara Yang Mengerikan
119 Serikat Petualang
120 Tiga Kelompok Besar
121 Memasuki Reruntuhan
122 Darsapati
123 Takdir
124 BAHURAKSA
125 Tiga Wujud
126 Pahlawan Terbesar Umat Manusia, Arangga
127 Segel Ingatan
128 Manusia Biasa
129 Terimakasih
130 Pedang Di Tengah Aula Besar
131 Jiwa Seorang Pendekar
132 Pertarungan Di Mulai
133 Terulang Lagi!
134 Kemunculan Arya
135 Tenang! Aku Punya Rencana
136 Silahkan Nikmati Pertunjukkannya
137 Meteor
138 Guru dan Murid
139 Kondisi Sekte Singa Emas
140 Sekteku Sendiri
141 Pegunungan Singa Emas
142 Pemuda Yang Mempesona
143 Sesuai Rencana
144 Mangsaku
145 Tamu Yang Sangat Berbahaya
146 Rahasia Besar Edward
147 Racun
148 Master
149 Ulang! Rencana Sebenarnya
150 Kekayaan
151 Tiga Murid
152 Latihan dan Perubahan
153 Pendekar Suci Tingkat Empat
154 Kacang Tanah
155 Putri Raja
156 Juru Masak
157 Pergerakan Serta Peningkatan Kekuatan
158 Pengakuann Angus
159 Tidak Ada Yang Normal
160 Melampaui Para Dewa
161 Riak
162 Rencana Darmuraji
163 Menuju Basaka
164 Kereta dan Jalanan
165 Sang Alchemist
166 Tanah Leluhur
167 Rencana Tiga Arah
168 Misi Terakhir Bai Hua
169 Tenang Sebelum Badai
170 Di Balik Layar
171 Sekte Tanah Hitam
172 Perubahan Rencana
173 Pengiriman
174 Hilang
175 Harga Daratan Timur
176 ADAMANTINE
177 Penculikan
178 Restoran Keluarga Bai
179 Lembah Tonda
180 Pergerakan Sekte Aliran Hitam
181 Kalian Semua Akan Mati Hari Ini
182 Langkah Seribu Bintang
183 Iblis Langit dan Manusia
184 Seorang Putra
185 Tinju Api
186 Pendekar Terhormat
187 Akhir dan Awal
188 Daga
189 Gelombang Pertama
190 Sebuah Pesan
191 Keberangkatan Bai Fan
192 Gelombang Kedua
193 Awasi Punggungmu
194 Makan Siang
195 Malam Penuh Penyesalan
196 Pelindung
197 Gelombang Ketiga
198 Arah Oldenbar
199 Kembali
200 Gelombang Terakhir
201 Perusak Rencana
202 Berunding
203 Pertemuan Yang Tak Terduga
204 Setan Gila
205 Pasukan Yang Sangat Kuat
206 Tekad dan Kehormatan
207 Menuju Medan Tempur
208 Pertempuran Daratan Timur
209 Pertempuran Daratan Timur II
210 Pertempuran Daratan Timur III
211 Pertempuran Daratan Timur IV
212 Pertempuran Daratan Timur V
213 Pertempuran Daratan Timur VI
214 Pertempuran Daratan Timur VII
215 Pertempuran Daratan Timur VIII
216 Pertempuran Daratan Timur IX
217 Petempuran Daratan Timur X
218 Pertempuran Daratan Timur XI
219 Pertempuran Daratan Timur XII
220 Pertempuran Daratan Timur XIII
221 Akhir Pertempuran Daratan Timur
222 Pasca Perang
223 Pasca Perang II
224 Kemiskinan dan Kebodohan
225 PENGUMUMAN
226 Pelindung Daratan Timur
227 Masalah Baru
228 Pusaka Bumi
229 Hukum Mutlak
230 Dimana seharusnya Raja Bertahta?
231 Daratan Tujuh Negeri
232 Harga, Tawar, dan Beli
233 Rumah Tanah
234 Batu Pusaka
235 Kota Palas
236 Kebojalang
237 Kucing
238 Beri Laluan
239 Lelang
240 Legenda Daratan Barat
241 Rahasia
242 Tunjukkan Pada Mereka, Siapa Kita
243 Iblis Dari Neraka
244 Di Luar Sadar
245 Kabar Dari Timur
246 Kemungkinan Terburuk
247 Raja Malka
248 Sepasang
249 Adab dan Penilaian
250 Tenang, dan Mulailah Bicara
251 Penjelasan Rangkupala
252 Tanpa Ragu
253 Persiapan
254 Aku tidak apa-apa, Sungguh!
255 Teori dan Teknik Penyerapan Energi, Arya
256 Teknik Rahasia, Sekte Lubuk Bebuai
257 Mata Ciel dan Harapan Bai Hua
258 Kota Pinang Merah
259 Hutang Nyawa
260 Membebaskan Salendra
261 Permainan Usai saatnya menghancurkan
262 Benteng Nippokure
263 Baiklah, Mari kita lakukan!
264 Sama, Luar Biasanya
265 Penyelamatan
266 Penyelamatan II
267 Penyelamatan III
268 Penyelamatan IV
269 Penyelamatan V
270 Kebebasan
271 Keyakinan Dan Perasaan
272 Pemberantasan
273 Komandan Nippokure, Daisuke
274 Tiga Cara
275 Tanjung Kapal
276 Rakit Kayu Kelapa
277 Di Dalam Lautan
278 Pulau Batu
279 Penantian Ribuan Tahun
280 Nilam Sari dan Karpatandanu
281 Basava
282 Kerja Sama Dan Jalinan Yang Rumit
283 Aku Bukan Dia
284 Kau Memilikinya?
285 Waktu
286 Normal Untuk Yang Tidak Normal
287 Kekuatan Musuh
288 Diam-diam itu, Bukan Diam
289 Gerbang Kematian
290 Sedarah dan Sebuah Sumpah
291 Perang Benteng
292 Perang Benteng II
293 Perang Benteng III
294 Perang Benteng IV
295 Perang Benteng V
296 Perang Benteng VI
297 Perang Benteng VII
298 Perang Benteng VIII
299 Akhir Perang Benteng
300 Satu Nyawa, Satu Dunia
301 Alam Sadar
302 Tungkeh Aram
303 Berita dari Jampa
304 Kondisi Arya
305 Nasib Gonggo dan Bujang Paju
306 Mata
307 Seribu
308 Putra Sultan yang terlupakan
309 Antara Hulu dan Hilir
310 Seratus Tiga Belas
311 Kepercayaan Arya
312 Makanan dan Sebuah Pesan
313 Pengumuman
314 Tujuan Perang
315 Dua Hari
316 Metode
317 Bahagia
318 Salam dari Bulan Keajaiban
319 Akhirnya
320 Dari Balik Awan
321 Ini Bukan Mimpi
322 Tidak Ada Waktu Untuk Bermain
323 Bukankah Seharusnya Kalian Menyertakan Aku?
Episodes

Updated 323 Episodes

1
PERANG DUA DUNIA
2
LEDAKAN TERAKHIR
3
ARYA
4
Pengendali Elemen
5
Terdesak
6
Rahasia Natungga
7
Sadar
8
Pulih
9
Tubuh Yang Unik
10
Buah Yang Hanya Berhak Dimakan Oleh Raja
11
Rewanda Dan Krama
12
Utusan Dari Daratan Utara
13
Hampir Mati 1000 kali
14
Amia
15
Berkah Air
16
Kekuatan Iblis Langit Yang Sesungguhnya
17
Terhubung
18
Kerajaan Hutan Pegunungan Obskura
19
Keputusan Arya
20
Perubahan
21
Ciel dan Luna
22
Siluman Manusia
23
Penipu
24
Pendekar Awan Senja
25
Bukan Dewa
26
Ilmu Untuk Menghadapi Orang Bodoh
27
Kelabang Hitam
28
Baju Yang Kotor
29
Ketahuan
30
Jamuan Makan Malam
31
Karena Ini Pemberian Guruku
32
Penjinak Siluman.
33
Perkenalan
34
Bermain
35
Di Mana Darya
36
Jenis Tubuh Darya
37
Berburu
38
Dia Adikku
39
Pemilik
40
Keluarga Tidak Akan Saling Meninggalkan
41
Rahasia Sekte Awan Senja
42
Kunci
43
Kitab
44
Sekte Kecil
45
Tarian Dewi Angin
46
Rumah Untuk Kembali
47
Makanan Seharga Ratusan Ribu Arta
48
Kota Arsa
49
Penginapan Bulan Fajar
50
Harga Sebuah Informasi
51
Kemanusiaan
52
Salah Faham
53
Pengangkut
54
Harga Seseorang
55
Berburu Pemburu
56
Mulutmu
57
Makanan
58
Sisi Kelam Kota Arsa
59
Rencana
60
Kelompok Lain
61
Strategi
62
Kalah Sebelum Memulai
63
Keraguan
64
Hukum
65
Kekacauan Yang Tidak Direncanakan
66
Arya Ditawan
67
Kubu Lain
68
Aku Bukan Pendekar
69
Gagak Dan Elang
70
Sebaiknya Kalian Memang Di Dalam Saja
71
Godam
72
Keahlian Bertarung Ciel
73
Pendekar Sadis. Si Pembelah Batu, Jabara!
74
Serangan Terakhir
75
Pendekar Gagal
76
Tawanan
77
Nyaris
78
Satu Nyawa
79
Agenda Nurmageda
80
Bai Hua
81
Senjata Pusaka Dunia
82
Aku Tetap Akan Pergi
83
Wu Guo
84
Menerobos Lembah
85
Huh! Jangan Bermimpi
86
Api dan Air
87
Amukan Bai Fan
88
Pedang Mati
89
Musuh Terburuk
90
Diam
91
Masa Depan Kota Arsa
92
Yang Bertanggung Jawab
93
Keberangkatan
94
Dua Hari Pertama
95
Jubah Hitam dan Topeng
96
Sekte Lembah Hantu
97
Serikat Oldenbar
98
Pil Zulu
99
Perubahan Rencana
100
Pertemuan Empat Sekte
101
Mata-mata Oldenbar
102
Penyelamatan
103
Senjata Sihir
104
Amarah
105
Perkumpulan Orang Bodoh
106
Petempuran Di Bukit Tengkorak
107
Pertempuran Di Bukit Tengkorak 2
108
Pertempuran Di Bukit Tengkorak 3
109
Pertempuran Di Bukit Tengkorak 4
110
Pertempuran Di Bukit Tengkorak 5 (End)
111
Pasca Perang
112
Topeng
113
Ruang Penyimpanan Harta Oldenbar
114
Sekte Besar
115
Perjalanan Baru
116
Kota Gomba
117
Nama Kitab dan Jurus Arya
118
Dua Saudara Yang Mengerikan
119
Serikat Petualang
120
Tiga Kelompok Besar
121
Memasuki Reruntuhan
122
Darsapati
123
Takdir
124
BAHURAKSA
125
Tiga Wujud
126
Pahlawan Terbesar Umat Manusia, Arangga
127
Segel Ingatan
128
Manusia Biasa
129
Terimakasih
130
Pedang Di Tengah Aula Besar
131
Jiwa Seorang Pendekar
132
Pertarungan Di Mulai
133
Terulang Lagi!
134
Kemunculan Arya
135
Tenang! Aku Punya Rencana
136
Silahkan Nikmati Pertunjukkannya
137
Meteor
138
Guru dan Murid
139
Kondisi Sekte Singa Emas
140
Sekteku Sendiri
141
Pegunungan Singa Emas
142
Pemuda Yang Mempesona
143
Sesuai Rencana
144
Mangsaku
145
Tamu Yang Sangat Berbahaya
146
Rahasia Besar Edward
147
Racun
148
Master
149
Ulang! Rencana Sebenarnya
150
Kekayaan
151
Tiga Murid
152
Latihan dan Perubahan
153
Pendekar Suci Tingkat Empat
154
Kacang Tanah
155
Putri Raja
156
Juru Masak
157
Pergerakan Serta Peningkatan Kekuatan
158
Pengakuann Angus
159
Tidak Ada Yang Normal
160
Melampaui Para Dewa
161
Riak
162
Rencana Darmuraji
163
Menuju Basaka
164
Kereta dan Jalanan
165
Sang Alchemist
166
Tanah Leluhur
167
Rencana Tiga Arah
168
Misi Terakhir Bai Hua
169
Tenang Sebelum Badai
170
Di Balik Layar
171
Sekte Tanah Hitam
172
Perubahan Rencana
173
Pengiriman
174
Hilang
175
Harga Daratan Timur
176
ADAMANTINE
177
Penculikan
178
Restoran Keluarga Bai
179
Lembah Tonda
180
Pergerakan Sekte Aliran Hitam
181
Kalian Semua Akan Mati Hari Ini
182
Langkah Seribu Bintang
183
Iblis Langit dan Manusia
184
Seorang Putra
185
Tinju Api
186
Pendekar Terhormat
187
Akhir dan Awal
188
Daga
189
Gelombang Pertama
190
Sebuah Pesan
191
Keberangkatan Bai Fan
192
Gelombang Kedua
193
Awasi Punggungmu
194
Makan Siang
195
Malam Penuh Penyesalan
196
Pelindung
197
Gelombang Ketiga
198
Arah Oldenbar
199
Kembali
200
Gelombang Terakhir
201
Perusak Rencana
202
Berunding
203
Pertemuan Yang Tak Terduga
204
Setan Gila
205
Pasukan Yang Sangat Kuat
206
Tekad dan Kehormatan
207
Menuju Medan Tempur
208
Pertempuran Daratan Timur
209
Pertempuran Daratan Timur II
210
Pertempuran Daratan Timur III
211
Pertempuran Daratan Timur IV
212
Pertempuran Daratan Timur V
213
Pertempuran Daratan Timur VI
214
Pertempuran Daratan Timur VII
215
Pertempuran Daratan Timur VIII
216
Pertempuran Daratan Timur IX
217
Petempuran Daratan Timur X
218
Pertempuran Daratan Timur XI
219
Pertempuran Daratan Timur XII
220
Pertempuran Daratan Timur XIII
221
Akhir Pertempuran Daratan Timur
222
Pasca Perang
223
Pasca Perang II
224
Kemiskinan dan Kebodohan
225
PENGUMUMAN
226
Pelindung Daratan Timur
227
Masalah Baru
228
Pusaka Bumi
229
Hukum Mutlak
230
Dimana seharusnya Raja Bertahta?
231
Daratan Tujuh Negeri
232
Harga, Tawar, dan Beli
233
Rumah Tanah
234
Batu Pusaka
235
Kota Palas
236
Kebojalang
237
Kucing
238
Beri Laluan
239
Lelang
240
Legenda Daratan Barat
241
Rahasia
242
Tunjukkan Pada Mereka, Siapa Kita
243
Iblis Dari Neraka
244
Di Luar Sadar
245
Kabar Dari Timur
246
Kemungkinan Terburuk
247
Raja Malka
248
Sepasang
249
Adab dan Penilaian
250
Tenang, dan Mulailah Bicara
251
Penjelasan Rangkupala
252
Tanpa Ragu
253
Persiapan
254
Aku tidak apa-apa, Sungguh!
255
Teori dan Teknik Penyerapan Energi, Arya
256
Teknik Rahasia, Sekte Lubuk Bebuai
257
Mata Ciel dan Harapan Bai Hua
258
Kota Pinang Merah
259
Hutang Nyawa
260
Membebaskan Salendra
261
Permainan Usai saatnya menghancurkan
262
Benteng Nippokure
263
Baiklah, Mari kita lakukan!
264
Sama, Luar Biasanya
265
Penyelamatan
266
Penyelamatan II
267
Penyelamatan III
268
Penyelamatan IV
269
Penyelamatan V
270
Kebebasan
271
Keyakinan Dan Perasaan
272
Pemberantasan
273
Komandan Nippokure, Daisuke
274
Tiga Cara
275
Tanjung Kapal
276
Rakit Kayu Kelapa
277
Di Dalam Lautan
278
Pulau Batu
279
Penantian Ribuan Tahun
280
Nilam Sari dan Karpatandanu
281
Basava
282
Kerja Sama Dan Jalinan Yang Rumit
283
Aku Bukan Dia
284
Kau Memilikinya?
285
Waktu
286
Normal Untuk Yang Tidak Normal
287
Kekuatan Musuh
288
Diam-diam itu, Bukan Diam
289
Gerbang Kematian
290
Sedarah dan Sebuah Sumpah
291
Perang Benteng
292
Perang Benteng II
293
Perang Benteng III
294
Perang Benteng IV
295
Perang Benteng V
296
Perang Benteng VI
297
Perang Benteng VII
298
Perang Benteng VIII
299
Akhir Perang Benteng
300
Satu Nyawa, Satu Dunia
301
Alam Sadar
302
Tungkeh Aram
303
Berita dari Jampa
304
Kondisi Arya
305
Nasib Gonggo dan Bujang Paju
306
Mata
307
Seribu
308
Putra Sultan yang terlupakan
309
Antara Hulu dan Hilir
310
Seratus Tiga Belas
311
Kepercayaan Arya
312
Makanan dan Sebuah Pesan
313
Pengumuman
314
Tujuan Perang
315
Dua Hari
316
Metode
317
Bahagia
318
Salam dari Bulan Keajaiban
319
Akhirnya
320
Dari Balik Awan
321
Ini Bukan Mimpi
322
Tidak Ada Waktu Untuk Bermain
323
Bukankah Seharusnya Kalian Menyertakan Aku?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!