Sejak menjadi Raja hutan Obskura, Arya tidak begitu melatih tubuhnya, melainkan menghabiskan waktu mempelajari kitab-kitab yang diberikan Obskura padanya.
Butuh waktu sebulan bagi Rewanda dan Krama untuk terbiasa lagi berada di sekitar Arya. Setiap hari, demi kelancaran masa pembelajaran Arya dalam memahami kitab-kitab tersebut, Rewanda dan Krama mengumpulkan makanan untuk Arya.
Kejadian yang sangat terbalik dibandingkan sejak delapan tahun yang lalu.
Selama itu pula Obskura mengajarkan berbagai macam hal pada Arya, termasuk membuat lubang lingkaran di udara yang mampu menyimpan apa saja.
Namun, berbeda dengan milik Obskura. Lubang penyimpanan milik Arya memiliki ukuran yang sangat luas. Saat pertama kali Arya berhasil membuatnya, Obskura hampir muntah darah karena ukuran penyimpanan yang di buat Arya bisa memuat seluruh pegunungan Obskura di dalamnya dan itu masih menyisakan ruang yang jauh lebih luas lagi.
Dibantu Obskura, Arya kembali mempelajari kitab yang mengajarkan teknik pengendalian Prana. Meski kekuatan Arya jauh berbeda, namun konsep pengendaliannya tetap sama.
Prana sendiri diketahui Arya memiliki banyak nama, tergantung di benua mana. Dan cara pengendalian di setiap daratan dan benua memiliki cara yang berbeda-beda pula.
Namun satu hal yang membuat Arya sangat tertarik, di beberapa kekaisaran di Benua Timur, telah ditemukan konsep yang bisa membuat tubuh pengendalinya terlihat lebih muda daripada umur yang sebenarnya. Semakin tinggi tingkat pemahaman seseorang semakin jauh pula keawetan umur mereka.
Menurut Obskura, teknik dari Benua yang berada di atas Daratan Utara kerajaan Swarna ini, adalah konsep yang paling mendekati bagi pengendalinya untuk mencapai keabadian.
Namun di Benua Barat, konsep pengendalian Prana sendiri lebih di utamakan untuk perkembangan teknologi. Sehingga membuat negara-negara yang berada di Benua Barat menjadi negara-negara dengan persenjataan militer yang kuat.
Di kerajaan Swarna sendiri, Prana masih merupakan hal yang sangat sulit di mengerti dan perkembangannya terbilang sangat lamban.
Semua itu bukan tanpa alasan. Pada perang Dua Dunia terakhir kali, kerajaan yang paling banyak mengirimkan pasukan adalah kerajaan SwarnaDwipa, yang menyebabkan korban terbanyak dari peperangan tersebut juga berasal dari kerajaan ini.
Saat itu juga, tiga Daratan Utama kerjaan Swarna ini masih merupakan Daratan terluas di Bumi. Dahulu kala kerjaan SwarnaDwipa di sebut sebagai Kerajaan terkuat sekaligus terbesar karena meliputi satu Benua.
Perkembangan ilmu pengetahuan juga menjadi yang terpesat saat sebelum perang terjadi. Namun, ledakan terahir menyapu habis sebagian kehidupan di kerajaan SwarnaDwipa dan memporak-porandakan daratan hinga mengubah kerajaan yang tadinya merupakan kerajaan satu daratan, menjadi kerajaan yang terdiri dari ribuan pulau.
Ukuran kerajaan ini sendiri jauh lebih kecil dari sebelumnya. Dan banyak sejarah dalam upaya pembentukan ulang kerajaan ini. Masa-masa itulah yang membuat kerjaan Swarna tertinggal jauh dari kerajaan-kerjaan lainnya yangbada di Dunia.
Arya juga mempelajari dasar-dasar pengendalian elemen. Meski memahami semua dasarnya, pada kenyataanya Arya hanya bisa mengendalikan satu elemen. Itu juga karena Arya memiliki Berkah dan Roh Air di dalam tubuhnya.
Setengah tahun berlalu saat Arya mempelajari semuanya. Sebagian besar sudah Arya pahami, namun tidak semuanya bisa ia lakukan. Salah satu kendalanya adalah faktor tubuhnya yang sangat lemah.
Arya juga menyadari bahwa selama ini, sumber kekuatannya berasal dari Kulkan. Namun kekuatan Kulkan juga berefek buruk bahkan berbahaya bagi tubuh Arya. Karena, jika Arya menggunakannya terlalu banyak, maka tubuhnya akan di penuhi kekuatan itu dan kekuatan Kulkan akan meledak jika tubuh Arya tidak cukup kuat menahannya.
Untuk memperkecil resiko, Arya mempertajam ilmu pengendalian Airnya. Walaupun membutuhkan tenaga dalam dari Kulkan untuk mengendalikannya, setidaknya saat mengendalikan elemen air, Arya tidak membutuhkan begitu banyak tenaga dalam.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Obskura sering bepergian entah kemana. Namun, suatu hari Arya menemukan sebuah surat yang sangat mengejutkan. Bahkan tidak hanya dirinya tapi itu juga mengejutkan Rewanda dan Krama.
Di surat tersebut, Obskura mengatakan bahwa dirinya tidak akan kembali lagi. Obskura memutuskan untuk menyerahkan dirinya pada Istana Langit.
Sebuah keputusan yang sangat tidak disangka-sangka oleh Arya, Rewanda, Krama bahkan seluruh penduduk Istana Langit. Namun, di sana Obskura juga menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya merasa bersalah karena telah membuat banyak kekacauan di Dua Dunia.
Tentu saja keputusan Obskura tersebut membuat ketiganya tidak terima. Bagi Arya, Rewanda, dan Krama, Obskura adalah Dewa penolong mereka. Namun saat Obskura menyatakan rasa bersalahnya, itu membuat ketiganya sangat prustasi.
Di bagian surat lainnya, Obskura menyarankan pada Arya untuk mempelajari Dunia ini. Karena begitu banyaknya misteri yang ada di dunia yang tidak bisa diajarkan atau ditemui di kitab apapun termasuk Kitab Dunia.
Selain itu juga, menurut Obskura dengan mempelajari Dunia, fikiran Arya akan semakin kuat. Itu juga salah satu upaya agar Arya bisa menahan sumber tenaga dalam yang setiap hari dia terima dari Kulkan di dalam tubuhnya.
Butuh waktu sekitar tiga bulan bagi Arya untuk mempertimbangkan semua saran Obskura. Selama itu pula Arya memikirkan nasib pegunungan Obskura, satu-satunya peninggalan Obskura yang Arya rasakan telah menjadi rumahnya.
Selama tiga bulan tersebut, Arya mempelajari sebuah teknik segel yang sangat kuat milik Obskura. Dengan bantuan tenaga dalam dari Kulkan, Arya membangun segel itu selama tiga bulan berikutnya.
Sekarang, pengunungan Obskura benar-benar tertutup dari Dunia Luar. Setelah membuat segel tersebut, Arya terkapar tidak sadarkan diri selama beberapa minggu. Namun, saat dia terbangun Arya tersenyum puas.
Segel tersebut hanya bisa dihancurkan menggunakan energi yang sama dengan yang dia gunakan untuk membuatnya. Dengan kata lain, segel tersebut hanya bisa dihancurkan oleh Kulkan atau orang yang bisa mengendalikan kekuatan Kulkan. Atau, segel juga bisa rusak dan hancur saat pembuat segel itu, mati.
Arya sendiri sekarang tidak mampu merusak segel tersebut karena kekuatannya yang tersisa sangat sedikit. Arya merasa sangat lemah.
Dia memutuskan akan tinggal beberapa hari di luar Hutan Obskura untuk beristirahat. Sebelum memulai perjalanannya sendiri untuk mempelajari dunia.
Arya bersukur bahwa dia tidak perlu berburu atau memanjat untuk mengambil buah saat ini. Itu karena Rewanda dan Krama selalu ada untuknya.
"Hah?"
Arya baru menyadari ada sesuatu yang salah dan kemudian menatap Rewanda dan Krama secara bergantian.
"Kenapa kalian masih ada di luar?"
Rewanda dan Krama terkejut dan saling pandang, kemudian segera bersujud pada Arya.
"Ampunkan kami Raja, tapi bawalah kami bersama anda."
"Ya, kami akan berusaha untuk berguna selama perjalanan Raja mempelajari Dunia seperti kata guru kita."
Arya merasa sangat putus asa mendengar jawaban keduanya. Sebelumnya, Arya sudah beberapa kali mengingatkan keduanya untuk menjaga Hutan Obskura menggantikannya. Namun, sekarang keduanya malah berada di luar segel bersamanya.
"Haaaaa ... Baiklah!" kata Arya pasrah "Aku juga tidak punya tenaga untuk membuka dan membuat ulang segel ini." lanjutnya.
"Terimakasih Raja! Kami berjanji akan berguna!" kata Krama.
"Ya, kami berjanji!" sambut Rewanda setelahnya.
Setelah beristirahat beberapa hari, Di ikuti oleh dua iblis langit di kedua sisinya. Arya mulai melangkahkan kakinya untuk pertama kali dalam perjalanan panjangnya kedepan untuk mempelajari Dunia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Ali B.U
next.
2024-06-10
1
Sang M
Thor, jgn lama bikin tokoh crita jadi sampah......crota jadi jelek gak menarik.....
2023-09-19
1
Sang M
dasar sampah tokoh crita. lamban kultivasi. payah. Thor lu jgn payah ya???
2023-09-19
0