4

Pagi itu Henrick bangun tepat pukul 07.30 dan bersiap - siap akan pergi ke barak, ia sedikit merasa bersalah karena sudah bersikap dingin sehingga membuatnya bersedih pada kemarin malam. Henrick berpikir untuk segera meminta maaf kepada Sita, lantas ia pergi ke kamar gadis tersebut. Diketuknya pintu kamarnya beberapa kali namun tidak ada respon, hingga Henrick memanggil namanya pun Sita tidak menjawabnya. Henrick berpikir ada yang tidak beres, kemudian ia segera mendobrak pintu tersebut dan tidak menemukan gadis itu di dalam kamarnya.

"sita? waar ben je??"

(Dimana kamu? )

Henrick terlihat begitu panik mencari keberadaan Sita yang ia tidak ketahui sama sekali, diperiksanya seluruh sudut ruangan hingga ia tersadar bahwa jendela kamar tersebut telah terbuka dan besar kemungkinan bahwa Sita telah kabur. Henrick bahkan begitu terlihat menyesal atas perlakuannya kepada Sita kemarin.

"Kau sangat bodoh Henrick" gumamnya sambil menutup pintu dengan kencang.

Ketika Henrick pergi menuju halaman rumah, mbok Karti datang dengan tergopoh - gopoh dengan wajah yang cemas, ia memberitahu keberadaan Sita hingga kondisi yang dialami gadis tersebut. lantas mbok Karti meminta majikannya Henrick untuk segera datang melihat Keadaan Sita.

********

Dengan perlahan matanya mulai terbuka lebar, Sita mulai sadar dan kini ia berada di dalam gubuk milik seorang pribumi. disamping itu juga terlihat yang mana seorang gadis berusia lebih muda darinya membawakan teh untuknya. Kepalanya masih terasa sedikit sakit dan pandangannya berkunang - kunang ketika bangun.

"Kau sudah sadar? Ini minumlah agar kau cepat pulih" ujar gadis itu sambil tersenyum.

Sita mengambilnya dengan tangan yang masih gemetar.

"Jika aku boleh bertanya, bisakah kau beritahu dimana aku sekarang? " tanya Sita.

"Di gubuk kecil milik kaum pribumi tentunya, kau lupa ya? Kemarin malam kau pingsan lalu jatuh tersungkur dengan pakaian yang sudah basah kuyup dan robek, lalu kakimu juga terluka" jawab gadis itu dengan santai.

Sita hanya diam sambil menyeruput tehnya, ia masih trauma ketika mengingat kejadian kemarin, itu adalah pengalaman pertama dalam hidupnya yang sangat menakutkan baginya. Untung saja dirinya dapat bersembunyi menghindari orang-orang tersebut, jika tidak dapat lolos kemungkinan besar ia akan mati mengenaskan di masa ini dan tidak dapat kembali.

“Tunggulah disini, aku akan pergi sebentar” ujar gadis yang Sita belum ketahui namanya.

Disaat yang bersamaan datanglah pria londo tersebut beserta mbok Karti, ia terlihat heran darimana Henrick tahu akan keberadaanya bahwa ia disini.

"Non sudah sadar? Ini rumah mbok karti, tadi mbok memberitahu dengan cepat ke Tuan Muda tentang keberadaan non" ujar mbok Karti memberi tatapan yang khawatir.

Henrick yang meihat Sita langsung terlihat syok dan memeluk sita dengan erat, Sita sedikit gugup bahkan mencoba untuk menjauhkan tubuhnya dari Henrick. Sita lantas mulai menangis tersedu-sedu, kaki dan tangannya begitu gemetar ketika dalam pelukan Henrick.

“Pergilah! Aku mohon” Sita menangis.

"Apa yang terjadi Sita? Kenapa kau bisa seperti ini? " tanya Henrick dengan lembut.

"Maafkan aku atas kelancanganku Henrick " jawab Sita yang masih menangis.

"Kau tidak salah Sita justru aku yang harus minta maaf " ujar Henrick.

"Aku kabur dari rumah kemarin malam karena aku takut kau marah dan tidak memaafkan diriku kemudian di tengah perjalanan .." Sita menangis kencang.

"Teruskan Sita" ujar Henrick.

"Di perjalanan, beberapa tentara melihatku lalu mulai menarikku paksa dan merobek pakaianku lalu aku berhasil kabur dan terjun ke sungai dengan kaki yang terluka" Sita saat itu terus menangis, Henrick memeluknya kembali dengan erat seolah mereka sudah lama saling mengenal.

"Aku selalu untukmu, Sita jangan menangis aku mohon. Jangan pergi lagi seperti itu Sita" ujar Henrick mencoba menenangkan Sita.

“Tenanglah Sita”

Perlahan - lahan tangis Sita mulai terhenti walau bulir air mata masih mengalir di pipinya. Henrick mengusap pipi sita disaat itu juga ia sedikit tenang walau masih dibayangi oleh kejadian buruk kemarin .

“Sepertinya non membutuhkan istirahat” ujar mbok Karti

"Ikutlah denganku Sita" henrick mengajak sita pulang namun ia menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan Henrick .

"Non Sita lebih baik ikut pulang saja, kasian Tuan Muda" ujar mbok Karti.

Sita hanya diam setelah menatap mbok Karti.

"Non tahu tidak? Tuan Muda begitu panik sekali mencari non sita untungnya mbok datang" ujar mbok Karti.

Sita kemudian berpikir apabila dirinya tinggal disini pastilah hanya menyusahkan mbok Karti dan putrinya, kemudian ia menyetujui ajakan Henrick untuk membawanya kembali.

Henrick menggendong Sita dan membawanya masuk menaiki kereta Diperjalanan pulang Henrick hanya diam tanpa berani mengajaknya berbicara, Henrick membiarkan Sita untuk menenangkan diri.

******

Sekembalinya menjemput Sita, Henrick menuntun Sita dengan membawanya ke kamar dengan hati - hati.

"Sita, apa kau sudah makan?" tanya Henrick .

Sita hanya menggelengkan kepala.

“Aku sedang tidak lapar” jawabnya

“Tapi kondisimu sedang tidak baik, tunggulah sebentar saja” lalu Henrick segera pergi ke dapur dan membuatkan sup untuknya.

Setelah kejadian tersebut, Sita lantas berpikir bahwa untuk pergi ke dunia luar sangatlah sulit, terlebih lagi harus kembali ke masanya ia berpikir sebaiknya dirinya tidak memikirkan itu terlebih dahulu dan memikirkan kesembuhannya lagipula di sini ada Henrick yaitu seseorang yang terlihat peduli padanya.

"Makanlah sup ini selagi masih hangat" ujar Henrick.

“Sudah kubilang bahwa aku tidak lapar” Sita menghindari suapan dari Henrick.

Namun Henrick tetap mencoba untuk meyuapi Sita, hingga akhirnya Sita luluh dan menerima suapan dari Henrick. Tatapan yang diberikan Henrick kepada gadis pribumi tersebut amat dalam, dirinya melihat kesedihan yang dirasakan Sita dan berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaganya.

Henrick memanggil dokter pribadinya untuk mengobati luka Sita. hari ini Sita tidak banyak bicara seperti kemarin dan lebih banyak diam dengan tatapan yang kosong. Henrick khawatir bahwa Sita mengalami trauma pasca kejadian yang menimpa dirinya tersebut.

"Tolong tahanlah, mungkin ini akan sedikit sakit bagimu" ujar dokter.

Sita merintih kesakitan akibat luka yang dialaminya.

"Kerja yang bagus nona, aku sudah selesai membersihkan lukanya" ujar Dokter tersebut sambil membalut kakinya dengan perban.

Dokter memberikan obat untuk Sita sebagai pereda nyeri kemudian ia lantas pergi meninggalkan Sita yang langsung berbaring pada ranjangnya.

"Kau harus minum obatnya dengan rutin untuk kesembuhanmu" sambil mengusap rambutnya dan Henrick berjanji pada Sita akan membawanya keliling Batavia setelah kesembuhannya .

"Istirahatlah Sita, sebentar lagi mbok Karti akan datang. Aku akan pergi dahulu" ujar Henrick.

Henrick menyelimuti Sita lalu mengecup dahinya, jantung sita mulai berdegup kembali dan matanya sedikit terbelalak hingga Sita merasakan bahwa ia mulai nyaman dengan pria londo tersebut yang memperlakukannya dengan baik.

*****

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!