19. Bantuan

Malam harinya setelah acara makan malam. Angga dan Papinya ikut berjalan ke ruang doa. Saat di depan pintu terlihat pak Jemari dan Mas Budi juga akan memasuki ruang doa.

“Mas Budi, kita tolong Oma nya Angga dengan doa ya.” Ucap pak Jemari sambil menatap mas Budi dan Papinya Angga secara bergantian.

“Baik Pak.” Jawab mas Budi yang nanti akan memimpin doa.

“Terimakasih.” Ucap Angga dan Papinya secara bersamaan.

“Sama sama Pak, kami hanya bisa bantu dengan doa.” Jawab mas Budi. Lalu mereka semua masuk ke dalam ruang doa.

Setelah semua penghuni panti masuk ke dalam ruang doa. Mas Budi memulai memimpin doa malam. Mereka memanjatkan doa khusus untuk kesehatan Oma nya Angga dan semoga segera mendapatkan pendonor ginjal yang cocok. Semua berdoa dengan khusuk.

Acara doa malam selesai lalu mereka keluar dari ruang doa dengan tertib.

“Pap ayo kita ke ruang perpustakaan.” ajak Angga pada Papinya. Angga ingin menunjukkan komputer panti yang hanya satu buah dan itupun sudah meruoakan komputer lama. Papinya Angga tersenyum lalu memeluk pundak Angga sambil berjalan mengikuti langkah kaki Angga.

“Kamu suka nak, tinggal di sini?” tanya Papinya Angga pelan.

“Daripada tinggal sendiri Pap, di sini banyak teman dan ada Ibu Sari yang memperhatikan.” Jawab Angga sambil terus berjalan

“Awalnya sedih... Tapi orang orang di sini baik baik dan peduli jadi akhirnya senang.” Ucap Angga kemudian sambil tersenyum.

“Maafkan Papi ya...” gumam Papinya Angga dengan suara pelan.

“Iya Pap, ga apa apa... yang penting Papi cari duit yang banyak he... he....” ucap Angga sambil tertawa kecil

“Kamu sekarang sudah bisa bercanda baru sebentar di sini.” Ucap Papinya Angga sambil kembali memeluk pundak Angga

“Tidak bercanda Pap, tapi sungguh sungguh.. Banyak anak anak di sini yang bernasib lebih buruk dari Angga. Kata ibu Sari itu si Nesya dititip sini karena ibunya cari duit di luar negeri, bapaknya malah mau menjual Nesya.” Ucap Angga

“Ha? Yang bener anaknya sendiri mau dijual?” tanya Papi nya Angga heran.

“iya Pap. Nesya tidak mendapatkan kasih sayang seorang bapak. Sedangkan aku tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.” ucap Angga dengan nada sendu.

“Maaf...” gumam papinya Angga yang merasa bersalah karena menikah lagi dan istri nya tidak mau menerima Angga sebagai anaknya.

“Kalau Marginah?” tanya papinya Angga

“Ooo dia anaknya pak Jemari, pengen melanjutkan sekolah tapi kesulitan biaya, Marginah anaknya pintar juara terus.” jawab Angga

“Ooo bagus...” gumam papinya Angga. Mereka berdua terus melangkah menuju ke ruang perpustakaan.

“Kaak Angaaaa.” Sapa Nita dengan sangat ramah saat Angga dan Papinya melewati temoat duduk mereka.

“Nit kamu jangan centil.” bisik Vani sambil menepuk pundak Nita

“Aku ga centil Van, tapi aku ramah... aku menyapa... ih kamu itu..” ucap Nita sambil bersungut sungut.

Angga dan Papinya menoleh sambil tersenyum.

“Yang rajin belajarnya ya...” ucap Papinya Angga kemudian. Dan selanjutnya mereka berdua terus melangkah menuju ke tempat komputer.

Saat sampai di depan komputer terlihat ada dua anak SMK yang sedang sibuk mengerjakan tugas dan beberapa orang anak duduk di dekatnya membaca buku sambil menunggu giliran. Papinya Angga terlihat prihatin dengan komputer yang tampilkan sudah sangat ketinggalan jaman itu.

“Selamat malam Pak.” ucap anak anak yang menyadari kehadiran Papinya Angga

“Selamat malam. Apa kalian semua menunggu giliran untuk memakai komputer ini?” ucap Papinya Angga.

“Iya Pak. Tadi sudah ke rental tapi belum selesai, jatah uang untuk rental sudah habis.” jawab salah satu dari mereka.

“Ooooh.” gumam Papinya Angga

“Pap, Angga pinjamkan lap top Angga ya... kasihan kakak kakak.” ucap Angga lalu dia segera membalikan badan dan berlari meninggalkan ruangan tersebut tanpa menunggu persetujuan dari Papinya. Papinya Angga tersenyum datar bahagia dan terharu karena sikap empati anaknya namun prihatin dengan kondisi panti yang kekurangan sarana.

Tidak berapa lama Angga datang dengan menenteng lap top miliknya. Dan kali ini datang bersama pak Jemari karena pak Jemari kaget melihat Angga yang berlari lari bolak balik ke perpustakaan. Pak Jemari tidak banyak bicara dan komentar dia hanya melihat Angga yang sibuk menyiapkan lap topnya. Sekarang pak Jemari tahu kenapa Angga berlari lari, tadi dia mengikuti mengira kalau ada sesuatu yang mengkuatirkan.

Angga lalu dengan segera membuka lap topnya, semua anak di situ kagum melihat lap top Angga.

“Sudah kakak kakak silahkan pakai lap topku, nanti bisa langsung dikirim email juga tugasnya.” ucap Angga sambil menyerahkan lap top yang siap dengan lembar kerja.

“Aku belum bisa pakai lap top belum pernah pegang.” ucap salah satu dari mereka

“Sama saja kakak.” jawab Angga

“Pinjam mouse ibu Sari saja.” ucap Fatima memberi saran.

“Iya ayo pinjam mouse ibu Sari aku juga akan menemui ibu Sari.” ucap papinya Angga. Fatima lalu menganggukkan kepala dan bangkit berdiri berjalan kemudian langkahnya diikuti oleh Papinya Angga mereka berdua berjalan meninggalkan ruang perpustakaan menuju ke kamar ibu Sari.

Sesampai di kamar Ibu Sari, Fatima mengetuk pintu dan tidak lama pintu dibuka oleh Ibu Sari. Sebelum ibu Sari mengucapkan sepatah kata, papinya Angga sudah bertanya...

“Ibu Sari kenapa tidak melaporkan kondisi sarana belajar panti ini secara detail.”

“Maaf Pak, maksudnya bagaimana?” tanya ibu Sari yang tidak paham dengan pertanyaan papinya Angga

“Saya diajak Angga melihat kondisi komputer yang sudah tua dan hanya ada satu komputer saja.” jawab Papinya Angga

“Oooo maaf Pak, saya hanya melaporkan sarana belajar anak secara umum. Dan selama ini permasalah kekurangan komputer kami atasi dengan memakai jasa rental atau memanfaatkan komputer sekolah di saat jam belajar di sekolah.” Ucap Ibu Sari

“Iya Bu, mungkin kami sebagai donatur juga tidak membaca laporan secara cermat.”

“Di kantor saya ada beberapa komputer yang masih bagus yang sudah dipakai. Besok saya suruh bawa ke sini.” ucap papinya Angga kemudian beliau akan menyumbangkan beberapa komputer kantor yang sudah tidak dipakai biasanya barang barang yang sudah tidak dipakai akan dilelang.

“Terimakasih sekali Pak.” jawab Ibu Sari dengan senang. Fatima yang mendengar juga terlihat senang.

"Sama sama Ibu Sari, kalau begitu saya undur diri, mau istirahat." ucap papinya Angga lalu melangkah menuju ke kamar tamu. Sedangkan Fatima masih tertinggal di depan Ibu Sari.

“Kamu ada perlu apa Fat, mengantar Papinya Angga atau juga ada perlu dengan Ibu?” tanya ibu Sari sambil menatap Fatima.

“Oooo sampai lupa Bu, mau pinjam mouse. Mau dipinjami lap top Angga tapi susah kalau tidak pakai mouse.” jawab Fatima sambil tersenyum.

Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!