6. Kamar Tamu yang horor

Sementara itu pak Jemari yang masuk ke dalam kamar tamu panti asuhan tersebut sangat terkejut dengan kamar yang begitu besar dengan jendela jendela kayu yang sangat lebar.

"Ini seperti bangunan jaman Belanda" gumam pak Jemari.

Namun betapa terkejutnya pak Jemari lampu kamar tersebut mendadak padam, sedangkan pak Jemari belum tahu letak saklarnya. Pak Jemari lalu berlari keluar kamar, dia berjalan menuju kamar mas Budi.

"Mas Budi" teriak pak Jemari di balik pintu kamar mas Budi

"Apa Pak" jawab mas Budi sambil membuka pintu

"Lampu kamar mati, saya tidak tahu letak saklarnya" ucap pak Jemari. Kemudian mas Budi melangkahkan kaki menuju ke kamar tamu. Pak Jemari mengikuti dari belakang. Mas Budi kemudian masuk ke kamar yang pintunya masih terbuka kemudian berjalan menuju ke letak saklar dan menekannya seketika lampu menyala.

"Ini Pak letak saklarnya" ucap mas Budi sambil menunjuk letak saklarnya. Kemudian mas Budi ber jalan keluar meninggalkan kamar

Pak Jemari mendekat ke tempat saklar tersebut dan mencoba menekan kembali lalu lampu mati dan mencoba menekan kembali lampu nyala. Senang hati pak Jemari sudah tidak ada masalah dengan lampu, namun saat dia membalikkan badannya betapa terkejutnya dia..

Namun seketika dia lega karena yang muncul di kamarnya adalah sosok Marginah dan Nesya.

"Kamu itu bikin kaget, masuk kamar ga bilang bilang" ucap pak Jemari sambil memegang dadanya

"Pintu sudah terbuka pak, ini baju bapak dan handuknya" ucap Marginah sambil menyerahkan baju pak Jemari terbungkus tas kresek

"Tadi lampunya mendadak mati, terus mas Budi ke sini" ucap pak Jemari

"Ooo mungkin lampunya eror pak, jarang di pakai" ucap Nesya.

"Ya sudah bapak mandi dulu nanti ikut ke ruang ibadah" ucap Marginah lalu pergi meninggalkan bapaknya berjalan keluar kamar bersama Nesya.

Pak Jemari lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut, dia bisa melihat letak saklar lampu di kamar mandi karena sinar lampu kamar bisa masuk ke dalam kamar mandi lewat pintu kamar mandi. Pak Jemari lalu menekan saklar tersebut dan lampu menyala, terlihat ada sabun mandi yang masih terbungkus juga ada handuk yang terlihat bersih. Pak Jemari kemudian menutup pintu kamar mandi selanjutnya dia mandi.

Setelah selesai pak Jemari mematikan lampu kamar mandi, kemudian dia membuka pintu kamar mandi. Tetapi betapa terkejutnya dia keadaan gelap gulita lampu kamar kembali padam.

Dengan berjalan pelan pelan menuju dinding tempat saklar lampu berada, pak Jemari meraba raba dinding untuk mencari saklar, namun dia terlonjak kaget saat tangannya meraba benda kenyal kenyal dingin di dinding

"Auuuu" teriak pak Jemari kemudian dia berhenti sambil memegang dadanya yang jantungnya berdetak lebih kencang.

Namun seketika ada suara ccckkk ccccckkkkk

"Owalahhhhh cecak tho" ucap pak Jemari lega

Kemudian Pak Jemari melanjutkan meraba raba dinding dan akhirnya menemukan letak saklar kemudian menekannya dan lampu kembali nyala. Setelahnya pak Jemari memakai bajunya, sebab dia baru memakai celananya di kamar mandi tadi, bajunya masih tertinggal di kamar. Setelah memakai baju lengkap pak Jemari menyisir rambutnya, kemudian berjalan keluar kamar menuju ruang doa.

Pak Jemari berjalan di sepanjang lorong teras, kamar tamu terletak di bangunan yang terletak agak jauh dari bangunan yang tadi pak Jemari masuki. Tetapi letaknya dekat dengan kamar mas Budi juga bangunan untuk kamar kamar anak panti berjenis kelamin laki laki. Sekarang pak Jemari sudah berada di depan ruang doa, terlihat sandal sandal anak panti berada di luar ruangan dengan terletak rapi. Pak Jemari kemudian meletakkan sandalnya dengan rapi seperti yang lain. Kemudian masuk ke dalam ruang doa tersebut, mata pak Jemari melihat punggung mas Budi kemudian pak Jemari mengambil tempat di sebelah mas Budi.

Mereka semua berdoa dengan khusuk sampai selesai. Akhirnya setelah selesai mereka keluar dengan teratur tidak ada keributan.

Terlihat beberapa anak berjalan menuju ruang perpustakaan yang terletak di dekat ruang tamu. Pak Jemari melihat Marginah dan Nesya juga berjalan menuju ke ruang perpustakaan.

Pak Jemari masih berdiri di luar ruangan tersebut. Terlihat ibu Sari dan beberapa orang masih berada di dalam. Tidak berapa lama mas Budi keluar dari ruang doa.

"Ayo pak" ajak mas Budi pada pak Jemari karena arah ke kamarnya yang sama. Kemudian Pak Jemari berjalan di belakang mas Budi melewati lorong teras.

Mas Budi kemudian duduk di teras di depan kamar tamu dan pak Jemari juga ikut duduk di sebelahnya.

"Ruangan yang di sini sepi ya mas?" tanya pak Jemari

"Iya Pak, kebanyakan aktifitas di gedung sebelah sana" ucap mas Budi sambil menunjuk gedung di seberang tempat perpustakaan dan ruang tamu

"Di sebelah perpustakaan itu ruangan ibu Sari, kamar tidur sekaligus ruang kerjanya" ucap mas Budi

"Anak anak habis doa jadwalnya belajar Pak, sore juga ada jadwal belajar yang tidak bertugas menyiapkan makan" ucap mas Budi lagi

"Ooo, bagus banyak waktu belajarnya, mas Budi sudah lama di sini?" tanya pak Jemari

"Sudah pak seumur saya, saya di sini" jawab mas Budi sambil tersenyum

"Sejak bayi?" tanya pak Jemari memastikan

"Iya Pak, kata bu Sari saya dulu ditemukan di depan pintu ruang tamu tadi yang pak Jemari masuki" ucap mas Budi

"Saya tidak tahu orang tua saya Pak, Bu Sari sudah seperti ibu saya" ucap mas Budi lagi

Pak Jemari mendengarkan dengan seksama dengan wajah yang ikut prihatin.

"Lalu sama ibu Sari saya diberi nama Budi Luhur sama seperti nama panti, haaa...ha... besuk saat saya sudah tua mungkin saya dikira pendiri panti ini" ucap mas Budi sambil tertawa

"Mas Budi sudah selesai sekolahnya?" tanya pak Jemari

"SMK sudah selesai pak, baru daftar kuliah tapi sekarang juga sudah kerja di panti ini pak, membantu ibu Sari. jadi cari kuliah yang bisa disambi sambi" ucap mas Budi

"Ooo" ucap pak Jemari

Mereka lalu berbincang bincang segala macam topik. Pak Jemari menceritakan daerah asalnya keluarga dan pekerjaannya. Tak terasa waktu sudah larut malam. Anak anak panti sudah beberapa jam lalu keluar dari perpustakaan dan sudah masuk ke kamarnya masing masing. Tengkuk pak Jemari terasa meremang. Akhirnya pak Jemari memberanikan diri.

"Mas.."

"Apa pak"

"Kalau saya tidur di kamar mas Budi saja gimana?" tanya pak Jemari

"Tempat tidur saya kecil Pak" jawab mas Budi

"Saya tidur di bawah tidak apa apa mas dari pada..." ucap pak Jemari tidak dilanjutkan tapi pundaknya terangkat ke atas hiiiiii begitu dalam hati pak Jemari

"Ya sudah ada kasur lipat Pak" ucap mas Budi dan pak Jemari lega

Terpopuler

Comments

Fenti

Fenti

🔥🔥

2022-03-24

2

Syafitri kurniasih

Syafitri kurniasih

semangat thor

2022-03-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!