12. Igauan Angga

Sementara itu pak Jemari bingung, dia sebenarnya takut tidur di kamar tamu, tapi tidak enak menolak permintaan Ibu Sari untuk menemani Angga tidur.

Pak Jemari berjalan mondar mandir dari kamar kamu ke kamar mas Budi. Mas Budi mengamati sejak tadi. Saat pak Jemari berada di depan pintu kamarnya, mas Budi keluar dan mendekati pak Jemari.

"Pak Jemari gelisah akan meninggalkan Marginah besuk?" tanya mas Budi pada pak Jemari

"Tidak Mas, saya tenang Marginah tinggal di sini" jawab pak Jemari

"Terus kenapa Pak Jemari mondar mandir kayak setrika?" tanya mas Budi sambil tersenyum

"Itu Mas, Angga mau tidur di kamar tamu, katanya belum mau tinggal di kamar anak anak" jawab pak Jemari

"Terus kenapa Pak Jemari yang gelisah?" tanya mas Budi lagi.

"Setahu Ibu Sari saya tidur di kamar tamu, jadi diminta menemani Angga" jawab pak Jemari

"Jujur Mas, saya takut" ucap pak Jemari dengan jujur

"Tidak apa apa lho Pak, lampu mati mati mungkin karena instalasi eror" ucap mas Budi

"Kenapa tidak dibeneri kalau rusak, bikin takut tamu itu namanya?" tanya pak Jemari.

"Belum sempat Pak" jawab mas Budi.

Tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki menuju ke kamar tamu. Pak Jemari yang sudah menduga itu langkah kaki ibu Sari dan Angga, lalu pak Jemari meninggalkan mas Budi berjalan menuju ke kamar tamu. Benar terlihat Ibu Sari dan Angga sampai di depan pintu kamar tamu.

"Pak Jemari, ini saya ngantar Angga" ucap Ibu Sari pada pak Jemari sambil merangkul pundak Angga. Pak Jemari menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala dengan sopan.

"Angga, ini pak Jemari kamu tidur dengan pak Jemari ya?" ucap Ibu Sari sambil menatap Angga. Teihat Angga hanya diam saja.

"Jangan kuatir ada dua tempat tidur di dalam kamar ini, ayo masuk" ucap Ibu Sari.

Terlihat ibu Sari membuka pintu kamar tamu tersebut. Lalu ibu Sari melangkah masuk ke dalam diikuti oleh Angga dan pak Jemari. Lampu kamar sudah menyala tadi pak Jemari sudah menyalakan meskipun dengan rasa takut takut. Dia tadi saat menyalakan lalu segera bergegas berlari dan menutup pintunya lagi.

Terlihat Angga mengedarkan pandangannya mengamati amati seluruh isi kamar tamu tersebut. Lalu pandangannya tertuju pada seonggok tas plastik berisi baju pak Jemari di atas tempat tidur.

"Mas Angga, tidur di tempat tidur yang sana" ucap pak Jemari saat melihat tas plastik nya di tatap oleh Angga.

"Sprai bersih" ucap Ibu Sari menimpali

"Tas kamu bisa di taruh ke dalam lemari itu" ucap Ibu Sari selanjutnya.

Teihat Angga berjalan menuju ke lemari dan menaruh tasnya, lalu terlihat dia berjalan menuju ke kamar mandi, tidak masuk hanya melongokkan kepalanya melihat dalam kamar mandi dari pintu kamar mandi.

"Bagaimana, Angga mau kan tidur di sini?" tanya Ibu Sari saat Angga sudah membalikkan tubuhnya dari pintu kamar mandi. Terlihat Angga hanya mengangguk pelan.

"Ibu tinggal ya?" tanya ibu Sari lagi

"Ibu masih ada pekerjaan, menyiapkan dokumen murid yang akan mendaftar sekolah" jelas ibu Sari kemudian. Terlihat Angga hanya menganggukkan kepalanya lagi.

"Pak, saya tinggal ya, tolong temani Angga" ucap Ibu Sari

"Baik Bu" jawab pak Jemari sambil tersenyum. Ibu Sari kemudian terlihat melangkahkan kakinya berjalan keluar dari kamar tamu meninggalkan pak Jemari dan Angga.

Pak Jemari berjalan menuju ke pintu, lalu menutup pintu tersebut. Terlihat Angga berjalan menuju ke lemari, membuka lemari tersebut lalu mengambil tas ranselnya yang lumayan besar. Angga membuka retsleting nya, lalu mengeluarkan satu kantong paper bag setelahnya mengeluarkan handuk, beberpa helai pakaian dan satu tempat perlengkapan mandinya. Kemudian terlihat dia mengembalikan tas besarnya ke dalam lemari.

Dia membuka isi paper bag Angga mengambil dua batang coklat. Lalu berjalan ke arah bapak Jemari yang sedang duduk di tepi tempat tidur.

"Pak, ini untuk bapak" ucap Angga menyerahkan dua batang coklat. Pak Jemari menerima dengan senang hati.

"Terimakasih mas Angga" ucap pak Jemari. Angga hanya mengangguk lalu berjalan mengambil handuk dan perlengkapan menuju ke kamar mandi.

"Mas Angga belum mandi tadi?" tanya pak Jemari. Angga hanya menganggukkan kepala.

"Jangan sering mandi malam malam Mas" ucap pak Jemari sedikit keras, karena pintu kamar mandi sudah tertutup. Sebelum menutup pintu terlihat Angga tadi menyalakan lampu kamar mandi dan sukses menyala.

Sekarang pak Jemari serasa berada di dalam kamar itu seorang diri, mau menyuruh Angga tidak menutup pintu kamar mandi jelas tidak mungkin. Pak Jemari melihat lihat coklat pemberian Angga. Sepertinya coklat mahal ini kayaknya di toko toko tidak ada apalagi di warung desa.

"Mungkin coklat dari luar negeri" gumam Pak Jemari seorang diri.

"Satu untuk Marginah satu dibawa pulang untuk oleh oleh" gumam pak Jemari lagi sambil senyum senyum. Namun tiba tiba lampu kamar tersebut mati. Pak Jemari spontan berteriak karena kaget. Angga yang di kamar mandi mendengar teriakan Pak Jemari, namun menyelesaikan dulu mandinya.

Pak Jemari bangkit berdiri menuju ke saklar lampu namun sebelum sampai ke tempat saklar lampu sudah menyala lagi bersamaan dengan pintu kamar mandi yang sudah dibuka Angga.

Pak Jemari teihat mengelus elus dadanya.

"Sakit Pak?" tanya Angga dengan ekspresi wajah kuatir kalau pak Jemari sakit jantung.

"Tidak Mas" jawab pak Jemari

"Tadi lampu mendadak mati" ucap pak Jemari lagi. Angga hanya diam lalu berjalan menuju ke tempat tidurnya dan merebahkan badannya.

Pak Jemaripun ikut melakukan yang sama pergi ke tempat tidurnya dan merebahkan badan, keinginan nya hanya satu lampu tidak menggodanya lagi dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga besuk bisa bangun pagi pagi dan kembali ke desanya.

Terlihat Angga sudah memejamkan matanya, lama lama terdengar suara denguran halus dari tempat tidur Angga. Angga sudah tertidur mungkin karena lelah dan kenyang nasi goreng atau karena badan sudah segar setelah mandi.

Pak Jemari mengamati wajah tampan Angga yang sedang tidur nyenyak, namun tiba tiba...

"Oma.. Oma... Jangan sakit Oma, Angga dengan siapa kalau Oma sakit.. Oma.. lihat Angga .. Oma..." suara dari mulut Angga namun mata Angga terlihat terpejam erat, ekspresi wajahnya nampak sedih .. lama lama terlihat linangan air matanya dari mata Angga yang terpejam.

Pak Jemari yang melihat dan mendengar suara igauan Angga ikut berlinangan air matanya

Pelan pelan pak Jemari bangkit dan duduk di tepi tempat tidurnya, masih mengamati wajah Angga, air mata mereka berdua sama sama berlinangan bedanya Angga di alam mimpi dan pak Jemari di alam sadarnya

"Oma... Oma...hiks..hiks.." suara igauan Angga.

Pak Jemari tidak tega, lalu bangkit berdiri berjalan menuju ke arah tempat tidur Angga lalu duduk di tepi tempat tidur Angga. Secara tidak sadar pak Jemari mengulurkan tangannya dan mengusap lembut air mata Angga di pipi mulus laki laki yang menginjak usia remaja tersebut.

"Oma...Jangan tinggalkan Angga" igauan Angga sambil tangannya memegang tangan pak Jemari yang mengusap air matanya.

Terpopuler

Comments

Mari ani

Mari ani

lanjut kaka semangat , di tunggu upnya lagi verita yang bagus

2022-03-11

2

Nit_Nit

Nit_Nit

lanjut

2022-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!