7. Teman sekamar

Sementara itu Marginah di dalam kamar dengan 5 orang perempuan teman sekamarnya. Mereka berbincang bincang saling mengenalkan diri. Selain Nesya ada dua orang gadis yang sudah duduk di sekolah menengah atas, yang satu bernama Fatima dari Bima, Nusa Tenggara Barat, yang satu Mawarni dari Jawa Tengah masih satu kabupaten dengan Marginah, sedangkan dua anak perempuan masih duduk di sekolah dasar bernama Nita dan Vani.

"Kak Fatima kok bisa sampai ke sini, jauh ya kukira aku yang paling jauh asalnya?" tanya Marginah kaget ternyata ada teman dari luar Jawa.

"Ada yang dari Flores juga Nah, itu si Mince di kamar sebelah dia kelas dua SMP" saut Nesya saat melihat keterkejutan Marginah

"Iya, saya dibawa temannya Bu Sari, saya juga pengen melanjutkan sekolah tinggi sepertimu" jawab Fatima sambil menatap Marginah yang duduk di tempat tidurnya

"Temannya Bu Sari tetangga kak Fatima?" tanya Marginah lagi

"Bukan, dia petugas kesehatan dari kota waktu datang berkunjung di daerahku, waktu itu aku jadi dokter kecil di sekolahku, terus waktu aku sudah lulus Sekolah Dasar dibawa ke sini" jawab Fatima

"Wah kakak hebat, aku juga ingin jadi dokter" ucap Marginah

"Iya Nah, meskipun bila nanti tidak bisa jadi dokter, jadi perawat atau bidanpun aku sudah merasa senang, sebab biaya kuliah kedokteran mahal Nah" ucap Fatima

"Oooo" ucap Marginah

"Rumah kak Fatima jauh dari kota?" tanya Marginah lagi

"Iya masih naik bis, dilanjut ojek" jawab Fatima

"Ooo sama kak, rumahku juga juaaauuuh sekali dari kota" ucap Marginah sambil menerawang jauh mengingat rumahnya.

"Nah, besuk kita tugas masak, besuk bangun pagi pagi, aku dan Fatima belanja ke pasar, kamu dan Nesya buat minuman dan nasi sementara aku dan Fatima masih di pasar" ucap Mawarni memberi tahu pada Marginah.

"Iya mbak Ni" jawab Marginah pada Mawarni

"Ya sudah kita semua tidur biar besuk tidak kesiangan" ucap Mawarni. Kemudian mereka merebahkan tubuhnya ke tempat tidur masing masing lalu mereka terlelap.

Sedangkan di kamar mas Budi, terlihat pak Jemari tidur di tempat tidur Mas Budi, sementara mas Budi tidur di lantai dengan kasur lipatnya.

Sesaat kemudian pak Jemari terbangun, pak Jemari merasakan kandung kemihnya terasa penuh dan memberikan sinyal harus dibuang. Pak Jemari melihat jam di dinding menunjukkan jam dua lebih.

"Waduh aku kok tadi tidak tanya kamar mandi selain kamar mandi di kamar tamu" gumam pak Jemari sementara tengkuknya begidik membayangkan masuk kamar tamu.

Pak Jemari bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi tempat tidur, dia sedang berpikir pikir membangunkan mas Budi atau kencing di halaman

"Nanti kalau kencing sembarangan kalau burungku jadi puther mak Dinah bisa marah" gumam pak Jemari

"Kalau membangunkan mas Budi kasihan dia. Apa kutadah plastik aja ya" ucap pak Jemari dalam hati kemudian matanya mencari cari benda yang disebut kantong plastik. Sesaat dia melihat sesuatu terbungkus kresek.

"Apa aku ambil kresek itu ya" gumam pak Jemari kemudian pelan pelan pak Jemari berjalan menuju benda yang dicarinya. Lalu memegang megang berusaha membuka untuk mengambil tas kreseknya.. terdengar suara kresek...kresekkk...

Ternyata suara kresak kresek itu mengganggu tidur Mas Budi, dan mas Budi membuka matanya betapa terkejutnya saat dia melihat pak Jemari bangun dan memegang barang miliknya mau apa dia begitu batin mas Budi.. Kemudian Mas Budi pura pura tertidur tapi matanya membuka sedikit mengintip apa yang dilakukan pak Jemari.

Sesaat pak Jemari sudah mendapatkan tas kresek yang dirindukan. Kemudian dia membuka bagian atasnya lalu dihadapkan pada dirinya sesaat dia mau membuka celananya.. Namun tiba tiba...

"Pak jangan kencing di sini, itu plastiknya sudah robek" teriak mas Budi dan tentunya sangat mengagetkan pak Jemari. Kemudian dia mengembalikan posisi celananya sambil menoleh tersenyum malu

"Antar aku sekarang" ucap pak Jemari dengan malu

"Mari" ucap mas Budi sambil bangkit berdiri dan melangkah membuka pintu kamarnya. Kemudian berjalan keluar kamar dan diikuti pak Jemari. Akhirnya mereka sampai di kamar mandi untuk penghuni panti laki laki, ada beberapa kamar mandi berderet.

"Di sini Pak, bisa masuk di salah satunya"

"Aman semua mas"

"Aman Pak" jawab mas Budi sambil tersenyum. Pak Jemari kemudian masuk di salah satu kamar mandi dan menyelesaikan hajatnya. Setelah selesai pak Jemari keluar dari kamar mandi, saat sudah di luar kamar mandi pak Jemari tidak melihat sosok mas Budi, pak Jemari menoleh ke kiri dan ke kanan sepi tidak ada orang. Kemudian Pak Jemari dengan cepat melangkahkan kaki meninggalkan kamar mandi.

Sesaat sampai di depan kamar mas Budi, dia memutar handel pintu, syukurlah tidak terkunci begitu batin pak Jemari. Kemudian pintu dibuka lebar nampak mas Budi sudah tertidur lagi di kasur lipatnya. Pak Jemari menutup pintu dan kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

Keesokan harinya Marginah terbangun saat terdengar suara Mawarni dan Fatima bercakap cakap. Marginah membuka matanya kemudian bangkit dan duduk di pinggir tempat tidurnya.

"Sudah bangun Nah" ucap Mawarni

"Sudah" jawab Marginah dengan mata masih sedikit berat

"Kamu bangunkan Nesya" ucap Mawarni sambil menyisir rambutnya, terlihat Fatima juga sedang menyisir rambutnya

Marginah kemudian pelan pelan membangunkan Nesya, Nesya tidak sulit untuk dibangunkan sebentar Nesya sudah terbangun lalu bangkit duduk. Sesaat Nesya mengumpulkan roh nya. Terlihat Nesya mengusap usap wajahnya.

"Sudah aku takarkan berasnya Nes, kamu cuci terus di masak ya" ucap Fatima pada Nesya

"Iya Kak" jawab Nesya

"Buat minumnya sedikit ditambah ya" ucap Fatima lagi

"Tambah berapa?" tanya Nesya

"Satu teko" jawab Mawarni

"Iya" jawab Nesya lalu berjalan meninggalkan kamar tidur diikuti Marginah. Saat keluar dari kamar pandangan Marginah pada halaman panti nampak mas Budi sudah siap di becaknya.

"Pagi pagi mau ke mana dia Nes?" tanya Marginah sambil berjalan di samping Nesya

"Ngantar yang ke pasar Nah" jawab Nesya

Mereka kemudian berjalan menuju dapur. Sesampai di dapur terlihat sudah ada beras di suatu tempat. Nesya dan Marginah melakukan apa yang sudah dipesan Fatimah dan Mawarni. Setelah beberapa waktu nasi dan minuman sudah siap. Fatima dan Mawarni pun sudah datang dengan belanjaannya.Kemudian mereka menyiapkan bahan bahan untuk di masak.

"Sudah hampir selesai, kalian mandi sana, biar aku dan Fatima yang melanjutkan, nanti setelah mandi kalian ke sini membantu menyiapkan di ruang makan" ucap Mawarni

"Bangunkan juga Nita dan Vani, diajak membantu menyiapkan di ruang makan nanti" ucap Fatima menambahkan

"Iya kak" jawab Nesya dan Marginah bersamaan.

Marginah dan Nesya kemudian berjalan meninggalkan dapur.

Terpopuler

Comments

#Radella_3to3

#Radella_3to3

Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang. Terus semangat kak!!. Jangan lupa feedback ya kak, ditunggu kehadirannya.

2022-01-04

5

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!