Sementara itu Marginah di dalam kamar dengan 5 orang perempuan teman sekamarnya. Mereka berbincang bincang saling mengenalkan diri. Selain Nesya ada dua orang gadis yang sudah duduk di sekolah menengah atas, yang satu bernama Fatima dari Bima, Nusa Tenggara Barat, yang satu Mawarni dari Jawa Tengah masih satu kabupaten dengan Marginah, sedangkan dua anak perempuan masih duduk di sekolah dasar bernama Nita dan Vani.
"Kak Fatima kok bisa sampai ke sini, jauh ya kukira aku yang paling jauh asalnya?" tanya Marginah kaget ternyata ada teman dari luar Jawa.
"Ada yang dari Flores juga Nah, itu si Mince di kamar sebelah dia kelas dua SMP" saut Nesya saat melihat keterkejutan Marginah
"Iya, saya dibawa temannya Bu Sari, saya juga pengen melanjutkan sekolah tinggi sepertimu" jawab Fatima sambil menatap Marginah yang duduk di tempat tidurnya
"Temannya Bu Sari tetangga kak Fatima?" tanya Marginah lagi
"Bukan, dia petugas kesehatan dari kota waktu datang berkunjung di daerahku, waktu itu aku jadi dokter kecil di sekolahku, terus waktu aku sudah lulus Sekolah Dasar dibawa ke sini" jawab Fatima
"Wah kakak hebat, aku juga ingin jadi dokter" ucap Marginah
"Iya Nah, meskipun bila nanti tidak bisa jadi dokter, jadi perawat atau bidanpun aku sudah merasa senang, sebab biaya kuliah kedokteran mahal Nah" ucap Fatima
"Oooo" ucap Marginah
"Rumah kak Fatima jauh dari kota?" tanya Marginah lagi
"Iya masih naik bis, dilanjut ojek" jawab Fatima
"Ooo sama kak, rumahku juga juaaauuuh sekali dari kota" ucap Marginah sambil menerawang jauh mengingat rumahnya.
"Nah, besuk kita tugas masak, besuk bangun pagi pagi, aku dan Fatima belanja ke pasar, kamu dan Nesya buat minuman dan nasi sementara aku dan Fatima masih di pasar" ucap Mawarni memberi tahu pada Marginah.
"Iya mbak Ni" jawab Marginah pada Mawarni
"Ya sudah kita semua tidur biar besuk tidak kesiangan" ucap Mawarni. Kemudian mereka merebahkan tubuhnya ke tempat tidur masing masing lalu mereka terlelap.
Sedangkan di kamar mas Budi, terlihat pak Jemari tidur di tempat tidur Mas Budi, sementara mas Budi tidur di lantai dengan kasur lipatnya.
Sesaat kemudian pak Jemari terbangun, pak Jemari merasakan kandung kemihnya terasa penuh dan memberikan sinyal harus dibuang. Pak Jemari melihat jam di dinding menunjukkan jam dua lebih.
"Waduh aku kok tadi tidak tanya kamar mandi selain kamar mandi di kamar tamu" gumam pak Jemari sementara tengkuknya begidik membayangkan masuk kamar tamu.
Pak Jemari bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi tempat tidur, dia sedang berpikir pikir membangunkan mas Budi atau kencing di halaman
"Nanti kalau kencing sembarangan kalau burungku jadi puther mak Dinah bisa marah" gumam pak Jemari
"Kalau membangunkan mas Budi kasihan dia. Apa kutadah plastik aja ya" ucap pak Jemari dalam hati kemudian matanya mencari cari benda yang disebut kantong plastik. Sesaat dia melihat sesuatu terbungkus kresek.
"Apa aku ambil kresek itu ya" gumam pak Jemari kemudian pelan pelan pak Jemari berjalan menuju benda yang dicarinya. Lalu memegang megang berusaha membuka untuk mengambil tas kreseknya.. terdengar suara kresek...kresekkk...
Ternyata suara kresak kresek itu mengganggu tidur Mas Budi, dan mas Budi membuka matanya betapa terkejutnya saat dia melihat pak Jemari bangun dan memegang barang miliknya mau apa dia begitu batin mas Budi.. Kemudian Mas Budi pura pura tertidur tapi matanya membuka sedikit mengintip apa yang dilakukan pak Jemari.
Sesaat pak Jemari sudah mendapatkan tas kresek yang dirindukan. Kemudian dia membuka bagian atasnya lalu dihadapkan pada dirinya sesaat dia mau membuka celananya.. Namun tiba tiba...
"Pak jangan kencing di sini, itu plastiknya sudah robek" teriak mas Budi dan tentunya sangat mengagetkan pak Jemari. Kemudian dia mengembalikan posisi celananya sambil menoleh tersenyum malu
"Antar aku sekarang" ucap pak Jemari dengan malu
"Mari" ucap mas Budi sambil bangkit berdiri dan melangkah membuka pintu kamarnya. Kemudian berjalan keluar kamar dan diikuti pak Jemari. Akhirnya mereka sampai di kamar mandi untuk penghuni panti laki laki, ada beberapa kamar mandi berderet.
"Di sini Pak, bisa masuk di salah satunya"
"Aman semua mas"
"Aman Pak" jawab mas Budi sambil tersenyum. Pak Jemari kemudian masuk di salah satu kamar mandi dan menyelesaikan hajatnya. Setelah selesai pak Jemari keluar dari kamar mandi, saat sudah di luar kamar mandi pak Jemari tidak melihat sosok mas Budi, pak Jemari menoleh ke kiri dan ke kanan sepi tidak ada orang. Kemudian Pak Jemari dengan cepat melangkahkan kaki meninggalkan kamar mandi.
Sesaat sampai di depan kamar mas Budi, dia memutar handel pintu, syukurlah tidak terkunci begitu batin pak Jemari. Kemudian pintu dibuka lebar nampak mas Budi sudah tertidur lagi di kasur lipatnya. Pak Jemari menutup pintu dan kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Keesokan harinya Marginah terbangun saat terdengar suara Mawarni dan Fatima bercakap cakap. Marginah membuka matanya kemudian bangkit dan duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Sudah bangun Nah" ucap Mawarni
"Sudah" jawab Marginah dengan mata masih sedikit berat
"Kamu bangunkan Nesya" ucap Mawarni sambil menyisir rambutnya, terlihat Fatima juga sedang menyisir rambutnya
Marginah kemudian pelan pelan membangunkan Nesya, Nesya tidak sulit untuk dibangunkan sebentar Nesya sudah terbangun lalu bangkit duduk. Sesaat Nesya mengumpulkan roh nya. Terlihat Nesya mengusap usap wajahnya.
"Sudah aku takarkan berasnya Nes, kamu cuci terus di masak ya" ucap Fatima pada Nesya
"Iya Kak" jawab Nesya
"Buat minumnya sedikit ditambah ya" ucap Fatima lagi
"Tambah berapa?" tanya Nesya
"Satu teko" jawab Mawarni
"Iya" jawab Nesya lalu berjalan meninggalkan kamar tidur diikuti Marginah. Saat keluar dari kamar pandangan Marginah pada halaman panti nampak mas Budi sudah siap di becaknya.
"Pagi pagi mau ke mana dia Nes?" tanya Marginah sambil berjalan di samping Nesya
"Ngantar yang ke pasar Nah" jawab Nesya
Mereka kemudian berjalan menuju dapur. Sesampai di dapur terlihat sudah ada beras di suatu tempat. Nesya dan Marginah melakukan apa yang sudah dipesan Fatimah dan Mawarni. Setelah beberapa waktu nasi dan minuman sudah siap. Fatima dan Mawarni pun sudah datang dengan belanjaannya.Kemudian mereka menyiapkan bahan bahan untuk di masak.
"Sudah hampir selesai, kalian mandi sana, biar aku dan Fatima yang melanjutkan, nanti setelah mandi kalian ke sini membantu menyiapkan di ruang makan" ucap Mawarni
"Bangunkan juga Nita dan Vani, diajak membantu menyiapkan di ruang makan nanti" ucap Fatima menambahkan
"Iya kak" jawab Nesya dan Marginah bersamaan.
Marginah dan Nesya kemudian berjalan meninggalkan dapur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
#Radella_3to3
Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang. Terus semangat kak!!. Jangan lupa feedback ya kak, ditunggu kehadirannya.
2022-01-04
5