Setelah sepuluh menit menunggu, benar nampak sebuah becak dengan seorang laki laki muda yang mengemudikan. Becak berhenti di dekat pak Jemari dan Marginah. Kemudian laki laki muda tersebut turun dari jok tempat duduknya.
"Pak Jemari ya?" tanya laki laki tersebut
"Iya mas" jawab pak Jemari
"Silahkan naik Pak, saya yang disuruh Bu Sari menjemput Bapak dan putrinya" ucap.laki laki itu sambil mempersilakan pak Jemari dan Marginah masuk ke becaknya. Tidak menunggu waktu pak Jemari dan Marginah masuk ke becak tersebut dan tidak lupa tas dan kardus mie instan di taruh di lantai becak tersebut.
Becak berjalan melewati kebun kebun penduduk dan beberapa rumah rumah penduduk. Tidak berapa lama becak memasuki suatu halaman yang lumayan luas ada beberapa pohon rambutan dan terlihat ada beberapa bangunan berada di lokasi tersebut.
Lalu becak berhenti di depan salah satu bangunan.dan ada sebuah papan besar bertuliskan panti asuhan Budi Luhur. Pak Jemari dan Marginah pun turun dari becak.
"Mari Pak" ucap laki laki tadi dan berjalan menuju pintu bangunan di dekatnya, pak Jemari dan Marginah pun mengikuti dari belakang. Laki laki itu lalu membukakan pintu salah satu ruangan bangunan tersebut.
"Silahkan masuk pak, tunggu di dalam saya panggilkan Bu Sari" ucap laki laki itu lalu berjalan meninggalkan ruangan
Pak Jemari dan Marginah masuk ke dalam ruangan tersebut kemudian duduk di kursi tamu. Rupanya ruangan ini adalah ruang tamu, suatu ruangan yang letaknya berada di paling ujung bangunan. Di dalam ruangan tersebut ada satu set kursi tamu kemudian ada dua buah lemari kaca berisi banyak sekali piala dan trofi, kemudian di dinding ruangan nampak banyak piagam penghargaan terpasang di dinding, juga banyak foto foto ukuran besar terpasang dengan pigura, kebanyakan merupakan foto yang menampilkan foto bersama penghuni panti dengan tamunya. Sesaat pak Jemari dan Marginah matanya bertualang menatap foto foto yang terpasang, ada suara langkah kaki terdengar semakin mendekati ruangan tersebut. Tidak berapa lama pintu terbuka dan nampak seorang ibu paruh baya dengan wajah ramahnya
"Selamat datang pak Jemari dan Marginah, pasti sangat lelah ya" sapa nya sambil mengulurkan tangannya pada pak Jemari dan Marginah. Merekapun berjabat tangan. Perempuan paruh baya itupun menyebutkan namanya Sari, dan kemudian duduk di kursi berhadapan dengan pak Jemari dan Marginah. Tidak berapa lama datang seorang gadis seumuran Marginah dengan membawa nampan berisi gelas minuman dan sepiring kue.
"Mari diminum dulu" ucap Ibu Sari
"Nes, jangan pergi dulu, ikut duduk di sini" ucap Ibu Sari pada gadis yang membawa nampan, gadis itupun duduk di sebelah ibu Sari.
"Bu Sari ini oleh oleh dari mamaknya Marginah" ucap Pak Jemari sambil mengambil kardus mie instan di taruh di dekat Bu Sari
"Terimakasih Pak, kok repot repot bawa berat berat dari jauh" ucap Bu Sari dengan sopan
"Tidak repot kok Bu" kata pak Jemari
"Marginah, ini Nesya seumuran kamu nanti jadi teman sekamarmu dan teman sekolah" ucap Bu Sari sambil menatap Nesya dan Marginah secara bergantian.
"Iya Bu" jawab Marginah sambil tersenyum menatap Nesya
"Tapi satu kamar diisi enam orang, dua orang anak SMK, dua orang anak SMP dan dua orang anak SD" ucap Bu Sari memberi penjelasan lebih lanjut
"Pak Jemari nanti istirahat di kamar tamu, bisa nginap di sini beberapa hari bila mau" ucap Bu Sari sambil menatap pak Jemari
"Nginap dua malam saja Bu, kalau satu malam masih capek kalau lebih dua malam kasihan tanaman saya sudah merindu he..he.." jawab pak Jemari sambil tertawa
"Ya sudah karena ini sudah waktunya makan malam, kita makan malam bersama sekaligus saya kenalkan Marginah pada penghuni panti, habiskan dulu minumnya" ucap Bu Sari kemudian
Setelah selesai minumnya, mereka berjalan keluar dari ruang tamu Bu Sari berjalan paling depan kemudian Nesya dan Marginah dan pak Jemari berjalan paling belakang dengan kedua tangannya membawa tas dan kardus mie instan, tadi waktu Bu Sari mau membawa tidak diijinkan oleh pak Jemari sebab kardus tersebut lumayan berat untuk ukuran perempuan. Mereka berjalan di lorong teras kemudian sampai di suatu ruangan yang sudah berisi banyak anak anak dan beberapa orang dewasa, mereka duduk di meja makan, ada beberapa meja makan, satu meja makan dikelilingi oleh enam orang.
Ibu Sari masuk kemudian diikuti oleh Nesya, Marginah dan Pak Jemari. Ibu Sari duduk di satu meja makan yang belum terisi orang.
"Nes, kamu juga duduk di sini" ucap Ibu Sari. Nesya kemudian duduk di dekat Marginah. Setelah selesai makan Bu Sari mengenalkan Marginah pada penghuni panti, dan Bu Sari mengenalkan beberpa pegawai panti, Dan ternyata yang menjemput mereka dengan becak tadi bernama Budi, dia dulu juga anak panti kemudian bekerja di panti. Setelah acara perkenalan Bu Sari memanggil Budi.
"Mas Budi kamu antar pak Jemari ke kamar tamu, dan ini oleh oleh dibawa taruh di ruang logistik" kata bu Sari pada mas Budi
"Ya Bu" jawab mas Budi dengan sopan
"O ya Pak nanti kalau sudah mandi bisa ikut acara doa bersama di ruang doa, nanti ada bel itu tanda semua ngumpul untuk beribadah" ucap Bu Sari pak pak Jemari
"Baik Bu" jawab pak Jemari lalu berjalan mengikuti mas Budi
"Marginah ikut Nesya ya" ucap Bu Sari pada Marginah
"Baik Bu" jawab Marginah
"Nes, ajak Marginah ke kamar tunjukkan kamar mandi, dan beritahu jadwalnya ya" ucap Bu Sari pada Nesya
"Baik Bu" ucap Nesya kemudian mereka berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Bu Sari masih tinggal di ruang makan sambil membantu beberapa petugas yang membersihkan ruang makan.
Marginah dan Nesya berjalan menuju suatu ruangan yang lumayan besar, Nesya kemudian membuka pintu ruangan tersebut terlihat ada enam buah tempat tidur yang masing masing tempat tidur hanya muat untuk tidur satu orang, di samping bed masing masing ada meja kecil dan kursi.
"Mar itu tempat tidurmu" ucap Nesya menunjuk pada satu tempat tidur di pojok ruangan
"Sebelahnya itu tempat tidurku" ucap Nesya selanjutnya
"Baju ditaruh di mana Nes?" tanya Marginah
"Ooo ini satu lemari bertiga denganku sama Nita ya" ucap Nesya sambil membuka lemari
"Mereka belum masuk kamar Nes?"
"Belum, mereka di perpustakaan, sebentar lagi ibadah, nunggu yang membersihkan peralatan makan selesai dulu, kamu mandi dulu, ayok kuantar ke kamar mandi" ucap Nesya. Kemudian Marginah membuka tas nya untuk mengambil peralatan mandi dan baju ganti.
"Nes, tolong antar aku ke kamar bapakku ya, ini ngantar bajunya"
"Ayokkk"
Mereka kemudian berjalan ke kamar tamu memberi baju ganti pak Jemari, kemudian berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Marginah ikut masuk ke ruang ibadah untuk beribadah bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Aumy Re
halo... thor
mampir baca ya
tetap semangat 💪💪
salam di batas cakrawala
2022-04-13
0
Bella Cindy
mampir kk.. salam kenal dari borobudur
2022-03-04
1
Mom FA
aku mampir kak, salam dari in memories🙏
2022-02-05
4