5. Panti asuhan Budi Luhur

Setelah sepuluh menit menunggu, benar nampak sebuah becak dengan seorang laki laki muda yang mengemudikan. Becak berhenti di dekat pak Jemari dan Marginah. Kemudian laki laki muda tersebut turun dari jok tempat duduknya.

"Pak Jemari ya?" tanya laki laki tersebut

"Iya mas" jawab pak Jemari

"Silahkan naik Pak, saya yang disuruh Bu Sari menjemput Bapak dan putrinya" ucap.laki laki itu sambil mempersilakan pak Jemari dan Marginah masuk ke becaknya. Tidak menunggu waktu pak Jemari dan Marginah masuk ke becak tersebut dan tidak lupa tas dan kardus mie instan di taruh di lantai becak tersebut.

Becak berjalan melewati kebun kebun penduduk dan beberapa rumah rumah penduduk. Tidak berapa lama becak memasuki suatu halaman yang lumayan luas ada beberapa pohon rambutan dan terlihat ada beberapa bangunan berada di lokasi tersebut.

Lalu becak berhenti di depan salah satu bangunan.dan ada sebuah papan besar bertuliskan panti asuhan Budi Luhur. Pak Jemari dan Marginah pun turun dari becak.

"Mari Pak" ucap laki laki tadi dan berjalan menuju pintu bangunan di dekatnya, pak Jemari dan Marginah pun mengikuti dari belakang. Laki laki itu lalu membukakan pintu salah satu ruangan bangunan tersebut.

"Silahkan masuk pak, tunggu di dalam saya panggilkan Bu Sari" ucap laki laki itu lalu berjalan meninggalkan ruangan

Pak Jemari dan Marginah masuk ke dalam ruangan tersebut kemudian duduk di kursi tamu. Rupanya ruangan ini adalah ruang tamu, suatu ruangan yang letaknya berada di paling ujung bangunan. Di dalam ruangan tersebut ada satu set kursi tamu kemudian ada dua buah lemari kaca berisi banyak sekali piala dan trofi, kemudian di dinding ruangan nampak banyak piagam penghargaan terpasang di dinding, juga banyak foto foto ukuran besar terpasang dengan pigura, kebanyakan merupakan foto yang menampilkan foto bersama penghuni panti dengan tamunya. Sesaat pak Jemari dan Marginah matanya bertualang menatap foto foto yang terpasang, ada suara langkah kaki terdengar semakin mendekati ruangan tersebut. Tidak berapa lama pintu terbuka dan nampak seorang ibu paruh baya dengan wajah ramahnya

"Selamat datang pak Jemari dan Marginah, pasti sangat lelah ya" sapa nya sambil mengulurkan tangannya pada pak Jemari dan Marginah. Merekapun berjabat tangan. Perempuan paruh baya itupun menyebutkan namanya Sari, dan kemudian duduk di kursi berhadapan dengan pak Jemari dan Marginah. Tidak berapa lama datang seorang gadis seumuran Marginah dengan membawa nampan berisi gelas minuman dan sepiring kue.

"Mari diminum dulu" ucap Ibu Sari

"Nes, jangan pergi dulu, ikut duduk di sini" ucap Ibu Sari pada gadis yang membawa nampan, gadis itupun duduk di sebelah ibu Sari.

"Bu Sari ini oleh oleh dari mamaknya Marginah" ucap Pak Jemari sambil mengambil kardus mie instan di taruh di dekat Bu Sari

"Terimakasih Pak, kok repot repot bawa berat berat dari jauh" ucap Bu Sari dengan sopan

"Tidak repot kok Bu" kata pak Jemari

"Marginah, ini Nesya seumuran kamu nanti jadi teman sekamarmu dan teman sekolah" ucap Bu Sari sambil menatap Nesya dan Marginah secara bergantian.

"Iya Bu" jawab Marginah sambil tersenyum menatap Nesya

"Tapi satu kamar diisi enam orang, dua orang anak SMK, dua orang anak SMP dan dua orang anak SD" ucap Bu Sari memberi penjelasan lebih lanjut

"Pak Jemari nanti istirahat di kamar tamu, bisa nginap di sini beberapa hari bila mau" ucap Bu Sari sambil menatap pak Jemari

"Nginap dua malam saja Bu, kalau satu malam masih capek kalau lebih dua malam kasihan tanaman saya sudah merindu he..he.." jawab pak Jemari sambil tertawa

"Ya sudah karena ini sudah waktunya makan malam, kita makan malam bersama sekaligus saya kenalkan Marginah pada penghuni panti, habiskan dulu minumnya" ucap Bu Sari kemudian

Setelah selesai minumnya, mereka berjalan keluar dari ruang tamu Bu Sari berjalan paling depan kemudian Nesya dan Marginah dan pak Jemari berjalan paling belakang dengan kedua tangannya membawa tas dan kardus mie instan, tadi waktu Bu Sari mau membawa tidak diijinkan oleh pak Jemari sebab kardus tersebut lumayan berat untuk ukuran perempuan. Mereka berjalan di lorong teras kemudian sampai di suatu ruangan yang sudah berisi banyak anak anak dan beberapa orang dewasa, mereka duduk di meja makan, ada beberapa meja makan, satu meja makan dikelilingi oleh enam orang.

Ibu Sari masuk kemudian diikuti oleh Nesya, Marginah dan Pak Jemari. Ibu Sari duduk di satu meja makan yang belum terisi orang.

"Nes, kamu juga duduk di sini" ucap Ibu Sari. Nesya kemudian duduk di dekat Marginah. Setelah selesai makan Bu Sari mengenalkan Marginah pada penghuni panti, dan Bu Sari mengenalkan beberpa pegawai panti, Dan ternyata yang menjemput mereka dengan becak tadi bernama Budi, dia dulu juga anak panti kemudian bekerja di panti. Setelah acara perkenalan Bu Sari memanggil Budi.

"Mas Budi kamu antar pak Jemari ke kamar tamu, dan ini oleh oleh dibawa taruh di ruang logistik" kata bu Sari pada mas Budi

"Ya Bu" jawab mas Budi dengan sopan

"O ya Pak nanti kalau sudah mandi bisa ikut acara doa bersama di ruang doa, nanti ada bel itu tanda semua ngumpul untuk beribadah" ucap Bu Sari pak pak Jemari

"Baik Bu" jawab pak Jemari lalu berjalan mengikuti mas Budi

"Marginah ikut Nesya ya" ucap Bu Sari pada Marginah

"Baik Bu" jawab Marginah

"Nes, ajak Marginah ke kamar tunjukkan kamar mandi, dan beritahu jadwalnya ya" ucap Bu Sari pada Nesya

"Baik Bu" ucap Nesya kemudian mereka berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Bu Sari masih tinggal di ruang makan sambil membantu beberapa petugas yang membersihkan ruang makan.

Marginah dan Nesya berjalan menuju suatu ruangan yang lumayan besar, Nesya kemudian membuka pintu ruangan tersebut terlihat ada enam buah tempat tidur yang masing masing tempat tidur hanya muat untuk tidur satu orang, di samping bed masing masing ada meja kecil dan kursi.

"Mar itu tempat tidurmu" ucap Nesya menunjuk pada satu tempat tidur di pojok ruangan

"Sebelahnya itu tempat tidurku" ucap Nesya selanjutnya

"Baju ditaruh di mana Nes?" tanya Marginah

"Ooo ini satu lemari bertiga denganku sama Nita ya" ucap Nesya sambil membuka lemari

"Mereka belum masuk kamar Nes?"

"Belum, mereka di perpustakaan, sebentar lagi ibadah, nunggu yang membersihkan peralatan makan selesai dulu, kamu mandi dulu, ayok kuantar ke kamar mandi" ucap Nesya. Kemudian Marginah membuka tas nya untuk mengambil peralatan mandi dan baju ganti.

"Nes, tolong antar aku ke kamar bapakku ya, ini ngantar bajunya"

"Ayokkk"

Mereka kemudian berjalan ke kamar tamu memberi baju ganti pak Jemari, kemudian berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Marginah ikut masuk ke ruang ibadah untuk beribadah bersama.

Terpopuler

Comments

Aumy Re

Aumy Re

halo... thor
mampir baca ya
tetap semangat 💪💪
salam di batas cakrawala

2022-04-13

0

Bella Cindy

Bella Cindy

mampir kk.. salam kenal dari borobudur

2022-03-04

1

Mom FA

Mom FA

aku mampir kak, salam dari in memories🙏

2022-02-05

4

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!