9 Cerita Nesya

Mas Budi terlihat membantu pak Jemari bangun dari jatuhnya.

"Sakit tidak pak?" tanya mas Budi

"Ya sakit tho Mas, wong jatuh di tanah keras seperti ini" jawab pak Jemari sambil mengibas ngibaskan celana dan bajunya dari tanah yang nempel

"Kita ke rumah sakit apa Pak" ajak mas Budi

"Ngapain ke rumah sakit siapa yang sakit?"

"Ya ngantar pak Jemari periksa"

"Ya tidak perlu sepet itu tho Mas" ucap pak Jemari. Mas Budi hanya tersenyum lalu berdiri dan melangkahkan kaki untuk membenarkan posisi becaknya. Terlihat Marginah dan Nesya datang mendekat.

"Mas mau ke kebun kapan?" tanya Nesya

"Kami mau ikut mas, sudah dapat ijin Bu Sari"

"Ke kebun mana?" tanya pak Jemari

"Ke kebun rambutan, sekarang mau berangkat, yuk " ucap mas Budi sambil naik di jok kemudi becak. Nesya dan Marginah lalu naik ke dalam becak

"Aku juga ikut" teriak pak Jemari lalu juga naik ke dalam becak. Marginah duduk di tengah diapit pak Jemari dan Nesya.

Becak berjalan keluar dari halaman panti lalu belok ke kiri. Becak terus berjalan melewati beberapa rumah warga dan beberapa perkebunan warga, tidak berapa lama becak sampai di kebun panti, terlihat di depan ada papan nama.

"Nes buka pagarnya" perintah mas Budi yang masih duduk di jok kemudi becak. Nesya kemudian turun dari becak. Sesaat Marginah juga mau turun dari becak.

"Kamu tidak usah turun Nah" ucap Nesya lalu dia berjalan membuka pagar. Setelah pagar sudah terbuka lebar, mas Budi menjalankan becaknya lagi untuk memasuki kebun. Terlihat Nesya menutup pintu pagar lagi, kemudian dia naik lagi ke dalam becak yang terlihat berhenti menunggu Nesya. Becak kemudian berjalan lagi di dalam kebun

"Luas ya Nes kebunnya" ucap Marginah

"Siapa yang bekerja di sini Mas?" tanya pak Jemari

"Lebih banyak dibiarkan pak, kalau ada panenan aja kita kerja" jawab Mas Budi. Becak kemudian berhenti di bawah salah satu pohon rambutan yang buahnya sangat banyak dan merah merah.

"Pak Jemari bisa manjat pohon?" tanya mas Budi

"Bisa" jawab pak Jemari

"Ya sudah kita yang manjat, biar Marginah dan Nesya manen yang di ranting ranting bawah yang tidak perlu memanjat" ucap Mas Budi

"Aku manjat juga bisa Mas" ucap Marginah

"Iya tapi kamu pakai rok, mengko dirubung semut kowe (nanti dikerumuni semut kamu)" ucap pak Jemari melarang anaknya

"Iya Mar, itu yang ranting ranting di bawah banyak yang sudah matang juga" ucap Mas Budi. Mereka berempat kemudian akan memulai memanen rambutan. Mas Budi berjalan menuju ke becaknya kemudian mengambil peralatan untuk memanen.

Marginah dan Nesya mengambili rambutan di ranting ranting bawah yang tidak perlu memanjat juga mengambili rambutan yang dijatuhkan dari atas pohon yang dipanen pak Jemari dan Mas Budi. Tidak terasa sudah banyak buah rambutan yang di dapat. Mas Budi kemudian turun dari pohon.

"Sebagian aku bawa dulu ke panti dengan becak, kalian tunggu di sini" ucap mas Budi

"iya" jawab Marginah dan Nesya bersamaan. Mereka bertiga menaruh rambutan ke dalam becak sampai penuh. Sedangkan pak Jemari masih berada di atas pohon rambutan.

Mas Budi terlihat berjalan dan menaiki jok kemudi becak nya.

"Ingat Nes jangan kemana mana, jangan jauh jauh dari pak Jemari" pesan mas Budi lagi

"Iya mas" ucap Nesya masih mengumpulkan rambutan. Mas Budi kemudian berlalu dengan becaknya.

"Ada apa Nes, kok sepertinya mas Budi dan Bu Sari sangat kuatir" tanya Marginah kepo

"Ada penculik Nah" jawab Nesya

"Benarkah?"

"Iya, orang orang suruhan bapakku" ucap Nesya dengan nada sedih

"Kok bisa Nes?"

"Entahlah katanya aku mau dijual" ucap Nesya dengan mata berkaca kaca

"Sudah beberapa kali Nah , bapakku atau orang orang suruhannya memgintaiku, pernah aku dibawa. Dulu awalnya aku tidak tahu aku dikasih banyak jajanan lalu aku diajak pergi aku dibawa ke kota, ditaruh dalam rumah petak yang pengap, rumahnya masuk masuk gang aku sendiri bingung" cerita Nesya terhenti Nesya sedikit terdiam air matanya pelan pelan mengalir

"Terus gimana kamu bisa kembali?"

"Bu Sari lapor polisi" jawab Nesya

"Itu kejadian yang terakhir yang menakutkan yang aku ingat, kata tetangga sejak aku bayi bapakku berusaha mengambil aku untuk dijual"

"Yang kejadian itu kamu kelas berapa?" tanya Marginah

"Kelas dua SD yang sampai di bawa ke kota itu" jawab Nssya

"Kalau kamu sudah dikasih tahu kalau bapakmu mau menculik kenapa kalau mau dikasih jajanan" ucap Marginah

"Itu yang ngasih seorang perempuan dia bilang temen ibuku, awal katanya ibu nitip jajanan ke dia, beberapa kali aku dikasih tidak apa apa, terus dia bilang dia mau ngasih jajan tapi tertinggal di parkiran motor terus aku diajak ke parkiran motornya terus disekap aku dibawa pergi" jelas Nesya

"Ooo kamu ga tanya ibumu saat dapat jajan jajan"

"Namanya juga masih kecil Nah, dulu paling ya cuma bilang aku dikasih jajan temen ibu, ibu mikir ya temennya beneran yang ngasih"

"Ooo"

"Terus sekarang masih Nes"

"Iya mencari lengah ku dan orang orang yang menjagaku" ucap Nesya

"Pernah saat aku pulang sekolah seorang diri ada yang menabrakku dari belakang, aku terjatuh lalu aku digendong"

"Terus"

"Ada ibu guru pas lewat lalu teriak teriak, orang orang lalu mengejarnya dan terkejar, itu aku kelas 5 kemarin" ucap Nesya

"Belum lama ya Nes?" tanya Marginah

"Iya, belum kejadian kejar kejaran Nah, untung aku bila lari cepat terus masuk ke rumah tetangga ato masuk ke panti pokoknya kalau di kejar aku berusaha minta tolong orang" ucap Nesya

"Bapakmu kok seperti itu sih?" tanya Marginah lagi

"Iya aku juga sedih Nah, katanya bapakku tukang mabok maka ibu ku minta cerai" ucap Nesya

"Aku capek sebenarnya Nah, seperti tidak bebas aku pengen hidup damai bersatu dengan ibuku" ucap Nesya lagi dengan isak tangis dan deraian air matanya.

"Sabar Nes" ucap Marginah sambil memeluk Nesya

"Apa bapakmu saat dilaporkan polisi tidak dipenjara?"

"Hanya beberapa bulan" jawab Nesya

"Ooo" gumam Margjnah

Namun saat Nesya masih curhat dan Marginah memberi dukungan pada Nesya tiba tiba ada suara benda jatuh dan teriakan..

"Aduhhhhh aduhhhh aduhhhh" suara pak Jemari yang meloncat dari pohon rambutan sambil mengibas ngibaskan baju dan celananya. Tidak sampai di situ pak Jemari melepas baju dan celana panjangnya untung masih memakai celana lolos.

"Bapak kenapa lagi?" teriak Marginah bangkit berdiri dan berlari ke arah bapaknya

"Dikeroyok semut Nah" jawab pak Jemari masih mengibas ngibas mengusir semut dari tubuhnya

"Kok bisa sih pak?" ucap Marginah ikut mengibas ngibaskan baju pak Jemari agar semut nya pergi

"Mungkin ada sarang semut keinjak" jawab pak Jemari

"Bapak ga hati hati sih" ucap Marginah

"Ga terlihat tho Nah" jawab pak Jemari

"Ada apa Nah?" tanya Nesya yang datang belakangan karena dia mengusap air matanya dulu dan berusaha menetralkan wajahnya, namun masih terlihat matanya yang memerah dan wajahnya yang sembab

"Kamu kenapa Nesya?" tanya pak Jemari dengan lembut saat melihat wajah sembab Nesya. Pertanyaan pak Jemari justru membuat Nesya malah terisak. Marginah lalu mendekati Nesya dan memeluk sambil mengusap usap punggung Nesya. Pak Jemari yang melihat malah bingung.

Terpopuler

Comments

Mari ani

Mari ani

mampir sampai sini dulu nanti di cicil lagi ya bacanya

2022-02-27

1

Ninik H.

Ninik H.

aku mampir kak,
salam dari TIGA PULUH HARI BERSAMAMU kak

2022-01-12

1

Ninik H.

Ninik H.

like

2022-01-12

1

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!