4. Toko Mekar

Bis terus melaju membelah jalan raya, Marginah yang tadi pagi bangun lebih awal akhirnya mengantuk di dalam bis dan selanjutnya tertidur pulas tubuhnya merebah ke samping tubuh bapaknya. Pak Jemaripun akhirnya juga ikut tertidur.

Bis sampai di suatu terminal yang lumayan besar, dan akhirnya bis terhenti. Pak Jemari terbangun dan sangat kaget karena semua penumpang keluar turun dari bis. Pak Jemari membangunkan Marginah dengan menggoyang goyangkan tubuh Marginah lumayan keras karena pak Jemari sedikit panik.

"Apa Pak sudah sampai" tanya Marginah dengan kaget

" Ga tahu bapak juga tertidur semua penumpang turun" ucap Pak Jemari dengan mimik wajah sangat kuatir

" Bapak tanya saja ke kondektur atau sopir" kata Marginah. Kemudian Pak Jemari matanya mencari cari sosok kondektur dan sopir, karena di kursi sopir sudah kosong tidak ada orang. Pak Jemari menoleh ke belakang ada sosok pak kondektur dan asistennya.

"Pak, ini sampai mana?" tanya pak Jemari sedikit berteriak

"Terminal Besar Sekali pak, istirahat dulu"

"Belum pul bis terakhir ya?"

"Belum pak, masih lama, turun dulu kalau mau makan, atau ke toilet ato beribadah"

"Ooo syukurlah" ucap pak Jemari dengan lega

"Ayo Nah turun kamu kebelet tidak?" tanya pak Jemari

"Iya Pak" jawab Marginah, lalu bangkit berdiri tak lupa membawa tas slempangnya. Marginah lalu berjalan menuju pintu bis, mengikuti bapaknya. Pak Jemari kemudian turun dari bis, lalu Marginah turun dari bis dengan dibantu pak Jemari.

"Ke kamar mandi dulu ya Nah"

"Toilet umum pak" ucap Marginah membenarkan perkataan bapaknya. Tapi Marginah berjalan ke depan bis kemudian mengambil hape nya dan memotret depan bis.

"Kenapa kamu potret itu muka bis, kenapa bukan muka bapakmu ini yang kamu potret?" tanya pak Jemari

"Motret nomer bis nya Pak, lihat itu ada banyak bis yang sejenis wujud dan namanya sama" ucap Marginah sambil menunjuk beberapa bis dengan nama yang sama, ada yang baru datang ada pula yang sudah mulai berjalan akan meninggalkan terminal

"Ooo iya ya bisa salah bis kita, kenapa tidak dihafal saja Nah" kata pak Jemari

"Malas menghafal nomer bis Pak mending menghafal pelajaran sekolah ha...ha..." ucap Marginah

Mereka lalu berjalan mencari toilet umum, setelah sampai mereka masuk kemudian mereka ikut antri

"Pak yang ini perempuan yang laki laki sebelah samping" ucap seorang ibu ibu pada pak Jemari

"Ooo ada jenis kelaminnya" gumam pak Jemari kemudian balik badan untuk pindah antrian, Namun tidak berapa lama dia menoel lengan Marginah

"Nah kalau kamu atau bapak yang lebih dulu, nunggu di kotak tempat bayar itu ya" pesan pak Jemari sambil menunjuk kotak uang.

"Ya Pak" jawab Marginah.

Setelah beberapa saat mereka sudah selesai menyelesaikan hajatnya, mereka bertemu di dekat kotak uang, setelah membayar, mereka berjalan menuju ke tempat ibadah yang berada di terminal. Setelah selesai mereka duduk di tangga emperan. Dari tempat tersebut Marginah bisa melihat bis nya masih terparkir.

"Nah kamu lapar tidak?" tanya pak Jemari

"Nanti makan pisang rebus dan jajanan aja Pak, katanya harga makanan di terminal mahal, kita buang air kecil aja bayar apalagi ngisi pasti mahal" ucap Marginah

"Ya sudah, kita lihat dari sini nanti kalau sudah ada yang masuk ke bis, kita ikut masuk" kata Pak Jemari sambil membenarkan pantatnya duduk di lantai tangga

"Pak"

"Apa"

"Aku ga berani pulang sendiri kalau liburan sekolah" ucap Marginah

"Kamu jangan sekali kali pulang sendiri, tunggu bapakmu ini yang jemput, kalau bapak ga ada ongkos jemput ga usah pulang, liburan di panti saja bantu bantu ibu panti" pesan pak Jemari

"Iya Pak"

"Pak itu sopirnya sudah masuk ke bis " ucap Marginah saat melihat pak sopir sudah membuka pintu bis, kemudian Marginah bangkit berdiri dan berjalan menuju bis yang diikuti pak Jemari.

Setelah sampai di bis Marginah dan pak Jemari masuk ke dalam bis. Kemudian duduk di tempatnya masing masing.

"Lega Nah tidak salah bis" ucap pak Jemari setelah duduk

"Iya Pak masih bertemu dengan pisang rebus made in Mak Dinah tercinta" ucap Marginah sambil membuka kantong plastik berisi pisang rebusnya, lalu mengambil satu dan mengeksekusinya masuk ke mulut Marginah. Pak Jemaripun ikut mengambil pisang rebus dan memakainya

Tidak berapa lama bis mulai berjalan meninggalkan terminal Besar Sekali. Setelah habis beberapa buah pisang rebus dan minum air putih pak Jemari terlihat mengantuk lagi.

"Bapak ngantuk Nah, kalau habis makan hanya duduk gini bikin ngantuk kalau kerja di sawah tidak ngantuk" ucap Pak Jemari dan terlihat kelopak matanya sudah memberat susah terbuka

"Lha iya Pak kalau kerja di sawah ngantuk gimana kepacul nanti" ucap Marginah tetapi pak Jemari sudah terlelap. Marginah tersenyum kemudian Marginah melihat lihat pemandangan di luar jendela bis. Marginah mengamati bis berlalu dari suatu tempat ke tempat lain dari suatu kota ke kota lain. Hingga suatu saat matanya menangkap papan papan nama di kota tersebut tertulis nama kota L. Akhirnya Marginah membangunkan bapaknya

"Pak sudah sampai" ucap Marginah yang mengagetkan pak Jemari yang sedang bermimpi kerja di sawah

"Eh pacul pacul pacul" ucap pak Jemari yang membuat beberapa penumpang menoleh ke arah suara pak Jemari

"Ih bapak" gumam Marginah

"Kok kamu tahu sudah sampai sudah dikasih tahu pak kondektur apa?" tanya pak Jemari

"Belum, baca tulisan di luar" jawab Marginah

"Ooo" akhirnya pak Jemari menyiapkan barang bawaannya. Tidak berapa lama Pak kondektur mendekat.

"Pak siap siap sudah sampai kota L, bapak mau turun di mana?" tanya pak kondektur dengan sopan

"Depan toko mekar setelah balai desa kedung rowo" jawab pak Jemari

"Ooo luar kota Pak, sekitar lima belas menit lagi, mau siap siap di depan juga ga apa apa" kata pak kondektur

Pak Jemari dan Marginah akhirnya berjalan ke depan untuk bersiap siap. Benar sekitar lima belas menit kemudian bis melewati balai desa kedung rowo,

"Pak berhenti di toko mekar" kata pak Jemari pada sang sopir, pak sopir mengangguk dan memelankan laju bis kemudian bis berhenti tepat di depan toko mekar.

Pak Jemari kemudian turun dari bis kemudian pak Jemari membantu Marginah turun dari bis. Selanjutnya mereka berjalan menuju toko mekar dan berdiri di depan toko mekar.

"Sebentar Nah aku nelpon. ibu panti, dia bilang kita disuruh ngabari kalau sudah sampai di suruh nunggu di depan toko mekar"

Pak Jemari mengambil hapenya yang bukan hape pintar, entah hape bodoh atau hape apa. Pak Jemari memencet mencet tombol

"Halo, Bu Sari saya dan Marginah sudah sampai di toko mekar" ucap pak Jemari setelah sambungan terhubung

"Tunggu di situ pak, nanti ada becak yang jemput paling lima sampai sepuluh menit sampai" ucap Bu Sari dari balik hape pak Jemari

"Baik Bu,terima kasih " ucap pak Jemari kemudian menutup sambungan telponnya.

"Gimana Pak" tanya Marginah

"Bener tunggu di sini, sepuluh menit lagi becak yang jemput diperkirakan sampai sini" ucap pak Jemari

Terpopuler

Comments

Siti Arbainah

Siti Arbainah

aku klo latah jga pacul" gtu pak😅 tpi beda artinya sih

2023-06-26

1

Nurmalina Gn

Nurmalina Gn

jadi ingat masa dulu berpangkal kuliah ke kota..... graduk gruduk krantang krantang di dalam bus tua, jalan nya jelek.

2022-09-07

1

🎐Tsubaki

🎐Tsubaki

kalo perjalanan jauh, abis gegares trus tidur, bangun tidur trus gegares lagi, ntah kenapa nikmat ya..

2022-03-23

5

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!