Bis terus melaju membelah jalan raya, Marginah yang tadi pagi bangun lebih awal akhirnya mengantuk di dalam bis dan selanjutnya tertidur pulas tubuhnya merebah ke samping tubuh bapaknya. Pak Jemaripun akhirnya juga ikut tertidur.
Bis sampai di suatu terminal yang lumayan besar, dan akhirnya bis terhenti. Pak Jemari terbangun dan sangat kaget karena semua penumpang keluar turun dari bis. Pak Jemari membangunkan Marginah dengan menggoyang goyangkan tubuh Marginah lumayan keras karena pak Jemari sedikit panik.
"Apa Pak sudah sampai" tanya Marginah dengan kaget
" Ga tahu bapak juga tertidur semua penumpang turun" ucap Pak Jemari dengan mimik wajah sangat kuatir
" Bapak tanya saja ke kondektur atau sopir" kata Marginah. Kemudian Pak Jemari matanya mencari cari sosok kondektur dan sopir, karena di kursi sopir sudah kosong tidak ada orang. Pak Jemari menoleh ke belakang ada sosok pak kondektur dan asistennya.
"Pak, ini sampai mana?" tanya pak Jemari sedikit berteriak
"Terminal Besar Sekali pak, istirahat dulu"
"Belum pul bis terakhir ya?"
"Belum pak, masih lama, turun dulu kalau mau makan, atau ke toilet ato beribadah"
"Ooo syukurlah" ucap pak Jemari dengan lega
"Ayo Nah turun kamu kebelet tidak?" tanya pak Jemari
"Iya Pak" jawab Marginah, lalu bangkit berdiri tak lupa membawa tas slempangnya. Marginah lalu berjalan menuju pintu bis, mengikuti bapaknya. Pak Jemari kemudian turun dari bis, lalu Marginah turun dari bis dengan dibantu pak Jemari.
"Ke kamar mandi dulu ya Nah"
"Toilet umum pak" ucap Marginah membenarkan perkataan bapaknya. Tapi Marginah berjalan ke depan bis kemudian mengambil hape nya dan memotret depan bis.
"Kenapa kamu potret itu muka bis, kenapa bukan muka bapakmu ini yang kamu potret?" tanya pak Jemari
"Motret nomer bis nya Pak, lihat itu ada banyak bis yang sejenis wujud dan namanya sama" ucap Marginah sambil menunjuk beberapa bis dengan nama yang sama, ada yang baru datang ada pula yang sudah mulai berjalan akan meninggalkan terminal
"Ooo iya ya bisa salah bis kita, kenapa tidak dihafal saja Nah" kata pak Jemari
"Malas menghafal nomer bis Pak mending menghafal pelajaran sekolah ha...ha..." ucap Marginah
Mereka lalu berjalan mencari toilet umum, setelah sampai mereka masuk kemudian mereka ikut antri
"Pak yang ini perempuan yang laki laki sebelah samping" ucap seorang ibu ibu pada pak Jemari
"Ooo ada jenis kelaminnya" gumam pak Jemari kemudian balik badan untuk pindah antrian, Namun tidak berapa lama dia menoel lengan Marginah
"Nah kalau kamu atau bapak yang lebih dulu, nunggu di kotak tempat bayar itu ya" pesan pak Jemari sambil menunjuk kotak uang.
"Ya Pak" jawab Marginah.
Setelah beberapa saat mereka sudah selesai menyelesaikan hajatnya, mereka bertemu di dekat kotak uang, setelah membayar, mereka berjalan menuju ke tempat ibadah yang berada di terminal. Setelah selesai mereka duduk di tangga emperan. Dari tempat tersebut Marginah bisa melihat bis nya masih terparkir.
"Nah kamu lapar tidak?" tanya pak Jemari
"Nanti makan pisang rebus dan jajanan aja Pak, katanya harga makanan di terminal mahal, kita buang air kecil aja bayar apalagi ngisi pasti mahal" ucap Marginah
"Ya sudah, kita lihat dari sini nanti kalau sudah ada yang masuk ke bis, kita ikut masuk" kata Pak Jemari sambil membenarkan pantatnya duduk di lantai tangga
"Pak"
"Apa"
"Aku ga berani pulang sendiri kalau liburan sekolah" ucap Marginah
"Kamu jangan sekali kali pulang sendiri, tunggu bapakmu ini yang jemput, kalau bapak ga ada ongkos jemput ga usah pulang, liburan di panti saja bantu bantu ibu panti" pesan pak Jemari
"Iya Pak"
"Pak itu sopirnya sudah masuk ke bis " ucap Marginah saat melihat pak sopir sudah membuka pintu bis, kemudian Marginah bangkit berdiri dan berjalan menuju bis yang diikuti pak Jemari.
Setelah sampai di bis Marginah dan pak Jemari masuk ke dalam bis. Kemudian duduk di tempatnya masing masing.
"Lega Nah tidak salah bis" ucap pak Jemari setelah duduk
"Iya Pak masih bertemu dengan pisang rebus made in Mak Dinah tercinta" ucap Marginah sambil membuka kantong plastik berisi pisang rebusnya, lalu mengambil satu dan mengeksekusinya masuk ke mulut Marginah. Pak Jemaripun ikut mengambil pisang rebus dan memakainya
Tidak berapa lama bis mulai berjalan meninggalkan terminal Besar Sekali. Setelah habis beberapa buah pisang rebus dan minum air putih pak Jemari terlihat mengantuk lagi.
"Bapak ngantuk Nah, kalau habis makan hanya duduk gini bikin ngantuk kalau kerja di sawah tidak ngantuk" ucap Pak Jemari dan terlihat kelopak matanya sudah memberat susah terbuka
"Lha iya Pak kalau kerja di sawah ngantuk gimana kepacul nanti" ucap Marginah tetapi pak Jemari sudah terlelap. Marginah tersenyum kemudian Marginah melihat lihat pemandangan di luar jendela bis. Marginah mengamati bis berlalu dari suatu tempat ke tempat lain dari suatu kota ke kota lain. Hingga suatu saat matanya menangkap papan papan nama di kota tersebut tertulis nama kota L. Akhirnya Marginah membangunkan bapaknya
"Pak sudah sampai" ucap Marginah yang mengagetkan pak Jemari yang sedang bermimpi kerja di sawah
"Eh pacul pacul pacul" ucap pak Jemari yang membuat beberapa penumpang menoleh ke arah suara pak Jemari
"Ih bapak" gumam Marginah
"Kok kamu tahu sudah sampai sudah dikasih tahu pak kondektur apa?" tanya pak Jemari
"Belum, baca tulisan di luar" jawab Marginah
"Ooo" akhirnya pak Jemari menyiapkan barang bawaannya. Tidak berapa lama Pak kondektur mendekat.
"Pak siap siap sudah sampai kota L, bapak mau turun di mana?" tanya pak kondektur dengan sopan
"Depan toko mekar setelah balai desa kedung rowo" jawab pak Jemari
"Ooo luar kota Pak, sekitar lima belas menit lagi, mau siap siap di depan juga ga apa apa" kata pak kondektur
Pak Jemari dan Marginah akhirnya berjalan ke depan untuk bersiap siap. Benar sekitar lima belas menit kemudian bis melewati balai desa kedung rowo,
"Pak berhenti di toko mekar" kata pak Jemari pada sang sopir, pak sopir mengangguk dan memelankan laju bis kemudian bis berhenti tepat di depan toko mekar.
Pak Jemari kemudian turun dari bis kemudian pak Jemari membantu Marginah turun dari bis. Selanjutnya mereka berjalan menuju toko mekar dan berdiri di depan toko mekar.
"Sebentar Nah aku nelpon. ibu panti, dia bilang kita disuruh ngabari kalau sudah sampai di suruh nunggu di depan toko mekar"
Pak Jemari mengambil hapenya yang bukan hape pintar, entah hape bodoh atau hape apa. Pak Jemari memencet mencet tombol
"Halo, Bu Sari saya dan Marginah sudah sampai di toko mekar" ucap pak Jemari setelah sambungan terhubung
"Tunggu di situ pak, nanti ada becak yang jemput paling lima sampai sepuluh menit sampai" ucap Bu Sari dari balik hape pak Jemari
"Baik Bu,terima kasih " ucap pak Jemari kemudian menutup sambungan telponnya.
"Gimana Pak" tanya Marginah
"Bener tunggu di sini, sepuluh menit lagi becak yang jemput diperkirakan sampai sini" ucap pak Jemari
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Siti Arbainah
aku klo latah jga pacul" gtu pak😅 tpi beda artinya sih
2023-06-26
1
Nurmalina Gn
jadi ingat masa dulu berpangkal kuliah ke kota..... graduk gruduk krantang krantang di dalam bus tua, jalan nya jelek.
2022-09-07
1
🎐Tsubaki
kalo perjalanan jauh, abis gegares trus tidur, bangun tidur trus gegares lagi, ntah kenapa nikmat ya..
2022-03-23
5