"Sudah siap Pak, Nah?" tanya Mak Dinah
"Sepertinya sudah" jawab pak Jemari
"Mak, aku pamit ke adik adik dulu ya, apa mereka masih tidur?" tanya Marginah pada Mak Dinah
"Sepertinya masih ya sudah sana ke kamar" ucap Mak Dinah. Kemudian Marginah ke kamar Mak Dinah di lihat nya Sofa masih tertidur pulas dengan selimut tebal membalutnya. Marginah menciumi kening adiknya yang masih batita itu, tidak mencium pipinya sebab Sofa ngecesan he he... Setelah nya Marginah keluar kamar dan berjalan menuju ke kamar di mana Stela tidur, terlihat Stela sudah membuka mata mungkin sudah terbangun oleh suara Marginah dan orang tuanya.
"Aku pamit ya" ucap Marginah sambil memeluk adiknya. Kemudian Stela bangkit dari tidurnya dan duduk di tempat tidur.
Sementara Marginah ke kamar adik adiknya, terdengar suara ketukan di pintu belakang. Mak Dinah mendengar suara ketukan tersebut kemudian berjalan menuju pintu belakang dan membukakannya dan terlihat Nenek Jampi neneknya Marginah yang datang
"Sudah mau berangkat cucuku?" tanya Nenek Jampi sambil berjalan masuk menuju ruang depan.
"Sudah" jawab Mak Dinah sambil berjalan di belakang Nenek Jampi.
Saat mereka sampai di ruang depan tampak pak Jemari dan Marginah duduk di kursi tamu yang terbuat dari anyaman rotan. Dan di seberangnya Stela duduk di bangku panjang membelakangi meja besar seukuran meja makan yang mepet di dinding yang bersebelahan dengan dapur.
Kemudian Nenek Jampi duduk di sebelah Marginah di kursi rotan yang panjang sedang Pak Jemari di kursi rotan yang hanya muat satu orang. Sedangkan Mak Dinah duduk di sebelah Stela sambil merangkulnya.
"Hati hati ya Nah kamu di sana, belajar yang rajin, nurut sama petugas panti, jangan lupa berdoa" ucap Nenek Jampi
"Iya Nek" jawab Marginah
"Nek boleh aku tanya?" ucap Marginah selanjutnya dengan hati hati sambil menatap Neneknya
"Ya boleh lah asal jangan tanya uang saku ya ha...ha....: jawab Nek Jampi sambil tertawa dan kemudian tangannya membenarkan letak susur sirih pinang di mulutnya
"Enggak uang saku Nek aku tahu diri" kata Marginah sambil menutup mulutnya dengan tangannya
"Kenapa Nenek kasih nama pada ku MARGINAH?" tanya Marginah dengan memberi nada penekanan pada kata Marginah
"Owalah nduk.. kamu tahu kan artinya Margi?"tanya Nenek Jampi
"Iya Nek Margi itu kalau dalam bahasa jawa artinya jalan, kalau margin dalam bahasa ngetik di komputer artinya batas tepi" ucap Marginah sambil terkekeh
"Eleh aku ga ngerti apa itu konputer konpinter tahu ku suruh pinter .. kalau kamu tahu Margi itu artinya jalan, nah kamu itu jalan... diharapkan kamu jadi jalan membawa kerukunan mak dan bapakmu kalau dipikir kan itu juga penggabungan dari nama bapak dan Mak mu, Mar di ambil dari jeMari dan Nah dari diNah, terus harapan juga kamu jadi jalan membawa kesejahteraan bagi keluargamu. Ga muluk muluk Nah, untuk keluarga saja sudah cukup, syukur syukur bisa untuk masyarakat" ucap Nenek Jampi sambil mengelus elus kepala Marginah
"Aku kok jadi terharu Nek" kata Marginah sambil terisak dan memeluk Nenek Jampi. Terlihat juga Pak Jemari dan Mak Dinah matanya berkaca kaca, sedang Stela hanya menoleh noleh bergantian menatap wajah orang orang yang berada di ruangan tersebut.
"Ya sudah sekarang kamu akan memulai membuka jalan itu" ucap Nek Jampi setelahnya dan diangguki kepala oleh Marginah, pak Jemari dan Mak Dinah
"Tapi ada juga sebab lain aku kasih nama itu" ucap Nenek Jampi dengan nada yang membuat kepo
"Apa Nek? tanya mereka bersamaan
"Kamu ingat turis yang naik gunung saat si Dinah hamil?" tanya balik Nenek Jampi sambil memandang Pak Jemari dan Mak Dinah bergantian.
"Iya iya, kenapa?" ucap Mak Dinah dan Pak Jampi bersamaan, sambil pandangan menerawang mengingat beberapa tahun lalu ada backpaker bule tersesat di desa mereka.
"Aku tanya namanya Mark he...he... ganteng ya dia" kata Nek Jampi sambil tersenyum malu
"Nenek tahu bule ganteng juga, nenek gimana tanyanya emang nenek bisa bahasa bule, terus apa hubungannya dengan namaku?" tanya Marginah
"Ya tanyanya ke pak Kades" ucap Nenek Jampi sedikit malu
"Ya untuk mengenang kegantengannya, aku mau kasih nama kamu pakai mark mark takut ada yang baper, ya ambil Mar ya aja Marg kan sama saja" ucap Nenek Jampi kemudian.
"Nenek kok tahu kata baper?" tanya Marginah
"Itu dari Stela" kata Nenek Jampi sambil menunjuk Stela, Stela yang ditunjuk hanya tersenyum sambil menutup mulut dengan kedua tangannya
"Nah kalau sudah tidak ada yang ditanyakan ke Nenek ayo berangkat, itu Kang Slamet yang mau ngantar ke terminal sudah datang" Ucap pak Jemari sambil dagunya terangkat menunjuk di depan pintu depan sudah ada Kang Slamet di atas motor nya yang akan mengantar mereka ke terminal bis.
"Sebentar" ucap Nenek Jampi kemudian bangkit berdiri dan melangkah menuju ke dapur kemudian membuka pintu, dari balik pintu Nenek Jampi muncul lagi dengan membawa tas kresek hitam. Kemudian dia berjalan mendekati Marginah yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Nah ini buat bekal di jalan, tadi aku sembunyikan di balik pintu, takutnya Sofa sudah bangun dia merengek rengek, kalau Stela sudah besar bisa dikasih pengertian" ucap Nenek Jampi sambil memberikan tas kresek hitam yang terlihat penuh isinya. Markonah lalu menerima tas plastik hitam tersebut.
"Terima kasih Nek... I lop yu" ucap Marginah sambil memeluk erat Nenek Jampi setelah mengintip isi tas kresek hitam tersebut. Tas itu berisi macam macam makanan ringan kesukaan anak anak dan permen satu pack, juga ada susu kotak kemasan mungil tapi sudah sangat membuat Marginah bahagia.
Akhirnya mereka melepas keberangkatan Marginah dan pak Jemari dengan penuh haru. Mak Dinah dan Nenek Jampi air matanya masih berlinang linang, beberapa tetangga dekat juga ikut melepas kepergian Marginah. Mereka masih di jalan menatap motor ojek yang membawa Marginah dan pak Jemari. Motor sudah hilang dari pandangan mereka tetapi Mak Dinah dan Mak Jampi masih berdiri mematung juga Stela dengan mimik wajah sedihnya menempel Mak Dinah dan memegang tangan Mak Dinah. Namun tiba tiba ada suara lengkingan tangisan dari dalam rumah, ya Sofa terbangun menangis kejer, akhirnya Mak Dinah berlari masuk rumah sambil berkata tergesa gesa
"La kamu cepat siap siap untuk ke sekolah" Ucap Mak Dinah sambil berlari masuk rumah. Kemudian Stela ikut berjalan masuk rumah dan diikuti Nenek Jampi.
Sementara di jalan Marginah yang duduk di tengah diantara Kang Slamet dan Pak Jemari
"Kang aku tahu kenapa namamu Slamet" ucap Marginah dengan sedikit berteriak untuk mengalahkan suara deru mesin motor.
"Apa?" kata Kang Slamet tanpa menoleh
"Biar penumpang ojekmu selamat sampai tujuan" kata Marginah
"Aminnnn" ucap kang Slamet
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Nay
𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙨𝙩𝙤𝙧𝙮 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙜𝙞𝙣𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪... ☺☺☺
2022-10-16
2
Ganuwa Gunawan
udah kya mbah dukun aja
lgi jampi jampi pasien nyaaaaaaa...
2022-10-06
2
345瓦蒂
ini seperti kisahq yg bertanya knp nmaq hrus beda . kata bapakq biar g sama kyak istri bung Karno Bu fatmawati.sungguh ......
2022-09-25
2