2. Pesan Nenek

"Sudah siap Pak, Nah?" tanya Mak Dinah

"Sepertinya sudah" jawab pak Jemari

"Mak, aku pamit ke adik adik dulu ya, apa mereka masih tidur?" tanya Marginah pada Mak Dinah

"Sepertinya masih ya sudah sana ke kamar" ucap Mak Dinah. Kemudian Marginah ke kamar Mak Dinah di lihat nya Sofa masih tertidur pulas dengan selimut tebal membalutnya. Marginah menciumi kening adiknya yang masih batita itu, tidak mencium pipinya sebab Sofa ngecesan he he... Setelah nya Marginah keluar kamar dan berjalan menuju ke kamar di mana Stela tidur, terlihat Stela sudah membuka mata mungkin sudah terbangun oleh suara Marginah dan orang tuanya.

"Aku pamit ya" ucap Marginah sambil memeluk adiknya. Kemudian Stela bangkit dari tidurnya dan duduk di tempat tidur.

Sementara Marginah ke kamar adik adiknya, terdengar suara ketukan di pintu belakang. Mak Dinah mendengar suara ketukan tersebut kemudian berjalan menuju pintu belakang dan membukakannya dan terlihat Nenek Jampi neneknya Marginah yang datang

"Sudah mau berangkat cucuku?" tanya Nenek Jampi sambil berjalan masuk menuju ruang depan.

"Sudah" jawab Mak Dinah sambil berjalan di belakang Nenek Jampi.

Saat mereka sampai di ruang depan tampak pak Jemari dan Marginah duduk di kursi tamu yang terbuat dari anyaman rotan. Dan di seberangnya Stela duduk di bangku panjang membelakangi meja besar seukuran meja makan yang mepet di dinding yang bersebelahan dengan dapur.

Kemudian Nenek Jampi duduk di sebelah Marginah di kursi rotan yang panjang sedang Pak Jemari di kursi rotan yang hanya muat satu orang. Sedangkan Mak Dinah duduk di sebelah Stela sambil merangkulnya.

"Hati hati ya Nah kamu di sana, belajar yang rajin, nurut sama petugas panti, jangan lupa berdoa" ucap Nenek Jampi

"Iya Nek" jawab Marginah

"Nek boleh aku tanya?" ucap Marginah selanjutnya dengan hati hati sambil menatap Neneknya

"Ya boleh lah asal jangan tanya uang saku ya ha...ha....: jawab Nek Jampi sambil tertawa dan kemudian tangannya membenarkan letak susur sirih pinang di mulutnya

"Enggak uang saku Nek aku tahu diri" kata Marginah sambil menutup mulutnya dengan tangannya

"Kenapa Nenek kasih nama pada ku MARGINAH?" tanya Marginah dengan memberi nada penekanan pada kata Marginah

"Owalah nduk.. kamu tahu kan artinya Margi?"tanya Nenek Jampi

"Iya Nek Margi itu kalau dalam bahasa jawa artinya jalan, kalau margin dalam bahasa ngetik di komputer artinya batas tepi" ucap Marginah sambil terkekeh

"Eleh aku ga ngerti apa itu konputer konpinter tahu ku suruh pinter .. kalau kamu tahu Margi itu artinya jalan, nah kamu itu jalan... diharapkan kamu jadi jalan membawa kerukunan mak dan bapakmu kalau dipikir kan itu juga penggabungan dari nama bapak dan Mak mu, Mar di ambil dari jeMari dan Nah dari diNah, terus harapan juga kamu jadi jalan membawa kesejahteraan bagi keluargamu. Ga muluk muluk Nah, untuk keluarga saja sudah cukup, syukur syukur bisa untuk masyarakat" ucap Nenek Jampi sambil mengelus elus kepala Marginah

"Aku kok jadi terharu Nek" kata Marginah sambil terisak dan memeluk Nenek Jampi. Terlihat juga Pak Jemari dan Mak Dinah matanya berkaca kaca, sedang Stela hanya menoleh noleh bergantian menatap wajah orang orang yang berada di ruangan tersebut.

"Ya sudah sekarang kamu akan memulai membuka jalan itu" ucap Nek Jampi setelahnya dan diangguki kepala oleh Marginah, pak Jemari dan Mak Dinah

"Tapi ada juga sebab lain aku kasih nama itu" ucap Nenek Jampi dengan nada yang membuat kepo

"Apa Nek? tanya mereka bersamaan

"Kamu ingat turis yang naik gunung saat si Dinah hamil?" tanya balik Nenek Jampi sambil memandang Pak Jemari dan Mak Dinah bergantian.

"Iya iya, kenapa?" ucap Mak Dinah dan Pak Jampi bersamaan, sambil pandangan menerawang mengingat beberapa tahun lalu ada backpaker bule tersesat di desa mereka.

"Aku tanya namanya Mark he...he... ganteng ya dia" kata Nek Jampi sambil tersenyum malu

"Nenek tahu bule ganteng juga, nenek gimana tanyanya emang nenek bisa bahasa bule, terus apa hubungannya dengan namaku?" tanya Marginah

"Ya tanyanya ke pak Kades" ucap Nenek Jampi sedikit malu

"Ya untuk mengenang kegantengannya, aku mau kasih nama kamu pakai mark mark takut ada yang baper, ya ambil Mar ya aja Marg kan sama saja" ucap Nenek Jampi kemudian.

"Nenek kok tahu kata baper?" tanya Marginah

"Itu dari Stela" kata Nenek Jampi sambil menunjuk Stela, Stela yang ditunjuk hanya tersenyum sambil menutup mulut dengan kedua tangannya

"Nah kalau sudah tidak ada yang ditanyakan ke Nenek ayo berangkat, itu Kang Slamet yang mau ngantar ke terminal sudah datang" Ucap pak Jemari sambil dagunya terangkat menunjuk di depan pintu depan sudah ada Kang Slamet di atas motor nya yang akan mengantar mereka ke terminal bis.

"Sebentar" ucap Nenek Jampi kemudian bangkit berdiri dan melangkah menuju ke dapur kemudian membuka pintu, dari balik pintu Nenek Jampi muncul lagi dengan membawa tas kresek hitam. Kemudian dia berjalan mendekati Marginah yang sudah berdiri di ambang pintu.

"Nah ini buat bekal di jalan, tadi aku sembunyikan di balik pintu, takutnya Sofa sudah bangun dia merengek rengek, kalau Stela sudah besar bisa dikasih pengertian" ucap Nenek Jampi sambil memberikan tas kresek hitam yang terlihat penuh isinya. Markonah lalu menerima tas plastik hitam tersebut.

"Terima kasih Nek... I lop yu" ucap Marginah sambil memeluk erat Nenek Jampi setelah mengintip isi tas kresek hitam tersebut. Tas itu berisi macam macam makanan ringan kesukaan anak anak dan permen satu pack, juga ada susu kotak kemasan mungil tapi sudah sangat membuat Marginah bahagia.

Akhirnya mereka melepas keberangkatan Marginah dan pak Jemari dengan penuh haru. Mak Dinah dan Nenek Jampi air matanya masih berlinang linang, beberapa tetangga dekat juga ikut melepas kepergian Marginah. Mereka masih di jalan menatap motor ojek yang membawa Marginah dan pak Jemari. Motor sudah hilang dari pandangan mereka tetapi Mak Dinah dan Mak Jampi masih berdiri mematung juga Stela dengan mimik wajah sedihnya menempel Mak Dinah dan memegang tangan Mak Dinah. Namun tiba tiba ada suara lengkingan tangisan dari dalam rumah, ya Sofa terbangun menangis kejer, akhirnya Mak Dinah berlari masuk rumah sambil berkata tergesa gesa

"La kamu cepat siap siap untuk ke sekolah" Ucap Mak Dinah sambil berlari masuk rumah. Kemudian Stela ikut berjalan masuk rumah dan diikuti Nenek Jampi.

Sementara di jalan Marginah yang duduk di tengah diantara Kang Slamet dan Pak Jemari

"Kang aku tahu kenapa namamu Slamet" ucap Marginah dengan sedikit berteriak untuk mengalahkan suara deru mesin motor.

"Apa?" kata Kang Slamet tanpa menoleh

"Biar penumpang ojekmu selamat sampai tujuan" kata Marginah

"Aminnnn" ucap kang Slamet

Terpopuler

Comments

Nay

Nay

𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙨𝙩𝙤𝙧𝙮 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙜𝙞𝙣𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪... ☺☺☺

2022-10-16

2

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

udah kya mbah dukun aja
lgi jampi jampi pasien nyaaaaaaa...

2022-10-06

2

345瓦蒂

345瓦蒂

ini seperti kisahq yg bertanya knp nmaq hrus beda . kata bapakq biar g sama kyak istri bung Karno Bu fatmawati.sungguh ......

2022-09-25

2

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!