Setelah acara doa bersama di malam hari. Terlihat pak Jemari berjalan menuju ke ruangan Bu Sari, ya Pak Jemari akan pamit pada Bu Sari besuk pagi pak Jemari akan kembali pulang ke rumahnya.
Tokkk tokkk tok tok
Pak Jemari mengetuk pintu dan tidak lama Ibu Sari membukakan pintu, terlihat anak yang mengebrak meja duduk di kursi di dalam ruangan Bu Sari.
"Ada apa Pak?" tanya Bu Sari
"Bu, saya mau pamit besuk pagi mau pulang, terima kasih banyak atas kebaikan Ibu Sari dan teman teman di sini" ucap Pak Jemari yang masih berdiri di depan pintu ruangan.
"Iya Pak, sama sama hati hati besuk dalam perjalanan, besuk biar di antar Mas Budi ke jalan raya, bisa naik bis dari jalan raya tersebut" ucap Ibu Sari
"O iya Pak, ini Angga anak baru belum mau tidur bersama temen temen nya, gimana kalau tidur dengan pak Jemari di kamar tamu" ucap Bu Sari. Pak Jemari bingung mau jawab apa, dia hanya diam saja dan itu diartikan Bu Sari pak Jemari menyetujui.
"Angga nanti tidur di kamar tamu sama pak Jemari ya, kamar nya luas ada dua tempat tidur luas, ada kamar mandi di dalam juga" ucap Bu Sari sambil menoleh ke arah Angga, namun Angga tidak menjawab dan tidak menoleh.
"Nanti ibu antar setelah kamu makan malam" ucap Ibu Sari lagi dan Angga masih membeku
"Baik Pak Jemari bisa kembali ke kamar nanti saya antar Angga ke sana, ini saya mau antar Angga makan malam dulu, sejak tadi belum makan" ucap Bu Sari dan kemudian pak Jemari melangkah meninggalkan ruangan ibu Sari dengan perasaan gundah.
Terlihat Ibu Sari masih membujuk Angga untuk makan, akhirnya Angga mau makan dengan dibuatkan nasi goreng. Owalah Angga kenapa tidak bilang dari tadi begitu gumam Bu Sari.
Lalu Bu Sari dan Angga berjalan menuju ke ruang makan. Terlihat Fatima dan Mawarni berada di ruang makan baru saja menyelesaikan tugas tambahannya karena tragedi gebrakan di meja.
"Belum selesai tugas kalian?" tanya Bu Sari saat masuk ke ruang makan
"Sudah selesai Bu tinggal beres beres dan mau mengunci pintu ruang makan" jawab Fatima
"Kunci dapur kamu yang pegang?" tanya Bu Sari
"Iya Bu, ini baru akan saya taruh di tempat nya" jawab Mawarni
"Masih ada nasi Fat?" tanya Bu Sari sambil mengambil kunci dapur
"Masih Bu" jawab Fatima
"Angga duduk dulu ya" ucap Bu Sari dengan lembut sambil menoleh ke arah Angga yang masih berdiri mematung di pintu ruang makan. Akhirnya dia berjalan dan duduk di salah satu kursi.
Bu Sari lalu berjalan menuju ke dapur dan diikuti oleh Fatima dan Mawarni.
"Mau masak apa Bu?" tanya Mawarni dan Fatima bersamaan
"Nasi goreng buat Angga" jawab Ibu Sari sambil membuka kulkas lalu mengambil bahan bahan yang dibutuhkan.
"Saya bantu ya Bu" ucap Fatima menawarkan bantuan
"Saya temani ya Bu" ucap Mawarni menimpali
"Boleh, apa kalian juga mau makan nasi goreng?" tanya ibu Sari
"Sudah kenyang Bu" jawab Fatima dan Mawarni sambil ikut membantu meracik bumbu bumbu dan perlengkapannya.
"Nasi goreng istimewa ya Bu?" tanya Mawarni saat melihat ibu Sari menyiapkan ayam, bakso, sosis dan telur yang diambil dari kulkas.
"Iya, kalian tidak boleh iri ya" ucap Ibu Sari dengan lembut
"Tidak Bu" jawab Fatima dan Mawarni bersamaan
"Angga baru pertama di sini, dia anak orang kaya kalian harus memaklumi nanti lama lama kita kasih pengertian dia" ucap Ibu Sari dengan pelan agar tidak terdengar Angga yang berada di ruang makan
"Ooo namanya Angga Bu" ucap Fatima
"Iya dia mau tinggal di sini, Oma nya sedang sakit sebelumnya dia tinggal dengan Omanya" ucap Ibu Sari
"Terus orang tuanya Bu?" tanya Mawarni kepo
"Orang tuanya cerai, entahlah kenapa Angga tidak mau ikut mereka, Angga masih banyak diam kalau ditanya jarang menjawab" ucap Ibu Sari yang masih dengan suara pelan setengah berbisik.
Dan tidak lama nasi goreng spesial sudah matang kemudian Ibu Sari menaruhnya ke dalam dua piring. Setelahnya Ibu Sari membawa nasi goreng tersebut ke ruang makan bersama Mawarni, sedangkan Fatima membereskan dapur dan saat mau mengunci pintu dapur..
"Fat jangan dikunci dulu dapurnya" teriakan ibu Sari dari ruang makan.
Fatima lalu berjalan ke ruang makan setelah sampai di depan pintu ruang makan Mawarni keluar dari ruang makan setelah menaruh nasi goreng di meja depan Angga.
"Bu, kami tinggal ya" ucap Fatima dan Mawarni bersamaan, yang dijawab anggukan kepala oleh Ibu Sari. Lalu berjalan meninggalkan ruang makan.
"Mau ke perpustakaan apa ke kamar Ni?" tanya Fatima sambil berjalan di lorong ruang makan
"Ke kamar aja ya Fat, aku capek pengen rebahan" jawab Mawarni dan akhirnya mereka berjalan menuju ke kamar. Saat sampai di depan kamar Fatima langsung memutar handel pintu dan mendorong pintu. Sesaat dia melihat ke empat teman kamarnya sudah berada di kamar dan menempatkan diri di tempat tidurnya masing masing.
"Kok sudah di kamar?" tanya Fatima sambil melangkah masuk
"Capek tadi di kebun kak" jawab Nesya
"Kalau kamu capek apa?" tanya Mawarni setelah menutup pintu kamar sambil melihat pada Nita dan Vani.
"Aku capek main mbak" jawab Nita dengan polosnya.
"Kalau kamu?" tanya Mawarni pada Vani
"Aku... Aku capek apa ya?" jawab Vani malah bertanya
"Aku tahu kamu capek apa" ucap Nita
",Apa?" tanya yang lain secara bersamaan
"Capek nemenin aku" jawab Nita sambil tersenyum lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Kak Fatima dan kak Mawarni kok baru selesai dari dapur?" tanya Marginah
"Iya setelah beres beres ternyata ibu Sari mau buat nasi goreng untuk Angga" jawab Fatima
"Angga siapa?" tanya Marginah
"Anak baru yang tadi menggebrak meja, dia mau tinggal di sini, Oma nya sakit" jawab Fatima lagi
"Iya Oma nya sakit di rawat di Singapore" ucap Nita menimpali
"Kok kamu tahu?" tanya Mawarni sambil menatap tajam pada Nita
"Tadi kan aku main di lorong depan ruang tamu, terus dengar mereka omong omong" jawab Nita dengan jujur
"Main kok di depan ruang tamu main apa?" tanya Fatima
"Main jadi pengintai" ucap Nita dengan serius
"Itu namanya nguping" ucap Mawarni sambil melempar bantal ke arah Nita, Nita malah tertawa
"Abis keren sih tamu nya" ucap Nita dengan malu malu
"Anak kecil tahu cowok keren" ucap Fatima
"Ehhh mbak Ni, tapi tadi sopirnya kalau nyebut bukan Angga tapi tuan kecil" ucap Vani
"Terus kalian dengar apalagi?" tanya Nesya kepo
"Apa ya..?" ucap Nita sambil mengetuk ngetuk kepalanya dengan ujung jari selayaknya berpikir keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Duyung kesayangan
semangattt kak
2022-02-02
2
Nit_Nit
lanjut kak
2022-01-18
1