11. Sedikit cerita tentang Angga

Setelah acara doa bersama di malam hari. Terlihat pak Jemari berjalan menuju ke ruangan Bu Sari, ya Pak Jemari akan pamit pada Bu Sari besuk pagi pak Jemari akan kembali pulang ke rumahnya.

Tokkk tokkk tok tok

Pak Jemari mengetuk pintu dan tidak lama Ibu Sari membukakan pintu, terlihat anak yang mengebrak meja duduk di kursi di dalam ruangan Bu Sari.

"Ada apa Pak?" tanya Bu Sari

"Bu, saya mau pamit besuk pagi mau pulang, terima kasih banyak atas kebaikan Ibu Sari dan teman teman di sini" ucap Pak Jemari yang masih berdiri di depan pintu ruangan.

"Iya Pak, sama sama hati hati besuk dalam perjalanan, besuk biar di antar Mas Budi ke jalan raya, bisa naik bis dari jalan raya tersebut" ucap Ibu Sari

"O iya Pak, ini Angga anak baru belum mau tidur bersama temen temen nya, gimana kalau tidur dengan pak Jemari di kamar tamu" ucap Bu Sari. Pak Jemari bingung mau jawab apa, dia hanya diam saja dan itu diartikan Bu Sari pak Jemari menyetujui.

"Angga nanti tidur di kamar tamu sama pak Jemari ya, kamar nya luas ada dua tempat tidur luas, ada kamar mandi di dalam juga" ucap Bu Sari sambil menoleh ke arah Angga, namun Angga tidak menjawab dan tidak menoleh.

"Nanti ibu antar setelah kamu makan malam" ucap Ibu Sari lagi dan Angga masih membeku

"Baik Pak Jemari bisa kembali ke kamar nanti saya antar Angga ke sana, ini saya mau antar Angga makan malam dulu, sejak tadi belum makan" ucap Bu Sari dan kemudian pak Jemari melangkah meninggalkan ruangan ibu Sari dengan perasaan gundah.

Terlihat Ibu Sari masih membujuk Angga untuk makan, akhirnya Angga mau makan dengan dibuatkan nasi goreng. Owalah Angga kenapa tidak bilang dari tadi begitu gumam Bu Sari.

Lalu Bu Sari dan Angga berjalan menuju ke ruang makan. Terlihat Fatima dan Mawarni berada di ruang makan baru saja menyelesaikan tugas tambahannya karena tragedi gebrakan di meja.

"Belum selesai tugas kalian?" tanya Bu Sari saat masuk ke ruang makan

"Sudah selesai Bu tinggal beres beres dan mau mengunci pintu ruang makan" jawab Fatima

"Kunci dapur kamu yang pegang?" tanya Bu Sari

"Iya Bu, ini baru akan saya taruh di tempat nya" jawab Mawarni

"Masih ada nasi Fat?" tanya Bu Sari sambil mengambil kunci dapur

"Masih Bu" jawab Fatima

"Angga duduk dulu ya" ucap Bu Sari dengan lembut sambil menoleh ke arah Angga yang masih berdiri mematung di pintu ruang makan. Akhirnya dia berjalan dan duduk di salah satu kursi.

Bu Sari lalu berjalan menuju ke dapur dan diikuti oleh Fatima dan Mawarni.

"Mau masak apa Bu?" tanya Mawarni dan Fatima bersamaan

"Nasi goreng buat Angga" jawab Ibu Sari sambil membuka kulkas lalu mengambil bahan bahan yang dibutuhkan.

"Saya bantu ya Bu" ucap Fatima menawarkan bantuan

"Saya temani ya Bu" ucap Mawarni menimpali

"Boleh, apa kalian juga mau makan nasi goreng?" tanya ibu Sari

"Sudah kenyang Bu" jawab Fatima dan Mawarni sambil ikut membantu meracik bumbu bumbu dan perlengkapannya.

"Nasi goreng istimewa ya Bu?" tanya Mawarni saat melihat ibu Sari menyiapkan ayam, bakso, sosis dan telur yang diambil dari kulkas.

"Iya, kalian tidak boleh iri ya" ucap Ibu Sari dengan lembut

"Tidak Bu" jawab Fatima dan Mawarni bersamaan

"Angga baru pertama di sini, dia anak orang kaya kalian harus memaklumi nanti lama lama kita kasih pengertian dia" ucap Ibu Sari dengan pelan agar tidak terdengar Angga yang berada di ruang makan

"Ooo namanya Angga Bu" ucap Fatima

"Iya dia mau tinggal di sini, Oma nya sedang sakit sebelumnya dia tinggal dengan Omanya" ucap Ibu Sari

"Terus orang tuanya Bu?" tanya Mawarni kepo

"Orang tuanya cerai, entahlah kenapa Angga tidak mau ikut mereka, Angga masih banyak diam kalau ditanya jarang menjawab" ucap Ibu Sari yang masih dengan suara pelan setengah berbisik.

Dan tidak lama nasi goreng spesial sudah matang kemudian Ibu Sari menaruhnya ke dalam dua piring. Setelahnya Ibu Sari membawa nasi goreng tersebut ke ruang makan bersama Mawarni, sedangkan Fatima membereskan dapur dan saat mau mengunci pintu dapur..

"Fat jangan dikunci dulu dapurnya" teriakan ibu Sari dari ruang makan.

Fatima lalu berjalan ke ruang makan setelah sampai di depan pintu ruang makan Mawarni keluar dari ruang makan setelah menaruh nasi goreng di meja depan Angga.

"Bu, kami tinggal ya" ucap Fatima dan Mawarni bersamaan, yang dijawab anggukan kepala oleh Ibu Sari. Lalu berjalan meninggalkan ruang makan.

"Mau ke perpustakaan apa ke kamar Ni?" tanya Fatima sambil berjalan di lorong ruang makan

"Ke kamar aja ya Fat, aku capek pengen rebahan" jawab Mawarni dan akhirnya mereka berjalan menuju ke kamar. Saat sampai di depan kamar Fatima langsung memutar handel pintu dan mendorong pintu. Sesaat dia melihat ke empat teman kamarnya sudah berada di kamar dan menempatkan diri di tempat tidurnya masing masing.

"Kok sudah di kamar?" tanya Fatima sambil melangkah masuk

"Capek tadi di kebun kak" jawab Nesya

"Kalau kamu capek apa?" tanya Mawarni setelah menutup pintu kamar sambil melihat pada Nita dan Vani.

"Aku capek main mbak" jawab Nita dengan polosnya.

"Kalau kamu?" tanya Mawarni pada Vani

"Aku... Aku capek apa ya?" jawab Vani malah bertanya

"Aku tahu kamu capek apa" ucap Nita

",Apa?" tanya yang lain secara bersamaan

"Capek nemenin aku" jawab Nita sambil tersenyum lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya

"Kak Fatima dan kak Mawarni kok baru selesai dari dapur?" tanya Marginah

"Iya setelah beres beres ternyata ibu Sari mau buat nasi goreng untuk Angga" jawab Fatima

"Angga siapa?" tanya Marginah

"Anak baru yang tadi menggebrak meja, dia mau tinggal di sini, Oma nya sakit" jawab Fatima lagi

"Iya Oma nya sakit di rawat di Singapore" ucap Nita menimpali

"Kok kamu tahu?" tanya Mawarni sambil menatap tajam pada Nita

"Tadi kan aku main di lorong depan ruang tamu, terus dengar mereka omong omong" jawab Nita dengan jujur

"Main kok di depan ruang tamu main apa?" tanya Fatima

"Main jadi pengintai" ucap Nita dengan serius

"Itu namanya nguping" ucap Mawarni sambil melempar bantal ke arah Nita, Nita malah tertawa

"Abis keren sih tamu nya" ucap Nita dengan malu malu

"Anak kecil tahu cowok keren" ucap Fatima

"Ehhh mbak Ni, tapi tadi sopirnya kalau nyebut bukan Angga tapi tuan kecil" ucap Vani

"Terus kalian dengar apalagi?" tanya Nesya kepo

"Apa ya..?" ucap Nita sambil mengetuk ngetuk kepalanya dengan ujung jari selayaknya berpikir keras.

Terpopuler

Comments

Duyung kesayangan

Duyung kesayangan

semangattt kak

2022-02-02

2

Nit_Nit

Nit_Nit

lanjut kak

2022-01-18

1

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!