8 Sedikit cerita Nesya

Saat berjalan menuju kamar terlihat beberapa penghuni panti bertugas membersihkan lantai dan membersihkan halaman.

Marginah dan Nesya sampai di dalam kamar, dilihatnya Nita dan Vani masih tertidur. Kemudian dibangunkan nya pelan pelan. Setelah bangun mereka semua pergi ke kamar mandi khusus perempuan.

Bangunan kamar kamar untuk penghuni laki laki dan perempuan terpisah. Begitupun kamar mandinya. Letak kamar mandi berada di dekat bangunan kamar, ada berderet deret kamar mandi.

"Nah mandinya cepet ya, nanti kita ikut ibadah pagi di ruang ibadah" ucap Nesya setelah berada di depan kamar mandi

"Iya" jawab Marginah lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Benar setelah Marginah ke luar dari kamar mandi terdengar suara bel, tanda berkumpul ke ruang ibadah.

Setelah selesai ibadah Marginah, Nesya, Nita dan Vani berjalan menuju ke dapur. Terlihat pintu dapur terkunci.

"Kok terkunci?" tanya Marginah

"Tunggu sebentar mungkin mbak Mawarni dan kak Fatima masih di kamar atau di ruang ibadah" ucap Nesya

Tidak berapa lama nampak Mawarni dan Fatima berjalan mendekati pintu dapur, kemudian membukanya dan mereka semua masuk, terlihat semua masakan sudah siap.

"Vani dan Nita siapkan piring dan gelas di ruang makan ya" ucap Fatima. Kemudian Vani dan Nita berjalan menuju ruang makan yang terletak di samping dapur. Terlihat ruang makan lantainya sudah dibersihkan anak anak panti yang bertugas. Nita dan Vani kemudian menata piring dan gelas menaruh pada meja meja yang berada di ruang makan tersebut.

Kemudian terlihat Nesya dan Marginah datang membawa teko teko air minum yang sudah terisi penuh, kemudian Fatima dan Mawarni datang membawa mangkok mangkok besar berisi sayur.

"Vani dan Nita kalau sudah ambil lauk di dapur bawa ke sini ya" ucap Mawarni. Kemudian mereka semua kembali ke dapur untuk mengambil yang berada di sana di taruh di meja makan, mereka hilir mudik sampai selesai.

Setelah semua siap mereka duduk di kursi di salah satu meja. Tidak berapa lama terdengar bunyi bel pertanda waktunya makan pagi. Terlihat semua anak datang memasuki ruang makan dengan teratur. Kemudian mas Budi dan pak Jemari juga masuk ke ruang makan. Dan terakhir Bu Sari yang memasuki ruang makan. Mereka semua memulai makan pagi tanoa ada yang berbicara.

"Kak setelah ini tugas kita apa?" tanya Marginah dengan suara pelan pada Fatima yang duduk di sebelahnya

"Sudah selesai Nah, nanti ada kelompok lain yang bertugas mencuci. Terus untuk makan siang ada pegawai panti yang bekerja di sini, Bu Supri dan Bu Ninok sebentar mereka datang" jawab Fatima

"Kalau tidak libur sekolah kan habis makan kita berangkat sekolah, kalau libur bisa bantu bantu" jawab Fatima lagi

"Ooo" ucap Marginah mengerti.

Setelah selesai makan pagi terlihat anak anak keluar ruangan dengan teratur pula. Nampak tertinggal enam orang anak laki laki, mungkin mereka yang bertugas mencuci, begitu gumam Marginah.

Nampak Bu Sari bangkit berdiri mendekati Marginah

"Mar nanti kamu ke ruanganku ya, bawa dokumen dokumenmu, besuk kita ke sekolah untuk mendaftat" ucap Bu Sari

"Baik Bu" ucap Marginah. Marginah lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil dokumen dokumennya. Terlihat Nesya sudah di dalam kamar, sedang duduk di kursinya sambil memegang hape.

"Nes ruangan Bu Sari di samping perpus ya?" tanya Marginah

"Iya" jawab Nesya

"Kamu sedang sibuk apa" tanya Marginah lagi

"Sedang kirim pesan teks ke ibuku" jawab Nesya

"Ibumu di mana?"

"Kerja di hongkong " jawab Nesya

"Ooo sudah lama?"

"Sudah empat tahun lalu, sebelumnya kerja di pabrik, karena gajinya ga cukup terus kerja di luar negeri"

"Bapakmu dimana?"

"Bapakku sudah cerai dengan ibuku sejak aku bayi, dulu aku dan ibu tinggal dengan kakek dan nenek, kakek kerja sebagai buruh tani, ibuku kerja di pabrik, tapi setelah aku umur dua tahun kakek meninggal, dua tahun kemudian nenek meninggal. Sejak kakek dan nenek meninggal aku sudah dititipkan di panti sini diambil ibu kalau ibu pulang kerja, sejak ibu kerja di luar negeri aku di sini terus" kata Nesya dengan tatapan mata menerawang dan berkaca kaca.

"Ooo semoga ibumu selalu sehat dan bawa uang banyak saat pulang nanti ya Nes" ucap Marginah

"Iya tadi Ibuku bilang akan memperpanjang kontrak kerjanya, katanya biar uangnya cukup untuk biaya sekolahku besuk dan bisa untuk modal usaha juga bisa untuk membangun rumah" ucap Nesya

"Aminnn, semoga terkabul" ucap Marginah

"Yok aku anter ke Ibu Sari" ajak Nesya sambil bangkit berdiri. Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke ruangan Ibu Sari.

Sesampai di depan ruangan ibu Sari, Nesya mengetukkan pintu.

"Masuk" ucap Ibu Sari dari dalam ruangan. Nesya memutar handel pintu dan mendorongnya pelan. Terlihat ibu Sari duduk di depan meja komputer nya. Marginah dan Nesya masuk ke dalam.

"Duduk lah" ucap Bu Sari. Marginah dan Nesya kemudian duduk di kursi di ruangan tersrbut, di ruangan tersebut nampak ada satu buah lemari kabinet berukuran besar, kemudian di seberang ada pintu penghubung kamar tidur ibu Sari.

' Ini Bu, ijasah dan surat surat penting saya" ucap Marginah sambil menyerahkan satu buah map berisi dokumen dokumen nya.

"Sudah ada pas foto Nah" tanya ibu Sari sambil mengambil map Marginah

'Sudah Bu" jawab Marginah

"Baiklah, besuk kamu dan saya ke sekolah ya, kalau Nesya sudah daftar" ucap Bu Sari

"Besuk kamu saya bonceng naik motor saja biar cepat " ucap Bu Sari

"Tidak di antar mas Budi Bu?" tanya Marginah

"Tidak, besuk dia ngantar panenan rambutan ke pasar, kamu sama Nesya bisa ikut ke kebon sekarang kalau tidak ada tugas, bisa membantu memanen rambutan" kata bu Sari

"Kebunnya dimana Bu?" tanya Marginah

"Nesya sudah tahu tempat kebunnya, tidak jauh dari sini" jawab Bu Sari

"Iya Nah dekat ga jauh kita bisa jalan kaki saja kalau mas Budi sudah berangkat" ucap Nesya

"Baiklah sekarang kalian boleh pergi, Nes hati hati kalau jalan tidak bersama mas Budi" pesan Bu Sari.

Marginah dan Nesya lalu bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruangan bu Sari. Saat mereka sudah di luar ruangan bu Sari mata mereka melihat di halaman pak Jemari sedang belajar mengemudikan becak mas Budi.

Marginah dan Nesya berjalan mendekati pak Jemari yang sedang berada di atas jok kemudi becak. Terlihat becak berjalan terseok seok. Mas Budi terlihat berdiri di belakang sambil tersenyum simpul.

"Ternyata susah ya mas, berat setangnya" ucap pak Jemari

Marginah dan Nesya sudah berada di dekat mas Budi. Terlihat pak Jemari berusaha untuk membelokkan. becaknya,, namun entah mengapa terlihat becak berjalan miring dan tidak lama kemudian becak terguling dan pak Jemaripun ikut terjatuh berguling guling.

Mas Budi berlari mendekati pak Jemari untuk membantunya bangun. Sedangkan Marginah dan Nesya malah tertawa terbahak bahak 🤣🤣🤣🤣🤣

"Bapak aneh aneh saja" teriak Marginah

Terpopuler

Comments

Nit_Nit

Nit_Nit

pak Jemari memang aneh aneh saja 🤣

2022-01-04

2

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!