Saat berjalan menuju kamar terlihat beberapa penghuni panti bertugas membersihkan lantai dan membersihkan halaman.
Marginah dan Nesya sampai di dalam kamar, dilihatnya Nita dan Vani masih tertidur. Kemudian dibangunkan nya pelan pelan. Setelah bangun mereka semua pergi ke kamar mandi khusus perempuan.
Bangunan kamar kamar untuk penghuni laki laki dan perempuan terpisah. Begitupun kamar mandinya. Letak kamar mandi berada di dekat bangunan kamar, ada berderet deret kamar mandi.
"Nah mandinya cepet ya, nanti kita ikut ibadah pagi di ruang ibadah" ucap Nesya setelah berada di depan kamar mandi
"Iya" jawab Marginah lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Benar setelah Marginah ke luar dari kamar mandi terdengar suara bel, tanda berkumpul ke ruang ibadah.
Setelah selesai ibadah Marginah, Nesya, Nita dan Vani berjalan menuju ke dapur. Terlihat pintu dapur terkunci.
"Kok terkunci?" tanya Marginah
"Tunggu sebentar mungkin mbak Mawarni dan kak Fatima masih di kamar atau di ruang ibadah" ucap Nesya
Tidak berapa lama nampak Mawarni dan Fatima berjalan mendekati pintu dapur, kemudian membukanya dan mereka semua masuk, terlihat semua masakan sudah siap.
"Vani dan Nita siapkan piring dan gelas di ruang makan ya" ucap Fatima. Kemudian Vani dan Nita berjalan menuju ruang makan yang terletak di samping dapur. Terlihat ruang makan lantainya sudah dibersihkan anak anak panti yang bertugas. Nita dan Vani kemudian menata piring dan gelas menaruh pada meja meja yang berada di ruang makan tersebut.
Kemudian terlihat Nesya dan Marginah datang membawa teko teko air minum yang sudah terisi penuh, kemudian Fatima dan Mawarni datang membawa mangkok mangkok besar berisi sayur.
"Vani dan Nita kalau sudah ambil lauk di dapur bawa ke sini ya" ucap Mawarni. Kemudian mereka semua kembali ke dapur untuk mengambil yang berada di sana di taruh di meja makan, mereka hilir mudik sampai selesai.
Setelah semua siap mereka duduk di kursi di salah satu meja. Tidak berapa lama terdengar bunyi bel pertanda waktunya makan pagi. Terlihat semua anak datang memasuki ruang makan dengan teratur. Kemudian mas Budi dan pak Jemari juga masuk ke ruang makan. Dan terakhir Bu Sari yang memasuki ruang makan. Mereka semua memulai makan pagi tanoa ada yang berbicara.
"Kak setelah ini tugas kita apa?" tanya Marginah dengan suara pelan pada Fatima yang duduk di sebelahnya
"Sudah selesai Nah, nanti ada kelompok lain yang bertugas mencuci. Terus untuk makan siang ada pegawai panti yang bekerja di sini, Bu Supri dan Bu Ninok sebentar mereka datang" jawab Fatima
"Kalau tidak libur sekolah kan habis makan kita berangkat sekolah, kalau libur bisa bantu bantu" jawab Fatima lagi
"Ooo" ucap Marginah mengerti.
Setelah selesai makan pagi terlihat anak anak keluar ruangan dengan teratur pula. Nampak tertinggal enam orang anak laki laki, mungkin mereka yang bertugas mencuci, begitu gumam Marginah.
Nampak Bu Sari bangkit berdiri mendekati Marginah
"Mar nanti kamu ke ruanganku ya, bawa dokumen dokumenmu, besuk kita ke sekolah untuk mendaftat" ucap Bu Sari
"Baik Bu" ucap Marginah. Marginah lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil dokumen dokumennya. Terlihat Nesya sudah di dalam kamar, sedang duduk di kursinya sambil memegang hape.
"Nes ruangan Bu Sari di samping perpus ya?" tanya Marginah
"Iya" jawab Nesya
"Kamu sedang sibuk apa" tanya Marginah lagi
"Sedang kirim pesan teks ke ibuku" jawab Nesya
"Ibumu di mana?"
"Kerja di hongkong " jawab Nesya
"Ooo sudah lama?"
"Sudah empat tahun lalu, sebelumnya kerja di pabrik, karena gajinya ga cukup terus kerja di luar negeri"
"Bapakmu dimana?"
"Bapakku sudah cerai dengan ibuku sejak aku bayi, dulu aku dan ibu tinggal dengan kakek dan nenek, kakek kerja sebagai buruh tani, ibuku kerja di pabrik, tapi setelah aku umur dua tahun kakek meninggal, dua tahun kemudian nenek meninggal. Sejak kakek dan nenek meninggal aku sudah dititipkan di panti sini diambil ibu kalau ibu pulang kerja, sejak ibu kerja di luar negeri aku di sini terus" kata Nesya dengan tatapan mata menerawang dan berkaca kaca.
"Ooo semoga ibumu selalu sehat dan bawa uang banyak saat pulang nanti ya Nes" ucap Marginah
"Iya tadi Ibuku bilang akan memperpanjang kontrak kerjanya, katanya biar uangnya cukup untuk biaya sekolahku besuk dan bisa untuk modal usaha juga bisa untuk membangun rumah" ucap Nesya
"Aminnn, semoga terkabul" ucap Marginah
"Yok aku anter ke Ibu Sari" ajak Nesya sambil bangkit berdiri. Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke ruangan Ibu Sari.
Sesampai di depan ruangan ibu Sari, Nesya mengetukkan pintu.
"Masuk" ucap Ibu Sari dari dalam ruangan. Nesya memutar handel pintu dan mendorongnya pelan. Terlihat ibu Sari duduk di depan meja komputer nya. Marginah dan Nesya masuk ke dalam.
"Duduk lah" ucap Bu Sari. Marginah dan Nesya kemudian duduk di kursi di ruangan tersrbut, di ruangan tersebut nampak ada satu buah lemari kabinet berukuran besar, kemudian di seberang ada pintu penghubung kamar tidur ibu Sari.
' Ini Bu, ijasah dan surat surat penting saya" ucap Marginah sambil menyerahkan satu buah map berisi dokumen dokumen nya.
"Sudah ada pas foto Nah" tanya ibu Sari sambil mengambil map Marginah
'Sudah Bu" jawab Marginah
"Baiklah, besuk kamu dan saya ke sekolah ya, kalau Nesya sudah daftar" ucap Bu Sari
"Besuk kamu saya bonceng naik motor saja biar cepat " ucap Bu Sari
"Tidak di antar mas Budi Bu?" tanya Marginah
"Tidak, besuk dia ngantar panenan rambutan ke pasar, kamu sama Nesya bisa ikut ke kebon sekarang kalau tidak ada tugas, bisa membantu memanen rambutan" kata bu Sari
"Kebunnya dimana Bu?" tanya Marginah
"Nesya sudah tahu tempat kebunnya, tidak jauh dari sini" jawab Bu Sari
"Iya Nah dekat ga jauh kita bisa jalan kaki saja kalau mas Budi sudah berangkat" ucap Nesya
"Baiklah sekarang kalian boleh pergi, Nes hati hati kalau jalan tidak bersama mas Budi" pesan Bu Sari.
Marginah dan Nesya lalu bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruangan bu Sari. Saat mereka sudah di luar ruangan bu Sari mata mereka melihat di halaman pak Jemari sedang belajar mengemudikan becak mas Budi.
Marginah dan Nesya berjalan mendekati pak Jemari yang sedang berada di atas jok kemudi becak. Terlihat becak berjalan terseok seok. Mas Budi terlihat berdiri di belakang sambil tersenyum simpul.
"Ternyata susah ya mas, berat setangnya" ucap pak Jemari
Marginah dan Nesya sudah berada di dekat mas Budi. Terlihat pak Jemari berusaha untuk membelokkan. becaknya,, namun entah mengapa terlihat becak berjalan miring dan tidak lama kemudian becak terguling dan pak Jemaripun ikut terjatuh berguling guling.
Mas Budi berlari mendekati pak Jemari untuk membantunya bangun. Sedangkan Marginah dan Nesya malah tertawa terbahak bahak 🤣🤣🤣🤣🤣
"Bapak aneh aneh saja" teriak Marginah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Nit_Nit
pak Jemari memang aneh aneh saja 🤣
2022-01-04
2