“Kok semua ikut ke sini?” tanya pak Jemari sambil memandangi wajah wajah anak anak panti.
“Kami juga ingin menyambut kedatangan Papinya Angga Paaakkk...” jawab anak anak serempak
“Kok tahu?” tanya pak Jemari lagi
“Ya tahu lah Pak, sudah diumumkan oleh Ibu Sari.” Jawab Marginah
“Oooo kirain hanya aku yang tahu.” Ucap pak Jemari sambil nyengir.
Beberapa menit kemudian dari depan muncul mobil mewah dari arah depan.
“Itu Papi.” Ucap Angga pelan sambil tersenyum bahagia. Kemudian mereka semua berjalan minggir agar mobil bisa masuk ke pintu gerbang.
Angga terlihat melambai lambaikan tangannya. Dan tidak lama kemudian mobil berhenti di depan pintu gerbang tepat di dekat Angga. Lalu terlihat kaca jendela mobil terbuka.
“Angga...” teriak Papinya Angga dari dalam.
“Papi... “ teriak Angga sambil melongokkan kepala ke dalam jendela mobil
“Papi datang sendiri?” tanya Angga sambil membuka pintu mobil dan papi nya Angga menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum menatap Angga.
“Pak Jemari ayo ikut masuk mobil.” Teriak Angga
“Ha..?” pak Jemari kaget
“Iya, ayo.” Ucap Angga sambil membukakan pintu belakang. Lalu dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi.
“Ayo Nah..” ucap Pak Jemari sambil menarik tangan Marginah. Sedangkan Marginah langsung menarik tangan Nesya. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil.
Lalu mobil berjalan memasuki halaman panti. Sedang anak anak panti lain. Berjalan dan berlari di belakang mobil, namun selanjutkan anak anak berjalan dan berlari menuju ke aula panti.
“Parkirnya di mana?” tanya papi nya Angga.
“Di sana Pak, dekat becaknya mas Budi.” Jawab Nesya. sambil menunjuk ke tempat becaknya mas Budi berparkir.
“Bener di situ Nes?” tanya Angga memastikan
“Iya bener, mobil mobil tamu biasa parkir di situ.. aman, tidak kehujanan dan tidak kepanasan.” Jawab Nesya. Sedangkan pak Jemari dan Marginah masih terheran heran dengan bagusnya mobil juga tampan dan gagahnya papi nya Angga. Dan tidak lama kemudian mobil berhenti di tempat seperti yang ditunjuk Nesya.
“Ayo Pak turun.” Ucap Angga sambil menoleh ke arah Pak Jemari. Terlihat pak Jemari masih terkagum kagum melihat lihat bagian dalam mobil.
“Pap, kenali itu Pak Jemari yang nemani tidur Angga, dan itu Nesya dan Marginah besok sekelas dengan Angga.” Ucap Angga sambil menatap Papinya yang mematikan mesin mobil.
Papi nya Angga lalu menoleh ke belakang, selanjutkan menyalami mereka bertiga sambil tersenyum.
“Terimakasih ya sudah menjadi temannya Angga.” Ucap Papi nya Angga sambil tersenyum.
“Sama sama Pak.” Jawab mereka bertiga.
“Kami yang berterimakasih Pak, tidak menyangka bisa berkenalan dengan orang keren kayak bintang film he...he...” ucap pak Jemari kemudian.
“Pak Jemari bisa saja.” Ucap Angga sambil tersenyum
“Ayo turun.” Ucap Angga lagi
“Itu ibu Sari sudah menunggu.” Ucap Marginah saat turun dari mobil melihat ibu Sari berdiri di depan ruang kerjanya didampingi mas Budi dan beberapa petugas panti.
Mereka berlima setelah turun mobil lalu berjalan menuju ke tempat ibu Sari. Ibu Sari dan petugas panti menyambut kedatangan Papinya Angga dengan senang hati.
“Pak kita langsung saja datang ke aula. Anak anak sudah menanti di sana.” Ucap Ibu Sari mempersilakan Papi nya Angga untuk menuju ke aula.
“Kita juga Bu?” tanya pak Jemari
“Iya Pak, seperti biasanya kalau ada tamu donatur anak anak ikut menyambut kedatangan.” Jawab Ibu Sari sambil tersenyum menatap pak Jemari
“Ooo maaf saya baru kali ini datang, biasanya Oma nya Angga yang datang.” Ucap Papi nya Angga dengan sopan.
“Tidak apa apa Pak, kami paham bapak sibuk.” Ucap Ibu Sari sambil berjalan mendampingi Papi nya Angga. Terlihat Papi nya Angga tersenyum sambil terus melangkah ke depan menuju ke aula.
Sesampai di aula terlihat anak anak sudah duduk di kursi dengan tenang. Mawarni bertugas sebagai MC sudah mulai mengucapkan selamat datang dan mulai menyampaikan susunan acara. Kemudian acara terlihat berjalan lancar. Doa pembukaan dilakukan oleh Fadli.
Kemudian sambutan wakil dari anak panti oleh Fatima. Sambutan dari pengurus panti oleh Ibu Sari. Dan kini saatnya Papi nya Angga diminta maju ke depan untuk menyampaikan sesuatu. Tepuk tangan meriah saat Papi nya Angga berdiri dan berjalan menuju ke mimbar.
Papinya Angga merasa terharu dengan acara penerimaan yang dilakukan secara spontanitas namun berjalan baik dan khidmat. Lalu Papi nya Angga menitipkan Angga pada penghuni panti dan beliau pamit dan mohon doa sebab besuk akan pergi ke Singapore dalam rangka urusan kesehatan Oma. Papinya Angga mengakhiri dengan mohon doa untuk kesehatan Oma.
Angga yang tadi tersenyum bahagia wajahnya spontan berubah sedih dengan mata berkaca kaca.
“Sabar Mas Angga...” ucap pak Jemari yang duduk di dekat Angga
“Papi nanti tidur di sini menemanimu. Ada hal penting yang ingin Papi sampaikan.” Ucap papi nya Angga saat sudah kembali duduk di samping Angga.
Acara penyambutan selesai. Lalu mereka semua berjalan menuju ke ruang makan untuk minum teh bersama masih dalam rangka penyambutan kedatangan Papinya Angga. Terlihat ibu Sari banyak berbicara dengan papi nya Angga tentang pendidikan anak anak panti dan terutama Angga. Angga yang berada di dekat papi nya menyampaikan kalau panti membutuhkan beberapa komputer.
“Ya besok biar dikirim beberapa komputer ke sini.” Ucap papi nya Angga sambil mengusap usap kepala Angga.
“Tante ga marah kan Pak?” tanya Angga kepada papi nya kuatir ibu tirinya marah.
“Tenang saja kamu.” Ucap Papi nya Angga kemudian
“O ya Bu, maaf jika diijinkan saya nanti menginap di sini mau menemani Angga.” Ucap Papi nya Angga sambil menatap Ibu Sari.
“Silakan Pak, mau satu kamar dengan Angga atau kamar sendir” tanya ibu Sari.
“Biar nanti dibersihkan dulu, kamarnya.” Ucap Ibu Sari kemudian
“Tidak usah Bu, biar satu kamar dengan Angga dan pak Jemari saja. Sekalian biar Angga belajar tidur dengan banyak orang he... he....” jawab papi nya Angga sambil menatap Angga sebab Angga sudah bercerita kalau belum bisa tidur bersama sama dengan anak anak panti lainnya.
“Apa Pak?” tanya pak Jemari yang mendengar namanya disebut.
“Tidak apa apa Pak.” Jawab papi nya Angga sambil tersenyum
Setelah acara minum teh bersama selesai semua meninggalkan ruang makan lalu kembali pada aktivitas rutinitas masing masing. Kecuali Angga dan papi nya mereka berdua berjalan jalan di sekitar panti sambil berbincang bincang.
“Papi besok ke Singapore, Oma harus segera operasi agar selamat.” Ucap Papi nya Angga saat berada di taman depan panti.
“Kalau sampai besok tidak ada pendonor ginjal....” ucap Papi nya Angga terhenti dan terlihat beliau menarik nafas dalam dalam.
“Papi yang harus jadi pendonor.” Ucapnya selanjutnya.
“Pap...” ucap Angga kaget sambil menatap papinya
“Keputusan Papi sudah bulat, ini tugas Papi sebagai anak.. dulu Oma juga bertaruh nyawa saat melahirkan Papi sekarang gantian Papi harus menyelamatkan nyawa Oma...” ucap papahnya Angga sambil memeluk pundak Angga dari samping.
“Papi....” ucap Angga sambil berlinang air mata
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Nit_Nit
semoga segera dapat pendonor dan oma cepat sehat
2022-06-11
3