18. Keputusan Papinya Angga

“Kok semua ikut ke sini?” tanya pak Jemari sambil memandangi wajah wajah anak anak panti.

“Kami juga ingin menyambut kedatangan Papinya Angga Paaakkk...” jawab anak anak serempak

“Kok tahu?” tanya pak Jemari lagi

“Ya tahu lah Pak, sudah diumumkan oleh Ibu Sari.” Jawab Marginah

“Oooo kirain hanya aku yang tahu.” Ucap pak Jemari sambil nyengir.

Beberapa menit kemudian dari depan muncul mobil mewah dari arah depan.

“Itu Papi.” Ucap Angga pelan sambil tersenyum bahagia. Kemudian mereka semua berjalan minggir agar mobil bisa masuk ke pintu gerbang.

Angga terlihat melambai lambaikan tangannya. Dan tidak lama kemudian mobil berhenti di depan pintu gerbang tepat di dekat Angga. Lalu terlihat kaca jendela mobil terbuka.

“Angga...” teriak Papinya Angga dari dalam.

“Papi... “ teriak Angga sambil melongokkan kepala ke dalam jendela mobil

“Papi datang sendiri?” tanya Angga sambil membuka pintu mobil dan papi nya Angga menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum menatap Angga.

“Pak Jemari ayo ikut masuk mobil.” Teriak Angga

“Ha..?” pak Jemari kaget

“Iya, ayo.” Ucap Angga sambil membukakan pintu belakang. Lalu dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi.

“Ayo Nah..” ucap Pak Jemari sambil menarik tangan Marginah. Sedangkan Marginah langsung menarik tangan Nesya. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil.

Lalu mobil berjalan memasuki halaman panti. Sedang anak anak panti lain. Berjalan dan berlari di belakang mobil, namun selanjutkan anak anak berjalan dan berlari menuju ke aula panti.

“Parkirnya di mana?” tanya papi nya Angga.

“Di sana Pak, dekat becaknya mas Budi.” Jawab Nesya. sambil menunjuk ke tempat becaknya mas Budi berparkir.

“Bener di situ Nes?” tanya Angga memastikan

“Iya bener, mobil mobil tamu biasa parkir di situ.. aman, tidak kehujanan dan tidak kepanasan.” Jawab Nesya. Sedangkan pak Jemari dan Marginah masih terheran heran dengan bagusnya mobil juga tampan dan gagahnya papi nya Angga. Dan tidak lama kemudian mobil berhenti di tempat seperti yang ditunjuk Nesya.

“Ayo Pak turun.” Ucap Angga sambil menoleh ke arah Pak Jemari. Terlihat pak Jemari masih terkagum kagum melihat lihat bagian dalam mobil.

“Pap, kenali itu Pak Jemari yang nemani tidur Angga, dan itu Nesya dan Marginah besok sekelas dengan Angga.” Ucap Angga sambil menatap Papinya yang mematikan mesin mobil.

Papi nya Angga lalu menoleh ke belakang, selanjutkan menyalami mereka bertiga sambil tersenyum.

“Terimakasih ya sudah menjadi temannya Angga.” Ucap Papi nya Angga sambil tersenyum.

“Sama sama Pak.” Jawab mereka bertiga.

“Kami yang berterimakasih Pak, tidak menyangka bisa berkenalan dengan orang keren kayak bintang film he...he...” ucap pak Jemari kemudian.

“Pak Jemari bisa saja.” Ucap Angga sambil tersenyum

“Ayo turun.” Ucap Angga lagi

“Itu ibu Sari sudah menunggu.” Ucap Marginah saat turun dari mobil melihat ibu Sari berdiri di depan ruang kerjanya didampingi mas Budi dan beberapa petugas panti.

Mereka berlima setelah turun mobil lalu berjalan menuju ke tempat ibu Sari. Ibu Sari dan petugas panti menyambut kedatangan Papinya Angga dengan senang hati.

“Pak kita langsung saja datang ke aula. Anak anak sudah menanti di sana.” Ucap Ibu Sari mempersilakan Papi nya Angga untuk menuju ke aula.

“Kita juga Bu?” tanya pak Jemari

“Iya Pak, seperti biasanya kalau ada tamu donatur anak anak ikut menyambut kedatangan.” Jawab Ibu Sari sambil tersenyum menatap pak Jemari

“Ooo maaf saya baru kali ini datang, biasanya Oma nya Angga yang datang.” Ucap Papi nya Angga dengan sopan.

“Tidak apa apa Pak, kami paham bapak sibuk.” Ucap Ibu Sari sambil berjalan mendampingi Papi nya Angga. Terlihat Papi nya Angga tersenyum sambil terus melangkah ke depan menuju ke aula.

Sesampai di aula terlihat anak anak sudah duduk di kursi dengan tenang. Mawarni bertugas sebagai MC sudah mulai mengucapkan selamat datang dan mulai menyampaikan susunan acara. Kemudian acara terlihat berjalan lancar. Doa pembukaan dilakukan oleh Fadli.

Kemudian sambutan wakil dari anak panti oleh Fatima. Sambutan dari pengurus panti oleh Ibu Sari. Dan kini saatnya Papi nya Angga diminta maju ke depan untuk menyampaikan sesuatu. Tepuk tangan meriah saat Papi nya Angga berdiri dan berjalan menuju ke mimbar.

Papinya Angga merasa terharu dengan acara penerimaan yang dilakukan secara spontanitas namun berjalan baik dan khidmat. Lalu Papi nya Angga menitipkan Angga pada penghuni panti dan beliau pamit dan mohon doa sebab besuk akan pergi ke Singapore dalam rangka urusan kesehatan Oma. Papinya Angga mengakhiri dengan mohon doa untuk kesehatan Oma.

Angga yang tadi tersenyum bahagia wajahnya spontan berubah sedih dengan mata berkaca kaca.

“Sabar Mas Angga...” ucap pak Jemari yang duduk di dekat Angga

“Papi nanti tidur di sini menemanimu. Ada hal penting yang ingin Papi sampaikan.” Ucap papi nya Angga saat sudah kembali duduk di samping Angga.

Acara penyambutan selesai. Lalu mereka semua berjalan menuju ke ruang makan untuk minum teh bersama masih dalam rangka penyambutan kedatangan Papinya Angga. Terlihat ibu Sari banyak berbicara dengan papi nya Angga tentang pendidikan anak anak panti dan terutama Angga. Angga yang berada di dekat papi nya menyampaikan kalau panti membutuhkan beberapa komputer.

“Ya besok biar dikirim beberapa komputer ke sini.” Ucap papi nya Angga sambil mengusap usap kepala Angga.

“Tante ga marah kan Pak?” tanya Angga kepada papi nya kuatir ibu tirinya marah.

“Tenang saja kamu.” Ucap Papi nya Angga kemudian

“O ya Bu, maaf jika diijinkan saya nanti menginap di sini mau menemani Angga.” Ucap Papi nya Angga sambil menatap Ibu Sari.

“Silakan Pak, mau satu kamar dengan Angga atau kamar sendir” tanya ibu Sari.

“Biar nanti dibersihkan dulu, kamarnya.” Ucap Ibu Sari kemudian

“Tidak usah Bu, biar satu kamar dengan Angga dan pak Jemari saja. Sekalian biar Angga belajar tidur dengan banyak orang he... he....” jawab papi nya Angga sambil menatap Angga sebab Angga sudah bercerita kalau belum bisa tidur bersama sama dengan anak anak panti lainnya.

“Apa Pak?” tanya pak Jemari yang mendengar namanya disebut.

“Tidak apa apa Pak.” Jawab papi nya Angga sambil tersenyum

Setelah acara minum teh bersama selesai semua meninggalkan ruang makan lalu kembali pada aktivitas rutinitas masing masing. Kecuali Angga dan papi nya mereka berdua berjalan jalan di sekitar panti sambil berbincang bincang.

“Papi besok ke Singapore, Oma harus segera operasi agar selamat.” Ucap Papi nya Angga saat berada di taman depan panti.

“Kalau sampai besok tidak ada pendonor ginjal....” ucap Papi nya Angga terhenti dan terlihat beliau menarik nafas dalam dalam.

“Papi yang harus jadi pendonor.” Ucapnya selanjutnya.

“Pap...” ucap Angga kaget sambil menatap papinya

“Keputusan Papi sudah bulat, ini tugas Papi sebagai anak.. dulu Oma juga bertaruh nyawa saat melahirkan Papi sekarang gantian Papi harus menyelamatkan nyawa Oma...” ucap papahnya Angga sambil memeluk pundak Angga dari samping.

“Papi....” ucap Angga sambil berlinang air mata

Terpopuler

Comments

Nit_Nit

Nit_Nit

semoga segera dapat pendonor dan oma cepat sehat

2022-06-11

3

lihat semua
Episodes
1 1. Celoteh di persiapan pagi hari
2 2. Pesan Nenek
3 3. Emosi Pak Jemari
4 4. Toko Mekar
5 5. Panti asuhan Budi Luhur
6 6. Kamar Tamu yang horor
7 7. Teman sekamar
8 8 Sedikit cerita Nesya
9 9 Cerita Nesya
10 10 Gebrakan di meja pak Jemari
11 11. Sedikit cerita tentang Angga
12 12. Igauan Angga
13 13. Pak Jemari jangan pulang
14 14. Sepuluh juta
15 15. Salah Paham
16 16. Salah Paham 2
17 17. Kedatangan Papinya Angga
18 18. Keputusan Papinya Angga
19 19. Bantuan
20 20. Sabar
21 Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22 Bab. 22. Bersyukur
23 Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24 Bab. 24. Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26 Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27 Bab. 27. Waspada
28 Bab. 28. Menjemput Angga
29 Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30 Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31 Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32 Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33 Bab. 33. Belajar Bela Diri
34 Bab. 34. Berbinar Binar
35 Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36 Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37 Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38 Bab. 38. Semangat Belajar
39 Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40 Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41 Bab. 41. Malam Perpisahan
42 Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43 Bab. 43. Penghuni Baru
44 Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45 Bab. 45. Kalimat yang Viral
46 Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47 Bab. 47. Terlambat
48 Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49 Bab. 49. Ada itu Berkah
50 Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51 Bab. 51. Penasaran
52 Bab. 52. Doa Ibu Sari
53 Bab. 53. Nesya Histeris
54 Bab. 54. Ancaman Nesya
55 Bab. 55. Ide Angga
56 Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57 Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58 Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59 Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60 Bab. 60. Tangisan
61 Bab. 61. Curiga
62 Bab. 62. Waspada
63 Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64 Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65 Bab. 65. Emak Baru
66 Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67 Bab. 67. Rencana Emak Baru
68 Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69 Bab. 69. Diambil Alih
70 Bab. 70. Tekad Emak Baru
71 Bab. 71. Tidak Sendiri
72 Bab. 72. Emak Baru Kepo
73 Bab. 73. Ujian Hidup
74 Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75 Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76 Bab. 76. Anomali
77 Bab. 77. Menunggu
78 Bab. 78. Kedatangan Tamu
79 Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80 Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81 Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82 Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83 Bab. 83. Dilema
84 Bab. 84. Kecewa?
85 Bab. 85. Akhirnya Asyik
86 Bab. 86. Hujan Badai
87 Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88 Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89 Bab. 89. Berita Menggelegar
90 Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91 Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92 Bab. 92. Bantuan Sandra
93 Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94 Bab. 94. Rahasia
95 Bab. 95. Izin
96 PROMO NOVEL BARU
97 PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Celoteh di persiapan pagi hari
2
2. Pesan Nenek
3
3. Emosi Pak Jemari
4
4. Toko Mekar
5
5. Panti asuhan Budi Luhur
6
6. Kamar Tamu yang horor
7
7. Teman sekamar
8
8 Sedikit cerita Nesya
9
9 Cerita Nesya
10
10 Gebrakan di meja pak Jemari
11
11. Sedikit cerita tentang Angga
12
12. Igauan Angga
13
13. Pak Jemari jangan pulang
14
14. Sepuluh juta
15
15. Salah Paham
16
16. Salah Paham 2
17
17. Kedatangan Papinya Angga
18
18. Keputusan Papinya Angga
19
19. Bantuan
20
20. Sabar
21
Bab. 21. Kabar dari Rumah Sakit
22
Bab. 22. Bersyukur
23
Bab. 23. Dikejar Bapaknya Nesya
24
Bab. 24. Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Membangkitkan Semangat Marginah
26
Bab. 26. Harus Sabar dan Terus Semangat
27
Bab. 27. Waspada
28
Bab. 28. Menjemput Angga
29
Bab. 29. Mobil Antar Jemput
30
Bab. 30. Yang Penting Aman dan Senang
31
Bab. 31. Pak Jemari Hilang
32
Bab. 32. Ada Bapaknya Nesya di Pasar Malam
33
Bab. 33. Belajar Bela Diri
34
Bab. 34. Berbinar Binar
35
Bab. 35. Musibah Pak Jemari
36
Bab. 36. Nasehat Mbah Parjan, Mimpi Pak Jemari
37
Bab. 37. Rahasia Mbah Parjan
38
Bab. 38. Semangat Belajar
39
Bab. 39. Pak Jemari Pamit Pulang
40
Bab. 40. Persiapan Malam Perpisahan
41
Bab. 41. Malam Perpisahan
42
Bab. 42. Bisa Karena Terbiasa
43
Bab. 43. Penghuni Baru
44
Bab. 44. Mencari Ibu Sang Bayi
45
Bab. 45. Kalimat yang Viral
46
Bab. 46. Masih Mencari Ibu Sang Bayi
47
Bab. 47. Terlambat
48
Bab. 48. Informasi dari Pak Jemari
49
Bab. 49. Ada itu Berkah
50
Bab. 50. Menjadi Orang Miskin bukan Takdir
51
Bab. 51. Penasaran
52
Bab. 52. Doa Ibu Sari
53
Bab. 53. Nesya Histeris
54
Bab. 54. Ancaman Nesya
55
Bab. 55. Ide Angga
56
Bab. 56. Menanti Keterangan Pak Jemari
57
Bab. 57. Dilancarkan Urusannya
58
Bab. 58. Ibu Sang Bayi
59
Bab. 59. Cerita Ibu Sang Bayi
60
Bab. 60. Tangisan
61
Bab. 61. Curiga
62
Bab. 62. Waspada
63
Bab. 63. Memberikan Kepercayaan dan Kesempatan
64
Bab. 64. Pintar Saja Tidak Cukup
65
Bab. 65. Emak Baru
66
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru
67
Bab. 67. Rencana Emak Baru
68
Bab. 68. Jangan Mengkuatirkan yang Belum Pasti
69
Bab. 69. Diambil Alih
70
Bab. 70. Tekad Emak Baru
71
Bab. 71. Tidak Sendiri
72
Bab. 72. Emak Baru Kepo
73
Bab. 73. Ujian Hidup
74
Bab. 74. Keahlian Tersembunyi
75
Bab. 75. Kebahagiaan Emak Baru
76
Bab. 76. Anomali
77
Bab. 77. Menunggu
78
Bab. 78. Kedatangan Tamu
79
Bab. 79. Menyambut Tamu 1
80
Bab. 80. Menyambut Tamu 2
81
Bab. 81. Tak Bisa Tidur
82
Bab. 82. Siapa Gadis Berkacamata Tebal
83
Bab. 83. Dilema
84
Bab. 84. Kecewa?
85
Bab. 85. Akhirnya Asyik
86
Bab. 86. Hujan Badai
87
Bab. 87. Membaca Bahasa Alam
88
Bab. 88. Saling Memberi Manfaat
89
Bab. 89. Berita Menggelegar
90
Bab. 90. Tenang Bagai Samudra
91
Bab. 91. Rambut Dibelah Tujuh
92
Bab. 92. Bantuan Sandra
93
Bab. 93. Penolakan dari Nesya
94
Bab. 94. Rahasia
95
Bab. 95. Izin
96
PROMO NOVEL BARU
97
PROMO NOVEL BARU "DIPECAT MALAH JADI JURAGAN"
98
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
99
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!