Gadis berambut panjang dengan mata bengkak tampak menguap berkali-kali. Padahal di atas meja terletak selembar kertas berisikan soal ulangan dan lembar jawaban yang masih kosong.
"Waktunya tinggal 30 menit lagi!" Ucap guru pengawas.
Alora mengusap kedua mata dengan jari telunjuknya. Lalu memantapkan pulpen di jarinya dan mulai menulis dengan mata yang menatap sayu.
Walau dalam keadaan kantuk, gadis itu menyelesaikan Midtest dengan baik. Karena kantuknya disebabkan dia belajar semalaman hingga tidak sempat tidur.
Jam istirahat ia tidur berkedok belajar di perpustakaan karena merupakan tempat paling tenang di sekolah. Namun sama sekali tidak tenang saat suara orang berbisik juga mampu masuk ke lubang telinganya.
"Gua denger ada anak baru kelas sebelah"
"Iya, katanya dia dulu sekolah di sini lalu pindah ke Amerika, tapi malah pindah ke sini lagi"
"Oh ya? Katanya cantik banget ya?"
"Iya!"
Sepertinya bisikan gosip itu berasal dari anak kelas x yang bukannya belajar malah berghibah.
Alora mengangkat kepalanya yang tadinya di rebahkan itu dari meja, lalu meneguk minumannya dari botol dan berangkat ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah dari kamar mandi ia berkeliling rak buku untuk mencari buku yang ia perlukan lalu mendapati Andre yang tersenyum ke arahnya dari seberang rak buku.
"Halo sayang!" Suara Andre terdengar berbisik.
Alora menoleh kiri kanan untuk memastikan tidak ada orang lain lalu kembali menatap Andre.
"Loe udah gila ya?" Sahut Alora dengan muka datarnya.
"Ayo belajar bareng! Gua cari buku dulu yaah" Ucapnya lalu Andre menuju rak lain.
Setelah menemukan buku, Alora kembali ke bangkunya lalu menjatuhkan kepalanya di meja lagi. Tampaknya rasa kantuknya belum hilang. Tiba saja ada seseorang menepuk bahunya hingga ia menoleh. Seorang gadis cantik dengan bentuk tubuh sempurna berada di depannya.
"Boleh gua duduk di depan loe?" Tanya gadis itu dan langsung duduk.
Alora mengangkat kepalanya lalu membuka buku dan mencoba fokus.
"Gua Mila!" Gadis itu mengulurkan tangannya untuk di jabat.
"Gua All!" Sahut Alora lalu menjabat tangan Mila untuk bersalaman.
"All! Loe kenal Andre gak?" Tanya gadis itu dengan mata berbinar.
"Iya, hampir semua cewe di sekolah ini kenal dia" jawab Alora seadanya.
"Kayaknya dia anak baru itu deh!" Batin Alora merasa yakin karena pertanyaan gadis itu.
"Loe tau nggak dia kelas berapa?" Tanya gadis itu lagi.
"Dia kelas 3-2"
"Katanya dia udah punya pacar ya?" Tanya gadis itu lagi.
Alora menghela berat karena merasa lelah dengan semua pertanyaan itu.
"Iya, tapi... gua kelihatan kayak orang yang suka bergosip ya? Dari semua orang yang ada di sini kenapa loe tanya sama gua?" Si gadis banyak tanya kembali ke kebiasaan asalnya, Alora.
"Karna cuma loe yang duduk sendirian!" Jawab Mila santai.
Alora mengangguk tanda mengerti.
Di sisi lain, Andre yang hanya menatap Mila dan pacar pura-puranya dari jauh lalu membatin "Kenapa dia ada di sini?"
***
Besoknya, oknum yang di kenal sebagai psychopath menemui Lia yang sudah dua minggu berperan sebagai guru privat. Di depan kelasnya Lia, tampak Beni sedang menilik setiap sudut mencari
"Alora mana?" Tanya Beni pada Lia yang berdiri di depannya.
"Di perpus! Tu anak keenakan tidur di sana katanya dia butuh ketenangan" Ucap Lia lalu menyadari sesuatu.
"Loe ngapain cari dia? Awas kalo loe gangguin dia! Gua bakalan berhenti ngajarin loe!" Sambung Lia yang khawatir.
"Iya iya bawel, kalian sama aja! gua ada perlu" Ucap Beni lalu menuju perpustakaan.
Di sisi lain Alora bertemu lagi dengan Mila yang mulai menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan Andre lagi.
"Loe kenal Alora? Katanya Alora pacarnya Andre dan Alora itu punya sisi psyco atau apalah, emang iya?" Mila tampak benar-benar penasaran, saat ini ia sedang mengarahkan dua maniknya ke arah Alora yang duduk di depannya sedang tertawa kecil.
Alora tampak berpikir sebelum menjawab, ia merasa lucu juga kesal.
"Loe beneran penasaran? Kenapa gak loe coba lihat sendiri aja?" Balas Alora.
"Emang Alora ada di sini?" Tanya gadis itu lagi.
"ALORA!" Panggil Andre yang membuat semua orang menoleh tak terkecuali Mila karena mereka berada dalam perpustakaan yang harusnya sunyi.
Pemuda itu menghampiri oknum yang ia panggil lalu bertanya
"Loe udah makan? Kata Lia loe belum makan dari pagi, ke kantin yok!" Andre memelankan suaranya.
"Yaudah!" Sahut Alora singkat lalu mengambil bukunya dan bangkit dari kursinya.
Mila tampak sangat terkejut kedua oknum yang ia cari informasinya ada di depannya.
"Gua pergi dulu ya!" Kata Alora lalu melangkah bersama Andre.
...
Di kantin, Alora hanya diam menjalankan tugasnya dengan mode pacar.
Beni menemukan oknum yang ia cari, ia langsung menghampiri Alora, menarik tangannya hingga Alora terpaksa bangun dan terseret.
Di sisi lain Andre dengan sigap meraih tangan Alora yang di genggam Beni untuk menghentikan pemuda psyco itu. Layaknya adegan drama korea dimana protagonis wanita sedang diperebutkan.
"Loe mau apa?" Tanya Beni angkuh.
"Loe yang mau apain cewe Gua?" Balas Andre kesal.
"Gua ada perlu, lepasin tangan loe!" Sahut Beni.
"Gak! Loe yang lepasin! Alora lagi makan biarin dia makan dulu!" Balas Andre lagi.
"Guys bisa lepasin tangan gua gak?" Alora angkat bicara.
Namun kata-kata Alora tampak percuma saja, kedua pemuda yang sengit melancarkan serangan laser dari mata mereka ini juga masih beradu mulut.
"Lepasin gua!" Teriak Alora yang akhirnya berhasil menyelamatkan tangannya dari memar merah yang parah.
"Kalo kalian gini terus, gua bisa aja batalin perjanjian kedua belah pihak!" Sambung Alora yang sangat menahan emosinya.
"Jangan ikutin gua!" Tegas Alora lalu melangkah pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments