"Pacaran yok!" Kata Andre sukses membuat mata gadis itu terbuka lebar dan mengernyitkan dahinya karena bingung.
"Eh tunggu dulu! Loe becanda? Gak lucu!"
"Dengerin dulu! Ayo kita pacaran..."
"Loe suka sama gua? Karena itu loe nolongin gua biar gua balas budinya pacarin loe?"
"Gak gitu bawel! Kita pacaranya pura-pura aja!"
"Huh?"
"Ke-gr-an banget luh, gua gak suka sama loe! Tapi gua butuh loe!"
"Gak ah! Gua gak mau terlibat!"
"Loe sendiri yang bilang balas budi, masa loe gak mau bantuin gua?"
"Untuk apa kita begituan?? Gua gak punya waktu buat gituan!!" Alora tampak kesal karena sangat tidak ingin melakukannya.
"Gua bayar loe deh! Ini tuh tujuannya biar cewe-cewe berenti ngikutin gua, berisik pas gua lewat, gua juga pengen hidup tenang!"
"Laah? Loe bisa pilih salah satu dari mereka tinggal pacarin aja apa susahnya? Hubungan sama gua apa?"
"Milih diantara mereka gak akan membantu. Tapi mereka takut sama loe! Liat aja tiap loe lewat mereka diam"
"Apaan sih? Emang gua monster apa?"
"Loe inget gak? Cuman loe yang berani balas perkataan si psyco sekolah kita"
"Jadi?"
"Intinya loe harus jadi pacar gua! Untuk bayarannya akan gua bayar tiap loe memainkan peran loe dengan baik"
Alora mengaitkan alisnya tampak kesal, namun ia tidak bisa menolak karena utang budi dan juga bayaran, jujur saat ini hal yang paling ia butuhkan adalah uang!
Andre merogoh sakunya mengambil Iphone-nya lalu merangkul lengan Alora.
"Apaan nih pegang-pegang?" Alora menyingkirkan tangan pemuda itu.
"Ayo kita foto dulu, biar yang lain pada tau kita pacaran, pertama foto profil WA kita harus ganti" Andre kembali merangkul lengan Alora dan mengangkat tinggi Iphone-nya lalu cekrek cekrek cekrek.
"Senyum dikit napa?" Kata Andre memaksa.
Alora menaikkan ujung bibirnya dengan terpaksa namun harus terlihat alami. Cekrek.
"Bagi nomor loe!" Ucap Andre.
Gadis itu mengeluarkan Android-nya dan memberikan nomornya.
"Ganti profil loe pake foto yang gua kirim!"
"Gak perlu, lagian gak ada yang nge-save nomor gua selain Lia"
"Kita gak tau pasti, ganti sekarang cepetan"
"Ck iya bawel!"
"Satu lagi! Jangan sampe ada yang tau hal ini, pokoknya harus sempurna, di sekolah kita pacaran pura-pura, tapi inget loe gak boleh baper sama gua"
"Iyaaa" jawab gadis itu malas.
Tanpa mereka sadari, di balik pohon paling teduh di lapangan itu ada siswa lain yang tadinya terlihat tertidur, namun langsung membuka matanya begitu kedua insan yang membuat kesepakatan tadi bubar.
***
Dua remaja yang mengundang perhatian itu sedang menggenggam tangan satu sama lain. Para gadis yang biasanya berteriak malah terdiam dan tampak sangat terkejut melihat Andre menggenggam tangan Alora. Beberapa dari mereka tampak membuka lebar mulut mereka karena tidak percaya apa yang mereka lihat.
Di sisi lain, si pemeran pacar itu tampak lesu dan pasrah membiarkan dirinya dimanfaatkan pemuda tampan itu. Andre tetap tebar pesona seperti biasanya, walau ia hanya berjalan layaknya orang biasa namun tetap terlihat menawan. Keduanya kembali ke kelas dan membuat heboh satu kelas.
"Eh apaan nih kok gua ketinggalan?" Tanya Lia yang baru masuk kelas di kumpulan cewe-cewe yang duduk melingkari satu meja di tengah kelas.
"Itu si Andre sama si psyco pacaran!" Ucap Nila si penyebar gosip.
"Yang bener aja masa dia homo sih?" Lia tampak bingung.
"Bukan si psyco handsome tapi bestie loe si Aloraa!" Sahut Nila memperjelas.
"Lah sejak kapan Alora jadi psyco?" Tanya Lia lagi.
"Sejak dia berantem sama Beni hari itu loh" sahut gadis lainnya.
Lia tampak memasang raut kesal lalu kembali ke kursi miliknya. Ia melirik Alora yang duduk disisinya yang kepalanya diletakkan di atas meja dan menutup kelopak matanya. Gadis imut berkedok bestie itu memukul keras meja hingga Alora tersentak bangun.
"Loe ngapain sih? Gua ngantuk banget nih" ucap Alora mengusap matanya.
"Loe tadi ngapain? Kok bisa sih? Loe nggak kasih tau gua, malah gua denger dari orang lain!" Lia memanyunkan bibirnya cemberut.
Malamnya..
"Gitu ceritanya, semua serba tiba-tiba dan gua butuh duit loe tau sendiri kan?" Ucap gadis berambut panjang itu sembari terbaring di atas kasur miliknya.
"Jadi loe terpaksa jadi pacar pura-pura demi duit?" Tanya gadis berambut ikal itu sembari menepuk pelan wajahnya yang dibubuhi serum maks, ia juga sedang berbaring di kasur yang sama dengan Alora.
Alora membalasnya dengan anggukan dengan wajah lesu.
"Besok wekend kita jalan-jalan yok! Suntuk gua di rumah terus" ucap Lia tampak semangat.
"Gua harus cari kerja!" Sahut Alora lesu, yang membuat Lia juga ikut lesu.
"Yaudah gua temenin, abis itu kita jalan titik!" Lia mode ngambek on, lalu menarik selimut menutupi wajahnya.
"Loe lupa masih pake masker wajah?" Tanya Alora sambil cengingisan.
Lia segera menyingkirkan selimutnya "kenapa gak bilang sebelum gua tarik coba?"
"Kan gua gak tau kapan loe narik selimutnya haha" Alora menertawakan sahabatnya itu yang berlari ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
***
Day 1 misi pacaran
Alora tampak berjalan seperti biasanya di jalan menuju ke sekolah. Tiba saja sebuah mobil berhenti di sampingnya membuatnya menoleh. Kaca jendela mobil turun perlahan lalu muncullah sesosok tampan di baliknya.
"Cepat naik!" ucap Andre singkat.
Di sisi lain gadis manis itu masih tampak berpikir.
"Biar lebih meyakinkan kita harus berangkat bareng, ayok naik!" Tegas Andre.
Setelah beberapa saat berpikir, gadis yang menggunakan sepatu tua itu membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.
Sesuai dugaan, saat kedua remaja itu turun dari mobil di depan gerbang sekolah, mereka jadi pusat perhatian. Begitu turun Andre langsung menggenggam tangan Alora lalu berjalan menuju kelas mereka.
"Kalian beneran nih?" Tanya Andi tampak penasaran saat kedua remaja itu memasuki kelas.
"Iya dong!" Sahut Andre pada Andi lalu melanjutkan katanya untuk Alora.
"All jangan lupa nanti kita ke kantin bareng yaa" lalu bergerak menuju kursinya dan duduk.
Istirahat makan bareng Andre di kantin membuat banyak gadis iri pada Alora, beberapa dari mereka masih bertanya-tanya.
"Kenapa harus si Alora Psyco itu sih?"
"Dibilang cantik, cantikan gua dari si Alora itu!"
"Cewe aneh gitu pake pelet apa sih?"
...
Pulang sekolah, pulang bareng pastinya. Setelah berjalan menuju halte kemudian di jemput oleh pak sopir.
"Loe pulang duluan aja, gua harus ke suatu tempat" ucap Alora menarik tangannya dari genggaman Andre.
"Loe mau kemana?" Tanya Andre.
"Cari kerja!" Alora melanjutkan langkahnya.
"Tunggu!" Kata Andre yang membuat langkah gadis itu terhenti lalu menoleh.
"Loe gak boleh kerja! Itu syarat pertama kita pacaran!" Sambung Andre.
"Syarat kedua, jangan mencampuri privasi masing-masing!" Sahut Alora lalu melangkah menjauh saat Andre hanya bisa menatap punggung Alora yang perlahan menghilang di balik kaca belakang mobilnya.
Tanpa sadar seorang pemuda tinggi lainnya mengikuti Alora di belakangnya secara perlahan. Pemuda dengan seragam sekolah yang sama itu tampak mengamati yang dilakukan gadis itu.
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Indriharteu
Wah Alora kan butuh duit Ndre..
2023-05-02
1
Lisa Aulia
apa mungkin bakal ada cinta segi tiga nih....
2022-08-15
2
Jeankoeh Tuuk
masa SMA yg indah
2022-08-14
1