Chagiya (Sayang)

"Kemaren loe ke mana?" Tanya Andre dan Beni bersamaan.

"Apaan nih sejak kapan kalian kompak?" Tanya Lia sambil cengingisan namun langsung terdiam saat bola matanya bertemu dengan milik kedua oknum yang duduk di depannya itu.

"Aku pulang kampung!"  Kata Alora santai, namun membuat Lia otomatis membuka mulutnya dan mengerutkan dahinya dengan mata yang bertanya ke arah Alora yang duduk disisinya.

"Loraa napa bohong? Loe kan sakit bukan pulang kampung" batin Lia.

Alora menatap Lia dengan membungkam mulutnya lalu sedikit mengangguk dengan mata yang seakan menjawab

"Lia kunci mulut loe! Gua gak mau terlihat lemah di depan mereka karena gua sakit" batin Alora

Lia mengangguk seakan mereka berbicara melalui telepati.

"Kalian ngapain sih? Gak pesan? Katanya lapar" Tanya Andre menatap kedua bestie itu aneh.

Beni bangkit dari kursinya membuat semua kepala mendongak menatapnya termasuk beberapa meja sebelah yang menatap pemilik julukan si psyco itu.

"Tepatin janji loe!" kata Beni yang hanya menatap Alora lalu pergi.

"Loe janji apasih sama dia?" Tanya Andre serius.

"Masalah kerjaan" jawab Alora lalu melahap nasi goreng yang ada di depannya.

"Ini loe yang bayar kan? Buat bayaran hari ini" tanya Alora sambil mengunyah makanan dalam mulutnya.

"Iya, loe kalo makan jangan ngomong, pilih salah satu mau makan atau ngomong, blepotan semua kan?" Ucap Andre menatap Alora yang mulutnya penuh nasi terlihat imut namun bibirnya agak kotor terkena sambal.

Andre mengambil tisu lalu mengelap bibir gadis yang sedang makan itu. Mata Alora melebar sejenak menghentikan kinerja giginya mengunyah.

"Uuuwuuuu so sweet! Tapi jangan di depan gua juga kali!" Lia memasang ekspresi pura-pura sinis namun imut lalu tersenyum lebar ke arah bestie-nya.

***

Di sebuah gedung perusahaan besar dan mewah, Alora melangkahkan kaki menuju tempat informasi, masih dengan seragam sekolah dibalut jaket hitam oversize miliknya.

Ia menanyakan ruang pak Herman, tapi karena belum membuat janji gadis itu tidak diizinkan masuk. Alora memasang tampang lesu, berbalik arah dan berjalan pelan menuju pintu keluar. Karena larut dalam pikirannya ia tidak melihat seorang pemuda yang menarik kasar tangannya membuatnya berbalik dan kembali masuk ke dalam. Tentu saja pemuda tinggi yang mengenakan seragam sekolah yang sama itu Beni.

"Di mana bokap gua?" Ucapnya pada sekretaris ayahnya saat tiba di depan ruang CEO.

"Pak Herman sedang rapat, jadi tuan Beni silakan ke ruang tunggu dulu nanti saya yang kasih tau bapak bahwa tuan datang" sahut wanita cantik dengan pakaian rapi berjabatan sekretaris itu.

Beni masuk ke ruang tunggu yang lumayan luas itu dan masih menggenggam tangan Alora.

"Lepasin! Gua gak akan kabur!" Ucap Alora agak kesal karena merasa dirinya tidak dihargai dan ditarik sesukanya.

Beni melepas genggamannya, namun dapat dipastikan pergelangan tangan gadis itu telah memerah dan hanya mampu mengelus-elus tangan yang terasa sakit.

Keduanya duduk di sofa yang empuk itu dengan posisi jarak 1 meter satu sama lain dan hanya hening berlalu tanpa saling menghiraukan.

Alora membuka lebar mulutnya karena menguap saking bosannya.

"Loe beneran pulang kampung?" Tanya Beni tiba-tiba tanpa menatap gadis itu.

"Heh loe berani gak jawab gu..." nada Beni yang tadinya hendak meninggi malah menghentikan katanya setelah melihat Alora yang sudah tertidur hanya dengan menyenderkan tubuhnya di sofa itu.

Beni terus menatap gadis itu, tatap yang tadinya dipenuhi amarah perlahan mulai lembut seakan mencair. Ia mulai terhanyut memerhatikan gadis itu di mulai dari rambut, mata, hidung, bibir. Tiba saja  pemuda itu menggelengkan kepala.

"Beni loe ngapain sih? Sadar Ben! Sadar!" Batinnya sambil memukul wajahnya.

Herman akhirnya datang ke ruang tunggu, mendapati muda-mudi yang tampak tidak akrab itu. Suara daun pintu terbuka membuat Alora terbangun lalu menyapa pria paruh baya pemilik perusahaan itu.

"Beni, kamu keluar dulu ada yang mau saya bicarakan dengan Alora" ucap Herman mencoba meminimalisir masalah, karena ia tau, anak semata wayangnya tidak akan diam saja.

"Om, maafin Alora ya, hari itu Alora sakit makanya nggak bisa datang nemuin om Herman"

"Jadi kamu sakit? Sekarang gimana? Udah enakan? Lain kali kalo sakit hubungin om ya! Om tau kamu tinggal di rumah sendirian sejak keluarga kalian bangkrut" kata Herman pada gadis yang duduk di depannya sambil menunduk.

"Om, tapi om yakin kalo Alora memang cucu dari orang yang nolongin om? Soalnya Alora sendiri nggak tau kakek Alora seperti apa" tanya Alora.

"Iya, om yakin banget kamu memang Alora cucunya almarhum pak Hamzah, beliau salah satu orang yang membantu om hingga perusahaan om sebesar ini, makanya om juga mau bantuin kamu biar kamu bisa sukses juga kayak om dulu" jelas Herman.

"Jadi, kamu mau kan kerja di kafe om lagi? Dan kamu bisa kan bantuin om untuk buat Beni mandiri dan bekerja?" Sambung Herman.

Setelah berpikir keras, Akhirnya Alora memutuskan "baik om! Alora siap untuk tugas ini".

***

Keesokan harinya, sebuah mobil berhenti tepat di samping gadis yang rambutnya diikat rapi, wajahnya manis sedang berjalan di jalan komplek itu dengan seragam sekolahnya, Alora.

"Naik!" Perintah pemuda tampan yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya, berkedok pacar Alora Itu.

Alora menaiki mobil dan merekapun berangkat. Keduanya hanya terdiam tanpa sepatah katapun. Sesampainya di depan gerbang sekolah, keduanya turun dan saling menggenggam tangan, namun hanya berjalan menuju kelas dalam keheningan.

Begituan ketika jam istirahat tiba, keduanya tampak duduk di tengah kantin dan hanya fokus memakan makanan masing-masing tanpa adanya obrolan apapun.  Kemudian masuk kelas hingga pulang seakan hari yang kosong namun berdua.

Di halte depan sekolah, Alora dan Andre sedang duduk menunggu mobil jemputan. Andre menatap Alora yang hanya menggesek lantai dengan sepatunya.

"Gak ada yang mau loe omongin ke gua?" Andre akhirnya angkat suara setelah seharian terdiam.

"Tentang apa?" Tanya Alora yang akhirnya mengarahkan sepasang sorot matanya bertemu dengan mata Andre.

"Kenapa loe bohong sama gua kalo sebenarnya Kemaren itu loe sakit?" Ucap Andre kesal.

"Karna gua gak mau repotin loe, kok loe tau sih?" ucap Alora beralasan dengan bola mata yang bergetar.

"Dan Kemaren sepulang sekolah loe kemana?" Tanya Andre masih memasang raut kesal.

"Gua... tunggu! Kenapa gua harus bilang ke elloe?" Alora tampak bingung.

"Karna loe pacar gua! Loe harus kasih info ke gua! Loe pernah pacaran gak sih?" Andre mengerutkan dahinya.

"Tapi kita cuman pur..." kata Alora terpotong ketika tangan gesit Andre menutup mulut gadis itu saat melihat ada siswi lain yang datang.

"Lora sayang ada serangga terbang, gua gak mau nanti malah masuk ke mulut Lora, makanya mulutnya ditutup yaa" ucap Andre lalu melepas tangannya.

Bibir bagian kanan Alora terangkat dan berekspresi jijik dan bingung.

"Chagiyaa! Minta uang saku!" Ucap Alora bersikap manis, saat melihat segerombolan siswa lain mulai mendekat ke arah mereka.

"Sayang udah mau kerja lagi? Gak sempat nge-date dong kita hari ini!" Ucap Andre ikut bersikap manis setelah menyerahkan amplop bayaran Alora padanya.

"Nge-date?" Alora tersentak berdiri dari duduknya, wajah gadis itu seketika berubah yang tadinya bersikap manis.

"Minggu pagi gua bisa! Kabarin kalo jadi!" Sambungnya lalu melangkah pergi. Ia membalikkan sedikit badannya melambai ke arah Andre sembari tersenyum manis, tentu saja senyuman itu fake, buktinya goresan di bibir manis itu langsung menghilang ketika ia kembali berbalik.

Di sisi lain, memang benar Alora terlihat sangat manis seakan waktu berputar lambat, Andre terdiam dan terpaku pada pandangan langka di depannya itu walau hanya berdurasi 10 detik.

Pemuda itu tiba saja tersentak berdiri, saat klasik mobil jemputan itu mengejutkan nya.

"Duh gua mikir apa sih?" Gumam Andre sambil mengerutkan dahinya lalu masuk ke dalam mobil.

Terpopuler

Comments

Indriharteu

Indriharteu

Andre sudah mulai war ini ya

2023-05-02

2

Lisa Aulia

Lisa Aulia

udah ndre ...jng pura pura Mulu di gasken aja...ntar disambar orang ...nyesel loh...

2022-08-15

1

Jeankoeh Tuuk

Jeankoeh Tuuk

Andre baik & pengertian
beni baik tapi temperamen

2022-08-14

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog (Tanpa Nama)
2 Kamu Lagi?
3 Serius Dong!
4 Si Banyak Nanya
5 Psyco Handsome
6 Chaos
7 Day 1
8 Nostalgia
9 Hujan
10 Alone
11 Chagiya (Sayang)
12 First Date
13 Nightmare
14 Rantai
15 Motor
16 Saturday
17 Mutualisme
18 Matematika
19 Mila
20 Gulali
21 SMILE
22 L for Loser
23 L for Lover
24 Mimpi
25 Kusut
26 Lora kemana?
27 Charesso!
28 Thriller
29 Deg deg
30 Psyco Perhatian
31 Loe Cantik!
32 Bumbu
33 Loser
34 Hangat
35 Cemberut
36 Quality Time
37 Yok Kuliah Bareng (1)
38 Yok Kuliah Bareng (2)
39 Alora
40 Kecelakaan kedua kalinya
41 Alora (2)
42 Peluk Hangatmu
43 Lanjut Hidup
44 Andre Kenapa?
45 Feeling
46 Lia & Alora
47 Senyuman-mu
48 Kunjungan Mertua
49 Belajar Bareng
50 Mendung
51 Satu Pilihan
52 Nelangsa
53 Old Story
54 Rasa itu..
55 Alora itu Pacarku!
56 Love Language
57 Putri Es
58 Cari Dia!
59 Pengaruh Alora
60 Anak Sekolah
61 The Truth
62 Skinship
63 Self Love
64 Bertahan?
65 Shutdown
66 Si Psyco Kembali
67 Good Bye SMA
68 Kiyowo
69 New Friend
70 Under The Rain
71 Orang Lain
72 Not Enough
73 Rasa
74 Musim Hujan
75 Run Away
76 Sayang
77 Why?
78 Why Her
79 Be There For You
80 Canggung
81 Ini Caraku!
82 Ini Caraku (Andre Pov)
83 The Reason
84 Awan Hitam
85 Sebentar Saja
86 Rainy
87 Psyco Lainnya
88 Lika-Liku
89 Luka itu
90 Ketiduran
91 New Job
92 Cuaca Hati
93 Sisi Lain Seorang Beni
94 Lora
95 Hold My Hand
96 Once Upon A Time
97 Detik
98 Mode Cemburu
99 Kenangan Itu
100 Why Him?
101 Amarah
102 102 Kode
103 Aneh
104 Dear Alora
105 The Power Of Psyco
106 Special Girl
107 Pelarian
108 Rainy Day
109 Semesta
110 Hidup itu..
111 Save Yourself
112 Sinar
113 Nungguin kamu
114 Debat
115 Day-3
116 Day-2 Part 1
117 Day-2 Part 2
118 Day-1 Emosi
119 D-Day
120 Pelukmu
121 New Era
122 Fathi
123 Tulisan Tangan Takdir
124 Isi Hati Para Jomblo
125 Cuaca
126 Jadian Or Not?
127 Kembali Lagi Seperti Semula
128 Persembunyian burik
129 Pacaran Sana!
130 Lonely
131 Perhatian
132 Lika-Liku
133 Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134 Siblings
135 New semester
136 Your Feeling
137 Rumit
138 Pulang
139 Cinta Pertama
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Prolog (Tanpa Nama)
2
Kamu Lagi?
3
Serius Dong!
4
Si Banyak Nanya
5
Psyco Handsome
6
Chaos
7
Day 1
8
Nostalgia
9
Hujan
10
Alone
11
Chagiya (Sayang)
12
First Date
13
Nightmare
14
Rantai
15
Motor
16
Saturday
17
Mutualisme
18
Matematika
19
Mila
20
Gulali
21
SMILE
22
L for Loser
23
L for Lover
24
Mimpi
25
Kusut
26
Lora kemana?
27
Charesso!
28
Thriller
29
Deg deg
30
Psyco Perhatian
31
Loe Cantik!
32
Bumbu
33
Loser
34
Hangat
35
Cemberut
36
Quality Time
37
Yok Kuliah Bareng (1)
38
Yok Kuliah Bareng (2)
39
Alora
40
Kecelakaan kedua kalinya
41
Alora (2)
42
Peluk Hangatmu
43
Lanjut Hidup
44
Andre Kenapa?
45
Feeling
46
Lia & Alora
47
Senyuman-mu
48
Kunjungan Mertua
49
Belajar Bareng
50
Mendung
51
Satu Pilihan
52
Nelangsa
53
Old Story
54
Rasa itu..
55
Alora itu Pacarku!
56
Love Language
57
Putri Es
58
Cari Dia!
59
Pengaruh Alora
60
Anak Sekolah
61
The Truth
62
Skinship
63
Self Love
64
Bertahan?
65
Shutdown
66
Si Psyco Kembali
67
Good Bye SMA
68
Kiyowo
69
New Friend
70
Under The Rain
71
Orang Lain
72
Not Enough
73
Rasa
74
Musim Hujan
75
Run Away
76
Sayang
77
Why?
78
Why Her
79
Be There For You
80
Canggung
81
Ini Caraku!
82
Ini Caraku (Andre Pov)
83
The Reason
84
Awan Hitam
85
Sebentar Saja
86
Rainy
87
Psyco Lainnya
88
Lika-Liku
89
Luka itu
90
Ketiduran
91
New Job
92
Cuaca Hati
93
Sisi Lain Seorang Beni
94
Lora
95
Hold My Hand
96
Once Upon A Time
97
Detik
98
Mode Cemburu
99
Kenangan Itu
100
Why Him?
101
Amarah
102
102 Kode
103
Aneh
104
Dear Alora
105
The Power Of Psyco
106
Special Girl
107
Pelarian
108
Rainy Day
109
Semesta
110
Hidup itu..
111
Save Yourself
112
Sinar
113
Nungguin kamu
114
Debat
115
Day-3
116
Day-2 Part 1
117
Day-2 Part 2
118
Day-1 Emosi
119
D-Day
120
Pelukmu
121
New Era
122
Fathi
123
Tulisan Tangan Takdir
124
Isi Hati Para Jomblo
125
Cuaca
126
Jadian Or Not?
127
Kembali Lagi Seperti Semula
128
Persembunyian burik
129
Pacaran Sana!
130
Lonely
131
Perhatian
132
Lika-Liku
133
Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134
Siblings
135
New semester
136
Your Feeling
137
Rumit
138
Pulang
139
Cinta Pertama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!