First Date

Sabtu sore di Cafe tempat Alora bekerja Beni datang dengan raut kesal lalu menuju ke arah Alora yang sedang mengelap meja di sudut. Pemuda pemilik julukan 'psyco' itu duduk di kursi depan meja itu sambil menatap tajam Alora yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Loe! Bawa sial banget sih jadi orang?" Bentak Beni membuat Alora sedikit terkejut.

"Loe kenapa?" Alora mengaitkan keningnya kebingungan.

"Fasilitas berharga gua disita dan itu gara-gara Loe! Loe bawa masalah banget sih jadi orang huh?" Beni masih meninggikan suaranya yang membuat seisi Cafe menatap kedua oknum yang terlibat itu.

"Caranya?" Tanya Alora santai membuat semua tatap terheran.

"Loe berani sama gua?" Beni masih dengan amarahnya.

"Gua tanya gimana caranya gua bikin fasilitas loe disita? Loe bos! Dan gua bawahan, gimana caranya? Gua gak punya hak atau wewenang, jadi ini bukan salah gua!" Kata Alora membuat karyawan lain yang menonton menutup mulut, memang hanya Alora yang berani membalas perkataan si psyco itu.

Alora kembali ke meja kasir saat melihat pelanggan datang.

"Mau pesan apa pak?" Sapa gadis itu.

"Saya cappucino hangat aja, di luar dingin, suasana nya pas gitu" Ucap Andi yang tersenyum melihat Alora.

"Alora!" Panggil Andi.

"Iya pak! Bapak tau nama saya?" Tanya Alora heran.

"Kamu masih belum kenal saya?" Tanya Andi sambil terkekeh sendiri.

Gadis itu menggeleng kecil dengan wajah datar namun tampak imut.

Keduanya sudah duduk di meja depan kasir.

"Saya Andi! Kakaknya Andre dan teman kamu Lia sangat bisa dipercaya!" Kata Andi yang sama sekali sangat sulit di pahami Alora.

"Ooo pantesan tiap liat kak Andi kayak mir..." kata Alora terpotong.

"Mirip pacar kamu?" Ucap Andi sembari tersenyum.

"Huh?"

***

Sudah jam 8 malam tapi masih hujan, mantel lamanya sudah rusak dan ia tidak punya uang untuk membeli payung, hanya tersisa uang untuk sarapan besok.

Ia merogoh saku jaket tudung berwarna mocca yang dipakai nya dan masih berteduh di depan Cafe itu. Tiba saja Beni keluar dari Cafe berdiri satu meter dari gadis itu membuatnya menoleh sebentar.

Tampak pemuda itu juga tidak bisa berkembang karena jika menerobos hujan lebat itu akan langsung basah.

"Pacar loe gak jemput?" Tanya Andre dengan tampang songongnya membuat Alora otomatis menoleh.

"Bukan urusan loe!" Jawab Alora malas.

Beni menyeringai disertai halilintar menyambar menciptakan tampilan sempurna untuk psychopath yang sering muncul di drama korea. Karena tepat di sampingnya Alora tanpa sengaja melihat membuatnya merinding. Gadis itu mengambil Android-nya membuka kontak dan menelepon... siapa?

"Siapa yang bisa gua telpon jam segini?" Batin Alora bertanya yang masih menatap kontak whatsApp di hp-nya.

Akhirnya ia menghela nafas berat menyimpan kembali hpnya.

"Loe gak pulang?" Tanya Alora pada Beni sembari menatapnya serius.

"Kalo mobil gua gak di sita, dari tadi gua udah out dari sini!" Sahut Beni kasar.

"Loe laper gak? Sisi kemanusiaan gua yang nawarin, kalo loe mau, ikut gua, kalo enggak yaudah!" Alora melangkah pelan menuju mini market melalui pinggir toko lain.

"Loe punya uang kan?" Tanya Alora sambil meniup cup mie instan rebus di depannya.

"Pu punya lah!" Sahut Beni melakukan hal yang sama di sisi Alora yang duduk di dalam mini market itu.

"Bagus dong! Loe bisa pulang naik bus, tinggal beli payung, ke halte lalu pulang" Ucapnya lalu menyeruput mie-nya.

Beni hanya menatap gadis yang ia marah tadi sore, sekarang malah bersamanya berusaha menemaninya.

Begitulah malam itu berakhir, Alora membeli mantel lalu pulang berjalan kaki, sedangkan Beni naik bus seperti saran Alora. Terperangkap bersama psyco tidak selamanya berakhir buruk.

Jae Day6 pernah berkata dalam vlive-nya, dunia ini abu-abu (grey), tidak ada yang benar-benar hitam atau benar-benar putih.

Bahkan jika itu mimpi buruk sekalipun, suatu saat akan berganti dengan yang manis.

***

Pagi minggu, setetes demi tetes perlahan menyapa bumi sisa hujan semalam. Terdengar helaan berat dari rumah paling kecil dari komplek b3, tentu saja itu Alora yang menyambut pagi dengan hembusan nafas panjang meratapi nasib hidupnya.

Terdengar suara ketukan pintu membuat gadis manis itu bangkit dari kasurnya, ia keluar kamar untuk melihat siapa yang datang pagi-pagi.

Siapa sangka pemuda tampan yang sudah rapi dengan outer jaket jeans hitam ditemani kaos polos putih dan celana jeans hitam pula membuat tampilan sempurna karakter weebtoon yang tidak lupa sneakers putih menyapa Alora pagi ini, siapa lagi kalo bukan Andre sang namjachinggu (pacar).

"Jadi kan? Kita nge-date?" Kata Andre yang tak kalah membuat mulut Alora yang terpukau sejak tadi terbuka.

"Tapi apa perlu? Kita cuma pura-pura..." Alora masih tidak yakin harus mengikutinya.

"Hush! Siap-siap sana! Ini Perintah! Tenang aja gua bayar kok!" Kata Andre santai.

Andre menunggu gadis itu berganti pakaian dan duduk di sofa tua dengan bola mata menilik ke setiap sudut ruangan. Rumah yang dipenuhi perabotan tua, bahkan alat elektronik seperti tv tidak ada dirumah ini. Ia mulai menyadari kenapa Alora sangat terobsesi bekerja dan uang.

Akhirnya putri yang ditunggu keluar dari kamarnya. Seperti biasa celana jeans longgar, hoodie bertudung hitam dibalut kemeja kotak-kotak dan sneakers tua miliknya, penampilan sempurna menggambarkan Alora dengan rambut panjang terurai.

"Outfit Loe agak..." kata Andre terhenti.

"Loe gak suka?" Tanya Alora dengan cueknya.

"Hmm.. Gua suka loe apa adanya! Ayo pergi!" Sahut pemuda itu.

***

Cuaca mendung membuat mereka berakhir di Cafe untuk menikmati secangkir kopi hangat di tengah suhu dingin. Keduanya duduk saling berhadapan di sisi dinding kaca memandang percikan air, akhirnya hujan menyapa bumi lagi.

"Masih lumayan pagi, tapi makan nya makanan penutup untuk makanan pembuka?" Ucap Andre menggeleng kepala melihat sepotong kue coklat di depan rekannya itu.

"Kepengen aja, mumpung ada yang bayarin" sahut gadis itu seadanya.

"Kalo loe mau, harusnya bilang dong! Biar gua beliin"

"Gini rasanya punya pacar? Loe mau beliin buat gua?" Kata Alora dengan ujung bibir menyeringai tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Iya dong! loe gak pernah pacaran?" Tanya Andre tampak sangat penasaran.

"Gua gak punya waktu jatuh cinta atau dicintai, hidup gua udah susah gini, gua gak berhak buang-buang waktu untuk gituan! Dan pasti juga gak ada yang suka sama gua, itu juga salah satu alasannya"

"Ada kok!" Sahut Andre lagi.

"Apanya?" Tanya Alora lalu menyeruput cappucino hangat di tangannya.

"Yang suka sama loe!" Jawaban Andre membuat Alora sedikit menumpahkan kopinya.

"Cuman karna loe sulit di dekati makanya gak ada yang berani" Sambung pemuda itu.

Alora tampak bingung dan berpikir.

Pemuda tampan di depannya hanya mengangguk meyakinkan, lalu berkata "lain kali, sarapan pagi harus tetap nasi atau roti atau makanan utama lainnya, biar gizi kita seimbang"

"Enak ya punya banyak duit? Jangan kan nasi atau roti, kadang air minum aja harus nahan haus karena gabisa beli" batin Alora dengan bibir tersenyum namun mata berkaca.

"Hujan gini enaknya makan apa?" Tanya Andre.

"Baso aja gimana? Keknya dingin gini enak yang berkuah" sahut Alora.

"Okey let's go!"

Kedua oknum tersebut ke tempat makan baso terdekat saat hujan agak reda. Setelah dari sana hujan semakin deras, mereka mampir ke supermarket untuk membeli payung yang dipakai berdua.

Saat keduanya berjalan di tengah hujan, tiba saja Alora menghentikan langkahnya membuat langkah Andre pun ikut terhenti karena ia memegang payung. Tiba saja Alora menutup matanya di tengah hujan itu mendengar dengan seksama suara percikan air di atas jalan yang tertutupi daun.

Pemuda tinggi yang berperan sebagai sang pacar, ia hanya menatap gadis yang di rangkulnya itu.

First fake dating berakhir di Cafe tempat Alora bekerja.

Episodes
1 Prolog (Tanpa Nama)
2 Kamu Lagi?
3 Serius Dong!
4 Si Banyak Nanya
5 Psyco Handsome
6 Chaos
7 Day 1
8 Nostalgia
9 Hujan
10 Alone
11 Chagiya (Sayang)
12 First Date
13 Nightmare
14 Rantai
15 Motor
16 Saturday
17 Mutualisme
18 Matematika
19 Mila
20 Gulali
21 SMILE
22 L for Loser
23 L for Lover
24 Mimpi
25 Kusut
26 Lora kemana?
27 Charesso!
28 Thriller
29 Deg deg
30 Psyco Perhatian
31 Loe Cantik!
32 Bumbu
33 Loser
34 Hangat
35 Cemberut
36 Quality Time
37 Yok Kuliah Bareng (1)
38 Yok Kuliah Bareng (2)
39 Alora
40 Kecelakaan kedua kalinya
41 Alora (2)
42 Peluk Hangatmu
43 Lanjut Hidup
44 Andre Kenapa?
45 Feeling
46 Lia & Alora
47 Senyuman-mu
48 Kunjungan Mertua
49 Belajar Bareng
50 Mendung
51 Satu Pilihan
52 Nelangsa
53 Old Story
54 Rasa itu..
55 Alora itu Pacarku!
56 Love Language
57 Putri Es
58 Cari Dia!
59 Pengaruh Alora
60 Anak Sekolah
61 The Truth
62 Skinship
63 Self Love
64 Bertahan?
65 Shutdown
66 Si Psyco Kembali
67 Good Bye SMA
68 Kiyowo
69 New Friend
70 Under The Rain
71 Orang Lain
72 Not Enough
73 Rasa
74 Musim Hujan
75 Run Away
76 Sayang
77 Why?
78 Why Her
79 Be There For You
80 Canggung
81 Ini Caraku!
82 Ini Caraku (Andre Pov)
83 The Reason
84 Awan Hitam
85 Sebentar Saja
86 Rainy
87 Psyco Lainnya
88 Lika-Liku
89 Luka itu
90 Ketiduran
91 New Job
92 Cuaca Hati
93 Sisi Lain Seorang Beni
94 Lora
95 Hold My Hand
96 Once Upon A Time
97 Detik
98 Mode Cemburu
99 Kenangan Itu
100 Why Him?
101 Amarah
102 102 Kode
103 Aneh
104 Dear Alora
105 The Power Of Psyco
106 Special Girl
107 Pelarian
108 Rainy Day
109 Semesta
110 Hidup itu..
111 Save Yourself
112 Sinar
113 Nungguin kamu
114 Debat
115 Day-3
116 Day-2 Part 1
117 Day-2 Part 2
118 Day-1 Emosi
119 D-Day
120 Pelukmu
121 New Era
122 Fathi
123 Tulisan Tangan Takdir
124 Isi Hati Para Jomblo
125 Cuaca
126 Jadian Or Not?
127 Kembali Lagi Seperti Semula
128 Persembunyian burik
129 Pacaran Sana!
130 Lonely
131 Perhatian
132 Lika-Liku
133 Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134 Siblings
135 New semester
136 Your Feeling
137 Rumit
138 Pulang
139 Cinta Pertama
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Prolog (Tanpa Nama)
2
Kamu Lagi?
3
Serius Dong!
4
Si Banyak Nanya
5
Psyco Handsome
6
Chaos
7
Day 1
8
Nostalgia
9
Hujan
10
Alone
11
Chagiya (Sayang)
12
First Date
13
Nightmare
14
Rantai
15
Motor
16
Saturday
17
Mutualisme
18
Matematika
19
Mila
20
Gulali
21
SMILE
22
L for Loser
23
L for Lover
24
Mimpi
25
Kusut
26
Lora kemana?
27
Charesso!
28
Thriller
29
Deg deg
30
Psyco Perhatian
31
Loe Cantik!
32
Bumbu
33
Loser
34
Hangat
35
Cemberut
36
Quality Time
37
Yok Kuliah Bareng (1)
38
Yok Kuliah Bareng (2)
39
Alora
40
Kecelakaan kedua kalinya
41
Alora (2)
42
Peluk Hangatmu
43
Lanjut Hidup
44
Andre Kenapa?
45
Feeling
46
Lia & Alora
47
Senyuman-mu
48
Kunjungan Mertua
49
Belajar Bareng
50
Mendung
51
Satu Pilihan
52
Nelangsa
53
Old Story
54
Rasa itu..
55
Alora itu Pacarku!
56
Love Language
57
Putri Es
58
Cari Dia!
59
Pengaruh Alora
60
Anak Sekolah
61
The Truth
62
Skinship
63
Self Love
64
Bertahan?
65
Shutdown
66
Si Psyco Kembali
67
Good Bye SMA
68
Kiyowo
69
New Friend
70
Under The Rain
71
Orang Lain
72
Not Enough
73
Rasa
74
Musim Hujan
75
Run Away
76
Sayang
77
Why?
78
Why Her
79
Be There For You
80
Canggung
81
Ini Caraku!
82
Ini Caraku (Andre Pov)
83
The Reason
84
Awan Hitam
85
Sebentar Saja
86
Rainy
87
Psyco Lainnya
88
Lika-Liku
89
Luka itu
90
Ketiduran
91
New Job
92
Cuaca Hati
93
Sisi Lain Seorang Beni
94
Lora
95
Hold My Hand
96
Once Upon A Time
97
Detik
98
Mode Cemburu
99
Kenangan Itu
100
Why Him?
101
Amarah
102
102 Kode
103
Aneh
104
Dear Alora
105
The Power Of Psyco
106
Special Girl
107
Pelarian
108
Rainy Day
109
Semesta
110
Hidup itu..
111
Save Yourself
112
Sinar
113
Nungguin kamu
114
Debat
115
Day-3
116
Day-2 Part 1
117
Day-2 Part 2
118
Day-1 Emosi
119
D-Day
120
Pelukmu
121
New Era
122
Fathi
123
Tulisan Tangan Takdir
124
Isi Hati Para Jomblo
125
Cuaca
126
Jadian Or Not?
127
Kembali Lagi Seperti Semula
128
Persembunyian burik
129
Pacaran Sana!
130
Lonely
131
Perhatian
132
Lika-Liku
133
Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134
Siblings
135
New semester
136
Your Feeling
137
Rumit
138
Pulang
139
Cinta Pertama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!