Kenapa kata 'harapan' selalu mempermainkan manusia?
.
.
Perlahan pasti, bantal dibawah kepala gadis itu mulai basah, rambutnya acak, otot wajahnya tertarik dan terasa sakit karena menahan suara tangis agar tidak seorangpun terbangun tengah malam itu. Menangis diam-diam hingga kelopak dan kantung mata bengkak.
Ingin curhat, namun gadis itu merasa orang lain tidak akan mengerti karena setiap kehidupan berbeda. Menghibur diri dengan memeluk erat guling dan membenamkan wajah kedalamnya sambil mendengar lagunya Taeyeon-Can't Control Myself.
Karena tidak selamanya kesedihan itu bisa ditahan, dan yang paling menyedihkan adalah merasa sendirian di dunia yang penuh manusia ini.
"Nan Ommangia!! (Aku kacau!)"
...
Throwback minggu lalu
"Loe dipecat!" Ucap Beni santai
"Tapi salah gua apa?" Alora menatap kesal dengan bola mata yang agak berkaca.
"Pertama loe udah sok ceramahin gua pas di sekolah, kedua loe cerewet, ketiga gua gak suka loe kerja di sini!"
"Harga diriku hancur tapi aku bisa apa?" Batin Alora menggerutu.
"Okeh gua pergi! Sesuai keinginan anak Bos!"
"Alora untuk pesangonya tolong datang besok yaa, hari ini belum saya siapkan" ucap Indra tampak tidak rela melepas karyawan rajin seperti gadis manis itu.
Alora melepas kasar celemek, melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk mengubah pakaiannya lalu keluar dengan wajah memerah menahan amarah hanya menatap lurus dan pulang.
...
Berhari-hari sejak dipecat tanpa alasan yang benar, Alora masih terus berputar-putar mencari pekerjaan paruh waktu namun belum menemukannya juga. Uang simpanannya menipis bahkan ia berhemat dengan makan sekali sehari.
Hingga hari terakhir seminggu tepat setelah kehilangan pekerjaannya, ibunya pulang ke rumah setelah hampir sebulan tidak pulang. Anita langsung menuju kamar Anak gadisnya begitu ia datang.
Terdengar suara pintu kamarnya terbuka membuat Alora yang duduk di meja belajar tua itu menoleh.
"Alora boleh mama pinjam uang?" Ucap Anita begitu masuk tanpa basa-basi.
Gadis itu membuka sedikit mulutnya diikuti alis yang tertaut karena masih tidak percaya apa yang ia dengar.
"Mama pulang untuk pinjam uang? Setelah sebulan nggak pulang, mama..." cairan bening mulai membendung di ujung mata gadis itu
"Mama kemana aja? Mama tau rice cooker rusak? Gas udah habis, Makanan gak ada, aku kelaparan... Aku nggak punya uang mah, aku dipecat!" Cairan bening mengalir sendirinya dengan nada emosional.
"Harusnya kamu kerjanya yang bener" Anita membentak karena kesal Alora tidak memberinya uang.
"Apa? Selama ini aku gak pernah minta apa-apa sama mama karna tau hidup kita sulit" kata alora terhenti karena tak ingin melanjutkan.
"Hidup kita sulit? Iya! Kita orang susah! Kamu tau? Mama menderita sejak mama masuk ke keluarga ini!" Anita masih menggunakan nada bentaknya.
"Maaaaaaah!" Alora akhirnya meninggikan suaranya lalu bangkit dari kursinya.
"Alora capek mah! Mama tolong keluar! Atau Aku aja yang keluar" setelah menyelesaikan kata gadis itu beranjak keluar dan meninggalkan Anita sendirian di dalam rumah.
Hanya berjalan menyusuri jalan, hari sudah gelap namun ia tidak ingin pulang dan ia juga tidak punya tempat untuk dituju. Setelah beberapa langkah lagi ia mendapati halte bus dan singgah.
Menghela berat nafasnya dengan menutup mata lalu membuka matanya dan hanya menatap kosong jalanan. Ia menyembunyikan rambutnya dibalik hodie yang ia kenakan lalu menarik tudung menutupi kepalanya dan menaikkan resleting hingga leher. Ia menyenderkan tubuhnya di dinding sudut halte dan kepalanya menyentuh tiang pondasi. Mata Alora perlahan tertutup.
...
Alora membuka matanya dan pandangannya kabur hanya melihat ruangan putih. Setelah benar-benar membuka matanya ia melihat cairan infus yang terpasang. Matanya mengikuti jejak selang infus dan akhirnya mendapati tangannya sudah terpasang infus.
"Gua mimpi?" Batinnya bertanya.
Pintu terbuka lalu masuklah sosok tampan diikuti cahaya bak pemeran utama drama korea, Andre.
"Loe pake sakit segala nyusahin banget sih jadi orang!" Kata pertama yang keluar saat pemuda itu masuk.
"Gua mimpi buruk nih" batin Alora.
"Jaga omongan loe ya, mentang-mentang loe ganteng jangan ngomong sembarangan, gua colok tenggorikan loe pake pulpen tau rasa loe! Lagian semua orang bisa sakit, awas kalo loe sakit gak akan gua jengukin!" Omelan Lia panjang lebar begitu ia masuk dan memukul lengan Andre karena kesal.
"Looraaaa kok loe bisa ginii siih" gadis cantik imut itu langsung merangkul sahabatnya yang masih terbaring itu.
"Aakh" Alora mendesis kesakitan "Apaan berarti gua gak mimpi!" Batinnya saat ia menyadari tangannya sakit tertarik saat Lia memeluknya.
"Kemana aja loe seminggu gak masuk sekolah? Loe makannya teratur kan? Kok dokter bilang loe kurang gizi dan kecapean sih? Gua datangin rumah, loenya gaada Loe kemana aja?" Lia terus saja mengomel karena khawatir.
"Udah-udah Liaa! Biarin Alora istirahat dulu, nanyaknya pas dia sembuh aja!" Bu indah baru masuk mengalihkan perhatian ketiga muridnya.
"Bu Indah?" Alora tampak tertegun.
"Kamu beruntung, cepat dibawa ke rumah sakit. Ucapin terimakasih sama Andre! Dia juga yang nanggung biaya rumah sakitnya" kata bu Indah.
"Andre?" Tanya gadis yang sedang berbaring itu.
Andre tampak memasang raut malas lalu melirik gadis itu.
"Makasih yaa!" Ucap Alora menatap Andre.
"Iya iya!" Sahut Andre.
...
Semalam, seorang pemuda yang sedang pulang menemukan Alora pingsan, tiba saja tubuhnya terjatuh dari bangku halte itu. Pemuda ini langsung turun dari mobilnya saat kebetulan membuka jendela dan melihat.
"Alora! Alora!" Ucapnya sambil menepuk pelan pipi tirus itu.
"Pak tolong bukakan pintu belakang mobil!" Perintahnya pada sopir.
Ia menggendong gadis pingsan itu dibawa ke mobilnya lalu menidurkan di pangkuannya.
"Pak cepat ke rumah sakit terdekat!"
***
Bel istirahat sudah berbunyi, kelas penuh manusia kelaparan keluar satu-persatu. Andre yang sedari tadi menyipitkan matanya menatap lurus ke arah Alora yang duduk di bangku belakang sudut kelas.
Usai membereskan buku di mejanya Alora bersiap merebahkan kepalanya di atas buku tebal yang ia taruh untuk bantal di meja itu.
"Loe gak jajan?" Tanya Lia sang teman sebangku.
"Hmm hmm.. gua ngantuk" sahut rekan Lia itu sembari menggeleng.
Akhirnya Alora merebahkan kepala dan menutup matanya.
"Ikut gua! Ada yang mau gua omongin" ucap Andre menghampiri si gadis targetnya dari tadi.
Alora terpaksa bangun karena hutang budinya, ia berpikir karena Andre menolongnya ia juga harus bersikap baik dengan mengikuti di belakang pemuda tampan itu.
Namun, sekolah ini tak pernah seramai ini terdengar suara jeritan para siswi ketika Andre melewati mereka, mulai dari berteriak kegirangan, menyapa malu-malu dan menyebut namanya.
Namun, sebaliknya mereka langsung terdiam saat aku melewati mereka 30 detik setelah Andre.
Setelah sampai di lapangan sekolah yang tampak sepi pemuda tampan itu menghentikan langkahnya dan berbalik. Alora pun berhenti dan hanya celinga-celinguk melihat sekeliling dengan ekpresi bingung.
"Pacaran yok!" Kata Andre sukses membuat mata gadis itu terbuka lebar dan mengaitkan keningnya karena bingung.
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Indriharteu
Wih kok tiba-tiba banget ya? jadi ikut deg deg juga hihi
2023-05-02
1
Lisa Aulia
semua penuh kejutan...tiba2 dipecat...bertengkar dng mama yg tiba2 datang minta uang...lari dari rumah dan ditemukan pingsan di jalan...dan ini apalagi tiba2 Andre ngajak pacaran ....
2022-08-15
3