Gulali

18 tahun adalah usia di mana segala hal menjadi semakin rumit dan di luar kendali, apakah ini rasanya menuju dewasa? Semakin menderita?

...

Suara helaan nafas di pagi yang mendung itu muncul dari rumah paling sederhana di komplek itu. Sinar matahari yang menyilaukan matanya dan juga alarm yang tidak lelah berbunyi, tetap saja di abaikan gadis berambut panjang itu walau ia tau ia akan terlambat ke sekolah.

Sesuai dugaan Alora terlambat sekolah walau hari ini adalah hari terakhir midtest. Gadis itu beruntung ia tidak kena hukuman, namun poin kehadirannya dikurangi 1.

Usai ujian, Alora tampak termenung di bangkunya. Banyak hal yang mengusik pikirannya. Ia bahkan tidak sadar Andre duduk di sampingnya bertukar dengan Lia.

Pemuda itu tampak memiringkan kepalanya ingin melihat wajah Alora lebih jelas.

"Alora?" Panggil Andre.

"Apa gua mati aja?" Gumam Alora tanpa sadar.

"Loe ngomong apa?" Andre shock mendengar kata-kata Alora sembari menepuk bahu Alora.

"Huh?" Alora akhirnya tersadar.

"Loe punya masalah?" Tanya Andre tampak khawatir. 

"Apaan?" Balas Alora.

"Kita makan yok!"

Pemuda itu tidak melanjutkan pertanyaannya, ia berpikir mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya.

Sebenarnya dua hari yang lalu, usai kejadian Mila mengetahui bahwa Alora adalah dirinya, sikap gadis itu mulai berubah.

Dua hari sebelumnya

Alora baru saja keluar dari perpustakaan lalu duduk sebentar di bangku tepi meja batu dengan tas ransel di bahunya. Ia hanya menatap kosong siswa-siswi yang pulang sekolah.

Tiba saja hp-nya bergetar, ibunya menelepon

"Alora, mama perlu uang tolong kirimin uang! Sama bilang sama papah kamu jangan hubungin mama lagi, mama mau cerai!"

"Maksud mama apa?"

"Mama gak tahan terus-terusan hidup miskin sama papah kamu, mama mau mulai hidup baru"

"Maah tolong jangan gini mah!"

"Jangan lupa kirim uang 3 juta, mamah perlu buat ngurus cerai sama ngurusin nenek kamu!"

"Tapi maaah..." kata Alora terhenti saat panggilan telpon itu ditutup Anita.

Mental Alora terguncang, kasih sayang yang ia ingin dapatkan akan sirna selamanya. Selama ini ia sangat ingin di sayang oleh kedua orang tuanya seperti mereka menyangi adiknya. Makanya gadis itu selalu diam dan terus bekerja tanpa meminta apapun agar orang tuanya mengakuinya dan memujinya setidaknya sekali saja.

Tak lama Mila datang bersama dua temannya. Gadis itu duduk di depan Alora dengan sikap angkuh.

"Jadi loe Alora? Cewe lintah yang cuma nempel buat manfaatin Andre? Gua tau loe miskin kan? Makanya loe godain Andre dan pacarin dia" kata-kata tajam dari lidah Mila sangat menancap di hati Alora.

Gadis yang di incar itu hanya diam saja, tidak ingin menghiraukan.

"Diam? Loe nggak tau malu? Loe gak punya harga diri?" Mila terus saja menyalahkan Alora.

Alora mengarahkan sorot matanya ke arah oknum yang menyakiti perasaannya.

"Loe!" Jari telunjuk nakal itu terpampang nyata di depan mata Alora.

Tatap Alora semakin tajam, namun masih menahan emosinya.

"Sebaiknya loe jauhin Andre! Dia milik gua tau! Gua tau dia pacaran sama loe cuma pelampiasan karna gua ke Amerika dulu!" Tambah Mila masih dengan nada angkuh.

"Terus ini salah gua?" Akhirnya Alora membalas ucapan gadis di depannya itu.

"Loe masih belum sadar? Loe memang gak tau diri! Gila loe!" Kata-kata kotor Mila memang tidak bisa di saring.

"Iya! Loe baru tau gua gila? Kalo loe mau Andre, coba rebut aja dari gua" kata Alora tegas lalu pergi melangkah pulang.

Di pintu gerbang, seseorang menarik tangannya lagi, seperti yang kita tau oknumnya tak lain adalah Beni. Si psyco itu tidak pernah bisa berubah.

Alora yang diseret tampak pasrah dengan bola mata berkaca. Akhirnya tangannya di lepas saat tiba di lapangan sekolah yang sepi itu.

"Loe memang gak bisa bersikap baik-baik? Atau cuman gua aja yang terlalu berharap sama loe?" Kata gadis itu dengan nada sendu memasang wajah datar itu.

"Loe harus bantu gua!" Kata Beni yang sama sekali tidak peka melihat Alora yang mentalnya telah di guncang dua kali.

"Gua gak akan bantuin loe!" Jawab Alora lalu mengedipkan matanya agar cairan bening yang membendung tidak jatuh dan hendak pergi. Namun apa boleh buat langkahnya dihentikan lagi.

"Loe makin berani sama gua? Karna loe dekat sama bokap gua? Iya? Udah gua bilang berhenti gangguin bokap gua!" Beni mengakhiri kalimatnya dengan membentak.

"Gua tau loe minta bokap gua bayarin biaya rawat nenek loe! Tapi loe gak mau bantuin gua anaknya? Loe pelet bokap gua?"

Alora tiba saja tertawa keras namun juga bersedih di saat bersamaan.

"Setelah selama ini loe masih aja mikir kotor tentang gua? Setelah semua makian loe yang gua terima? Memang benar orang gak akan berubah!" Kata Alora lalu kembali berwajah datar.

"Loe pikir cuma hidup loe yang berharga? Di mata loe gua pasti cuma bongkahan es yang bisa loe cairin dan loe hancurin sesuka loe kan?"

Beni terdiam saat cairan bening mengalir begitu saja dari ujung mata gadis itu.

"Tolong hari ini aja jangan ganggu gua!" Tegas Alora yang mentalnya sudah terguncang tiga kali dalam sehari.

***

Sore mendung itu Alora pulang ke rumah neneknya. Ia berpikir untuk menenangkan pikirannya dengan memeluk erat neneknya.

Alora membuka pintu depan rumah lalu masuk dan tidak menemukan siapapun di dalamnya. Terdengar suara seseorang dari kamar nenek hingga ia mengarahkan langkahnya ke sana.

"Buk, sampai kapan kita biarin Alora terus sendirian tanpa tau kebenarannya?" Tanya Anita pada wanita tua di depannya.

Langkah Alora terhenti dan bingung.

"Tolong jangan kasih tau Alora!"

"Alora harus tau, kalau aku ini bukan ibu kandungnya! Kenyataan aku rawat dia sejak umurnya 7 tahun dan ibunya meninggal, sampai kapan harus kita sembunyikan? Aku juga akan cerai dengan suamiku"

"Tolong Ani, jangan bilang ke Alora kalo kalian bukan orangtuanya,  dia akan terguncang dan kembali trauma!"

"Lalu sampai kapan buk?" Anita tampak emosi.

"Kalian nggak perlu kasih tau Alora, karna Alora udah tau semuanya!" Kata Alora yang baru saja masuk ke kamar nenek dengan air mata yang tidak dapat ia tahan lagi membuat kedua wanita itu terpaku.

"Alora?" Nenek tampak sangat merasa bersalah, tetes bening lainnya ikut mengalir menyadari cucunya mendengar pembicaraan mereka.

"Nggak apa nek, Alora baik-baik aja kok!" Suara Alora terdengar bergetar lalu berlari dan pergi.

...

Hidup itu tidak seperti gulali yang manis, berwarna terang dan cerah, namun sebaliknya hidup itu hanyalah proses menanti harapan yang hanya bergantung pada harapan tanpa kepastian.

~nrtl00~

Terpopuler

Comments

Ini Aku

Ini Aku

ceritanya gak ketebak..penuh kejutan.

2022-08-19

1

Lisa Aulia

Lisa Aulia

terjawab sudah...sebenar nya aku udah nebak sih dari part berapa tuh ...yg alora nggak ingat dng masa kecil nya....cuma takut salah aja...🤭🤭🤭🤭🤭

2022-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog (Tanpa Nama)
2 Kamu Lagi?
3 Serius Dong!
4 Si Banyak Nanya
5 Psyco Handsome
6 Chaos
7 Day 1
8 Nostalgia
9 Hujan
10 Alone
11 Chagiya (Sayang)
12 First Date
13 Nightmare
14 Rantai
15 Motor
16 Saturday
17 Mutualisme
18 Matematika
19 Mila
20 Gulali
21 SMILE
22 L for Loser
23 L for Lover
24 Mimpi
25 Kusut
26 Lora kemana?
27 Charesso!
28 Thriller
29 Deg deg
30 Psyco Perhatian
31 Loe Cantik!
32 Bumbu
33 Loser
34 Hangat
35 Cemberut
36 Quality Time
37 Yok Kuliah Bareng (1)
38 Yok Kuliah Bareng (2)
39 Alora
40 Kecelakaan kedua kalinya
41 Alora (2)
42 Peluk Hangatmu
43 Lanjut Hidup
44 Andre Kenapa?
45 Feeling
46 Lia & Alora
47 Senyuman-mu
48 Kunjungan Mertua
49 Belajar Bareng
50 Mendung
51 Satu Pilihan
52 Nelangsa
53 Old Story
54 Rasa itu..
55 Alora itu Pacarku!
56 Love Language
57 Putri Es
58 Cari Dia!
59 Pengaruh Alora
60 Anak Sekolah
61 The Truth
62 Skinship
63 Self Love
64 Bertahan?
65 Shutdown
66 Si Psyco Kembali
67 Good Bye SMA
68 Kiyowo
69 New Friend
70 Under The Rain
71 Orang Lain
72 Not Enough
73 Rasa
74 Musim Hujan
75 Run Away
76 Sayang
77 Why?
78 Why Her
79 Be There For You
80 Canggung
81 Ini Caraku!
82 Ini Caraku (Andre Pov)
83 The Reason
84 Awan Hitam
85 Sebentar Saja
86 Rainy
87 Psyco Lainnya
88 Lika-Liku
89 Luka itu
90 Ketiduran
91 New Job
92 Cuaca Hati
93 Sisi Lain Seorang Beni
94 Lora
95 Hold My Hand
96 Once Upon A Time
97 Detik
98 Mode Cemburu
99 Kenangan Itu
100 Why Him?
101 Amarah
102 102 Kode
103 Aneh
104 Dear Alora
105 The Power Of Psyco
106 Special Girl
107 Pelarian
108 Rainy Day
109 Semesta
110 Hidup itu..
111 Save Yourself
112 Sinar
113 Nungguin kamu
114 Debat
115 Day-3
116 Day-2 Part 1
117 Day-2 Part 2
118 Day-1 Emosi
119 D-Day
120 Pelukmu
121 New Era
122 Fathi
123 Tulisan Tangan Takdir
124 Isi Hati Para Jomblo
125 Cuaca
126 Jadian Or Not?
127 Kembali Lagi Seperti Semula
128 Persembunyian burik
129 Pacaran Sana!
130 Lonely
131 Perhatian
132 Lika-Liku
133 Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134 Siblings
135 New semester
136 Your Feeling
137 Rumit
138 Pulang
139 Cinta Pertama
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Prolog (Tanpa Nama)
2
Kamu Lagi?
3
Serius Dong!
4
Si Banyak Nanya
5
Psyco Handsome
6
Chaos
7
Day 1
8
Nostalgia
9
Hujan
10
Alone
11
Chagiya (Sayang)
12
First Date
13
Nightmare
14
Rantai
15
Motor
16
Saturday
17
Mutualisme
18
Matematika
19
Mila
20
Gulali
21
SMILE
22
L for Loser
23
L for Lover
24
Mimpi
25
Kusut
26
Lora kemana?
27
Charesso!
28
Thriller
29
Deg deg
30
Psyco Perhatian
31
Loe Cantik!
32
Bumbu
33
Loser
34
Hangat
35
Cemberut
36
Quality Time
37
Yok Kuliah Bareng (1)
38
Yok Kuliah Bareng (2)
39
Alora
40
Kecelakaan kedua kalinya
41
Alora (2)
42
Peluk Hangatmu
43
Lanjut Hidup
44
Andre Kenapa?
45
Feeling
46
Lia & Alora
47
Senyuman-mu
48
Kunjungan Mertua
49
Belajar Bareng
50
Mendung
51
Satu Pilihan
52
Nelangsa
53
Old Story
54
Rasa itu..
55
Alora itu Pacarku!
56
Love Language
57
Putri Es
58
Cari Dia!
59
Pengaruh Alora
60
Anak Sekolah
61
The Truth
62
Skinship
63
Self Love
64
Bertahan?
65
Shutdown
66
Si Psyco Kembali
67
Good Bye SMA
68
Kiyowo
69
New Friend
70
Under The Rain
71
Orang Lain
72
Not Enough
73
Rasa
74
Musim Hujan
75
Run Away
76
Sayang
77
Why?
78
Why Her
79
Be There For You
80
Canggung
81
Ini Caraku!
82
Ini Caraku (Andre Pov)
83
The Reason
84
Awan Hitam
85
Sebentar Saja
86
Rainy
87
Psyco Lainnya
88
Lika-Liku
89
Luka itu
90
Ketiduran
91
New Job
92
Cuaca Hati
93
Sisi Lain Seorang Beni
94
Lora
95
Hold My Hand
96
Once Upon A Time
97
Detik
98
Mode Cemburu
99
Kenangan Itu
100
Why Him?
101
Amarah
102
102 Kode
103
Aneh
104
Dear Alora
105
The Power Of Psyco
106
Special Girl
107
Pelarian
108
Rainy Day
109
Semesta
110
Hidup itu..
111
Save Yourself
112
Sinar
113
Nungguin kamu
114
Debat
115
Day-3
116
Day-2 Part 1
117
Day-2 Part 2
118
Day-1 Emosi
119
D-Day
120
Pelukmu
121
New Era
122
Fathi
123
Tulisan Tangan Takdir
124
Isi Hati Para Jomblo
125
Cuaca
126
Jadian Or Not?
127
Kembali Lagi Seperti Semula
128
Persembunyian burik
129
Pacaran Sana!
130
Lonely
131
Perhatian
132
Lika-Liku
133
Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134
Siblings
135
New semester
136
Your Feeling
137
Rumit
138
Pulang
139
Cinta Pertama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!