Saturday

Matahari masih terik seperti biasanya, jalanan ramai meski tidak macet, tampak dua remaja yang masih dengan seragam sekolah mereka di lapisi jaket sedang berkendara di atas motor itu.

Gadis manis berambut panjang dan pemuda tampan bertubuh tinggi itu berhenti di salah satu tempat makan untuk memberi makan cacing di perut mereka.  Sudah tertera beberapa makanan di meja, keduanya hanya makan dalam kesunyian.

Terdengar bisikan beberapa gadis dari meja-meja lain, mereka sibuk membicarakan wajah Andre yang bak Idol korea itu. Alora menyadarinya lalu pindah posisi duduk, yang tadinya di depan Andre pindah ke samping pemuda itu.

Andre memang tampak risih dilihatin terus sama cewe-cewe itu. Saat nya Alora berperan sebagai pacar, ia memeluk lengan Andre lalu melototi satu persatu gadis yang masih menatap pacarnya itu. Sorot mata Alora memang penuh karisma buktinya para cewe itu langsung memalingkan wajah mereka.

Andre yang awalnya bingung dengan tindakan Alora yang sangat tiba-tiba itu, lalu hanya tersenyum menatap gadis yang masih memeluk lengannya itu.

"Jujur memang cuma Alora yang bisa buat gua nyaman" batin Andre.

Ketika tugasnya usai, Alora melepas lengan Andre dan lanjut makan.

"Loe memang the best, gak salah gua milih loe" ucap Andre lalu mengelus rambut gadis itu dua kali hingga Alora menoleh ke arahnya dengan wajah cemberut.

"Jangan sentuh gua tanpa pemberitahuan!" Ucap Alora.

"Loe juga sentuh gua tanpa pemberitahuan tadi!" Sahut Andre tak mau kalah.

"Yaudah kita fair!" Ucap Alora dan lanjut makan.

"Loe ke mana habis dari sini?" Tanya Andre.

"Gua harus kerja hari ini" sahut Alora tampak malas.

"Mau gua anterin?"

"Jangan, gua gak mau repotin loe, lagian udah deket juga dari sini gua bisa jalan kaki"

...

Setibanya di Cafe tempatnya bekerja, Beni terus melirik gadis yang sudah berganti seragam kerja itu, Alora. Setelah seminggu cuti, tatap Beni seakan mengatakan sesuatu.

Dimulai dari membersihkan, menerima pesanan, melayani pelanggan, hingga menjaga tempat kasir, Alora memang patut di acungi jempol ia merangkap tugas Beni karena lelah mengajari pemuda tinggi itu.

Melihat setumpuk sampah yang sudah diikat dalam kantong besar, Alora mencoba mengangkat untuk membuangnya meski dengan nafas ngos-ngosan. Namun, tiba saja si pemilik julukan psyco itu mengambil alih sampah itu dari tangan Alora dan menuju pintu belakang untuk membuangnya.

Mulut Alora terbuka dan matanya membulat tanpa sadar, apa yang terjadi pada pemuda itu. Bahkan ketika Alora hendak mengantar pesanan, Beni juga bergegas mengambilnya.

"Makan siang sana!" Ucap Beni lalu mengantar pesanan pelanggan.

Alora tampak bingung, namun ia bergegas ke dapur untuk makan, mumpung ada kesempatan. Perlahan tapi pasti Beni mulai bekerja walau raut wajahnya masih ditekuk dan sisi psyconya masih ada.

"Loraaaaa!" Panggil Lia yang baru sampai di Cafe langsung menuju tempat Alora membuat kopi.

"Lia hhush, jangan malu-maluin napa, gausah teriak, biasa aja" Alora melirik kanan kiri takut ada yang terganggu.

"Loe mending sembunyi cepetan!" Desak Lia.

"Gua lagi kerja, Kenapa sih?"

"Gua datang bareng temen SMP kita, gua udah berusaha larang mereka datang tapi karna Cafe ini populer mereka ngotot, gua gak mau mereka lihat loe di sini dan berakhir nyakitin loe lagi" Lia mengatup mulut yang sedikit dimanyunkan dan mengerutkan keningnya.

"Loe tenang aja, bisa gua atasin kok!" Alora mengangguk meyakinkan Lia.

Alora akhirnya menemukan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Ia masih mencari topinya yang ia tidak yakin di letakkan di mana.

Lia ikut duduk dalam kumpulan tujuh orang gadis remaja itu. Setelah memesan minuman, dan beberapa topik pembicaraan berlalu, salah satu dari mereka, yaitu gadis dengan baju mini ketat dan menggunakan jeans ketat pula tiba saja meng-notice Alora.

"Lia, si Alora mana? Loe masih bareng sama dia?"

"Gua denger loe satu sekolah lagi sama dia?" Sahut gadis manis lainnya.

"Guys Alora baik-baik aja, jadi kalian perlu usah khawatirin dia" sahut Lia yang menahan kesalnya dibalik senyuman.

Di sisi lain, Alora harus mengantarkan pesanan mereka walau enggan dan ia tidak mungkin menyurih Beni. Gadis itu menarik nafas lalu menuju meja gerombolan teman SMP nya itu.

"Dia masih nempel sama loe Lia? Alora memang gatau diri, sadar Lia, tuh cewe cuman manfaatin loe!" Kata Liva, gadis berambut pendek dengan akhlak yang tidak secantik wajah.

Tentu Alora mendengar semuanya, karna sedang menaruh pesanan di atas meja mereka, Lia tampak khawatir bercampur marah. Setelah menaruh pesanan, Alora membuka maskernya, namun tidak satupun dari mereka yang menyadarinya karena terkecoh dengan seseorang yang baru saja memasuki pintu Cafe menarik perhatian para gadis.

"Alora!" Panggil pemuda yang di pandang para cewe sembari melambai ke arah Alora dan berhasil membuat ketujuh gadis di meja itu menoleh ke subjek yang di panggil dengan mata terbuka lebar lalu memasang senyum palsu untuk menyapa.

"Oh? Hei, Alora! Seragam loe.. loe kerja di sini?"

"Iya! Seperti yang loe tau gua cari uang sendiri! Bahkan gua gak perlu minta duit ke ortu cuman buat nongkrong di Cafe" sahut Alora spontan dengan senyum sinis.

Andre menghampiri Alora lalu memakaikan topi kerja Alora yang ia kira hilang lalu tersenyum ke arah Alora yang menatapnya.

"Ini ada apa All?" Tanya Andre.

"Ooh kenalin ini temen-temen masa SMP Lia dan gua" ucap Alora.

Para gadis itu tampak mengagumi penampilan boyfriend material Andre dan tak henti menatap pemuda itu.

"Halo! Kenalkan saya Andre... pacarnya Alora!" Kata Andre yang sukses menghasilkan beragam ekspresi terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.

"Mmm... satu lagi, Alora gak pernah sekalipun manfaatin gua jadi gua gak mau cewe gua harus sakit hati buat hal gak penting, jadi tolong jaga cewe gua ya" ucap Andre lalu melempar senyum sinis.

Andre menggenggam tangan Alora lalu membawanya pergi. Lia ikut bangun dan pergi bersama pemuda dan gadis itu.

Di sisi lain saat pulang, para gadis tadi baru saja keluar dari pintu Cafe, namun langkah mereka di hentikan oleh pemuda tinggi berbadan tegap, anak pemilik Cafe, siapa lagi kalo bukan Beni.

Sorot mata Beni yang tajam berhasil mengintimidasi mereka, lalu pemuda ini berkata

"Peringatan untuk kalian! Jangan pernah datang ke Cafe ini lagi!"

"Kenapa kami harus dengerin pekerja partime larang-larang kami?" Tanya Liva

"Gua pemilik Cafe ini, loe harus dengerin gua! Pergi kalian dari sini!" Bentak Beni dengan tatap psyco.

Amukan pemuda yang tidak mampu mengendalikan amarah itu membuat para gadis itu berlari.

"Gua akan lindungin Alora!" Batin Beni tanpa sadar.

Lalu tersadar "tunggu! Tunggu.. apaan sih? Gua ngapain?" Beni masih membatin. "Aaargh gua pasti gila!" desisnya.

Terpopuler

Comments

Lisa Aulia

Lisa Aulia

seperti nya hubungan Andre dan alora akan mengalir begitu saja tanpa mereka sadari kedua nya saling membutuhkan....dan beni hanya akan mencintai alora dalam diam....

2022-08-15

2

Yenny Heumasse

Yenny Heumasse

lu Benii Baru sadar lo gila, Lebih Tepat lu itu pyscoo gila

2022-04-17

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog (Tanpa Nama)
2 Kamu Lagi?
3 Serius Dong!
4 Si Banyak Nanya
5 Psyco Handsome
6 Chaos
7 Day 1
8 Nostalgia
9 Hujan
10 Alone
11 Chagiya (Sayang)
12 First Date
13 Nightmare
14 Rantai
15 Motor
16 Saturday
17 Mutualisme
18 Matematika
19 Mila
20 Gulali
21 SMILE
22 L for Loser
23 L for Lover
24 Mimpi
25 Kusut
26 Lora kemana?
27 Charesso!
28 Thriller
29 Deg deg
30 Psyco Perhatian
31 Loe Cantik!
32 Bumbu
33 Loser
34 Hangat
35 Cemberut
36 Quality Time
37 Yok Kuliah Bareng (1)
38 Yok Kuliah Bareng (2)
39 Alora
40 Kecelakaan kedua kalinya
41 Alora (2)
42 Peluk Hangatmu
43 Lanjut Hidup
44 Andre Kenapa?
45 Feeling
46 Lia & Alora
47 Senyuman-mu
48 Kunjungan Mertua
49 Belajar Bareng
50 Mendung
51 Satu Pilihan
52 Nelangsa
53 Old Story
54 Rasa itu..
55 Alora itu Pacarku!
56 Love Language
57 Putri Es
58 Cari Dia!
59 Pengaruh Alora
60 Anak Sekolah
61 The Truth
62 Skinship
63 Self Love
64 Bertahan?
65 Shutdown
66 Si Psyco Kembali
67 Good Bye SMA
68 Kiyowo
69 New Friend
70 Under The Rain
71 Orang Lain
72 Not Enough
73 Rasa
74 Musim Hujan
75 Run Away
76 Sayang
77 Why?
78 Why Her
79 Be There For You
80 Canggung
81 Ini Caraku!
82 Ini Caraku (Andre Pov)
83 The Reason
84 Awan Hitam
85 Sebentar Saja
86 Rainy
87 Psyco Lainnya
88 Lika-Liku
89 Luka itu
90 Ketiduran
91 New Job
92 Cuaca Hati
93 Sisi Lain Seorang Beni
94 Lora
95 Hold My Hand
96 Once Upon A Time
97 Detik
98 Mode Cemburu
99 Kenangan Itu
100 Why Him?
101 Amarah
102 102 Kode
103 Aneh
104 Dear Alora
105 The Power Of Psyco
106 Special Girl
107 Pelarian
108 Rainy Day
109 Semesta
110 Hidup itu..
111 Save Yourself
112 Sinar
113 Nungguin kamu
114 Debat
115 Day-3
116 Day-2 Part 1
117 Day-2 Part 2
118 Day-1 Emosi
119 D-Day
120 Pelukmu
121 New Era
122 Fathi
123 Tulisan Tangan Takdir
124 Isi Hati Para Jomblo
125 Cuaca
126 Jadian Or Not?
127 Kembali Lagi Seperti Semula
128 Persembunyian burik
129 Pacaran Sana!
130 Lonely
131 Perhatian
132 Lika-Liku
133 Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134 Siblings
135 New semester
136 Your Feeling
137 Rumit
138 Pulang
139 Cinta Pertama
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Prolog (Tanpa Nama)
2
Kamu Lagi?
3
Serius Dong!
4
Si Banyak Nanya
5
Psyco Handsome
6
Chaos
7
Day 1
8
Nostalgia
9
Hujan
10
Alone
11
Chagiya (Sayang)
12
First Date
13
Nightmare
14
Rantai
15
Motor
16
Saturday
17
Mutualisme
18
Matematika
19
Mila
20
Gulali
21
SMILE
22
L for Loser
23
L for Lover
24
Mimpi
25
Kusut
26
Lora kemana?
27
Charesso!
28
Thriller
29
Deg deg
30
Psyco Perhatian
31
Loe Cantik!
32
Bumbu
33
Loser
34
Hangat
35
Cemberut
36
Quality Time
37
Yok Kuliah Bareng (1)
38
Yok Kuliah Bareng (2)
39
Alora
40
Kecelakaan kedua kalinya
41
Alora (2)
42
Peluk Hangatmu
43
Lanjut Hidup
44
Andre Kenapa?
45
Feeling
46
Lia & Alora
47
Senyuman-mu
48
Kunjungan Mertua
49
Belajar Bareng
50
Mendung
51
Satu Pilihan
52
Nelangsa
53
Old Story
54
Rasa itu..
55
Alora itu Pacarku!
56
Love Language
57
Putri Es
58
Cari Dia!
59
Pengaruh Alora
60
Anak Sekolah
61
The Truth
62
Skinship
63
Self Love
64
Bertahan?
65
Shutdown
66
Si Psyco Kembali
67
Good Bye SMA
68
Kiyowo
69
New Friend
70
Under The Rain
71
Orang Lain
72
Not Enough
73
Rasa
74
Musim Hujan
75
Run Away
76
Sayang
77
Why?
78
Why Her
79
Be There For You
80
Canggung
81
Ini Caraku!
82
Ini Caraku (Andre Pov)
83
The Reason
84
Awan Hitam
85
Sebentar Saja
86
Rainy
87
Psyco Lainnya
88
Lika-Liku
89
Luka itu
90
Ketiduran
91
New Job
92
Cuaca Hati
93
Sisi Lain Seorang Beni
94
Lora
95
Hold My Hand
96
Once Upon A Time
97
Detik
98
Mode Cemburu
99
Kenangan Itu
100
Why Him?
101
Amarah
102
102 Kode
103
Aneh
104
Dear Alora
105
The Power Of Psyco
106
Special Girl
107
Pelarian
108
Rainy Day
109
Semesta
110
Hidup itu..
111
Save Yourself
112
Sinar
113
Nungguin kamu
114
Debat
115
Day-3
116
Day-2 Part 1
117
Day-2 Part 2
118
Day-1 Emosi
119
D-Day
120
Pelukmu
121
New Era
122
Fathi
123
Tulisan Tangan Takdir
124
Isi Hati Para Jomblo
125
Cuaca
126
Jadian Or Not?
127
Kembali Lagi Seperti Semula
128
Persembunyian burik
129
Pacaran Sana!
130
Lonely
131
Perhatian
132
Lika-Liku
133
Cuman Perasaan Bukan Kenyataan
134
Siblings
135
New semester
136
Your Feeling
137
Rumit
138
Pulang
139
Cinta Pertama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!