Sandy dan Tania tersadar, mereka menoleh ke arah asal suara.
"Bang Rey," gumam Tania.
Tania bingung harus berbuat apa, dia menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.
Dia hanya menunduk, Sandy menatap tajam ke arah Reyhan begitu juga sebaliknya.
Tatapan Reyhan seakan mencabik-cabik jantung hati Sandy.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Reyhan pada pemuda yang sempat membuat dirinya curiga akan sikapnya saat menolong Tania di pantai waktu itu.
"Aku? Aku hanya ingin bicara dengan Tania," jawab Sandy santai.
"Apa? Tania?" Reyhan menatap sinis pada rivalnya.
"Kamu sadar, tidak? Tania itu guru kamu, bukan kekasihmu!" ujar Reyhan penuh penekanan.
"Tanyakan padanya, siapa aku baginya!" ketus Sandy lalu melangkah meninggalkan Tania dan Reyhan.
Tania masih bergeming,dia sadar atas kesalahannya.
Selama ini Tania tahu, semua yang terjadi di antara dirinya adalah suatu kesalahan yang sangat fatal.
Reyhan melangkah mendekati Tania yang menundukkan kepalanya.
Reyhan mengangkat dagu kekasihnya, dia menatap bola mata Tania yang kini mulai tergenang air mata di pelupuk matanya.
"Hei, apa yang terjadi?" tanya Reyhan tak tega untuk memarahi sang kekasih.
Reyhan merangkul tubuh kecil kekasihnya yang sangat dicintainya itu.
"Maaf," lirih Tania dengan isakkan.
Tania mulai menangis di dada bidang pria yang selama ini paling perhatian terhadap dirinya.
Reyhan tak sanggup membahas apa yang baru saja dilihatnya. Dia tak ingin Tania takut, jika dia mempermasalahkan hal itu.
"Sudahlah, ayo ikut aku!" ajak Reyhan lalu menggiring Tania masuk ke dalam mobil.
Reyhan membawa Tania ke sebuah taman di puncak Angin Berhembus Aripan.
Sebuah taman yang menyajikan pemandangan indahnya Danau Singkarak dari puncak perbukitan yang ada di daerah Aripan.
Hawa yang menyejukkan serta embusan angin sepoi-sepoi menerpa wajah sepasang kekasih yang masih duduk diam dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Bang," ucap Tania takut untuk memulai pembicaraan.
Reyhan menoleh ke arah Tania, dia tersenyum.
"Tumben kamu panggil aku dengan kata 'Bang'?" tanya Reyhan mengernyitkan dahinya.
"Sayang," lirih Tania memeluk tubuh Reyhan.
"Kamu begitu baik untuk aku sakiti, aku sayang kamu. Tapi, aku juga sayang dia," gumam Tania di dalam hati.
Sikap Reyhan yang selalu memahami dan mengerti dirinya, membuat Tania tak bisa melepaskan cinta pertamanya.
Tania mengingat pertemuan pertama dengan sang kekasih.
"Kamu!" panggil salah seorang senior cewek yang paling galak dalam acara OSPEK tahun ini.
Dia menunjuk ke arah Tania yang baru saja masuk barisan. Kali ini Tania terlambat,.
"Sa-sa-ya, Kak?" lirih Tania ketakutan sambil menunjuk dirinya.
"Iya, siapa lagi! Sini!" bentak Keke.
Dengan wajah takut, Tania menghampiri sang senior galak.
"I iya, Kak," lirih Tania menundukkan kepalanya karena takut, dia sadar atas kesalahannya.
"Kamu tahu apa kesalahanmu?" tanya Keke dengan suara penuh penekanan.
"Tahu, Kak." Tania masih menundukkan kepalanya.
"Karena kamu sudah berbuat salah, maka saya akan memberikan hukuman," ujar Keke dengan tatapan intimidasi.
"Baik, Kak." Tania pasrah dengan hukuman yang akan didapatkannya.
"Hukumanmu menyatakan cinta pada salah satu dari 10 orang senior yang berada di sana! Jika kamu tidak berhasil menjadikan salah satu di antara mereka sebagai kekasih maka saya akan memberikan hukuman yang lebih berat dari ini." Keke tersenyum.
Di dalam hatinya dia ingin tertawa terbahak-bahak melihat Tania yang ketakutan.
"What?" pekik Tania di dalam hati.
"Saya kasih kamu waktu, dari pagi ini sampai sore nanti," ujar Keke lalu meninggalkan Tania.
Hari ini, Tania harus berpikir keras untuk mencari ide buat menaklukkan hati salah satu seniornya yang bisa di bilang ketampanan mereka di atas rata-rata.
Saat materi perkenalan lokasi kampus, semua mahasiswa baru berjalan mengelilingi kampus sesuai barisan.
Tania dan Nurul berjalan beriringan. Dia terus menggerutu, meluapkan kekesalannya pada Keke.
"Udah deh, Tan! Mana tahu salah satu di antara mereka bisa jadi kekasih beneran. Lumayan lho, mereka tampan semua," ujar Nurul menenangkan amarah sahabatnya.
Nurul sebagai sahabat Tania sejak duduk di bangku SMA sangat mengenali sifat Tania.
Tania belum pernah jatuh hati pada siapa pun, hari-harinya selalu diisi dengan belajar dan terus belajar.
"Apaan sich, loe?" gerutu Tania.
"Rul, loe kan kenal gue. Kalau gue akan menikah dengan pria yang menjadi cinta pertama gue."
"Gue nggak mau menyia-nyiakan waktu gue buat yang tidak pasti." Tania mencerca Nurul dengan ceramah yang panjang lebar.
"Gue yakin, kali ini loe bakal menemukan cinta pertama, Loe," tukas Nurul.
Tiba-tiba, Tania melihat Reyhan yang sedang berdiri di pinggir jalan sambil memperhatikan barisan mahasiswa yang tengah berjalan.
Seketika terlintas di benak Tania sebuah ide.
BRUUKK
"Tania!" pekik Nurul panik saat melihat sahabatnya jatuh di pelukan Reyhan.
Reyhan juga ikut panik.
"Ada apa ini?" ujarnya.
"Aku juga nggak tahu, Kak."Nurul menggelengkan kepalanya.
Reyhan langsung mengangkat tubuh mungil Tania, dia membawa Tania ke ruang PMR terdekat.
Tania membuka sedikit matanya, jantungnya berdetak kencang saat melihat ekspresi panik Reyhan.
Aroma maskulin tubuh pria tampan itu tercium jelas di hidung Tania membuat Tania menjadi salah tingkah.
Reyhan membaringkan tubuh Tania saat telah masuk ke dalam ruang PMR.
"Na, tolongin!" pinta Reyhan pada temannya yang tengah berjaga di PMR.
"Kenapa, Rey?" tanya Nana pada Reyhan.
"Gue nggak tahu, soalnya dia tiba-tiba jatuh gitu aja," jelas Reyhan.
Gadis yang bernama Nana, langsung menghampiri Tania.
Dia mengambil minyak kayu putih dari kotak P3K. Dia mengoleskan minyak kayu putih itu ke hidung Tania.
"Mhm," lirih Tania pura-pura baru sadar.
"Aku di mana?" lirihnya lagi masih berpura-pura mencari perhatian Reyhan.
Reyhan menghampiri Tania saat mendengar suara lembut Tania.
"Apa yang kamu rasakan?" tanya Reyhan khawatir.
"Kepalaku pusing, Bang," jawab Tania.
Reyhan memegangi dahi Tania, lalu dia memijat pelan kepala Tania.
Nana menggelengkan kepalanya saat melihat seorang ketua BEM rela memijat seorang mahasiswi baru.
"Amazing," gumam Nana di dalam hati.
Ketua BEM yang selalu menjadi incaran para mahasiswi di Universitasnya. Tak pernah jatuh hati pada siapa pun dan semua teman wanita yanga ada di kelilingnya hanya dianggap sebagai teman.
"Bagaimana, sudah mendingan?" tanya Reyhan dengan tatapan yang menghanyutkan.
Tania tenggelam dalam tatapan Reyhan, dia tak ingin melepaskan pandangannya dari pria yang terlihat berbeda dari pria yang pernah ditemuinya selama ini.
"Hei," lirih Reyhan sambil melambaikan tangannya di depan wajah Tania.
"Apa yang terjadi pada diriku, pria ini benar-benar sempurna di mataku. Apakah aku akan jatuh hati padanya?" gumam Tania di dalam hati.
"Hei!" Reyhan kembali memanggil Tania.
"I love you," ucap Tania.
Bersambung...
Readers yang baik hati mohon dukungan nya dengan meninggalkan jejak...
Rate...
Like...
Komentar...
Hadiah...
dan
Vote...
Terima kasih🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
George Lovink
Sebaik apapun orang kalau cintanya diduakan tetap ia akan pergi...kalau saya lebih baik Reyhan pergi meninggalkan Tania...itu jalan terbaik karna tak bisa menjaga hatinya...kalau saya akan memilih pelacur dari pada wanita speeti Tania,agak murahan...dalam menjaga hati
2023-07-22
0
Yukity
semangaat👍🏼😍
2022-01-14
0
Hum@yRa Nasution
sadar dunkz Tania
2022-01-12
1