Siswa Playboy

“Kamu cantik!” puji Reyhan sekaligus menyindir penampilan sang kekasih.

“Gombal,” oceh Tania santai.

Tania menarik lengan Reyhan, mereka melangkah menuju mobil milik Reyhan. Mereka masuk ke dalam mobil. Lalu pergi meninggalkan kost-an Tania.

Sandy hanya bisa menatap penuh emosi dari kejauhan, ada rasa tak rela melihat Tania bersama sang kekasih. Dan rasa seperti ini hanya dirasakannya saat bersama Tania.

“Aku harus melakukan berbagai cara agar kau menjadi milikku,” gumam Sandy di dalam hati.

*****

Pagi yang cerah menemani setiap insan yang sudah mulai menjalani aktifitasnya. Tania dan Nurul sudah berada di sekolah. Sejak Nurul dan Eko jadian, Tania lebih sering beraktifitas di perpustakaan. Dia menghabiskan waktu kosongnya di sekolah di perpustakaan bersama buk Yeni.

Buk Yeni adalah petugas perpustakaan serta memiliki tugas sebagai pembimbing OSIS mendampingi Pak Fauzi. Setelah menyelesaikan tugasnya, Tania dan buk Yeni duduk bersantai mengobrol sambil menunggu bel pulang.

“Tan, Ibuk perhatikan semakin hari kamu semakin dekat dengan Sandy.” Buk Yeni memulai pembicaraan.

“Iya sih, Buk. Aku menganggap dia seperti adik sendiri. Aku kasihan sama dia, ayahnya sudah meninggal sewaktu dia masih SD. Terus sekarang ibunya sakit-sakitan. Dia bisa sekolah seperti sekarang ini karena pamannya yang membiayai segala kebutuhannya.” Tania menceritakan apa yang diceritakan Sandy padanya.

“Semua orang tahu tentang Sandy, sebenarnya dia anak yang baik. Tapi hanya satu sifatnya yang ibuk tidak suka,” buk Yeni menatap dalam pada Tania.

Dia berusaha mencari sesuatu di mata Tania tentang Sandy.

“Apa, Buk?” tanya Tania penasaran.

“Sandy itu terkenal sebagai siswa playboy di sekolah ini.” Buk Yeni memandang jauh ke depan.

Dia tak ingin Tania kecewa, karena takut nantinya Sandy hanya mempermainkan hati Tania. Buk Yeni telah menganggap Tania sebagai adiknya.

“Aku juga dengar dari anak-anak seperti itu, tapi dia punya alasan sendiri melakukan hal itu.” Tania mengingat obrolan Sandy bersamanya saat menunggu bus menuju desanya saat mereka pulang bersama waktu itu.

Flash back on.

Saat Sandy dan Tania sampai di simpang Lubuk Selasih, Sandy menghentikan sepeda motornya. Dia turun dari motor milik Tania.

“Aku bisa naik bus dari sini,” ucap Sandy pada Tania sambil memberikan kunci scoopy kesayangan Tania.

“Aku akan menemanimu sampai bus datang,” tawar Tania duduk di sebuah batu dibawah pohon yang rindang.

Sandy ikut duduk di samping Tania.

“San, aku pernah dengar kalau kamu adalah siswa paling playboy di sekolah. Apa itu benar?” tanya Tania memulai pembicaraan.

“Mhm, ya itu semua memang benar. Walaupun begitu, tak ada seorangpun cewek yang bisa Menolakku,” jawab Sandy.

“Apakah kamu tak sadar, kalau hal itu menyakiti hati banyak wanita. Kamu memiliki ibu yang juga seorang wanita.” Tania tak suka mendengar jawaban dari Sandy.

“Aku melakukan hal itu bukan tak beralasan, di saat aku baru mengenal yang namanya cinta. Aku adalah pria yang sangat setia. Aku rela melakukan apa pun untuk wanita yang aku cintai. Tapi, dia telah merusak semua kepercayaanku dengan berselingkuh dengan sahabatku sendiri.” Sandy menceritakan alasan dia melakukan hal itu.

“Lalu, apakah kamu juga akan menyakitiku? Apakah kamu mendekatiku hanya untuk menjadikanku sebagai korbanmu berikutnya?” tanya Tania pada Sandy.

“Tania, aku tahu perbedaan di antara kita. Aku juga tahu di hatimu tak ada tempat untukku. Tapi, aku mulai jatuh hati padamu, aku janji takkan ada wanita lain selain dirimu.” Sandy berusaha meyakinkan Tania dengan kesungguhannya.

Flash back off.

“Lalu kamu akan membiarkan Sandy memasuki kehidupanmu?” Buk Yeni menatap Tania.

Buk Yeni mulai peduli pada Tania, dia telah menganggap Tania sebagai adiknya. Buk Yeni tak ingin Tania terluka di kemudian hari.

“Buk Yeni tenang aja, aku akan menjaga hatiku. Lagian aku punya Reyhan, Buk” ucap Tania sambil tersenyum.

"Reyhan adalah pria yang sangat baik, aku takkan mengecewakan Reyhan." Tania menambahkan.

Tania telah banyak bercerita berbagai hal tentang dirinya pada Buk Yeni, kedekatan di antara mereka sudah tak diragukan lagi.

“Baguslah kalau begitu, kamu jangan kecewakan Reyhan. Dia adalah pria yang sangat baik!” Buk Yeni memberi nasehat.

“Siap, Buk!” Tania memasang gaya hormat di depan buk Yeni.

Mereka pun tertawa.

Teeeeeethh (bel pulang sekolah berbunyi)

“Kita pulang, Yuk!” ajak Buk Yeni saat bel sudah terdengar.

Tania pun menyimpan semua peralatannya ke dalam tas, lalu dia pamit pada buk Yeni untuk kembali ke ruang khusus mahasiswa PPL.

“Tan, gue mau pergi maen sama Eko. Loe mau ikut?” tanya Nurul pada Tania saat mereka hendak pulang.

“Mau maen ke mana?” tanya Tania balik pada sahabatnya.

“Ke danau kembar, mumpung besok tanggal merah. Kita libur sekolah, jadi besok kita bisa istirahat!” jawab Nurul.

“Loe perginya sama Eko, terus gue sendiri? Jadi obat nyamuk dunk gue,” gerutu Tania tak setuju.

“Loe kan bisa ajak Sandy.” Nurul memberi usulan.

“Mhm, ya udah. Gue tanya Sandy dulu.” Tania langsung mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi Sandy.

“Kamu di mana?” tanya Tania saat panggilan dengan Sandy tersambung.

“Aku di warung depan sekolah,” jawab Sandy.

“Aku mau ngomong,” ujar Tania.

“Oke, aku tunggu di parkiran aja, ya!” seru Sandy.

“Oke!” Tania menutup panggilannya.

Tak berapa lama Sandy telah berada di dekat scoopy merah milik Tania. Dia duduk di atas scoopy itu sambil menunggu sang empunya.

Tania dan Nurul melangkah menuju parkiran hendak pulang ke kost-an mereka.

Sandy tersenyum menyambut kedatangan wanita yang perlahan telah mengisi hatinya.

"Ada apa?" tanya Sandy pada Tania.

Gaya bicara Sandy pada Tania tak lagi menggunakan embel-embel sekedar basa-basi karena dia merasa telah dekat dengan sang guru muda yang juga mengajar di kelasnya.

"Nurul ngajakin aku ke danau kembar, kamu mau ikut menemaniku?" tanya Tania.

"Kapan?" tanya Sandy.

"Nanti sore, kamu ada waktu?" tanya Tania memastikan.

"Baiklah, nanti aku samperin kamu," ujar Sandy.

Rio dan dua temannya tiba-tiba datang menghampiri mereka.

"Siang, Buk Tania, dan Buk Nurul," sapa Rio dan dua temannya.

Tania dan Nurul tersenyum menyapa para siswa mereka.

"Kami dengar, buk Tania dan buk Nurul mau pergi ke danau kembar, apakah itu benar?" tanya Rahmat.

"Mhm." Tania bingung harus menjawab apa, dia hanya menoleh ke arah Nurul.

"Iya benar," ja ab Nurul jujur.

"Kalau gitu kami boleh ikut?" tanya Rio yang juga ingin ikut bersama mereka.

"Iya buk, kami boleh ikut?" tanya Vicky yang sedari hanya diam.

"Boleh, kenapa tidak!" ujar Nurul menyetujui permintaan beberapa siswanya.

"Asyik!" seru mereka senang.

Rio, Rahmat dan Vicky adalah teman sekelas Sandy yang juga dekat dengan Tania, tapi kedekatan mereka tak lebih dari sebatas siswa dan guru.

Mereka bertiga merupakan sahabat terdekat Sandy. Mereka mengetahui apa yang terjadi antara Tania dan Sandy.

Bersambung...

Readers yang baik hati mohon dukungan nya dengan meninggalkan jejak...

Rate...

Like...

Komentar...

Hadiah...

dan

Vote...

Terima kasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Si Bungsu

Si Bungsu

semangat kakak

mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)

2022-01-19

0

Nastio Iman

Nastio Iman

like like

2022-01-04

0

Azfa Humaira

Azfa Humaira

nonono

2022-01-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!